Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah

Setelah berbasa-basi singkat Gu Bei mengungkapkan niatnya untuk berpamitan kepada Tuan Kota dan Guang He. Dia beralasan harus pulang dengan cepat karena langit sudah mulai gelap. Namun baru saja dia melangkahkan kakinya terlihat di kejauhan rombongan Keluarga Jian berjalan dari arah gedung ke tempat mereka.

"Tuan Kota!" Jian Shu, kepala Keluarga Jian itu menyapa sambil menunjukkan senyum yang ramah.

Jelas sekali mereka datang untuk bertemu dengan tuan kota. Namun karena tanpa sengaja bersimpangan membuat Gu Bei merasa perlu berinisiatif menegur pria itu.

"Tuan Besar Jian,"

Jian Shu sejenak mengalihkan pandangannya kepada Gu Bei. Dia berhenti dan balik menyapanya. "Tuan Besar Gu. Sepertinya kalian sudah mau pergi." Sambil menatap anggota Keluarga Gu lainnya.

"Benar. Kami harus bergegas karena kediaman kami berada di ujung selatan."

Jian Shu manggut-manggut. "Ya. Kalian memang harus bergegas jika tidak ingin bermalam di perjalanan."

Saat itu Gu Bei terlihat ingin mengatakan sesuatu. Dia ragu, tapi setelah diam beberapa saat dia mulai membuka mulutnya.

"Omong-omong ... Untuk masalah yang tadi, ...."

Ha-ha-haha...

Jian Shu tiba-tiba tertawa dan menyentuh pundak Gu Bei. Pada saat yang sama mengalihkan pandangannya kepada Zhao Yang yang berdiri di samping.

"Tuan Besar Gu. Kau tidak perlu memikirkannya. Masalah di antara anak muda tidak perlu kita para orang tua ikut campur ke dalamnya. Lagi pula aku yakin putraku Jian Yun tidak mempermasalahkannya. Benarkan, Yun'er?"

Jian Yun hanya bergeming mendengar apa yang dikatakan ayahnya. Mata hanya tertuju kepada Zhao Yang, dan terlihat sangat jelas jika dia masih begitu kesal.

Mustahil bagi Jian Yun untuk tidak mempermasalahkan apa yang terjadi di ruang lelang. Baginya itu sebuah penghinaan karena dipermalukan oleh seorang pria yang dicap sebagai menantu tidak berguna.

"Jika Tuan Besar Jian berkata seperti itu maka kami bisa pulang lebih tenang." Gu Bei tertawa dan bergurau.

Begitu selesai dengan apa yang ingin diucapkannya Gu Bei kemudian mengajak anggota keluarga lain termasuk Zhao Yang kembali ke kereta kuda. Mereka berjalan melewati rombongan Keluarga Jian. Semua baik-baik saja, dan tidak ada yang salah sampai Jian Yun tiba-tiba menaruh kakinya berniat mengganjal kaki Zhao Yang.

"Lihat bagaimana kau akan terjatuh seperti orang bodoh. Orang-orang yang masih di sini akan menertawakanmu!"

Jian Yun mengira dengan gerakannya yang cepat Zhao Yang tidak akan sadar.

Namun salah besar. Meski Jian Yun menjulurkan kakinya dengan cepat dan tiba-tiba, tetapi Zhao Yang yang berada di tingkat langit memiliki intuisi yang tajam sehingga mampu membaca niatnya.

Bukan perkara yang sulit jika Zhao Yang berniat menghindar. Tapi dia merasa terlalu sayang jika menyia-nyiakan kesempatan ini.

Alih-alih mengangkat kakinya melewati kaki Jian Yun, Zhao Yang malah dengan sengaja menginjak kaki pria itu dan menekannya sekuat tenaga.

"Arg- ...."

Suara jeritan Jian Yun tertahan. Wajahnya memerah padam saat menatap jejak kaki mengecap pada permukaan sepatunya.

"Badjingan! Beraninya dia menginjak kakiku!!" Dia sangat marah tapi berusaha tidak menunjukkannya.

Akan terlihat memalukan jika dirinya yang berada di tingkat bumi terprovokasi oleh menantu sampah yang bahkan tidak memiliki basis budidaya.

"Sial! Aku tidak mungkin meladeni sampah di hadapan banyak orang. Tapi ...." Jian Yun tak melanjutkan ucapannya dan mulai mengumpulkan Qi hingga membentuk jarum spiritual yang melayang di atas telapak tangannya.

"Sekarang mari kita lihat apa kau masih bisa menghindar atau tidak."

Jian Yun menyeringai. Dia menjadi begitu percaya diri dan mulai mendorong tangannya sehingga tiga jarum spritual berukuran kecil itu melesat dengan cepat.

Whuus...

Suara yang ditimbulkan saat jarum spritual itu bergerak dengan cepat terdengar oleh telinga beberapa orang. Gu Bei, Gu Yi, bahkan Gu Xingyu menoleh ke belakang merasakan fluktuasi energi yang mengarah ke mereka.

Namun bukan benar-benar mereka yang menjadi sasaran. Melainkan Zhao Yang yang berjalan paling belakang dan agak tertinggal.

"Awas!!"

"Zhao Yang ...."

Gu Bei cukup panik, dan berniat membantu dengan menciptakan pelindung untuk menahan serangan jarum spiritual tersebut. Namun sebelum sempat melakukannya, dia terkejut melihat Zhao Yang sudah mengembalikan serangan itu dengan ayunan tangannya.

Whut...

Blam!

Jarum spiritual meledak tepat di samping tempat Jian Yun berdiri. Tangan pria itu tampak gemetar, sementara kedua alisnya agak menyatu dengan ketidakpercayaan. "Mu-mustahil!! Bagaimana dia melakukannya?!"

Terpopuler

Comments

Andbie

Andbie

jurus pembukaan zhao yang.. agar semua orang tau diam bukan berarti lemah..

2024-12-13

3

Eka suci

Eka suci

good job, ayo buat mertua mu kagum lalu istrimu dan seluruh keluarga menghormati mu

2024-12-13

2

naga penggembara

naga penggembara

🤣🤣🤣
menantu yang baik melancarkan aksinya...
next semoga lebih baik lagi thor

2024-12-13

2

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!