Ch - 16 : Hal Buruk

Zhao Yang kembali ke tempat awal sambil membawa kedua bandit yang telah ia tangkap. Mengumpulkan mereka bersama yang lain di depan kereta kuda yang kemudian diinterogasi satu persatu oleh Gu Bei dan anggota keluarga lainnya.

Setiap orang terlihat memiliki kesibukan masing-masing. Namun Zhao Yang terus mengedarkan pandangan ke sekitar mencari keberadaan sang istri yang tidak terlihat sejak kedatangannya.

Gu Yiwei yang biasa selalu bersama kakaknya sekarang tampak sendirian di samping kereta. Zhao Yang segera mendekat lalu bertanya, "Yiwei. Di mana kakakmu?"

Sesaat terdiam Gu Yiwei pun mulai menyadari jika sang kakak tidak bersama dengan mereka. Dia menegakkan tubuhnya dan secara tidak sadar mengubah raut wajahnya.

"Kakak-- ... Tidak mungkin terjadi sesuatu, kan?"

Kening Zhao Yang mengerut mendengar gumaman Gu Yiwei. Tanpa berbicara lalu pergi meninggalkan area itu untuk mencari istrinya.

Entah kenapa Zhao Yang memiliki firasat yang buruk. Dia mengepalkan tangan, kemudian semakin mempercepat langkah pergi ke arah di mana terakhir kali melihat Gu Xingyu saat mengejar bandit yang melarikan diri.

"Xingyu. Jangan sampai kau kenapa-napa."

___

Sementara itu di sisi hutan yang lain, dua orang terlihat saling berhadapan dengan situasi yang cukup tegang.

"Nona Pertama Gu. Kau tidak seharusnya mengikutiku sendirian. Dengan basis kultivasimu saat ini kau tidak cukup kuat untuk menjadi lawanku."

"Kau bisa saja terluka. Sebaiknya kau kembali dan biarkan aku pergi."

"..."

Gu Xingyu tidak mengindahkan apa yang dikatakan pemimpin bandit. Dia masih menodong pedang panjang berwarna biru muda miliknya seolah tidak peduli dengan perbedaan kekuatan di antara mereka.

Sekarang yang ada di pikirannya, bahkan jika tidak bisa mengalahkan paling tidak harus mengulur waktu sampai anggota keluarga lain datang. Karena Gu Xingyu yakin jika sekali saja pemimpin bandit lolos pasti akan lebih sulit untuk menangkapnya di kesempatan lain.

"Keras kepala!" Sambil mendengus pemimpin mengeluarkan aura kekuatannya yang berada di tingkat bumi lapisan pertama.

Tekanan kekuatan itu sedikitnya membuat Gu Xingyu merasakan penindasan. Namun tidak dalam waktu yang lama setelah dia juga mengeluarkan aura kekuatannya.

"Nona Pertama Gu. Masih belum terlambat untuk menyerah. Jika kau membiarkanku pergi aku tidak-- ...."

Sebelum pemimpin bandit menyelesaikan kalimatnya Gu Xingyu tiba-tiba melesat dan mengeluarkan satu siluet tebasan berwarna putih.

Blar!

Ledakan yang kuat membuat tanah tempat berpijak pemimpin bandit itu hangus dengan celah selebar dua meter.

Pemimpin bandit berhasil menghindar. Namun ekspresi wajahnya benar-benar buruk mengingat dia bahkan tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.

"Sialan." Pemimpin bandit mendengus untuk kedua kalinya. Sedetik berselang pria itu sudah berdiri sambil memegang pedangnya yang berwarna merah darah.

"Kau yang bersikeras tidak mau membiarkanku pergi. Sekarang. Aku akan menghadapimu!"

Gu Xingyu baru saja berkedip saat tiba-tiba pemimpin bandit muncul di depannya sambil mengayunkan pedang besar miliknya.

Gerakan tebasan itu bahkan lebih cepat. Beruntung Gu Xingyu masih sangat siap sehingga mampu menahan serangan itu dengan pedang angsa langit.

Trank!!

Gu Xingyu merasakan perbedaan kekuatan yang nyata saat menerima serangan. Dia tidak berani untuk menahannya lebih lama. Segera melompat ke belakang tetapi pemimpin bandit itu memburu dengan cepat.

Blar!!

Batu setinggi lima kaki hancur saat energi dari tebasan pedang pemimpin bandit menyasar dengan liar.

Serangan yang datang seperti gelombang laut pasang itu membuat Gu Xingyu kehilangan banyak tenaga. Dia sudah terlihat ngos-ngosan meski pertarungan baru saja dimulai. Perbedaan kekuatan di antara tingkat jiwa lapisan sembilan dengan tingkat bumi lapisan pertama jelas bukan sekadar omong kosong. Namun Gu Xingyu tidak berniat menyerah. Dia masih mencari celah untuk mengeluarkan Teratai Api Es yang merupakan teknik bertarung terkuat yang dimiliki Keluarga Gu.

"Lumayan. Untuk seorang yang masih di tingkat jiwa menahan gempuran serangan ku. Jika itu orang lain besar kemungkinan sudah kehilangan nyawa."

Pemimpin bandit memutar pedang besarnya secara asal-asalan. Tersenyum menyeringai, dan berkata, "Sebenarnya aku masih ingin bermain. Tapi mari kita akhiri pertarungan ini lebih cepat."

Bersama dengan kalimat yang keluar dari mulutnya, tubuh pria itu diselimuti cahaya berwarna merah darah. Semakin lama semakin pekat, lalu membentuk burung vermilion yang cukup besar.

"..."

Keringat dingin membasahi wajah Gu Xingyu. Dia bergeming untuk beberapa saat. Tangannya perlahan bergerak, memicu riak cahaya yang kemudian membentuk bunga teratai dengan dua puluh empat kelopak berwarna merah dan biru.

Gu Xingyu berniat menghadapi serangan itu dengan serangannya. Berbeda dengan Teratai Api Es milik Gu Xun yang masih tahap pertama dengan enam belas kelopak. Teratai Api Es yang dikeluarkan Gu Xingyu berada di tahap kedua dengan dua puluh empat kelopak. Meski bukan versi terkuat dari Teratai Api Es. Tapi setidaknya kekuatannya jauh lebih kuat dibanding Teratai Api Es tahap pertama.

"Apa ini akan berhasil?" gumamnya.

Gu Xingyu tidak punya pilihan saat melihat burung vermilion itu terbang ke arahnya dengan sangat cepat. Tanpa berpikir panjang langsung melepaskan Teratai Api Es miliknya untuk menahan serangan tersebut.

Dan, ... Boom!! Suaranya menggelegar dengan sangat keras. Tidak hanya di area itu, dampaknya bahkan mencakup area yang lebih luas dan membuat pohon-pohon di sekitar tumbang rata dengan tanah.

___

Zhao Yang yang saat itu masih berada satu kilometer di belakang seketika memasang ekspresi serius begitu mendengar suara ledakan.

Dalam pikirannya hanya ada Gu Xingyu. Segera melesat mengikuti suara ledakan itu dan tiba hanya dalam waktu yang singkat.

Namun ketika sampai di sana Zhao Yang mendapati tempat tersebut sudah sangat kacau dengan sebagian besar pohon yang tumbang dan rata dengan tanah.

Dia berjalan sambil terus menelisik sekitar. Sampai langkah kakinya berhenti saat mata tertuju pada satu sosok yang tergeletak di atas tanah.

"Xingyu!!"

Terpopuler

Comments

Aman 2016

Aman 2016

tunjukkan kehebatan mu Zhao Yang pada istri mu kalau kau pendekar hebat

2024-12-23

3

Istrinya ternyata juga keras kepala

2025-02-02

0

Qing shan

Qing shan

💪💪💪💪

2024-12-31

1

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!