Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar

"Wei'er, ada apa?"

Gu Yiwei hanya menggelengkan kepala mendengar teguran Gu Xingyu dan mengalihkan pandangannya kembali ke panggung setelah cukup lama memperhatikan bilik yang ada di samping.

"Sepertinya lelang nya akan dimulai." Gu Yiwei berseru sambil menunjuk seorang pria yang berjalan naik ke atas panggung. Mengenakan pakaian serba hitam, dengan bros unik yang merupakan identitas Griya Harta.

"Sekte, klan, dan keluarga lain sudah di bilik masing-masing. Seharusnya memang lelang nya sebentar lagi akan dimulai." Gu Bei meneguk segelas air dan mengambil papan penawaran untuk di letakkan di samping kursinya.

"Jika ada yang membuat kalian tertarik katakan saja. Aku sudah menyiapkan anggaran yang cukup banyak untuk berpartisipasi dalam lelang ini."

Senyum beberapa orang di belakang tampak cerah mendengar kata-kata Gu Bei. Mereka langsung berterima kasih.

"Terima kasih, Kepala Keluarga!"

"Terima kasih Paman!"

Sementara semua orang di bilik itu sibuk berterima kasih, Gu Xingyu malah sibuk memperhatikan kotak kayu yang di bawa Zhao Yang. Sebenarnya dia bisa saja mengabaikan hal itu, tapi seolah ada hasutan dalam benaknya sehingga dia terus merasa penasaran.

"Akan kau apakan bayam hitam itu?"

"..." Zhao Yang menoleh dengan terkejut. Tak mengira istrinya yang jarang sekali membuka pembicaraan itu tiba-tiba berinisiatif bertanya.

"Bayam hitam ini, aku ...."

"Selamat pagi menjelang siang, tuan dan nyonya."

Kalimat Zhao Yang terpotong oleh pria yang berdiri di atas panggung.

"Senang rasanya dapat menemani tuan dan nyonya. Saya Han Feng, perwakilan asosiasi yang akan memandu lelang hari ini."

Zhao Yang ingin melanjutkan kalimatnya, tapi Gu Xingyu sepertinya lebih tertarik memperhatikan lelang yang akan dimulai.

"Ini adalah barang pertama sebagai pembuka." Suara Han Feng menggema. Pria itu mengarahkan tangannya ke salah satu sisi panggung di mana seorang pelayan berjalan ke arahnya.

Semua orang mencoba menebak. Tapi tidak ada yang tahu secara pasti barang pertama itu karena masih tertutup oleh kain.

"Apa kalian penasaran?" Han Feng tersenyum dengan usil. Memantik api ke kumpulan peserta yang mulai tak sabar ingin melihat barang pertama.

Ha-ha-ha

"Baiklah. Inilah barang pertama dalam lelang hari ini." Han Feng menjeda kalimatnya dan melirik kepada pelayan. "Tunjukkan pada mereka."

Kain penutup segera ditanggalkan. Sesuatu muncul di depan mata, tapi tampak ketidakpuasan di wajah beberapa peserta.

"Rumput akar bumi? Hanya itu?"

"Jika hanya sekadar rumput akar bumi kami bisa membelinya di tempat lain dan tak perlu mengikuti lelang."

Peserta di bawah mulai ribut karena merasa barang yang keluar tidak sesuai harapan mereka. Han Feng sedikit cemas, tapi dia berusaha untuk tenang.

"Tuan dan Nyonya sekalian. Silakan lihat dengan baik apa yang kami tunjukkan." Han Feng kembali melirik pelayan memintanya memutari panggung sambil mengangkat nampan yang dibawanya.

"Tuan dan Nyonya dapat melihatnya. Corak unik di permukaan daun pada rumput akar bumi hanya akan muncul setelah setidaknya berusia lima puluh tahun."

"..."

Sejenak ruang lelang menjadi hening mengetahui itu adalah rumput akar bumi yang berusia lebih dari lima puluh tahun. Itu cukup mengejutkan mengingat rumput akar bumi yang berusia lima sampai sepuluh tahun saja sudah termasuk dalam kategori sumber daya kelas atas.

"Ayah! Kau harus mendapatkan rumput akar bumi itu untukku," ucap Gu Yiwei sambil menarik lengan ayahnya.

Gu Bei hanya berdehem. Namun dirinya perlu menunggu penawaran dibuka terlebih dahulu sebelum mengangkat papannya.

"Baiklah. Saya tahu Tuan dan Nyonya sudah tidak sabar. Jadi saya langsung saja, harga awalnya adalah lima ribu koin emas. Setiap penawaran tidak kurang dari seratus koin emas. Tuan dan Nyonya, silakan membuka harga."

Baru juga Han Feng menyelesaikan kalimatnya sudah beberapa orang yang mengangkat papan lelang.

"Lima ribu dua ratus."

"Lima ribu tiga ratus."

Harga terus naik. Tapi semakin tinggi semakin sedikit orang yang berani membuka penawaran.

"Ayah!" Gu Yiwei merasa ini saat yang tepat dan meminta ayahnya bertindak.

"Baik-baik. Ayah mengerti." Gu Bei lalu mengangkat papan lelang nya. "Sepuluh ribu!"

Dengan suaranya hampir semua peserta yang ada di bawah menatap ke biliknya. Tentu saja mereka langsung mengeluh karena berpikir peluang mereka mendapatkan rumput akar bumi itu telah hilang.

"Sepuluh ribu seratus!"

Gu Bei menatap ke tempat di mana suara itu berasal. Karena masih ada yang menginginkannya, tidak ada pilihan selain kembali menaikkan harga.

"Sebelas ribu!"

"Bahkan barang pertama pun salah satu keluarga besar sudah turun tangan. Jika seperti ini tidak akan ada kesempatan untuk kita yang ada di kursi tunggal." Pria berkaos lusuh tampak mengeluh di tempatnya. Menarik papan lelang nya turun dan meletakkannya.

Mereka tidak bisa komplen untuk situasi tersebut. Hanya bisa mengalahkan diri sendiri karena tidak membawa cukup banyak uang untuk melakukan penawaran.

"Apa sudah tidak ada yang mau menawar?" Han Feng diam beberapa saat untuk memberi kesempatan peserta lain. Namun karena tidak ada lagi yang menawar, dia pun mengesahkan barang pertama jatuh ke tangan Keluarga Gu.

"Akhirnya dapat!" seru Gu Yiwei, senang. Dia menerima rumput akar bumi setelah seorang pelayan datang mengantar. Memberikan sejumlah uang sebagai bayarannya.

"Tapi cukup mengherankan melihat bilik-bilik lain tidak ada respon. Apa mereka sungguh tertarik dengan rumput akar bumi berusia lima puluh tahun?"

"Jangan terus berdiri." Gu Bei menarik tangan Gu Yiwei memintanya agar duduk dengan tenang.

"Ini masih barang pertama. Meskipun rumput akar bumi berusia lima puluh tahun termasuk tanaman spiritual langka, tapi belum cukup untuk menarik perhatian mereka. Mereka pastinya lebih mengincar barang-barang yang keluar di akhir dan akan bertarung memperebutkannya."

Gu Yiwei memangut dagu mendengar perkataan ayahnya. Dia duduk sambil mengangguk-angguk.

Sementara barang pertama sudah menemukan pemiliknya, lelang terus berlanjut dan setiap barang mendapat penawaran yang mengejutkan.

Zhou Yang memantau dari kursinya. Dia menunggu sambil berharap akan melihat sesuatu yang menarik. Hanya saja sampai pada barang ke sepuluh tidak ada yang benar-benar menarik perhatiannya.

"Tuan dan Nyonya. Karena sudah sepuluh barang keluar, seperti biasa akan ada satu barang spesial sebelum barang ke sebelas." Han Feng kembali menunjukkan senyumnya yang usil. Dia memanggil pelayan lain untuk mendekat dan sebuah nampan datang bersama dengan pelayan itu.

Kain penutup yang digunakan tampak berbeda dari barang-barang sebelumnya. Seperti memberi kesan jika barang ini benar-benar spesial.

"Saya langsung saja." Bersama dengan itu Han Feng menarik kain penutup menunjukkan barang yang dibawa oleh sang pelayan.

"..."

Kembali, beberapa saat ruang lelang hening menatap barang yang ditunjukkan.

"Apa itu? Mungkinkah sebuah teknik bertarung?"

Beberapa orang mulai berspekulasi. Han Feng mengangguk berirama, kemudian membenarkan suara-suara tersebut.

"Kalian benar. Barang spesial pertama kali ini adalah teknik bertarung tingkat emas."

Tingkat emas?!

Kali ini bukan hanya peserta di bawah yang terkejut. Tapi mereka yang ada di bilik VIP pun tak bisa menahan diri mengetahui itu adalah teknik bertarung tingkat emas.

Teknik bertarung sendirian memiliki tiga tingkatan. Dari yang terendah hingga tertinggi, ada tingkat perunggu, perak, dan kemudian tingkat emas.

Teknik bertarung tingkat perak saja sudah termasuk sangat kuat. Apalagi tingkat emas yang mana dalam sekte, klan, ataupun keluarga besar di daftar sepuluh teratas hanya punya dua atau paling banyak tiga teknik bertarung tingkat emas.

"Tuan! Kita harus mendapatkan gulungan teknik itu," ucap seseorang di bilik Kediaman Tuan Kota.

Beberapa tetua di bilik lain pun ikut menyerukan hal yang sama pada ketua, ataupun kepala keluarga mereka.

"Kakak! Kau harus berusaha mendapatkannya." Gu Yi ikut mengingatkan.

Han Feng sangat senang dengan antusiasme ini. Namun dia membaca satu keterangan yang cukup kurang mengenakan tentang barang spesial yang pertama. Dia melirik ke tempat di mana pemimpin asosiasi berdiri, dan bertanya bagaimana dirinya memberitahu semua peserta tentang kekurangan pada barang tersebut.

"Katakan,"

Mungkin itu yang dapat diartikan dengan gestur yang ditunjukkan pemimpin asosiasi. Membuat Han Feng tidak punya pilihan selain mengatakan kebenarannya di depan semua peserta.

"Maaf sebelumnya. Tapi ada satu minus untuk barang spesial ini. Meskipun asosiasi sudah memastikan tingkatan pada gulungan teknik bertarung ini, tapi terdapat segel sehingga gulungan tidak dapat dibuka."

"..."

"Apa?! Sangat tidak masuk akal menjual gulungan yang tidak bisa dibuka. Lalu untuk apa membelinya? Tidak berguna!"

Minat terhadap gulungan teknik bertarung itu pun berkurang signifikan. Bahkan sekte, klan, ataupun keluarga besar yang ada di bilik VIP sekarang hanya diam bahkan setelah penawaran dibuka.

"..."

Han Feng tidak memperkirakan situasi ini dan menjadi panik saat melirik ke tempat pemimpin asosiasi.

Saat itu, seseorang dari bilik Sekte Biru Delima membuka suara.

"Jika diperbolehkan, kami ingin melihat terlebih dahulu seperti apa segel yang digunakan."

Han Feng kembali melirik pemimpin asosiasi. Ketika melihat tanda dia langsung menggunakan kekuatannya untuk membuka gulungan secara paksa sehingga segel yang mengunci gulungan itu muncul.

Wooosshh!

Seolah ada lapisan yang sangat kuat menghalau serangan. Cahaya merah kekuningan melapisi permukaan gulungan teknik bertarung itu, dan terdapat simbol unik mengambang di atasnya.

"I-itu ...."

Zhao Yang awalnya tidak tertarik bahkan setelah mengetahui itu adalah teknik bertarung tingkat emas. Namun ketika dirinya melihat segel yang muncul ketika gulungan tersebut coba dibuka secara paksa, tatapannya seketika berubah dan menjadi agak menakutkan.

"Segel Klan Zhao! Bagaimana itu ada di sini?!"

Terpopuler

Comments

Eka suci

Eka suci

wow ada penghianat kah, atau barang rampasan tapi musuh tidak bisa menggunakan nya jadi di lelang, lanjuuut 💪🏻 petunjuk semakin berdatangan

2024-12-07

4

Kum!kaGe

Kum!kaGe

kira2 gimana ya lanjutan nya,,😁😁😁

2024-12-07

2

Apakah itu warisan Keluarga Zhao

2025-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!