Menantu Dewa Roh

Menantu Dewa Roh

Ch - 00 : Prolog

Pulau Sungai Darah, mungkin sudah tak banyak lagi yang mengingat tentang nama pulau yang pernah menjadi tempat paling disegani di Kekaisaran Fang puluhan tahun yang lalu.

Berada di wilayah paling utara dan memiliki luas yang tak seberapa, tapi hampir seluruh kekuatan, baik sekte, klan, maupun keluarga bangsawan di Kekaisaran Fang menempatkan Pulau Sungai Darah sebagai kekuatan teratas.

Namun, seperti kata pepatah. Semakin tinggi pohon semakin kuat anginnya.

Orang-orang atau kelompok yang iri dengan perkembangan Pulau Sungai Darah mulai membuat rencana. Mereka tahu jika hanya bergerak sendiri tidak akan berhasil mengingat kekuatan Pulau Sungai Darah yang sangat kuat. Oleh karena itu mereka menghasut kelompok kekuatan lain yang ada di Kekaisaran Fang. Mengatakan Pulau Sungai Darah adalah kelompok sesat dan api yang menjadi basis kekuatan mereka adalah perwujudan kekuatan gelap.

Meskipun tak semua percaya dengan isu yang tersebar, mulut yang lebih tajam dari pada pedang itu berhasil menghasut mayoritas kelompok kekuatan. Mereka pun mengibarkan bendera perang untuk menghancurkan Pulau Sungai Darah.

Klan Zhao sebagai penguasa tunggal Pulau Sungai Darah tentu tak terima dengan fitnah tersebut. Namun ketika mereka berusaha melawan, jumlah musuh jauh lebih banyak dan itu membuat pihak mereka menderita kekalahan.

Pulau Sungai Darah yang berjaya puluhan tahun terakhir tetapi pertempuran besar itu mengubah semuanya. Tempat yang semula indah dengan dipenuhi pohon, sungai dan bebukitan menjadi tempat berdarah.

Ribuan orang menjadi korban. Wanita dan anak-anak pun tak mereka lepaskan seolah sudah tidak ada lagi rasa belas kasihan. Perlahan, seiring dengan berjalannya waktu nama Pulau Sungai Darah menghilang dari peta Kekaisaran Fang. Hanya sebagian kecil yang masih mengingatnya, itupun tak lagi dengan nama Pulau Sungai Darah, tetapi Pulau Kematian.

Tepat hari ini adalah dua puluh tahun sejak pertempuran besar itu terjadi. Seorang pemuda dengan rambut hitam sebahu dan pakaian coklat tengah duduk bersila di atas sebuah batu di tengah hutan.

Tubuhnya diselimuti dengan cahaya merah api yang memancarkan aura panas, tapi itu tak membuat kulitnya terbakar karena ada lapisan energi berwarna biru yang seolah menjadi isolator aura panas tersebut.

"Kultivasi Tubuh Bagian Ketiga : Berakhir!"

Begitu pemuda itu menyatukan tangan, cahaya merah api yang berkumpul di tubuhnya segera melesat ke atas membelah langit yang berwarna biru cerah.

Suara ledakan yang menggema dapat didengar bahkan oleh orang-orang yang ada di luar hutan. Ratusan orang dengan kompak menengadahkan kepala menatap cahaya yang melesat ke atas berwarna merah kekuningan.

Awan hitam gelap membuat tubuh sedikit merinding saat merasakan tekanan aura yang dipancarkan. Tapi rasa takut itu tak lebih besar jika dibandingkan dengan rasa penasaran yang ada dalam kepala mereka saat ini.

Bersama dengan itu, cahaya merah api pun perlahan menghilang diikuti dengan hilangnya tekanan aura setelah beberapa detik membuat heboh separuh kota.

Pemuda yang duduk di atas batu perlahan membuka matanya kemudian menatap ke sekitar sembari merasakan sensasi yang familiar dari tubuhnya.

"Aku berhasil," gumamnya.

Seulas senyum tak bisa disembunyikan di garis bibirnya yang tipis saat mencoba mengalirkan Qi ke telapak tangannya. Akhirnya dia mampu menyelesaikan pelatihannya dan dapat kembali menggunakan Qi setelah dua tahun hidup seperti orang biasa.

"Mungkinkah aku harus mencoba kekuatan baru ini?"

Pemuda itu sudah mengumpulkan cukup Qi ke telapak tangannya untuk menjajal kekuatan barunya. Namun, sedetik sebelum tangannya mulai bergerak melepaskan kekuatan itu dia merasakan kehadiran sekelompok orang yang sedang dalam perjalanan ke tempatnya.

"Zhao Yang?!"

Suara bernada tinggi ini tidak asing. Pemuda bernama Zhao Yang itu segera berbalik, kemudian menemukan seorang gadis muda yang mengenakan pakaian kuning baru saja sampai di tempatnya.

"Gu Yiwei, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zhao Yang pada gadis muda itu.

Namun alih-alih menjawabnya, Gu Yiwei hanya mendengus lalu berkata dengan nada mencibir.

"Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu? Apa yang kau lakukan di sini?"

Sebelum Zhao Yang menjawab pertanyaan itu, sekelompok orang datang dari arah yang sama dengan Gu Yiwei. Lima, sepuluh, lima belas, dalam sekejap hutan yang sepi menjadi cukup ramai dengan kedatangan puluhan orang dengan pakaian yang sama.

Zhao Yang mengerutkan kening. "Ada apa ini? Kenapa banyak sekali orang yang berkumpul di sini?" gumamnya dalam hati.

Tepat pada waktu itu seorang pria setengah baya membelah kelompok yang ada di depannya. Matanya yang hitam mencoba mengamati situasi, kemudian beralih pada Zhao Yang yang berdiri dua puluh langkah dari tempatnya.

"Zhao Yang, apa kau melihat api misterius yang melesat sebelumnya?" tanya pria setengah baya.

Seketika itu juga Zhao Yang mengerti kenapa semua orang datang ke hutan. Itu tak lain karena api energi yang memancar dari tubuhnya sebagai tanda keberhasilannya dalam kultivasi tubuh bagian ketiga.

Namun, Zhao Yang tak bisa mengatakan hal tersebut pada siapapun. Bahkan jika yang bertanya adalah ayah mertuanya.

"Api? Ayah mertua, tidak ada api di sini." Zhao Yang berpura-pura tidak tahu. Dia bahkan memutar tubuhnya tiga ratus enam puluh derajat sambil mencari di sekitar seperti orang linglung agar lebih meyakinkan.

Gu Bei, kepala keluarga Gu yang juga ayah mertua Zhao Yang itu menyipitkan mata menyaksikan gelagat menantunya yang sedikit mencurigakan.

"Apa dia mengatakan yang sebenarnya? Kenapa aku tidak bisa percaya jika Zhao Yang tidak tahu tentang api misterius itu," batin Gu Bei.

Semua orang yang datang ke hutan ini datang untuk mencari tahu asal muasal api misterius yang menjadi fenomena beberapa saat yang lalu.

Bahkan Gu Bei datang secara langsung karena khawatir jika itu adalah ancaman yang mungkin muncul di wilayahnya.

Namun ketika mereka memasuki hutan, mereka tak menemukan sesuatu yang aneh dan hanya menemukan Zhao Yang yang entah kenapa sudah berada di sana lebih awal.

Gu Bei sempat berpikir jika api misterius itu mungkin berhubungan dengan Zhao Yang. Namun mengingat menantunya yang tidak memiliki basis budidaya, Gu Bei menghempas dugaannya tentang hal tersebut.

"Tidak. Tidak mungkin dia," gumamnya.

Tidak seorang pun akan percaya jika api misterius itu dikeluarkan oleh Zhao Yang. Bahkan jika Zhao Yang adalah menantu dari kediaman keluarga Gu, dia hanya sampah yang tak memiliki basis budidaya.

"Maaf sebelumnya, Tuan Besar." Seorang pria tua berjalan mendekat pada Gu Bei lalu membisikkan sesuatu.

"..."

Dalam sekejap raut wajah Gu Bei berubah dan tatapan matanya menjadi keruh.

"Klan Wang? Apa yang sedang mereka rencanakan?!" Gu Bei berdecak. Sekilas dia melirik ke tempat Zhao Yang sebelum membalikkan tubuhnya meninggalkan wilayah tersebut.

Orang-orang dari keluarga Gu menatap dengan bingung karena tak tahu apa yang terjadi. Namun mendengar Gu Bei menyebut nama Klan Wang, mungkin sesuatu telah terjadi mengingat hubungan antara keluarga Gu dan Klan Wang tidak begitu baik beberapa tahun belakangan.

"Kita juga harus kembali. Jangan sampai Klan Wang melakukan sesuatu terhadap keluarga Gu kita." Dengan seruan itu semua orang ikut meninggalkan hutan.

Zhao Yang menghela nafas karena tak perlu lagi menjelaskan tentang api energi. Dia berniat kembali mengikuti puluhan orang lainnya untuk menuju kediaman keluarga Gu. Namun langkah kakinya terhenti melihat dua wanita yang berdiri di hadapannya.

Gu Yiwei, wanita dua puluh tahun itu melipat tangannya sambil bersandar di batang pohon. Sementara wanita lain yang mengenakan pakaian biru dengan garis mata yang indah berusaha berjalan ke arahnya.

"Apa kau sungguh tidak tahu?" tanya wanita itu.

Sejenak Zhao Yang hanya diam terpaku. Saat dia akan menjawabnya, Gu Yiwei dengan kalimat yang merendahkan berusaha mencibirnya.

"Kakak, untuk apa bertanya padanya? Bukankah sudah jelas jika dia berkata tidak tahu tentang api itu? Tidak mungkin api misterius itu ada hubungannya dengan dia."

Gu Xingyu masih bergeming menatap mata Zhao Yang. Meskipun tidak ada kata yang didengarnya dari mulut Zhao Yang, tapi entah kenapa dirinya memiliki firasat jika api misterius itu berkaitan erat dengan pria yang sudah menjadi suaminya itu.

Terpopuler

Comments

CahNdablek

CahNdablek

kalo bagus cerita nya gw subrek

2025-01-24

0

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

lumayan

2025-02-21

0

Mampir tor

2025-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!