Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah

"Kakak?"

Panggilan Hao Ming untuk Zhao Yang jelas membuat anggota Keluarga Gu bingung. Hao Ming yang merupakan ketua ketiga Paviliun Pedang, dalam pikiran mereka mustahil memiliki suatu ikatan dengan Zhao Yang.

"Ketua Hao Ming. Apa maksudnya ini? Kenapa kau ...." Kalimat Gu Bei tidak berlanjut saat melihat Hao Ming semakin mendekat pada Zhao Yang.

"Dia memang kakakku." Hao Ming merangkul Zhao Yang dengan gestur yang cukup akrab. "Kami sejak kecil bersama, dan tumbuh besar pun bersama. Meski bukan saudara kandung, tapi kami adalah saudara. Bukankah begitu, Kakak?"

Zhao Yang hanya diam dengan matanya yang menatap tajam. Sedangkan Gu Bei semakin mengerutkan kening mendengar apa yang diucapkan pria di depannya.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Gu Bei masih sangat bingung. Cukup lama dia memperhatikan Hao Ming, kemudian beralih kepada Zhao Yang berharap mendengar penjelasannya.

"Zhao Yang. Apakah benar yang dikatakan Ketua Hao Ming? Kalian ...."

"..."

Zhao Yang diam cukup lama sebelum memberikan penjelasan yang ayah mertuanya inginkan. Dia merasa tidak memiliki ruang untuk menyembunyikan masalah tersebut setelah Hao Ming mengatakan dengan mulutnya sendiri.

"Itu benar Ayah. Kami dari kampung halaman yang sama."

Gu Bei semakin terkejut. Pada saat yang sama rasa penasaran mulai membuat pria itu ingin bertanya lebih banyak.

"Kampung halaman? Bukankah itu berarti kalian tidak berasal dari kota ini. apa itu Kota Wuzhen? Atau Kota Shaoxing?"

Beberapa orang seperti Gu Yuanwu, Gu Yiwei, bahkan Gu Xingyu pun ikut penasaran dan ingin mendengar jawaban Zhao Yang tentang kampung halamannya. Namun, sebelum Zhao Yang sempat mengatakan sesuatu Hao Ming memotong dengan mengeluarkan tanaman spiritual yang didapatkannya saat lelang.

Dia menyodorkannya kepada Zhao Yang. "Simpanlah ini Kak. Aku sengaja membelinya untukmu." Tidak cukup sampai di sana, Hao Ming kemudian berpesan. "Jika ada waktu berkunjunglah ke Paviliun Pedang. Kau sudah sangat lama tidak datang. Ketua Weisheng dan Ketua Jinhai tidak sabar untuk mengalahkanmu dalam permainan catur."

"..."

Zhao Yang dapat melihat ekspresi tegang yang ditunjukkan paman serta ayah mertuanya saat mengetahui jika dirinya juga mengenal dua ketua lainnya. Gu Xingyu dan yang lain pun sama. Mereka terkejut dan seolah tak sanggup berkata-kata.

"Apa yang kau rencanakan!" Zhao Yang berbisik dengan suara yang pelan tetapi agak tajam. Tangannya yang di belakang memukul pinggang Hao Ming karena menurutnya terlalu ikut campur.

Namun bukannya mengetahui kesalahannya Hao Ming dengan santai dan sambil tersenyum menjawab perkataan Zhao Yang. "Aku sedang membantumu, Kak. Percayalah padaku," ucapnya, berbisik.

Setelah berbisik Hao Ming menepuk pundak Zhao Yang dua kali kemudian berpamitan. "Tuan Besar Gu, sepertinya aku juga harus pergi menyapa Tuan Kota. Permisi."

Dia pergi begitu saja. Tidak memberi kesempatan kepada Gu Bei atau yang lain untuk bertanya lebih banyak. Tujuannya hanya menunjukkan sedikit apa yang dimiliki sang kakak. Meski hanya mengungkap hubungannya, tetapi Hao Ming yakin dengan nama besar yang dimiliki Paviliun Pedang cukup untuk membuat orang-orang Keluarga Gu tidak lagi meremehkan kakaknya.

"..."

Hening. Untuk sesaat semua hening ketika Hao Ming berjalan menjauh. Gu Bei kembali mengalihkan pandangannya kepada Zhao Yang, lalu kemudian berdehem sembari memandang ke atas.

"Matahari sudah terbenam. Kita harus pulang sekarang. Xingyu, Yuwei, ayo naik." Gu Bei masuk terlebih dahulu ke kereta kuda pertama dan mengajak kedua putrinya. "Zhao Yang. Yang lain juga, cepat naik. Kita pulang sekarang."

 

Di tengah perjalanan.

"Zhao Yang. Kenapa kau tidak pernah bilang jika dekat dengan Ketua Hao Ming?"

Gua Bei tiba-tiba membuka pembicaraan dan menaruh semua perhatiannya kepada Zhao Yang.

"Ayah tidak pernah bertanya. Jadi aku berpikir tidak perlu mengatakannya."

Ekspresi Gu Bei agak cemberut mendengar apa yang dikatakan Zhao Yang. Namun dia tidak dapat menyangkal karena memang dirinya sedari awal tidak pernah bertanya.

"Tapi tetap saja. Kau seharusnya menceritakannya," keluh Gu Bei seperti tidak menerima jika itu salahnya yang tidak bertanya. Dia diam beberapa saat, kemudian kembali berkata, "Jadi, sejauh mana kedekatan kalian? Tadi Ketua Hao Ming memanggilmu dengan sebutan 'Kakak' di depan anggota keluarga lain. Kalian sangat dekat, kan?"

Zhao Yang masih bergeming sembari memperhatikan ekspresi ayah mertuanya yang tampak berharap.

Tidak perlu mengatakannya secara terang-terangan. Zhao Yang sudah tahu dengan apa yang diinginkan olehnya.

"Aku akan mengirim surat mengundangnya untuk datang mengunjungi Ayah."

Gu Bei tersenyum cukup lebar. "Benarkah? Dia sungguh akan datang saat kau mengirim surat mengundangnya?"

Mustahil Hao Ming akan mengabaikan surat yang dikirim oleh Zhao Yang. Jangankan sekadar datang berkunjung. Hao Ming bahkan siap membawa banyak oleh-oleh jika itu diminta oleh kakaknya.

"Dia mungkin akan datang jika tidak sibuk," ujar Zhao Yang.

Gu Bei semakin bersemangat mendengarnya. "Kalo begitu kau buatlah surat setelah kembali nanti. Undang Ketua Hao Ming untuk datang ke kediaman Keluarga Gu. Aku akan menyambut kedatangannya secara langsung."

"..."

Zhao Yang sempat bingung ingin bereaksi seperti apa. Hanya berkata, "Setelah kembali aku akan membuat suratnya."

"Bagus! Itu baru menantuku." Gu Bei tertawa lepas sambil menepuk-nepuk pundak Zhao Yang.

Di tengah percakapan kedua pria itu terdapat dua perempuan yang sedari tadi menyimak pembicaraan tetapi hanya diam tanpa memberikan respon apapun.

Mereka memperhatikan Zhao Yang. Gu Yiwei, si bungsu, masih tidak percaya jika kakak ipar yang selama ini ia sebut tidak berguna sekarang memiliki basis budidaya. Terlebih ternyata kakak iparnya itu juga memiliki hubungan dengan salah satu ketua Paviliun Pedang yang memiliki reputasi sebagai genius di Kota Hua Hen.

Sedangkan Gu Xingyu. Dia juga cukup lama memperhatikan Zhao Yang. Namun tidak seperti yang dipikirkan Gu Yiwei, Gu Xingyu hanya merasa jika Zhao Yang menyimpan begitu banyak rahasia.

Apa mungkin ini hanya perasaanku? Gu Xingyu kemudian menepis pikirannya itu dan mencoba memejamkan mata. Namun saat itu tiba-tiba kereta kuda berhenti membuat dirinya, bahkan sang ayah dan Zhao Yang bertanya-tanya.

"Ada apa? Kenapa kau berhenti?" tanya Gu Bei dengan suara yang cukup keras kepada kusir di depan.

"Ma-maaf Tuan. Tapi sepertinya kita mendapatkan masalah di sini. Kelompok bandit yang terdiri dari tiga puluhan orang mengepung kita di depan."

Suara sang kusir tidak begitu keras tapi cukup untuk didengar oleh orang-orang di dalam kereta kuda.

Gu Bei lalu keluar dari kereta. Kemudian diikuti oleh Zhao Yang, Gu Xingyu dan Gu Yiwei. Orang-orang dari kereta dua dan tiga pun ikut turun dan berkumpul bersama yang lain.

"Jika tidak ingin celaka, serahkan semua barang-barang berharga!" ujar pemimpin bandit.

Terpopuler

Comments

Reogkhentir

Reogkhentir

Salah sasaran kau jika ingin merampok orang orang ini.... entah motif tersembunyi apa dibalik perampokan ini pasti ada kelompok tertentu yang mendalanginya

2024-12-19

2

Aman 2016

Aman 2016

waktu yang tepat untuk menunjukkan kemampuan mu Zhao Yang bantai semua bandit-bandit bodoh itu

2024-12-18

2

naga penggembara

naga penggembara

semoga up caphternya lancar ya thor...
supaya tidak mengecewakan para pembaca...
trimakasih

2024-12-19

1

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!