Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja

"Zhao Yang ...."

Gu Xingyu tidak bisa melanjutkan kalimatnya saat perhatian tertuju ke jejak ledakan yang berada tepat di samping posisi Jian Yun.

Dia tidak sedang berhalusinasi. Serangan itu benar-benar baru saja dibalikkan oleh Zhao Yang. Suami yang dipikirnya tidak memiliki basis budidaya sekarang tubuhnya terlihat memancarkan energi kekuatan.

"Mungkinkah.. dia sudah membangkitkannya?"

Bukan hanya Gu Xingyu. Gu Bei, Gu Yiwei, Gu Yi, bahkan Gu Xun. Semua yang ada di sana terkejut menyaksikan kejadian di depan mata mereka.

Seluruh penduduk kota mengetahui jika menantu Tuan Besar Gu tidak memiliki basis budidaya. Seharusnya Zhao Yang tidak akan bisa membalikkan serangan yang diarahkan oleh Jian Yun. Namun, Zhao Yang benar-benar melakukannya.

Orang-orang saling berbisik. Semuanya berfokus kepada Zhao Yang membuat Jian Yun bertambah kesal.

"Sialan." Jian Yun mengepalkan tangan dan mendengus tajam.

"Memangnya kenapa jika kau sudah memiliki basis budidaya? Itu barusan hanya secuil dari kekuatanku." Dia mengangkat tangan kanannya dan mulai mengalirkan Qi. Senyum di bibirnya menjadi sangat menghina. "Kali ini aku akan lebih serius. Mari lihat, apa kau masih bisa membalikkannya?"

Bersama dengan itu sebuah tombak terbentuk dari energi yang berkumpul di tangan Jian Yun. Berwarna kuning menyala dan cukup panjang. Selain itu ada aura menekan yang membuat tingkat raga dan jiwa akan merasakan penindasan.

Dapat dilihat jika Jian Yun benar-benar serius dengan ucapannya. Dia bersiap melempar tombak itu mengincar Zhao Yang. Namun sepersekian detik tiba-tiba datang hembusan angin yang menyapu energi dari tombaknya hingga lenyap begitu saja.

Woosh...

Tidak ada yang tersisa di telapak tangan Jian Yun. Pria itu tampak tidak puas, dan langsung menoleh pada sosok yang mengacaukan tekniknya.

"Tuan Besar Jian. Apa kau hanya akan diam saja melihat putramu berniat memulai keributan di sini?"

Satu rombongan penuh orang-orang dari Paviliun Pedang tiba di tempat itu. Zhao Weisheng yang berjalan paling depan kembali berkata, "Kau sangat berani mengingat ini masih di halaman Griya Harta."

"Ketua Weisheng. Apa yang kau maksud? Dua generasi muda ingin mengadu kekuatan, bagaimana generasi tua sepertiku ikut campur dalam urusan mereka?" Jian Shu berdehem sambil merapikan kerah pakaiannya. "Lagipula Yun'er tidak akan menggunakan kekuatan penuhnya. Dia tahu bagaimana cara bersikap pada yang lebih lemah."

Kata 'lemah' membuat Zhao Weisheng melirik ke tempat tuan mudanya. Dia sangat ingin tertawa, tapi karena terlalu banyak orang jadi berusaha sekuat tenaga menahannya.

"Entah dari mana datangnya kepercayaan diri tua bangka ini! Jangankan anaknya. Dia sendiri pun tidak akan bisa menghadapi tuan muda."

Zhao Weisheng membatin. Dia kembali melirik ke tempat Zhao Yang, terkekeh lalu berkata, "Baiklah. Itu terserah kalian. Aku tidak akan menghalangi lagi."

Jian Yun tampak senang mendengar kalimat ini. Dia kembali mengumpulkan Qi untuk membentuk tombak spiritual. Tersenyum menyeringai seperti ingin menunjukkan dominasinya. "Zhao Yang. Aku tidak akan bersikap kejam."

Saat itu Jian Yun kembali bersiap melempar tombaknya. Namun hal serupa terjadi, dan tombak spiritual miliknya kembali menghilang.

"Yun'er. Sudah cukup."

Namun bukan Zhao Weisheng atau orang-orang dari Paviliun Pedang yang menghentikan Jian Yun kali ini. Melainkan Jian Shu, ayahnya sendiri.

"Tapi Ayah-- ...."

"Ada terlalu banyak orang saat ini. Selain itu kita masih di wilayah Griya Harta. Cukup akhiri sampai di sini saja." Jian Shu berhenti dan melirik ke tempat Zhao Yang. "Dia bukan lawan yang sulit untukmu. Masih ada kesempatan di masa depan untuk berurusan dengannya."

Meski suara sang ayah sangat pelan tapi Jian Yun mendengarnya cukup jelas. Mau tidak mau dia pun mengikuti perkataan ayahnya dan berusaha mengendalikan amarah.

"Tuan Besar Gu. Aku harap kau tidak menganggap hal ini terlalu serius. Putraku hanya ingin menjajal kekuatan menantumu. Dia salah karena tidak memberikan aba-aba sebelum menyerang. Tolong maafkan kesalahannya."

Gu Bei tidak puas tapi masih tertawa saat menanggapi perkataan Jian Shu. "Tuan Besar Jian terlalu sungkan. Itu sama sekali bukan masalah. Dan karena sudah selesai, kami akan langsung pergi."

"Ya. Silakan."

Jian Shu juga terlihat sangat ramah. Namun tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan pria tua itu. Kepribadiannya jelas lebih mengerikan dibanding dengan putranya.

 

Kereta kuda Keluarga Gu.

Setelah sampai di depan kereta kuda semua mata sekarang tertuju kepada Zhao Yang. Diam cukup lama hingga Gu Bei pertama kali membuka suaranya.

"Sejak kapan?" Dia langsung bertanya ke intinya. "Sejak kapan kau membangkitkan kekuatan? Apa sudah lama?"

Zhao Yang sejenak diam sebelum mengangkat telunjuknya. "Satu tahun." Dia bingung harus menjawab, dan kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutnya.

"Sudah sejauh mana?" Gu Bei kembali bertanya. "Seharusnya sudah di tingkat jiwa, kan? Karena jika kau masih di tingkat raga, mustahil membalikkan serangan Jian Yun meski dia masih menahan kekuatannya."

Semua orang termasuk Gu Xingyu tampak begitu serius menunggu jawaban. Namun Zhao Yang masih berpikir bagaimana dia harus menjawabnya.

"Sekarang... Masih di tingkat jiwa lapisan pertama."

Dia benar-benar di tingkat jiwa. Itu yang ada dalam pikiran beberapa orang. Gu Yuanwu, paman ketiga, tiba-tiba berdiri di samping Zhao Yang dan menepuk pundaknya dengan kuat.

"Itu luar biasa. Hanya dalam waktu satu tahun sudah mencapai tingkat jiwa. Bahkan tuan kota yang dijuluki genius pun dulu membutuhkan tiga tahun sejak pertama kali berkultivasi untuk mencapai tingkat jiwa. Kau benar-benar luar biasa."

Beberapa orang setuju dengan pendapat ini. Namun Gu Yi segera berkata dengan nada mencibir. "Memang benar tuan kota membutuhkan tiga tahun untuk mencapai tingkat jiwa. Tapi tuan kota memulai kultivasi diusia tiga belas tahun, dan saat berusia dua puluh delapan tahun dia sudah di tingkat bumi lapisan ketiga."

"Yuanwu. Kau sangat tidak masuk akal membandingkan seorang genius seperti tuan kota dengan seseorang yang baru mencapai tingkat jiwa lapisan pertama di usia dua puluh delapan tahun." Gu Yi tertawa. Begitu pula dengan Gu Xun. Akan tetapi tawa mereka kemudian berhenti mendengar suara seseorang yang baru saja datang.

"Memang apa salahnya jika seseorang baru mencapai tingkat jiwa lapisan pertama di usia dua puluh delapan tahun?"

Hao Ming. Pria berkulit putih dengan tubuh gemuk itu menghampiri kerumunan Keluarga Gu dan berdiri di samping Gu Yi dengan mengeluarkan aura kekuatannya untuk menekan.

"Tuan Kedua Gu. Usiaku sekarang masih dua puluh enam tahun. Tapi sepertinya basis budidaya ku sama denganmu yang berusia dua kali lipat dari umurku. Bukankah ini juga lucu? Kau seharusnya juga tertawa."

Gu Yi benar-benar kehilangan selera humor. Wajahnya sekarang menjadi agak suram. Dia begitu kesal karena ucapan Hao Ming sangat merendahkan. Namun tidak bisa bertindak karena itu kenyataan.

Dia menahan kekesalannya dan berkata, "Ketua Hao Ming. Sepertinya kau ketinggalan rombongan. Ketua Weisheng dan anggota Paviliun Pedang lainnya pergi ke tempat tuan kota. Apa kau tidak berniat ke sana?"

Hao Ming menoleh ke belakang tapi tidak mengatakan apapun. Dia menggeser tubuhnya lalu berdiri samping Zhao Yang.

"Kakak. Apa kau juga ingin aku pergi menyapa tuan kota?"

Terpopuler

Comments

Kum!kaGe

Kum!kaGe

vote bunga iklan trus komen..

thor minta 2 bab dong🙏🙏🤣🤣🤣

2024-12-14

3

naga penggembara

naga penggembara

akhirnya... setelah sekian lama...
indentitasnya wow...

2024-12-15

1

Alur yang bagus

2025-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!