Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah

"Kakak, kita juga harus kembali. Kita tidak tahu masalah apa yang disebabkan klan Wang kali ini. Mereka semakin keterlaluan sejak keluarga Gu dalam keterpurukan." Suara Gu Yiwei menyadarkan Gu Xingyu yang masih bergeming di tempatnya.

Sekilas Gu Xingyu menatap wajah Zhao Yang untuk kesekian kalinya sebelum menggelengkan kepala pelan. Entah apa yang ada dalam kepalanya hingga berpikir api misterius itu berhubungan dengan Zhao Yang.

"Dia bahkan tidak bisa mengumpulkan Qi. Mustahil api misterius itu terjadi karenanya," batinnya.

"Wei'er, ayo kembali!" Gu Xingyu tak mau menunda lebih banyak waktu di sana. Dia harus kembali mengingat kedatangan Klan Wang ke kediaman keluarga Gu.

Gu Yiwei juga bergegas. Tetapi langkahnya terhenti saat melihat Zhao Yang sudah berdiri di sampingnya.

"Apa yang kau lakukan?"

Zhao Yang hanya tersenyum mendapati pertanyaan tersebut. "Apa lagi? Bukankah semua orang ingin kembali? Jika begitu aku juga harus kembali."

Gu Yiwei mendengus. "Yang dapat kau lakukan selama dua tahun ini hanyalah makan dan tidur. Percuma ikut kembali, tidak akan ada suatu yang dapat kau lakukan."

Zhao Yang tak mengatakan apapun karena percuma juga menjelaskan pada adik iparnya itu yang sangat membencinya. Meskipun selama dua tahun ini Zhao Yang hidup seperti orang tidak berguna yang tak memiliki bakat dalam budidaya. Tetapi sebenarnya Zhao Yang sedang berada dalam teknik pelatihan yang memaksanya tidak menggunakan Qi seperti pembudidaya pada umumnya.

Setelah mencapai tahap ketiga dalam teknik budidaya tubuh, sekarang basis kekuatannya berada di tingkat langit lapisan ketujuh setelah sebelumnya masih berada di tingkat bumi.

Tingkat kekuatan yang dapat dicapai seorang pembudidaya sendiri ada empat tingkatan dengan masing-masing sembilan lapisan. Yang pertama ada tingkat raga, yang kedua tingkat jiwa, lalu tingkat bumi kemudian tingkat langit.

Di usianya yang ke-dua puluh delapan, Zhao Yang berada di tingkat langit lapisan ketujuh. Itu sangat luar biasa, mengingat Gu Bei yang merupakan Kepala Keluarga Gu saja masih di tingkat bumi.

Bisa dikatakan Zhao Yang sekarang adalah orang terkuat di keluarga Gu, tapi tidak ada yang tahu kecuali dirinya sendiri. Bahkan selain Gu Liu, Tuan Sepuh Keluarga Gu atau kakek Gu Xingyu yang sudah meninggal, tidak ada seorang pun yang mengetahui bakat yang dimiliki Zhao Yang.

Setelah menempuh perjalanan sejauh tiga mill mereka bertiga sampai di kediaman keluarga Gu. Zhao Yang berjalan paling belakang, perhatiannya tanpa sengaja tertuju pada tanah di bawah kakinya yang terdapat jejak kaki kuda.

"Ada dua jejak kaki kuda yang berlawanan di sini. Seharusnya orang-orang klan Wang sudah pergi."

Gu Xingyu berhenti sejenak untuk melihat jejak kaki kuda yang dimaksud Zhao Yang. Walau dirinya juga berpikir klan Wang sudah pergi, tetapi dirinya masih tidak tenang sebelum mengetahui apa rencana mereka. Dia segera memasuki gerbang tanpa menghiraukan penjaga lalu menuju aula setelah mendengar ayahnya berada di sana.

Pada saat itu pertemuan sedang berlangsung. Gu Xingyu berhenti di depan pintu aula karena mendengar ayahnya di dalam sedang berbicara.

" ... Kita tidak punya pilihan lain. Mungkin sudah saatnya menyerahkan dermaga Sungai Yuan kepada Klan Wang."

Gu Xingyu dan Gu Yiwei yang mendengar ucapan Gu Bei langsung saling memandang dengan wajah terkejut.

"Kakak, bukankah dermaga Sungai Yuan adalah pusat ekonomi keluarga kita? Jika dermaga Sungai Yuan diserahkan ke klan Wang, kita hanya bisa hidup bergantung pada mereka."

Gu Xingyu mengeratkan tangannya tanpa bisa berkata sepatah kata pun. Pikirannya benar-benar gelap membayangkan nasib keluarga Gu ke depannya jika dermaga Sungai Yuan benar-benar jatuh ke tangan Klan Wang.

Tepat saat itu, sebuah tangan mendorong pintu aula hingga terbuka. Gu Xingyu dan Gu Yiwei sama-sama membulatkan mata menatap sosok yang tiba-tiba muncul dari balik punggung mereka.

"Zhao Yang!"

Puluhan pasang mata langsung menatap ke arah Zhao Yang begitu pintu aula terbuka.

Setelah terhenyak tiga detik, Gu Yi, Tuan Kedua Keluarga Gu yang juga merupakan paman Gu Xingyu berdiri dari tempat duduknya.

"Apa-apaan kau ini? Tidak tahu sopan santun!" Teriakannya menggema di setiap penjuru aula. Namun Zhao Yang hanya menatapnya sekilas, sebelum berjalan ke hadapan ayah mertuanya yang duduk di kursi kebesarannya.

"Gu Yi, duduklah." Gu Bei memberi tanda dengan gerakan tangannya agar Gu Yi kembali duduk dan memberi kesempatan Zhao Yang berbicara.

Cih!

Gu Yi ingin mengumpat. Tapi dia harus menahan diri mengingat di mana dirinya berdiri saat ini.

"Katakan, ada apa? Kenapa kau memasuk aula saat pertemuan berlangsung?" Gu Bei menatap lekat wajah Zhao Yang yang terasa berbeda pada siang hari ini. Tidak tahu kenapa dia merasa menantunya ini seperti berbeda dengan sosoknya yang dikenalnya dua tahun belakangan.

"Ayah mertua, keluarga Gu tak harus menyerahkan dermaga Sungai Yuan kepada Klan Wang."

Brak!

Gu Yi kembali berdiri setelah mendengar ucapan Zhao Yang. "Kau pikir keluarga Gu ingin melakukannya? Semua itu terjadi karena terpaksa. Tidak ada jalan lain untuk mempertahankan keluarga Gu selain mengharap belas kasihan dari Klan Wang!"

"Kau yang selama ini hanya numpang makan dan tidur di kediaman keluarga Gu, apakah benar-benar tahu situasi yang dihadapi keluarga Gu saat ini?"

Pandangan semua orang kepada Zhao Yang tidak jauh berbeda. Mereka menganggap Zhao Yang sampah tidak berguna, menantu yang hanya hidup menumpang di kediaman keluarga Gu seperti parasit.

Zhao Yang sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu. Jadi dia tidak terlalu menggubrisnya.

"Ayah Mertua, apa kau percaya padaku? Aku akan menyelesaikan masalah dengan Klan Wang tanpa menumbalkan dermaga Sungai Yuan."

"Omong kosong! Siapa yang ingin kau tipu dengan bualanmu, ha?!" Gu Yi berdiri untuk yang ketiga kalinya. Wajahnya memerah seperti akan menerkam dan melahap Zhao Yang saat itu juga.

Mustahil untuk mempercayai kata-kata seperti itu yang keluar dari mulut seorang yang terkenal sebagai menantu tidak berguna. Bahkan Gu Bei sekalipun. Namun, Gu Bei juga ingin setidaknya memiliki harapan untuk mempertahankan dermaga Sungai Yuan yang merupakan pusat ekonomi keluarga Gu.

"Ayah! Aku juga keberatan jika keluarga Gu harus menyerahkan dermaga Sungai Yuan." Suara Gu Xingyu terdengar bersama dengan langkah kakinya memasuki aula.

"Ayah harus memikirkannya kembali. Karena tidak ada jaminan setelah kita menyerahkan dermaga Sungai Yuan pada Klan Wang, mereka akan melepaskan kita begitu saja."

Pendapat ini membuat semua orang terdiam. Gu Bei memejamkan mata dengan frustrasi, kemudian berdiri dari kursinya untuk mengakhiri pertemuan.

"Sampai di sini saja pertemuan hari ini. Kalian dapat kembali."

"Tapi Tuan Besar, ...."

"Kita tunda terlebih dahulu pertemuan ini. Aku ingin menenangkan diri terlebih dahulu." Setelah mengatakan itu Gu Bei langsung pergi dari aula.

Semua anggota keluarga yang hadir pun beralih menatap Gu Yi dengan kompak. "Tuan Kedua, apa pertemuan ini sudah berakhir?" tanya mereka.

Gu Yi memijat kepalanya yang serasa berdenyut tak karuan. Dia mencoba memanggil kakaknya tetapi tidak ada balasan sekalipun.

Dengan terpaksa dia pun memberi pengertian untuk anggota keluarga lainnya yang berada di aula. "Untuk sementara pertemuan dihentikan. Akan ada informasi menyusul untuk pertemuan selanjutnya."

Meski tak seorang pun berharap pertemuan ini menjadi sia-sia, tetapi mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali mengakhiri pertemuan lebih awal. Satu persatu mulai meninggalkan aula dan dalam waktu singkat hanya beberapa orang yang masih berdiri di sana.

"Yu'er, percayalah padaku. Dermaga Sungai Yuan tidak akan beralih dari tangan keluarga Gu." Zhao Yang berusaha meraih tangan Gu Xingyu, tetapi gadis itu berusaha menghindarinya.

"Aku memang tidak setuju jika dermaga Sungai Yuan dilepaskan begitu saja kepada Klan Wang. Tapi aku tidak berharap kau akan membual di hadapan ayah dan seluruh anggota keluarga." Dua tahun menjadi pasangan suami istri mereka memang tidak banyak berinteraksi, tapi Gu Xingyu baru menyadari jika Zhao Yang memiliki mulut yang sangat besar. Tidak mau melihat kemampuannya sendiri dan masih bicara ingin menyelesaikan masalah dermaga Sungai Yuan. Tidak akan ada orang yang percaya dengan ucapannya.

Zhao Yang hanya diam melihat punggung sang istri yang perlahan menjauh. Dia mengeluarkan sebuah gulungan dari balik pakaiannya.

"Klan Wang kan? Aku akan memberi mereka pelajaran!"

Terpopuler

Comments

Andbie

Andbie

klan wang langsung kasih sejurus dua juruslah thor.. ayo zhou yang saatnya beraksi..

2024-12-10

2

Aang Reza

Aang Reza

hanya perasaan atau gimana ya, sepertinya aku pernah baca cerita ini 🤔

2024-12-26

2

Meraje

Meraje

cerita fantasi gini kle update chapternya dikit ga nyaman nunggu.

2024-12-04

2

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!