Ch - 09 : Segel Klan Zhao

Tampaknya bukan hanya Zhao Yang yang menyadari segel di gulungan teknik bertarung itu. Beberapa orang di bilik Paviliun Pedang, tak terkecuali Hao Ming menyadari jika itu adalah segel Klan Zhao.

Hao Ming segera menoleh ke tempat Zhao Yang. Dengan tatapan yang rumit seperti ingin bertanya tentang pendapatnya.

"Dapatkan itu!" pesan dari Zhao Yang.

Meski tak mengatakannya secara langsung tapi Hao Ming paham dengan apa yang dimaksudnya. Dia berbisik ke dua pria di sampingnya, Tetua Zhao Weisheng dan Tetua Zhao Jinhai. Dua Ketua Paviliun Pedang yang sebenarnya adalah tetua Klan Zhao.

Keduanya ikut menoleh ke bilik Keluarga Gu, dan secara bersamaan mengangguk seperti memberitahu jika mereka tahu apa yang harus dilakukan.

"Kami akan mendapatkannya, Tuan Muda!" tanda dari mereka.

Mengerti dengan pesan yang disampaikan Zhao Yang mengangguk samar lalu kembali mengalihkan pandangannya ke atas panggung.

"Baiklah. Karena Tuan dan Nyonya telah melihat segelnya. Sekarang waktunya untuk penawaran." Han Feng diam sejenak sebelum memberitahukan harga awal gulungan teknik bertarung itu.

"Satu juta koin emas!" Telunjuknya terangkat sebagai simbol angka satu. "Setiap kenaikan tidak boleh kurang dari sepuluh ribu koin emas. Silakan! Lelang telah dibuka!"

Cukup lama tapi tidak ada yang membuka harga. Peserta di bawah tentu tidak akan menawar karena mereka tidak punya uang sebanyak itu. Sedangkan klan, sekte ataupun keluarga besar yang ada di bilik VIP juga harus berpikir dua kali sebelum mengangkat papan lelang mereka.

"Satu juta? Itu terlalu mahal. Bahkan jika itu adalah teknik bertarung tingkat emas, tapi gulungan itu tersegel, dan tidak semua orang bisa membukanya."

"Kau benar. Harganya harus diturunkan!"

Beberapa orang yang ada di kursi duduk tunggal berbisik satu sama lain. Mereka mungkin tak memiliki kualifikasi untuk mendapatkan teknik bertarung tingkat emas. Tapi apa yang mereka bicarakan tidak sepenuhnya salah. Terbukti dengan tidak adanya satu orang pun di antara peserta di bilik VIP yang mengajukan tawaran.

"Bagaimana Senior Guang He? Sekte Biru Delima terkenal memiliki cukup banyak ahli segel. Apa kau tidak ingin membuat penawaran?"

Guang He, ketua Sekte Biru Delima itu menautkan kedua alisnya dengan tajam mendengar perkataan tersebut. Dia melirik ke bilik samping, di mana seorang wanita tua duduk di antara tetua-tetua sekte nya.

"Dasar nenek peyot! Dia tidak melewatkan satu kesempatan pun untuk mengolok-olokku," batin Guang He yang kesal dengan perkataan Ketua Sekte Awan, Qin Yiran.

Meski hubungan dua sekte terbesar di Kota Hua Hen ini cukup baik, tapi tidak dengan dua ketua mereka. Seperti air dan api, mereka selalu berselisih ketika berada di satu tempat yang sama.

"Kau yakin tidak ada cara untuk membuka segel gulungan itu?" Guang He bertanya pada salah tetua yang merupakan ahli segel terbaik di sekte nya.

"Maaf Ketua. Segel itu berada di tingkat yang berbeda. Mustahil untuk membukanya."

Guang He menghembuskan nafas. Saat dia masih berpikir apakah harus membeli gulungan itu atau tidak, sebuah tawaran datang dari bilik Paviliun Pedang.

"Satu juta lima puluh ribu."

Suara Zhao Weisheng terdengar sangat jelas. Seluruh mata seketika tertuju ke biliknya.

"Paviliun Pedang? Mungkinkah mereka punya ahli segel yang bisa membongkar segel itu?"

Sekali lagi beberapa orang di kursi duduk tunggal saling berbisik. Keluarga Feng atau Kediaman Tuan Kota, Sekte Biru Delima, Sekte Awan, dan Keluarga Jian. Empat dari lima kekuatan teratas itu tampaknya juga cukup penasaran.

Pastinya mereka khawatir jika Paviliun Pedang memiliki ahli segel yang dapat membongkar segel di gulungan teknik bertarung tingkat emas itu. Karena walau bagaimanapun mereka tidak ingin kekuatan lain menjadi lebih kuat. Itu berarti sebuah ancaman bagi mereka.

"Satu juta enam puluh ribu!"

Guang He tiba-tiba mengangkat papan lelang nya dan menyebut harga. Dengan pemikiran kolotnya, bahkan jika tidak bisa membongkar segel itu paling tidak orang lain tidak boleh memilikinya.

"Satu juta seratus ..."

"Satu juta seratus dua puluh ribu!"

Belum selesai Zhao Weisheng bicara Guang He sudah memotong dengan kenaikan tawarannya. Tentu saja hal ini membuat Zhao Weisheng kesal. Dia melirik ke tempat Zhao Yang yang kemudian memberinya tanda agar kembali menaikkan tawaran.

"Satu juta seratus tiga puluh ...."

Namun Guang He tidak menyerah. Mereka terus bersaing harga, dan tak butuh waktu lama untuk menyentuh angka satu juta delapan ratus ribu.

"Apa sudah selesai?"

Keheningan membuat beberapa orang berpikir Paviliun Pedang sudah menyerah dan membiarkan Sekte Biru Delima mengambil gulungan tersebut.

Han Feng juga sudah bersiap untuk mengesahkannya, sampai suara dari bilik lain terdengar memecah keheningan.

"Dua juta!"

Semua orang yakin suara itu tidak berasal dari bilik Paviliun Pedang. Itu berasal dari bilik di sampingnya yang mana beberapa orang dari Keluarga Gu tampak duduk di sana.

"Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau menawar gulungan itu?"

Satu bilik menatap Zhao Yang dengan tatapan yang rumit. Gu Bei menjadi agak bingung, sedangkan Gu Yi terlihat sangat marah.

"Kau tidak waras! Cepat batalkan tawaranmu itu!"

Selain Gu Yi, Gu Bei dan Gu Xingyu juga meminta Zhao Yang agar segera membatalkan tawarannya. Namun Zhao Yang tidak melakukan apapun sehingga tawarannya sudah terlebih dulu diterima.

"..."

Gu Yi menggebrak meja. Sedangkan Gu Bei hanya memijat kepalanya.

"Masih ada cara. Kita hanya perlu menunggu Paviliun Pedang atau Sekte Biru Delima menaikkan harga. Setelah itu, biarkan semua jadi urusan mereka."

"..."

Satu menit. Dua menit. Tapi tidak ada penawaran dari Paviliun Pedang dan juga Sekte Biru Delima.

"Ketua Sekte. Kenapa- ...."

Guang He meletakkan papan lelang yang membuat tetua di samping tak melanjutkan ucapannya.

"Paviliun Pedang sudah menyerah. Itu artinya mereka juga tidak benar-benar yakin dapat membongkar segel gulungan itu. Aku tidak perlu repot-repot menaikkan harga lagi. Biarkan- ...."

"Zhao Yang. Menantu Keluarga Gu yang terkenal tidak memiliki basis budidaya," sahut tetua menjelaskan siapa yang terakhir menaikkan harga.

"Ya. Biarkan dia yang mendapatkannya. Lagipula apa yang bisa dilakukan pria muda tanpa basis budidaya? Tidak perlu membuang uang karena barang utamanya belum keluar."

....

"Selamat kepada Keluarga Gu karena memenangkan barang spesial pertama dengan harga dua juta. Mohon menyelesaikan pembayaran sebelum menerima barangnya."

Suara Han Feng membuat beberapa orang kembali menatap ke bilik Keluarga Gu. Tentu saja perhatian mereka tertuju kepada Zhao Yang yang duduk paling kanan di baris terdepan.

"Aku penasaran siapa yang pada akhirnya membayar harga itu. Aku dengar dia tidak punya latar belakang. Apa dia benar-benar punya uang sebanyak itu?"

Beberapa orang kemudian menimpali perkataan itu.

"Kau bercanda? Tidak mungkin dia punya uang sebanyak itu. Pasti yang membayar pada akhirnya adalah Tuan Besar Gu."

"Benar-benar sial Keluarga Gu punya menantu sepertinya."

Di bilik Keluarga Gu juga tidak jauh berbeda. Orang-orang di kursi belakang berbisik dengan suara yang terdengar jelas membicarakan sikap Zhao Yang.

Gu Xun yang ada di kursi paling kiri tak ingin ketinggalan. "Zhao Yang. Aku tahu kau ingin membuat Xingyu terkesan. Tapi yang kau lakukan ini benar-benar konyol. Dua juta untuk gulungan yang tersegel. Kau tidak waras!"

Saat itu pelayan datang mengantar gulungan, Gu Xun spontan tertawa mengejek. "Sekarang dengan apa kau mau membayar? Jangan bilang kau berharap Paman akan membayarnya untukmu?"

Zhao Yang berdiri saat pelayan datang. Dia menatap istri dan ayah mertuanya secara bergantian. "Xingyu. Ayah Mertua. Aku membawa uang sendiri untuk membayarnya."

Dengan itu Zhao Yang mengeluarkan satu gepok uang kertas dari balik pakaian. Tebalnya mungkin sekitar dua ruas jari telunjuk, dan langsung memberikannya pada pelayan.

"Baik. Jumlahnya pas. Ini gulungan Anda, terima kasih."

Pelayan sudah pergi setelah menyerahkan gulungan kepada Zhao Yang. Hal ini jelas di kuar perkiraan. Membuat Gu Xun dan beberapa orang lainnya sangat terkejut bahkan sampai berdiri dari kursi mereka.

"Kau- dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya Gu Xun.

Terpopuler

Comments

Kum!kaGe

Kum!kaGe

kepo amat lu Gu Xun,,,

2024-12-10

3

Keren

2025-02-02

0

Qing shan

Qing shan

🤩🤩🤩🤩

2024-12-30

1

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!