Ch - 07 : Lelang ll

Hari masih begitu pagi, tapi area di sekitar gedung Griya Harta sudah ramai dengan orang-orang yang akan mengikuti lelang.

Mereka tahu ini akan menjadi lelang yang spesial. Mereka sengaja datang lebih awal untuk memastikan diri mendapat tempat dan berpartisipasi dalam lelang.

Meski tidak mungkin bersaing dengan klan atau keluarga besar dalam memperebutkan barang, tapi setidaknya mereka masih bisa berharap dengan beberapa barang pertama yang pastinya memiliki nilai yang lebih rendah.

"Lihat! Bukankah itu kereta kuda Keluarga Gu?"

Satu seruan membuat semua mata menatap rombongan kereta kuda yang bergerak mendekat. Aksara kata Gu yang ada di bagian depan jelas membuat sebagian orang dengan mudah mengenali rombongan dalam kereta tersebut.

"Ayah, di sini sudah sangat ramai!"

Gu Yiwei mengintip dari balik tirai dan tak berhenti bergumam setelah melihat penampakan keramaian di sekitarnya.

"Tentu saja ramai. Lelang ini tidak seperti lelang biasanya. Akan ada banyak barang bagus yang nantinya akan keluar."

"Benarkah? Bagaimana Ayah tahu? Ayah sudah melihat daftarnya?"

Gu Bei menggelengkan kepala. "Apa yang kau bicarakan? Itu masih dirahasiakan. Tapi Ayah yakin barang-barang yang dikeluarkan akan menakjubkan."

Mereka berempat yang ada di dalam kereta kuda paling depan kemudian turun secara bergantian. Gu Yi, Gu Xun, dan Gu Yuanwu--paman ketiga--pun turun dari kereta di belakang. Mereka langsung masuk ke gedung Griya Harta dengan seorang perwakilan yang memandu mereka.

"Karena lelang baru akan dimulai satu jam lagi, bagaimana jika saya menemani Tuan Besar Gu berkeliling dulu di lantai satu?" Pemandu itu tiba-tiba berhenti setelah mendahului Gu Bei dan mengadarkan tangannya menyisir apa yang ada di sekitar.

"Kami mengeluarkan semua koleksi dan memamerkannya ke seluruh pengunjung. Ada setidaknya dua ratus jenis barang, termasuk di antaranya sumber daya yang dibutuhkan untuk kultivasi."

Gu Bei dan yang lain ikut memperhatikan rak-rak yang tersusun rapi dengan berbagai jenis barang. Semua itu cukup mengagumkan, tapi tidak sampai pada titik di mana perhatian mereka akan teralihkan.

"Kami-- ...." Gu Bei berniat bilang pada pemandu agar mengantar mereka langsung ke bilik lelang. Namun kalimatnya tertahan menyadari Zhao Yang yang menghampiri salah satu rak dan tampak tertarik dengan sebuah tanaman spiritual.

"Ini berapa?" tanya Zhao Yang pada pemandu.

Pemandu itu tampak cukup serius memperhatikan Zhao Yang dan secara bertahap melirik Gu Bei. "Itu adalah bayam hitam. Terkenal dengan kemampuannya dalam merekonstruksi otot dan membantu memperkuat fondasi setelah mengalami peningkatan."

"Aku tidak tanya nama atau khasiatnya. Aku tanya berapa tanaman ini dijual?"

Pemandu terlihat semakin bingung karena dalam pemahamannya Zhao Yang, menantu dari keluarga Gu tidak memiliki basis budidaya. Jadi untuk apa membeli bayam hitam jika basis budidaya saja belum dimilikinya.

"Zhao Yang. Sebaiknya simpan saja uangnya untuk lelang. Daripada membeli sumber daya yang tidak berguna, lebih baik membeli ramuan inti roh untuk membangkitkan kekuatan."

Mata Zhao Yang hanya tertuju kepada Gu Bei setelah mendengar kata-katanya. Bukan hanya Gu Bei, bahkan sekarang Gu Xingyu pun ikut bersuara.

"Dengarkan kata Ayah. Tidak perlu membuang uang untuk membeli sumber daya yang tidak berguna."

Tentu saja Zhao Yang mengerti apa yang dipikirkan istri dan ayah mertuanya. Namun Zhao Yang lebih mengerti dengan apa yang ia butuhkan.

"Tidak perlu, Yu'er, Ayah Mertua. Aku tetap ingin membeli yang ini." Sambil menunjuk bayam hitam di rak.

Pemandu masih bingung harus mengikuti keinginan 'menantu sampah' ini atau tidak. Dia diam cukup lama, dan menunggu respon dua orang lainnya. Tapi karena cukup lama dan tidak ada respon, pemandu itu pun membungkus bayam hitam dan memberikannya kepada Zhao Yang.

Benar-benar sial Keluarga Gu memiliki menantu sepertinya. Meski tersenyum tapi tampak cukup jelas apa yang ada di kepala pemandu itu. Dia menganggap sosok Zhao Yang sangat tidak masuk akal. Tidak mengerti pola pikirnya yang lebih memilih membeli bayam hitam daripada ramuan inti roh untuk membantunya membangkitkan kekuatan.

Gu Bei menggelengkan kepala sebelum menghembuskan nafas cukup kasar.

"Lupakan. Mungkin tidak ada salahnya menyimpan bayam hitam untuk persiapan. Nanti saat lelang hanya perlu mendapatkan ramuan inti roh tingkat tinggi dan berharap ramuan itu lebih manjur daripada ramuan-ramuan sebelumnya."

Gu Bei beralih pada pemandu, dan memintanya memimpin jalan menuju bilik mereka.

Pemandu itu merespon dengan anggukan yang lembut kemudian meminta Gu Bei serta rombongan Keluarga Gu mengikutinya. Tak lama mereka sampai di lantai dua. Tempat di mana lelang itu akan di adakan. Sebuah ruangan khusus di mana terdapat satu panggung yang dikelilingi cukup banyak tempat duduk tunggal serta bilik-bilik terpisah di bagian belakang.

"Ke arah sini." Pemandu itu berjalan ke arah tangga. Di ujung tangga itu mereka bertemu dengan sebuah pintu yang mana merupakan pintu dari salah satu bilik yang ada di sana.

"Jika Tuan Besar Gu membutuhkan sesuatu bisa langsung mencari saya." Dia begitu sopan. Membuka pintu itu sambil mempersilakan Gu Bei serta rombongannya masuk ke bilik yang disiapkan.

Meski agak lebih jauh dari panggung jika dibandingkan dengan tempat duduk tunggal yang ada di bawah, tapi letaknya yang tinggi membuat posisi tersebut akan memiliki sorot yang lebih luas.

"Permisi, saya datang untuk mengantarkan air minum."

Baru saja pemandu pergi seorang pelayan wanita masuk ke bilik dengan membawa teko air dan nampan yang penuh dengan gelas. Dia meletakkan semua itu ke meja yang ada di sudut bilik lalu berdiri di sana cukup lama seperti orang linglung.

Zhou Yang menyadari sikap aneh pelayan itu dan terus memperhatikannya. Namun bukannya pergi pelayan itu malah menuang segelas air dan berjalan ke kursi Zhao Yang. "Tuan terlihat haus. Ini air untuk Tuan."

Awalnya Zhao Yang tak berniat menerima gelas yang diberikan pelayan itu. Namun menyadari ada secarik kertas yang terselip di antara tangannya membuat Zhao Yang menerima gelas berisi air itu sekalian mengambil kertas tersebut.

Dia tak langsung membukanya. Dia terlebih dahulu mencari petunjuk dengan mencari tahu siapa pengirimnya. Saat itu terlihat dari bilik nomor lima yang berada tepat di samping Hao Ming mengangkat tangannya dengan gerakan seperti melambai-lambai.

"Kakak! Ini aku."

Walau tak mengeluarkan suaranya saat memanggil tapi Zhao Yang dengan cepat menyadarinya.

"b-u-k-a kertasnya."

Hal itu dikarenakan sekat pembatas di antara bilik-bilik tersebut hanya terdiri dari kain yang agak transparan. Zhou Yang melihat tandanya, dan segera membuka kertas yang dikirimkan Hao Ming kepadanya.

"Jian, Yang, Bai, Kabut Berdarah."

Zhao Yang mengernyitkan kening membaca kelima kata itu. Tentu dia tahu jika apa yang ditulis Hao Ming adalah nama klan, keluarga ataupun sekte yang berhubungan erat dengan Klan Wang. Ternyata tidak semua berasal dari kota lain. Ada juga yang berasal dari kota yang sama. Keluarga Jian.

"Mereka semua saling berhubungan. Adakah kemungkinan mereka juga terlibat dalam peristiwa itu?"

Terpopuler

Comments

Reogkhentir

Reogkhentir

Penelusuran jejak para penghancur keluarganya mulai terkuat sedikit demi sedikit...... hanya tinggal menunggu waktu saja pelaksanaan pemusnahan para keluarga tersebut

2024-12-06

3

Kum!kaGe

Kum!kaGe

mantap bandar ni othor klo buat novel mantul2
dri sang petarung sampai yg ini gu ikuti 👍👍👍👍👍

2024-12-07

2

Jojok Supriyanto

Jojok Supriyanto

Alur ceritanya mulai enak dibaca

2024-12-06

2

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!