Chapter 3 – Gitaris Terhebat Sepanjang Masa

Remy duduk kasurnya, memegang ponselnya melihat story instagram teman masa SMA-nya yang udah pada sukses.

"Kok bisa ya.." pikirnya, mengenang masa SMA-nya yang sangat nakal. "Nakal bareng, minum bareng, tawuran bareng, tapi kok mereka sukses gue enggak?"

"Yaudah lah... lagian, sekarang gue punya sistem all-in-one" ucap Remy menenangkan dirinya, mengalihkan pandangannya ke televisi yang masih menyala.

Remy meraih remote dan menaikkan volume televisi. Suaranya malas-malasan, "Ah, berita apalagi nih…."

Di layar, muncul logo PT Trinova Global. "Trinova, perusahaan teknologi yang baru berdiri lima tahun lalu, kini mencapai rekor pertumbuhan tertinggi di Indonesia, bahkan berhasil menembus pasar internasional…" suara reporter berkumandang.

Remy mengerutkan kening, tertarik setengah hati. "Ini perusahaan apaan sih… belum lama muncul udah segitu gede aja?"

Reporter di layar lanjut berbicara tentang teknologi canggih yang mereka kembangkan, dari software bisnis sampai AI buat industri besar. Semua orang masih bertanya-tanya, siapa sosok CEO Trinova yang misterius ini. Tiap kali media coba gali, orang ini selalu berhasil ngilang.

"Seriusan tuh orang sembunyi?" gumam Remy kagum, sedikit iri juga sih. "Gimana caranya jadi bos gede tapi nggak kena kamera sekali pun?"

Dia membayangkan gimana rasanya jadi si CEO misterius itu. "Kalo jadi dia enak banget sih kayaknya." Sekilas, Remy menghela napas panjang, sebelum akhirnya suara sistem memecahkan fokusnya.

[Mendeteksi keinginan Host... Identitas Host saat ini adalah CEO PT Trinova Global]

Remy terdiam sejenak, mencerna kejadian yang sangat tak masuk akal itu.

Pria itu menggelengkan kepala, yakin bahwa dia salah dengar.

Dia terpaku, kaget sekaligus bingung. Ia memandang sekeliling kamarnya yang berantakan.

Tidak mungkin kan CEO perusahaan teknologi besar tinggal di tempat seperti ini? Apa mungkin ini hanya ilusi atau semacam lelucon aneh? Namun, rasa penasaran mengalahkan keraguan dalam dirinya.

"Sistem, lo bisa jelasin nggak? Kok tiba-tiba gue jadi CEO segala?" tanya Remy sambil menggaruk kepalanya, sedikit ragu namun juga penasaran.

[Sistem telah aktif berdasarkan hasrat terdalam Host untuk perubahan. Semua akses dan kontrol PT Trinova Global kini berada di tangan Anda. Silakan periksa dashboard CEO untuk informasi lebih lanjut.]

Tiba-tiba layar ponselnya berubah, menampilkan antarmuka yang futuristik dan penuh informasi tentang perusahaan.

Di sana, terpampang laporan keuangan, proyek yang sedang berjalan, bahkan rencana ekspansi perusahaan ke luar negeri. Semua begitu nyata dan detail.

Remy tertawa kecil, separuh tidak percaya. "Wah, serius nih? Gini doang langsung jadi bos besar?"

Matanya berbinar penuh antusias, membayangkan berbagai kemungkinan yang bisa ia lakukan.

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Remy. "Siapa tuh? Bu Sari kah?" gumamnya.

Dia beranjak dari kasurnya, berjalan menuju pintu. Dan ketika dia membuka pintu... Lah, Laila? Ngapain dia?

"Laila, ya?" tanya Remy, sok lupa namanya.

Laila tersenyum manis lalu memberikan roti bakar yang masih terasa hangat.

Remy membalas senyuman Laila, menerima roti bakarnya. "Makasih.." ujarnya.

Laila mengangguk pelan, dan langsung berjalan pergi dari sana.

Remy melihat punggung Laila yang berjalan pergi, memperhatikan tubuh bak gitar spanyol Laila yang di tutupi pakaian brandednya.

"Gacor bener ya, Rem." ucap Yudha yang tiba-tiba berada di samping kanan Remy.

Alfan yang berada di samping kirinya, mengangguk setuju kepada Yudha. "Iya, kayak gitar spanyol gitu badannya."

Kamar kost mereka samping-sampingan, jadi ya Remy udah enggak kaget lagi kalau tiba-tiba Yudha atau Alfan berada di sampingnya.

"Btw soal gitar, gue pinjem gitar lu bentar dong Yud." ucap Remy mengalihkan pembicaraan. "Mau nyobain sesuatu gue."

Yudha menunjuk kamarnya dengan jempol, "Ambil ae di kamar gue," katanya, sambil melangkah menuju motor Ducati Panigale V4 "Gue mau jalan ama Celine."

"Tumben enggak bawa mobil Yud." celetuk Alfan, duduk di kursi sambil mengambil sebatang rokok dari bungkus.

"Macet parah jakarta sekarang mah, enggak kuat gue fan." jawab Yudha, menaiki motornya sambil memakai helm.

Remy tertawa kecil melihat Yudha yang dengan santainya berangkat naik Ducati Panigale V4 miliknya.

"Anak Sultan, tiap hari bisa beda kendaraan buat kencan," gumam Remy.

Alfan menyeringai sambil menyalakan rokoknya, menghembuskan asap perlahan.

Remy mengangguk setuju sambil masuk ke kamar Yudha, mencari gitar yang disebut tadi.

Di sudut kamar, gitar akustik Yudha bersandar rapi. Dari penampilannya aja udah kelihatan kalau itu gitar mahal.

Dia keluar dari kamar Yudha, duduk di samping Alfan yang lagi merokok.

"Mau gue gitarin enggak fan?" tanya Remy, nadanya tengil banget.

"Idihh.... Sebel deh... Mau di maenin gitar sama mas Remy yang ganteng banget.." Alfan menatap Remy dengan tatapan nakal, suaranya di imut-imutin.

Bukannya mereka gay, tapi bercandaan begitu emang udah biasa bagi mereka. Gila? jelas, tapi mereka masih normal kok.

"Najis banget setan." ucap Remy, berpura-pura muntah.

Alfan tertawa melihatnya, "Boleh deh, gue Request lagu Lantas by Juicy Luicy" ujarnya.

"Bentar.. Rokok dulu," kata Remy, mengambil satu batang rokok dari bungkus Alfan.

Sebelum Remy membakar ujung rokoknya, Alfan menyadari sesuatu.

"Eh Rem, emang lu bisa maen gitar?" tanya pria itu, beneran ga tau dia. Abisnya, Remy setiap di suruh main gitar selalu aja ada alasannya.

"Ga bisa lah anjir." balas Remy dalam hati. Mana mungkin bisa di dengar Alfan.

Sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya, Remy tenggelam dalam pikirannya.

"Sistem, minta skill main gitar paling jago dong." ucap Remy dalam benaknya.

[Mendeteksi keinginan Host...!! Memberikan skill gitar terhebat sepanjang masa milik "Jimi Hendrix" yang telah di sesuaikan dengan zaman]

Setelah asap habis dari mulutnya, Remy menjawab Alfan. "Bisa lah, maen gitar doang mah kecil."

Alfan mengerutkan dahi, terlihat skeptis. "Seriusan, Rem? Enggak percaya gue asli."

"Udah deh, tonton aja," balas Remy, tak terlalu menggubris ucapan Alfan.

Dia menyesuaikan posisi duduknya, memastikan semua senar dalam kondisi baik.

Ketika Remy mulai memainkan chord pertama, jari-jarinya secara otomatis menari di atas senar, mengeluarkan melodi yang sangat indah dan harmonis.

"Eh, kok bisa?" Alfan tertegun, matanya membesar melihat perubahan mendadak pada Remy.

Dengan percaya diri, Remy melanjutkan permainan gitarnya.

Dia tidak hanya memainkan chord, tetapi juga menambahkan variasi dan arpeggio, seolah-olah dia sudah memainkan gitar seumur hidupnya.

Suara lembut gitar menggema di dalam kamar kost yang sederhana itu, menciptakan suasana yang lebih hidup.

"Rem, serius lu belajar di mana?" tanya Alfan, masih tidak percaya. "Dari mana tiba-tiba jago gini?"

Remy hanya tersenyum lebar, tidak mau menjelaskan. Dia merasa seperti di atas awan, menikmati momen tersebut.

Musiknya mengalun indah, mengisi ruang dengan energi yang positif. Seakan-akan seluruh dunia di sekitarnya menghilang, hanya ada dia dan gitar.

Mendengar permintaan Alfan, dia melanjutkan ke bagian chorus lagu "Lantas" yang penuh emosi.

Suara senar bergetar, dan setiap petikan membawa semangat yang menular.

...

Lantas mengapa ku masih menaruh hati

Padahal kutahu kau t'lah terikat janji

Keliru ataukah bukan tak tahu

Lupakanmu tapi aku tak mau

Pantaskah aku menyimpan rasa cemburu

Padahal bukan aku yang memilikimu

Sanggup sampai kapankah ku tak tahu

Akankah akal sehat menyadarkanku

...

Alfan menatapnya dengan kagum, sesekali ikut menyanyikan lirik lagu tersebut.

Setelah menyelesaikan lagu, Remy menatap Alfan yang masih tertegun. "Gimana, enak kan?" tanyanya dengan nada sombong, masih merasakan adrenalin dari penampilannya.

"Anjing lo, Rem!" jawab Alfan, tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. "Seumur hidup gue, enggak pernah denger orang main gitar lebih bagus barusan bangsat!"

Remy ketawa mendengar respon Alfan, "Bisa aja lo poke." katanya.

Remy lanjut main gitar bersama Alfan, menyanyikan lagu-lagu yang asik di nyanyikan menurut mereka.

Baik lagu-lagu lama maupun lagu masa kini, semua mereka nyanyikan asal menurut mereka asyik untuk di nyanyikan.

Terpopuler

Comments

Renn.

Renn.

woilah emg bisa buat boncengan tu motor wak

2025-03-02

3

Dedi Suherman

Dedi Suherman

mantap

2025-01-28

0

Äï

Äï

emang panigale V4 bisa buat boncengan? perasaan gk bisa deh 🤔

2024-11-04

5

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 – Sistem All-in-One
2 Chapter 2 – Penghuni Baru Kost
3 Chapter 3 – Gitaris Terhebat Sepanjang Masa
4 Chapter 4 – Percakapan Antar CEO
5 Translate Bab 4
6 Chapter 5 - Salah kira
7 Chapter 6 — Panci Merah
8 Chapter 7 - Drama Single Seat
9 Chapter 8 - Win Streak
10 Chapter 9 - Reuni SMA
11 Chapter 10 - Ketahuan jadi CEO
12 Chapter 11 - Trinova Sounds
13 Chapter 12 - Main Futsal
14 Chapter 13 - Anak Bos Gangster
15 Chapter 14 - Masalah baru
16 Chapter 15 - Di keroyok!!
17 Chapter 16 - Kenalan lama
18 Chapter 17 - Jenguk Yudha
19 Episode Spesial — Alternatif Plot
20 Chapter 18 - Ketemu mantan
21 Chapter 19 - Ketauan jadi CEO kedua kalinya jir
22 Chapter 20 - Musuh bokap Laila dateng lagi
23 Chapter 21 - Bantai-Bantai
24 Chapter 22 - Ketemu pak Kaladin
25 Chapter 23 - Ngobrol sama Pak Kaladin
26 Chapter 24 - Kejar-kejaran sama polisi
27 Chapter 25 - Hacker Kostan
28 Chapter 26 - Usulan libur akhir tahun
29 Chapter 27 - Diskusi Liburan
30 Chapter 28 - Kejutan di Bandara
31 Chapter 29 - Kedatangan di Jepang
32 Chapter 30 - Eksplorasi Tokyo dan Kyoto
33 Chapter 31 - SELAMAT TAHUN BARU!!
34 Chapter 32 - Akhir Liburan
35 Episode Spesial - Highlight Liburan
36 Chapter 33 - Kebuntuan Riset
37 Chapter 34 - Terobosan
38 Chapter 35 - Deklarasi kemenangan
39 Translate Bab 35
40 Chapter 36 - Lagu Tiktok
41 Chapter 37 - Ngobrol sama Gojek
42 Chapter 38 - Rekaman Demo Niken
43 Chapter 39 - Pertanyaan aneh Niken
44 Chapter 40 - Penghuni Baru Kost(lagi)
45 Chapter 41 - Pertemuan Niken dan Claire
46 Chapter 42 - Obrolan Santai
47 Episode Spesial - Kehidupan Yudha
48 Chapter 43 - Berita Hoax
49 Chapter 44 - Kejatuhan Sementara
50 Chapter 45 - Rencana Pembalasan
51 Chapter 46 - Wawancara
52 Chapter 47 - Pertemuan dengan Predator Bisnis
53 Chapter 48 - Bawahan Baru
54 Chapter 49 - Kemampuan Liam & The Gank
55 Chapter 50 - Horor banget cik
56 Chapter 51 - Anomali
57 Chapter 52 - Yang terlupakan
58 Episode Spesial - Azareth Vaal'Zir
59 Chapter 53 - Awal
60 Chapter 54 - Siapa Orang Ganteng ini?
61 Chapter 55 - Kebenaran Dunia
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 – Sistem All-in-One
2
Chapter 2 – Penghuni Baru Kost
3
Chapter 3 – Gitaris Terhebat Sepanjang Masa
4
Chapter 4 – Percakapan Antar CEO
5
Translate Bab 4
6
Chapter 5 - Salah kira
7
Chapter 6 — Panci Merah
8
Chapter 7 - Drama Single Seat
9
Chapter 8 - Win Streak
10
Chapter 9 - Reuni SMA
11
Chapter 10 - Ketahuan jadi CEO
12
Chapter 11 - Trinova Sounds
13
Chapter 12 - Main Futsal
14
Chapter 13 - Anak Bos Gangster
15
Chapter 14 - Masalah baru
16
Chapter 15 - Di keroyok!!
17
Chapter 16 - Kenalan lama
18
Chapter 17 - Jenguk Yudha
19
Episode Spesial — Alternatif Plot
20
Chapter 18 - Ketemu mantan
21
Chapter 19 - Ketauan jadi CEO kedua kalinya jir
22
Chapter 20 - Musuh bokap Laila dateng lagi
23
Chapter 21 - Bantai-Bantai
24
Chapter 22 - Ketemu pak Kaladin
25
Chapter 23 - Ngobrol sama Pak Kaladin
26
Chapter 24 - Kejar-kejaran sama polisi
27
Chapter 25 - Hacker Kostan
28
Chapter 26 - Usulan libur akhir tahun
29
Chapter 27 - Diskusi Liburan
30
Chapter 28 - Kejutan di Bandara
31
Chapter 29 - Kedatangan di Jepang
32
Chapter 30 - Eksplorasi Tokyo dan Kyoto
33
Chapter 31 - SELAMAT TAHUN BARU!!
34
Chapter 32 - Akhir Liburan
35
Episode Spesial - Highlight Liburan
36
Chapter 33 - Kebuntuan Riset
37
Chapter 34 - Terobosan
38
Chapter 35 - Deklarasi kemenangan
39
Translate Bab 35
40
Chapter 36 - Lagu Tiktok
41
Chapter 37 - Ngobrol sama Gojek
42
Chapter 38 - Rekaman Demo Niken
43
Chapter 39 - Pertanyaan aneh Niken
44
Chapter 40 - Penghuni Baru Kost(lagi)
45
Chapter 41 - Pertemuan Niken dan Claire
46
Chapter 42 - Obrolan Santai
47
Episode Spesial - Kehidupan Yudha
48
Chapter 43 - Berita Hoax
49
Chapter 44 - Kejatuhan Sementara
50
Chapter 45 - Rencana Pembalasan
51
Chapter 46 - Wawancara
52
Chapter 47 - Pertemuan dengan Predator Bisnis
53
Chapter 48 - Bawahan Baru
54
Chapter 49 - Kemampuan Liam & The Gank
55
Chapter 50 - Horor banget cik
56
Chapter 51 - Anomali
57
Chapter 52 - Yang terlupakan
58
Episode Spesial - Azareth Vaal'Zir
59
Chapter 53 - Awal
60
Chapter 54 - Siapa Orang Ganteng ini?
61
Chapter 55 - Kebenaran Dunia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!