Chapter 7 - Drama Single Seat

Malam itu mereka bertiga duduk di depan kamar Yudha, menikmati makanan sambil ngobrol.

"BTW, motor lo mana Yud?" tanya Remy penasaran.

"Lah iya juga, kenapa lo pulang jalan kaki Yud?" sahut Alfan, ikut penasaran.

Ekspresi Yudha tiba-tiba berubah menjadi menyedihkan, matanya menatap kosong kepada langit.

"Apaan nih?!" pikir Alfan dan Remy, melihat temannya yang seolah seperti frustasi.

"Jadi gini," ujar Yudha seraya menghela napas.. "Lo pada tau kan tadi gue berangkat pake Ducati Panigale v4?" Dia membuka cerita dengan nada yang lebih berat dari biasanya.

Alfan dan Remy mengangguk, ekspresi mereka menunjukkan keseriusan yang serius banget deh pokoknya.

"Terus kenapa? Lo mogok?" tebak Alfan.

"Bukan mogok... Masalahnya tuh.. gue lupa kalo Ducati Panigale V4 itu single seat."

"Hah?!" seru Remy, matanya membelalak. "Lo jemput pacar lo naik motor single seat? Lo mau dia duduk di mana kocak?"

"Nah itu dia cok!" seru Yudha, suaranya mulai naik. "Gue baru ngeh pas dia keluar rumah. Mana udah dandan full lagi, pake heels 12cm segala, terus gue bingung. Gue liatin motor gue... terus gue liatin dia..."

"Terus terus?" tanya Alfan yang sudah hampir ngakak.

"Dia liat gue balik, terus dia bilang, 'Yud, gue duduk di mana? Di tangki bensin?' Gue cuma bisa bengong asli! Gue nggak kepikiran sampai ke sono anjir!" Yudha menjelaskan sambil mengusap wajahnya yang penuh rasa malu.

"Terus lo bilang apa ke dia?" tanya Remy, yang sudah nggak tahan pengen ketawa tapi berusaha menghormati suasana serius.

"Akhirnya gue bilang, 'Eh, gue lupa kalo motor gue ini buat solo ride. Kita jalan lain kali aja, ya?' Dan dia langsung bete terus masuk rumah lagi!" Yudha menundukkan kepala, terlihat benar-benar menyesal.

Sekarang Alfan dan Remy udah nggak bisa menahan tawa.

Mereka ketawa sampai perut sakit, sementara Yudha cuma bisa duduk di sana dengan ekspresi kesal campur malu.

"Lo ninggalin dia gitu aja?!" ujar Alfan di tengah tawa.

"Iya. Gue nggak punya pilihan lain. Masa gue suruh dia bonceng sambil duduk di knalpot?" jawab Yudha dengan nada frustrasi, membuat mereka semua makin ngakak.

"Kok lo bisa lupa sih, motor segitu ikoniknya?" tanya Remy sambil masih menahan tawa.

"Gue kan udah jarang pake," kilah Yudha, mencoba membela diri. "Kan gue biasanya pake mobil."

Alfan dan Remy masih cekikikan sambil menepuk-nepuk pundak Yudha.

"Terus motor lo di mana?" tanya Remy yang tawanya sudah mulai mereda.

"Motor gue?" Yudha mendesah berat, menundukkan kepala. "Motor gue sekarang ada di rumah pacar gue."

"Lah? Kok bisa?" Alfan menyipitkan mata, bingung.

"Gini loh," Yudha memulai penjelasan, "Abis gue ngecewain dia dengan perasaan bersalah setengah mati, gue mutusin buat ninggalin motor gue di sana. Gue bilang, 'Ini biar adil, lo nggak bisa ikut gue, jadi gue juga nggak bawa motor gue.'"

Remy langsung ngakak lagi. "Jadi lo pulang jalan kaki gara-gara drama single seat ini?"

"Ya gitu deh," Yudha mengangkat bahu. "Gue pikir itu gesture minta maaf yang keren, tapi pas gue jalan pulang, gue sadar... gue kayak orang bego."

"Ya lo emang bego sih," sahut Alfan sambil tertawa. "Lo sadar kan, pacar lo itu tinggal di kompleks perumahan yang jalannya naik turun kayak arena hiking?"

"Percis!" Yudha mengeluh, menatap langit lagi. "Gue udah ngos-ngosan parah, mana masih pake jaket kulit tebal pula."

"Jadi lo lebih capek secara fisik atau mental?" tanya Remy sambil nyengir.

"Capek semuanya, cok. Fisik capek, mental capek, hati juga capek." Yudha menggeleng, matanya penuh penyesalan.

"Lo udah coba ngejelasin ke dia lagi?" tanya Alfan sambil mencoba lebih serius.

"Udah gue coba telepon tadi. Gue bilang mau ganti rencana besok, ngajak makan malam pake mobil, tapi dia nggak angkat. Masih kesel kayaknya."

"Ya, pantes lah," ujar Remy sambil nyengir lebar. "Lo udah bikin dia kecewa di momen dia lagi niat tampil maksimal. Cewek tuh sensitif soal gituan."

"Iya, makanya sekarang gue bingung. Gimana caranya baikin dia?" Yudha memandangi dua temannya dengan wajah penuh harap.

Alfan dan Remy saling pandang. Alfan akhirnya berkata, "Yud, gue punya satu saran yang pasti bikin dia balik lagi."

"Apa tuh?" Yudha langsung memasang wajah penuh antisipasi.

"Lo jual motor lo itu," jawab Alfan sambil tertawa terbahak-bahak.

"Ngimpi lo!" Yudha berseru kesal. "Mending gue yang jadi single ride seumur hidup!"

Dia menoleh ke arah Remy, "Lagian tadi lo gue telpon ngapa gak di jawab-jawab Rem?" katanya geram.

"Hah? Emang lu nelpon tadi?" tanya Remy mencoba membela dirinya.

"Lah si anjing," umpat Yudha tambah kesal. "Gue sampe spam telpon bangsat!"

"Oh itu mah gara-gara si Remy lagi meeting Yud." sela Alfan memberi tahu Yudha.

Yudha mengalihkan pandangannya kepada Alfan, "Meeting? Si Remy meeting? Meeting apaan? Meeting di game kah?" tanyanya.

Sebelum Alfan sempat menjawab, suara login game yang familiar terdengar di telinga mereka.

Mereka berdua menoleh ke arah Remy, melihat sosok Remy yang tersenyum ramah kepada mereka.

Tangan kanannya memegang ponsel yang di arahkan layarnya kepada dua orang di itu.

"Emel gas?" ajak Remy kepada dua temannya.

"Gas!" seru Alfan dan Yudha bersamaan. Langsung melupakan topik Remy yang sedang meeting sebelumnya.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

lgi udah login lupa sikon😄

2025-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 – Sistem All-in-One
2 Chapter 2 – Penghuni Baru Kost
3 Chapter 3 – Gitaris Terhebat Sepanjang Masa
4 Chapter 4 – Percakapan Antar CEO
5 Translate Bab 4
6 Chapter 5 - Salah kira
7 Chapter 6 — Panci Merah
8 Chapter 7 - Drama Single Seat
9 Chapter 8 - Win Streak
10 Chapter 9 - Reuni SMA
11 Chapter 10 - Ketahuan jadi CEO
12 Chapter 11 - Trinova Sounds
13 Chapter 12 - Main Futsal
14 Chapter 13 - Anak Bos Gangster
15 Chapter 14 - Masalah baru
16 Chapter 15 - Di keroyok!!
17 Chapter 16 - Kenalan lama
18 Chapter 17 - Jenguk Yudha
19 Episode Spesial — Alternatif Plot
20 Chapter 18 - Ketemu mantan
21 Chapter 19 - Ketauan jadi CEO kedua kalinya jir
22 Chapter 20 - Musuh bokap Laila dateng lagi
23 Chapter 21 - Bantai-Bantai
24 Chapter 22 - Ketemu pak Kaladin
25 Chapter 23 - Ngobrol sama Pak Kaladin
26 Chapter 24 - Kejar-kejaran sama polisi
27 Chapter 25 - Hacker Kostan
28 Chapter 26 - Usulan libur akhir tahun
29 Chapter 27 - Diskusi Liburan
30 Chapter 28 - Kejutan di Bandara
31 Chapter 29 - Kedatangan di Jepang
32 Chapter 30 - Eksplorasi Tokyo dan Kyoto
33 Chapter 31 - SELAMAT TAHUN BARU!!
34 Chapter 32 - Akhir Liburan
35 Episode Spesial - Highlight Liburan
36 Chapter 33 - Kebuntuan Riset
37 Chapter 34 - Terobosan
38 Chapter 35 - Deklarasi kemenangan
39 Translate Bab 35
40 Chapter 36 - Lagu Tiktok
41 Chapter 37 - Ngobrol sama Gojek
42 Chapter 38 - Rekaman Demo Niken
43 Chapter 39 - Pertanyaan aneh Niken
44 Chapter 40 - Penghuni Baru Kost(lagi)
45 Chapter 41 - Pertemuan Niken dan Claire
46 Chapter 42 - Obrolan Santai
47 Episode Spesial - Kehidupan Yudha
48 Chapter 43 - Berita Hoax
49 Chapter 44 - Kejatuhan Sementara
50 Chapter 45 - Rencana Pembalasan
51 Chapter 46 - Wawancara
52 Chapter 47 - Pertemuan dengan Predator Bisnis
53 Chapter 48 - Bawahan Baru
54 Chapter 49 - Kemampuan Liam & The Gank
55 Chapter 50 - Horor banget cik
56 Chapter 51 - Anomali
57 Chapter 52 - Yang terlupakan
58 Episode Spesial - Azareth Vaal'Zir
59 Chapter 53 - Awal
60 Chapter 54 - Siapa Orang Ganteng ini?
61 Chapter 55 - Kebenaran Dunia
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 – Sistem All-in-One
2
Chapter 2 – Penghuni Baru Kost
3
Chapter 3 – Gitaris Terhebat Sepanjang Masa
4
Chapter 4 – Percakapan Antar CEO
5
Translate Bab 4
6
Chapter 5 - Salah kira
7
Chapter 6 — Panci Merah
8
Chapter 7 - Drama Single Seat
9
Chapter 8 - Win Streak
10
Chapter 9 - Reuni SMA
11
Chapter 10 - Ketahuan jadi CEO
12
Chapter 11 - Trinova Sounds
13
Chapter 12 - Main Futsal
14
Chapter 13 - Anak Bos Gangster
15
Chapter 14 - Masalah baru
16
Chapter 15 - Di keroyok!!
17
Chapter 16 - Kenalan lama
18
Chapter 17 - Jenguk Yudha
19
Episode Spesial — Alternatif Plot
20
Chapter 18 - Ketemu mantan
21
Chapter 19 - Ketauan jadi CEO kedua kalinya jir
22
Chapter 20 - Musuh bokap Laila dateng lagi
23
Chapter 21 - Bantai-Bantai
24
Chapter 22 - Ketemu pak Kaladin
25
Chapter 23 - Ngobrol sama Pak Kaladin
26
Chapter 24 - Kejar-kejaran sama polisi
27
Chapter 25 - Hacker Kostan
28
Chapter 26 - Usulan libur akhir tahun
29
Chapter 27 - Diskusi Liburan
30
Chapter 28 - Kejutan di Bandara
31
Chapter 29 - Kedatangan di Jepang
32
Chapter 30 - Eksplorasi Tokyo dan Kyoto
33
Chapter 31 - SELAMAT TAHUN BARU!!
34
Chapter 32 - Akhir Liburan
35
Episode Spesial - Highlight Liburan
36
Chapter 33 - Kebuntuan Riset
37
Chapter 34 - Terobosan
38
Chapter 35 - Deklarasi kemenangan
39
Translate Bab 35
40
Chapter 36 - Lagu Tiktok
41
Chapter 37 - Ngobrol sama Gojek
42
Chapter 38 - Rekaman Demo Niken
43
Chapter 39 - Pertanyaan aneh Niken
44
Chapter 40 - Penghuni Baru Kost(lagi)
45
Chapter 41 - Pertemuan Niken dan Claire
46
Chapter 42 - Obrolan Santai
47
Episode Spesial - Kehidupan Yudha
48
Chapter 43 - Berita Hoax
49
Chapter 44 - Kejatuhan Sementara
50
Chapter 45 - Rencana Pembalasan
51
Chapter 46 - Wawancara
52
Chapter 47 - Pertemuan dengan Predator Bisnis
53
Chapter 48 - Bawahan Baru
54
Chapter 49 - Kemampuan Liam & The Gank
55
Chapter 50 - Horor banget cik
56
Chapter 51 - Anomali
57
Chapter 52 - Yang terlupakan
58
Episode Spesial - Azareth Vaal'Zir
59
Chapter 53 - Awal
60
Chapter 54 - Siapa Orang Ganteng ini?
61
Chapter 55 - Kebenaran Dunia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!