Chapter 5 - Salah kira

Remy merogoh sakunya, mencari ponsel yang ternyata tidak ada di saku nya. "Lah?" wajahnya sedikit panik.

Tangannya merogoh seluruh saku di celananya. kanan, kiri, belakang. ga ketemu-ketemu.

"Anjir dimana hp gue cok?!" seru Remy dalam hati. Mencoba mengingat dengan keras di mana ponselnya berada.

"Huftt.." Dia menghembuskan napas panjang, seraya memegang dahinya. "Hp gue kan lagi di cas ya."

Remy menatap langit-langit lift, "Sistem, ambilin hp gue dong." pikirnya.

[Di konfirmasi. Ponsel Host telah di di teleportasikan ke saku Host.]

Remy tersenyum kecil, "Ngebantu gue banget nih Sistem."

Pria itu membuka aplikasi kontak, mencari nomer bernama Manager Agesta. Tiba-tiba udah ada di kontaknya aja, gatau dapet darimana.

"Agesta dimana ya?" gumamnya, sambil menekan tombol telpon. Memposisikan ponsel yang berada di telapak tangannya di samping telinga.

Berdering....

Sebelum telponnya di jawab, pintu lift terbuka, memperlihatkan dua pemuda berjas hitam rapi.

Mata pemuda yang rambutnya botak menelusuri Remy dari atas rambut hingga ujung kaki, tatapannya berubah menjadi meremehkan.

Di matanya, harga pakaian yang di kenakan Remy terpampang jelas. Expertnya kah?

Ponsel 2 jutaan, baju yang harganya 35 ribuan rupiah, celana 50 ribuan, pake sandal jepit lagi.

Mereka berdua berjalan memasuki lift, "Bang" panggil lelaki satunya. Yang ini rambutnya sedikit enak di lihat.

Remy menoleh ke arahnya, "Iya?" sautnya dengan sopan.

"Ngapain pengemis disini?" serobot si botak, nadanya ngeselin banget.

"Hah?" Remy tak percaya dengan ucapan pemuda itu, ingin mendengar ulang agar lebih jelas.

"Ngapain pengemis disini??" ulang si botak, nadanya meninggi.

Remy cuma nyengir sambil ngeliat si botak. Bukannya marah, dia malah ngerasa geli.

"Serius, Bro? Gue keliatan kayak pengemis di mata lo?" tanyanya santai, tangan disilangkan di dada.

Si botak mendengus, jelas-jelas merendahkan. "Ya iyalah. Dari atas sampe bawah barang lo murahan semua."

Temennya, yang rambutnya lebih enak dilihat, nepuk bahu si botak. "Eh, udahlah, bukan pengemis kayaknya." katanya. "Tapi ya, jarang juga sih ada orang kayak gini di sini."

"Kasih tau nama kalian berdua dong" ucap Remy ramah, memberikan senyuman licik.

Si botak menyipitkan mata, terlihat tidak nyaman. "Buat apa lo tau nama kita?"

Remy mengangkat bahu santai. "Yah, cuma formalitas aja. Siapa tau nanti kita sering ketemu."

Teman si botak, yang rambutnya lebih rapi, menghela napas. "Gue Febri, kalo dia Dani." Lalu dia mengulurkan tangan, meski tampak ragu-ragu.

Remy menyambut uluran tangan Febri, mengabaikan sikap dingin dari Dani. "Senang bertemu kalian berdua."

Ia menatap Dani dengan pandangan tajam, sebelum akhirnya suara wanita dari ponsel Remy memecahkan ketegangan.

"Halo, Tuan Remy?" ucap Agesta di telpon, membuat Dani dan Febri tampak terkejut.

"Wait.. Gue kayak kenal suaranya." batin Dani panik pake banget.

Febri menyikut lengan Dani pelan, sambil berbisik. "Bro, suara di telpon itu mirip sama mbak Agesta yang pas itu nyeleksi kita pas wawancara engga sih?"

Dani hanya mengangguk pelan, keringat dingin mulai bercucuran di dahinya.

Lift berhenti di lantai dasar. Pintunya perlahan terbuka, menunjukkan siluet wanita yang mereka bertiga jelas mengenalinya.

Setelah pintu lift terbuka lebar, Agesta tersenyum ramah kepada Remy.

"Bagaimana pertemuan Anda dengan pak Mason, Tuan?" tanya perempuan itu lembut, matanya melirik tajam ke arah Dani dan Febri.

Remy membalas senyuman Agesta seraya berjalan keluar, di ikuti kedua pemuda yang gemetar ketakutan.

"Tuan?!" batin Dani menyadari sesuatu, ketakutan dan kepanikan menjalar ke seluruh tubuhnya. "Mampus udah karir gue.."

"Dani bangsaaaattttt...." umpat Febri dalam hati. "Udah gue suruh berhenti juga tadi, mampus kan udah anjing."

"Lancar dong." jawab Remy kepada Agesta, matanya berkilat licik melirik Dani.

Dia menahan senyum melihat kedua pemuda di belakangnya.

Agesta menundukkan kepala sedikit. "Anda memang yang terbaik," jawabnya, tapi mata tajamnya kembali melirik Dani dan Febri yang sekarang tampak pucat pasi.

Remy melirik keduanya dengan ekspresi penuh arti, lalu menepuk bahu Febri pelan, membuat pemuda itu semakin gugup.

"Dani, Febri," katanya, sengaja memanggil nama mereka dengan nada formal. "Senang ketemu kalian, mudah-mudahan kita bisa bekerja sama lebih baik ke depannya."

Dani menelan ludah, berusaha menguasai diri. "Ma-maaf, Tuan... saya benar-benar tidak tau—"

Remy hanya mengangkat satu tangan, memotong kalimatnya. "Udah, tenang aja. Semua orang berhak menilai, kan?

Ia menepuk pundak Dani. "Jangan terlalu dipikirin, gue orangnya ga pendendam kok." ujarnya lembut, namun terasa mengerikan.

Kemudian dia berbalik ke arah pintu keluar, di ikuti Agesta yang tampak tak memperdulikan dua pemuda itu.

Ketika mereka sudah jauh, Dani menggigit bibirnya. "Bro, gila gue malu banget tadi."

Febri menghela napas panjang. "Yah, lo tolol sih, udah gue suruh berhenti juga." umpatnya kesal.

Sementara itu, di luar gedung, Remy tertawa kecil. Agesta menatapnya dengan senyumannya yang manis.

"Apa Anda ingin saya memecat mereka berdua, Tuan?" tanyanya kepada Remy.

Remy menggelengkan kepalanya, "Gak perlu." balasnya.

Agesta tampak bingung dengan jawaban Remy. Siapa yang engga bingung coba, ada orang abis di ejek sebagai pengemis, masih bisa tenang banget.

Mata Remy melirik ke arah Agesta, lalu bertanya. "Kamu yang nyeleksi mereka pas wawancara kan?"

Agesta mengangguk beberapa kali, tambah bingung dengan pertanyaan Remy.

Remy tersenyum tipis, menyadari kebingungan yang terpampang jelas di wajah perempuan cantik di sebelahnya.

Remy memasukkan tangan ke dalam saku, sambil menatap Agesta dengan tatapan jahil. "Ternyata cewe secantik kamu, seleranya... rada ngaco ya?" sindirnya santai.

Agesta mengangkat alis, tapi ada senyum tipis di wajahnya. "Mereka cukup kompeten, Tuan," jawabnya diplomatis. "Cuma mungkin... sedikit butuh pengarahan."

Remy tertawa kecil, mendekatkan diri sedikit, "Yang bener kamu?." ucapnya.

Agesta menghela napas kecil. "Mungkin saya memang harus lebih selektif di rekrutmen berikutnya."

Remy tertawa. "Kamu gak bakal milih yang nganggep aku pengemis lagi kan?" candanya sambil melirik Agesta.

"Jangan khawatir, Tuan," balas Agesta dengan nada percaya diri, "Saya akan pastikan mereka mengenali bos mereka dengan lebih baik."

Remy melirik Agesta dengan senyum tipis. "Good." pujinya. "Kalau gitu, kayaknya kamu harus dapet bonus buat kerja keras kamu hari ini."

Agesta tersentak, tampak terkejut dengan kebaikan Remy. "Beneran?!" serunya.

"Benerannn." balas Remy panjang. Suaranya lembut banget kalo ama cewe dia mah, udah kayak ibu-ibu pas ngomong sama anak bayinya.

Terpopuler

Comments

キャットマスター

キャットマスター

lu pasti punya dendam ya ama orang botak, ampe segitunya loh tapi seru bikin gw ngakak lanjutkan terus thor sampe end 👍

2025-02-26

3

RidhoNaruto RidhoNaruto

RidhoNaruto RidhoNaruto

up

2024-11-13

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 – Sistem All-in-One
2 Chapter 2 – Penghuni Baru Kost
3 Chapter 3 – Gitaris Terhebat Sepanjang Masa
4 Chapter 4 – Percakapan Antar CEO
5 Translate Bab 4
6 Chapter 5 - Salah kira
7 Chapter 6 — Panci Merah
8 Chapter 7 - Drama Single Seat
9 Chapter 8 - Win Streak
10 Chapter 9 - Reuni SMA
11 Chapter 10 - Ketahuan jadi CEO
12 Chapter 11 - Trinova Sounds
13 Chapter 12 - Main Futsal
14 Chapter 13 - Anak Bos Gangster
15 Chapter 14 - Masalah baru
16 Chapter 15 - Di keroyok!!
17 Chapter 16 - Kenalan lama
18 Chapter 17 - Jenguk Yudha
19 Episode Spesial — Alternatif Plot
20 Chapter 18 - Ketemu mantan
21 Chapter 19 - Ketauan jadi CEO kedua kalinya jir
22 Chapter 20 - Musuh bokap Laila dateng lagi
23 Chapter 21 - Bantai-Bantai
24 Chapter 22 - Ketemu pak Kaladin
25 Chapter 23 - Ngobrol sama Pak Kaladin
26 Chapter 24 - Kejar-kejaran sama polisi
27 Chapter 25 - Hacker Kostan
28 Chapter 26 - Usulan libur akhir tahun
29 Chapter 27 - Diskusi Liburan
30 Chapter 28 - Kejutan di Bandara
31 Chapter 29 - Kedatangan di Jepang
32 Chapter 30 - Eksplorasi Tokyo dan Kyoto
33 Chapter 31 - SELAMAT TAHUN BARU!!
34 Chapter 32 - Akhir Liburan
35 Episode Spesial - Highlight Liburan
36 Chapter 33 - Kebuntuan Riset
37 Chapter 34 - Terobosan
38 Chapter 35 - Deklarasi kemenangan
39 Translate Bab 35
40 Chapter 36 - Lagu Tiktok
41 Chapter 37 - Ngobrol sama Gojek
42 Chapter 38 - Rekaman Demo Niken
43 Chapter 39 - Pertanyaan aneh Niken
44 Chapter 40 - Penghuni Baru Kost(lagi)
45 Chapter 41 - Pertemuan Niken dan Claire
46 Chapter 42 - Obrolan Santai
47 Episode Spesial - Kehidupan Yudha
48 Chapter 43 - Berita Hoax
49 Chapter 44 - Kejatuhan Sementara
50 Chapter 45 - Rencana Pembalasan
51 Chapter 46 - Wawancara
52 Chapter 47 - Pertemuan dengan Predator Bisnis
53 Chapter 48 - Bawahan Baru
54 Chapter 49 - Kemampuan Liam & The Gank
55 Chapter 50 - Horor banget cik
56 Chapter 51 - Anomali
57 Chapter 52 - Yang terlupakan
58 Episode Spesial - Azareth Vaal'Zir
59 Chapter 53 - Awal
60 Chapter 54 - Siapa Orang Ganteng ini?
61 Chapter 55 - Kebenaran Dunia
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 – Sistem All-in-One
2
Chapter 2 – Penghuni Baru Kost
3
Chapter 3 – Gitaris Terhebat Sepanjang Masa
4
Chapter 4 – Percakapan Antar CEO
5
Translate Bab 4
6
Chapter 5 - Salah kira
7
Chapter 6 — Panci Merah
8
Chapter 7 - Drama Single Seat
9
Chapter 8 - Win Streak
10
Chapter 9 - Reuni SMA
11
Chapter 10 - Ketahuan jadi CEO
12
Chapter 11 - Trinova Sounds
13
Chapter 12 - Main Futsal
14
Chapter 13 - Anak Bos Gangster
15
Chapter 14 - Masalah baru
16
Chapter 15 - Di keroyok!!
17
Chapter 16 - Kenalan lama
18
Chapter 17 - Jenguk Yudha
19
Episode Spesial — Alternatif Plot
20
Chapter 18 - Ketemu mantan
21
Chapter 19 - Ketauan jadi CEO kedua kalinya jir
22
Chapter 20 - Musuh bokap Laila dateng lagi
23
Chapter 21 - Bantai-Bantai
24
Chapter 22 - Ketemu pak Kaladin
25
Chapter 23 - Ngobrol sama Pak Kaladin
26
Chapter 24 - Kejar-kejaran sama polisi
27
Chapter 25 - Hacker Kostan
28
Chapter 26 - Usulan libur akhir tahun
29
Chapter 27 - Diskusi Liburan
30
Chapter 28 - Kejutan di Bandara
31
Chapter 29 - Kedatangan di Jepang
32
Chapter 30 - Eksplorasi Tokyo dan Kyoto
33
Chapter 31 - SELAMAT TAHUN BARU!!
34
Chapter 32 - Akhir Liburan
35
Episode Spesial - Highlight Liburan
36
Chapter 33 - Kebuntuan Riset
37
Chapter 34 - Terobosan
38
Chapter 35 - Deklarasi kemenangan
39
Translate Bab 35
40
Chapter 36 - Lagu Tiktok
41
Chapter 37 - Ngobrol sama Gojek
42
Chapter 38 - Rekaman Demo Niken
43
Chapter 39 - Pertanyaan aneh Niken
44
Chapter 40 - Penghuni Baru Kost(lagi)
45
Chapter 41 - Pertemuan Niken dan Claire
46
Chapter 42 - Obrolan Santai
47
Episode Spesial - Kehidupan Yudha
48
Chapter 43 - Berita Hoax
49
Chapter 44 - Kejatuhan Sementara
50
Chapter 45 - Rencana Pembalasan
51
Chapter 46 - Wawancara
52
Chapter 47 - Pertemuan dengan Predator Bisnis
53
Chapter 48 - Bawahan Baru
54
Chapter 49 - Kemampuan Liam & The Gank
55
Chapter 50 - Horor banget cik
56
Chapter 51 - Anomali
57
Chapter 52 - Yang terlupakan
58
Episode Spesial - Azareth Vaal'Zir
59
Chapter 53 - Awal
60
Chapter 54 - Siapa Orang Ganteng ini?
61
Chapter 55 - Kebenaran Dunia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!