12.Kasih sayang Ibu

Cheef menikmati makanannya. Begitu Sersan Aldrin berpamitan padanya. Perutnya yang kelaparan membuat nafsu makannya menjadi tak karuan. Pikiran Cheef pun terarah kembali pada tragedi yang terjadi. Cheef berusaha mengaitkan semua ingatan nya.

"Apa yang terjadi? Mengapa nasib bisnisku jadi hancur begini?"

Cheef menghentikan tangannya yang memegang sendok untuk mengais nasi yang tertinggal di piring. Karena pikirannya sedang kalut, nafsu makannya yang tadi menggebu berubah nggak selera. Dia menyaksikan sendiri dengan mata terbuka. Begitu terdengar ledakan dahsyat, suara jeritan dan tangisan panik pun membahana di dalam gedung. Mereka berusaha menyelamatkan diri sebelum atap dan bangunan ambruk. Cheef pun berusaha menghubungi pihak kepolisian semampunya. Karena saat dia melarikan diri dari balik meja bartender, kakinya keburu dihantam dinding yang roboh. Untung saja kepalanya selamat, karena sebagian reruntuhan itu ditahan oleh meja kokoh bartender.

"Apa salahku? Seingat ku, aku nggak pernah punya musuh. Siapa yang tega melakukan ini semua? Jika ada yang dendam padaku, kenapa melibatkan orang-orang yang nggak bersalah itu? Oh Tuhanku...."

Rintihan dan keluh kesah yang keluar dari mulut Cheef terdengar oleh Sersan Aldrin yang berjaga dengan waspada di balik pintu kamar pasien. Desahan pelan pun keluar dari mulut Sersan itu. Beliau mengerti perasaan yang dialami oleh Cheef. Karena beliau juga tahu bagaimana situasi di tempat kejadian.

"Sungguh biadab orang yang melakukan itu semua. Mereka adalah iblis yang mungkin nggak mempunyai keluarga!! Semoga masalah ini cepat terungkap siapa dalangnya..."

Ucap lirih Sersan Aldrin sambil mendesah pelan dan berusaha duduk di kursi panjang yang berada di sebelah kanan pintu kamar pasien. Tak selang beberapa menit, dua rekannya datang. Dan ketiganya pun membahas keadaan yang terjadi.

Sementara di Markas Komando Mafia, Bahama yang berusaha meminta waktu untuk menenangkan diri mencoba mengontrol emosinya. Dia agak takut, menghadapi Sang Penguasa. Karena misi pertama yang menjadi misi percobaan telah menelan 3 korban rekannya. Akankah Sang Penguasa memaklumi kejadian itu?

"Apakah Bos akan menghukum ku atau bahkan membunuhku, Tiger Hou?" Tanya Bahama dengan wajah agak pucat.

Hatinya agak gentar meskipun dia sudah menyiapkan diri untuk kemungkinan yang terjadi. Dia sudah tahu betul resiko yang harus dihadapi jika sebuah misi dianggap gagal. Tapi, dia belum siap jika misi dianggap gagal secepat ini. Bahama tidak mendengar jawaban yang keluar dari mulut Tiger Hou. Mata mereka pun saling pandang. Bahama berharap mendengar jawaban meskipun hanya sedikit.

"Ayo kita segera menghadap Bos!"

Jawaban dingin dan singkat yang tidak diharapkan oleh Bahama, akhirnya keluar dari mulut Tiger Hou. Bahama hanya mendesah dan berdiri dari duduknya. Dia mengibaskan celana panjangnya. Untuk menenangkan sedikit keresahannya. Tiger Hou pun menatapnya lekat-lekat. Tatapan mata keduanya pun bertemu. Tiger Hou menangkap ada kegelisahan dalam pancaran mata Bahama.

"Jangan takut! Kau adalah anak buah sepesial nya. Beliau pasti memaklumi kejadian ini. Ayo!!"

"HM...."

Setelah mendengar ucapan Tiger Hou yang menenangkan hatinya, Bahama pun mengangguk mantap. Keduanya melangkah cepat melewati koridor demi koridor yang menuju ke ruang utama Sang Penguasa...Tuan Vengsier Eiger pemilik organisasi terbesar yang ditakuti di kota tersebut.

"Jika tebakan mu meleset, bagaimana Tiger Hou?"

Pertanyaan bernada agak takut terlontar dari bibir Bahama. Tiger Hou pun menghentikan langkahnya sejenak lalu menatap ke wajah Bahama yang kembali risau.

"Kemungkinan kecil, kau akan di kurung beberapa hari, untuk introspeksi diri. Kemungkinan besar, kau akan dibunuh di tempat!!"

"Jawabanmu kejam amat, Tiger Hou!! Sudahlah!!"

Nada bicara Bahama agak meninggi, bahkan setengah membentak mendapati jawaban Tiger Hou yang dianggapnya sangat keterlaluan. Dia sudah rela mengorbankan sahabatnya sendiri. Dia nggak mau jika harus mati secepat ini. Dia tahu, misinya telah mengorbankan ketiga anak buah yang diberikan oleh Sang Penguasa Mafia itu. Tidak adakah kesempatan kedua untuk nya??

"Hadapi semua kenyataan dengan percaya diri!! Ingatlah, Bos tidak mau melihat dirimu yang menampakkan perasaan manusia mu!!"

Lagi-lagi Tiger Hou bicara yang tidak ingin didengarnya. Namun Bahama segera sadar, semua ucapan Tiger Hou ada benarnya. Dia harus ingat, semua perasaan nya harus dia bunuh!! Jika tidak, dia tidak akan bisa melebihi Tuan Vengsier Eiger.

"Aku mengerti! Terima kasih Tiger Hou!!"

"HM..."

Tiger Hou akhirnya menampilkan senyumannya, meskipun senyuman itu terkesan dingin. Bahama pun membalasnya dengan senyuman leganya. Ada sedikit harapan, bahwa Tiger Hou pasti membantunya. Dia yakin, Tiger Hou bertampang dingin itu tidak sepenuhnya menganggap misi pertamanya gagal.

Keduanya melanjutkan langkahnya menuju ke ruang utama Bos Mafia yang sangat dipuja oleh seluruh penghuni Benteng Raksasa itu. Saat melewati ruang belakang yang hampir dekat dengan pintu utama ruang pimpinan, Bibi Chan berpapasan dengan keduanya.

"Tiger Ba? Tiger Hou? Syukurlah kalian kembali dengan selamat!!"

Bibi Chan bicara dengan nada kegirangan dan lega. Seakan langkahnya berlari kecil mendekati kedua pemuda tampan yang menghentikan langkahnya akibat teriakannya barusan.

"Awas jatuh Bi...jangan berlari," cegah Bahama yang langsung menyongsong kedatangan wanita setengah baya seusia ibunya itu.

"Aku sempat khawatir padamu, Tiger Ba! Perasaan ku nggak enak, takut terjadi sesuatu padamu.... syukurlah, Tiger Hou berhasil membawamu kembali...."

Bibi Chan menitikkan air mata. Bahama tanpa segan, langsung memeluknya dihadapan Tiger Hou. Wanita tegar yang tak pernah menangis dihadapan laki-laki itu tidak mampu lagi menahan air matanya. Bibi Chan sesenggukan di dada Bahama. Sementara Tiger Hou hanya mematung diam, nggak percaya menyaksikan kejadian langkah dihadapan.

"Jangan menangis Bibi Cantik. Aku nggak apa-apa kok. Tiger Hou melindungi ku dengan baik. Tapi...."

Bahama berusaha menenangkan Bibi Chan. Tapi, bayangan ketiga rekannya yang tertangkap dan menelan pil racun tidak bisa hilang dalam ingatannya. Hidup ini kejam baginya, kematian harus dia hadapi setiap harinya. Dia nggak mungkin bisa selamanya memberi ketenangan kepada wanita dihadapannya.

"Tapi apa, Tiger Ba? Jangan sembunyikan apapun di depanku. Jika kau tidak memberi tahuku, aku pasti memukul Tiger Hou agar mau bicara!"

Ancaman Bibi Chan menakutkan. Tiger Hou langsung bergidik cemas. Betapa sayangnya Bibi Chan kepada Tiger Ba yang baru beberapa jam ditemuinya. Sampai harus bicara seperti itu. Jika ancaman itu dilakukan, pamor nya bisa jatuh dihadapan Tiger Ba yang merupakan anak buah baru dan masih ingusan baginya.

"Jangan bicara yang mengerikan begitu, Bi!!"

Suara dingin dan terdengar parau keluar dari mulut Tiger Hou. Bibi Chan menatapnya serius. Bahkan wanita setengah baya itu berjalan mendekatinya. Tiger Hou mundur sejengkal, menghindari wajah bertemu wajah yang sengaja di dekatkan Bibi Chan.

"Kau kira, aku takut padamu? Ayo katakan!! Apa yang membuat Tiger Ba risau? Kau pasti tahu, Tiger Hou!!"

Bibi Chan terus merangsak ke depan, meskipun Tiger Hou terus melangkah mundur. Tindakan Bibi Chan tidak main-main. Tiger Hou menatap ke Tiger Ba untuk minta pertolongan agar bisa menghentikan tindakan Bibi Chan yang dianggapnya anarkis pada dirinya.

Episodes
1 1.Dua Sahabat
2 2.Pertengkaran
3 3.Sarang Mafia
4 4. Pemberontakan
5 5.Buah Simalakama
6 6.Gudang Senjata
7 7.Namamu Tiger Ba
8 8.Patner Tiger Hou
9 9. Bibi Chan
10 10. Pembalasan Dendam
11 11.Cheff Hidup
12 12.Kasih sayang Ibu
13 13. Pembelaan Bibi Chan
14 14. Siapa Bibi Chan?
15 15.Perseteruan
16 16.Tidak Bisa Mundur Lagi
17 17.Cahaya Dan Bayangan
18 18. Nasib Lou Meiyer Antaga
19 19.Lou Sekarat
20 20. Sang Penolong
21 21. Lou Amnesia
22 22. Buih-buih Cinta
23 23. Bidadari Helena
24 24.Harapan
25 25. Masa Kritis
26 26.Saingan Muncul
27 27.Kecemburuan
28 28. Kecemasan Seorang Ibu
29 29. Kesedihan Bibi Chan
30 30. Kepedulian Tiger Hou
31 31. Nona Tercinta Elisabeth Eiger
32 32. Pertarungan Dua Master Terhebat
33 33. Dilema Pertarungan Dan Bahama
34 34. Pertolongan Master Kungfu
35 35. Penyelamatan Tiger Ba
36 36. Ingatan Sang Pewaris Antaga
37 37. Pertarungan Antara Hidup dan Mati
38 38.Ingatan Lou Kembali
39 39. Cinta Itu Indah
40 40. Siasat Licik Ibu Dida
41 41. Luput Dari Petaka
42 42. Helena Dalam Bahaya
43 43. Bunga Suci Yang Ternoda
44 44. Kemarahan Dan Penyesalan
45 45. Pindah Ke Kota
46 46.Luka Dalam Noda
47 47. Golongan Darah Langkah
48 48. Meraih Mimpi Sang Dewi
49 49.Duri Dalam Daging
50 50. Kehadiran Sang Dewi
51 51. Kecemburuan Dalam Kasih Sayang
52 52. Kisah Cinta Bersemi
53 53. Cinta Dalam Kepedihan
54 54.Munculnya Api Dendam
55 55. Kemunculan Sang Raja Antaga
56 56. Kerinduan Yang Terpendam
57 57.Penculikan Saksi Utama
58 58. Kemunculan Sang Naga Wanita
59 59. Kisah Masa Lalu part Violetta
60 60. Kisah Masa Lalu part Takdir Bicara
61 61. Kisah Masa Lalu part Tuan Muda Antaga
Episodes

Updated 61 Episodes

1
1.Dua Sahabat
2
2.Pertengkaran
3
3.Sarang Mafia
4
4. Pemberontakan
5
5.Buah Simalakama
6
6.Gudang Senjata
7
7.Namamu Tiger Ba
8
8.Patner Tiger Hou
9
9. Bibi Chan
10
10. Pembalasan Dendam
11
11.Cheff Hidup
12
12.Kasih sayang Ibu
13
13. Pembelaan Bibi Chan
14
14. Siapa Bibi Chan?
15
15.Perseteruan
16
16.Tidak Bisa Mundur Lagi
17
17.Cahaya Dan Bayangan
18
18. Nasib Lou Meiyer Antaga
19
19.Lou Sekarat
20
20. Sang Penolong
21
21. Lou Amnesia
22
22. Buih-buih Cinta
23
23. Bidadari Helena
24
24.Harapan
25
25. Masa Kritis
26
26.Saingan Muncul
27
27.Kecemburuan
28
28. Kecemasan Seorang Ibu
29
29. Kesedihan Bibi Chan
30
30. Kepedulian Tiger Hou
31
31. Nona Tercinta Elisabeth Eiger
32
32. Pertarungan Dua Master Terhebat
33
33. Dilema Pertarungan Dan Bahama
34
34. Pertolongan Master Kungfu
35
35. Penyelamatan Tiger Ba
36
36. Ingatan Sang Pewaris Antaga
37
37. Pertarungan Antara Hidup dan Mati
38
38.Ingatan Lou Kembali
39
39. Cinta Itu Indah
40
40. Siasat Licik Ibu Dida
41
41. Luput Dari Petaka
42
42. Helena Dalam Bahaya
43
43. Bunga Suci Yang Ternoda
44
44. Kemarahan Dan Penyesalan
45
45. Pindah Ke Kota
46
46.Luka Dalam Noda
47
47. Golongan Darah Langkah
48
48. Meraih Mimpi Sang Dewi
49
49.Duri Dalam Daging
50
50. Kehadiran Sang Dewi
51
51. Kecemburuan Dalam Kasih Sayang
52
52. Kisah Cinta Bersemi
53
53. Cinta Dalam Kepedihan
54
54.Munculnya Api Dendam
55
55. Kemunculan Sang Raja Antaga
56
56. Kerinduan Yang Terpendam
57
57.Penculikan Saksi Utama
58
58. Kemunculan Sang Naga Wanita
59
59. Kisah Masa Lalu part Violetta
60
60. Kisah Masa Lalu part Takdir Bicara
61
61. Kisah Masa Lalu part Tuan Muda Antaga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!