10 - Bala Bantuan

Disebuah jalan menuju desa Majaren. Dion berlari sekuat tenaga menuju desa.

"Huh huh huh"

"Tidak mungkin kita di serang lagi. Kenapa ini terjadi pada kami. Apa salah kami.? Apa yang mereka perbuat adalah sesuatu yang benar.?" kata Dion dalam hati.

Sraaaa. Suara langkah kaki Dion yang berhenti di samping desa. Ia melihat lautan api yang membakar pemukiman desa.

"Ha.?"

Dion benar-benar sangat terkejut melihat kondisi desanya yang sudah hancur dimana-mana. Bahkan ia melihat warga desa yang sudah tergeletak disana.

Dengan tatapan kosong, Dion berjalan secara perlahan menyusuri desa sambil melihat sekitarnya. Ia pun sampai menelan ludah berkali-kali.

"Kejam sekali."

Beberapa saat kemudian, Dion sampai di depan rumah milik Nenek Yui yang sudah terbakar.

"Nenek Yui.?"

Dion pun berlari kearah rumah Nenek Yui, dan tiba-tiba ia melihat tubuh yang sudah tergeletak disana.

"Hiks." Dion pun meneteskan airmatanya yang melihat Nenek Yui sudah tidak bernyawa.

"Huh huh huh. HAAAAAAA."

...

Di tempat Guru Sima berada. Ia berhasil memukul mundur pasukan kekaisaran bersama dengan pejuang lainnya.

"Huh huh huh. Uhuk"

"Guru Sima, apa Anda baik-baik saja.?" kata Seto

"Berapa sisa pasukan kita.?" tanya Guru Sima.

"Mungkin sekitar 50 orang saja Guru, termasuk kita berdua." jawab Seto.

"Itu jumlah yang cukup untuk mengusir mereka dari sini." kata Guru Sima.

"Tapi kondisi Anda...

"Jangan mengkhawatirkan tubuhku. Yang penting warga desa bisa selamat."

Tiba-tiba, WOOSH, BRESOOM pejuang Clan Siga pun di pukul mundur.

"Apa yang terjadi ?" tanya Guru Sima.

Dan Seto pun hanya terkejut melihat kedepan. Sebuah batalion dengan jumlah pasukan yang cukup banyak, sedang berbaris di depan mereka semua.

"Tidak mungkin, mereka mengirimkan bala bantuan sebanyak itu." sahut Seto dengan tercengang.

"Clan Shinbi. ternyata kalian juga bergerak kemari." kata Guru Sima.

...

"Kita selamat, akhirnya bala bantuan datang juga." kata Mona yang sudah lemas karena luka yang di deritanya dari hasil pertempurannya bersama Seto.

"Tarik pasukanmu Mona. Dan serahkan sisanya padaku." kata Gedo

"Baik, laksanakan perintah Ketua Gedo." teriak Mona.

"Hm" Gedo pun bergerak maju dan melihat Guru Sima bersama dengan sisa-sisa pasukannya.

...

Di tempat Guru Sima. pejuang Clan Siga pun sangat terkejut melihat pasukan yang cukup banyak didepan mereka. Mungkin sekitar 15rb prajurit.

"Apa kau pemimpin Clan Siga saat ini.?" teriak Gedo kepada Guru Sima.

"Apa ini cara kekaisaran untuk menyingkirkan satu Clan dari daratan Riu.?" sahut Guru Sima.

"Menyerahlah, kalian sudah mengalami kekalahan." teriak Gedo.

"Chik. hahaha. HAHAHAHA." suara tertawa Guru Sima.

Gedo pun terkejut mendengarnya

"Hoho, selama aku masih hidup, akan aku pertaruhkan semuanya untuk melawan kalian semua." kata Guru Sima.

"Jika itu yang kau inginkan. Maka kita selesaikan malam ini." kata Gedo.

Tiba-tiba "HOOOOAAAA" teriak Dion yang berlari kearah pasukan Gedo.

"Dion ?" sahut Guru Sima dengan terkejut.

"SERAAAAAAANG." teriak Gedo

Semua prajuritnya pun berlari menyerang Dion bersama pasukannya. "Hm, bocah cilik yang ceroboh."

"Seto, lindungi Tuan Muda. Dan bawa dia pergi dari sini." teriak Guru Sima.

"Baik."

Lalu, guru Sima pun terbang keudara, dan membuat dua formasi sekaligus. Dua lingkaran formasi pun terbentuk di atas udara. "HIAAAA".

"Dom Stuart .?" sahut Gedo dengan panik.

"CEPAAAT, BUAT FORMASI PERLINDUNGAN." teriak Gedo.

"Huh huh, itu tidak akan mempan." kata Guru Sima sambil menggerakkan tangannya kearah bawah. Ratusan pedang dan petir menyerang pasukan Gedo secara bersamaan.

Dion pun sangat terkejut melihat gurunya yang bisa menggunakan kekuatan sebesar itu.

SWOOSH SWOOSH SWOOSH.

BREDOOOM. JLEB JLEB BREDOM. ZZZZ. Serangan Guru Sima pun menghancurkan sebagian besar besar pasukan Gedo. Serangan itu berlangsung beberapa menit, dan akhirnya berhenti.

"Huh huh huh Uhuk. Uhuk." guru Sima pun memuntahkan darahnya.

"Guru.?" sahut Dion yang melihat gurunya.

"Dion, cepat pergi dari sini." sahut Seto sambil mengangkat tubuh Dion dan berlari menjauh dari sana.

"Tidak, lepaskan aku kak Seto. Aku akan bertarung bersama kalian. Lepaskan aku." teriak Dion sambil meronta-ronta.

"Diamlah Dion, kau adalah prioritas utama kami. Jangan ceroboh saat menyerang mereka." teriak Seto.

Dion pun hanya tercengang melihat pasukan kekaisaran yang mulai berlari menyerang pejuang Clan Siga.

...

"Ini tidak cukup untuk membasmi mereka semua." kata Guru Sima.

Tiba-tiba puluhan panah di lepaskan ke arah Guru Sima. Ia pun membuat pelindung untuk dirinya.

Trang Trang tang.

"Dia sudah tua dan sudah mencapai batas. Meskipun dia adalah seorang Stuart , tidak mungkin bisa menandingi pasukan sebesar ini." kata Gedo.

"SERAAAAANG, MAJU SEMUANYA." teriak Gedo.

Pertempuran pun terjadi, sekitar 45 orang melawan pasukan kekaisaran dengan sisa pasukan sekitar 9.300 an.

Wuing. Sebuah pedang keluar dari udara. Grep. Guru Sima pun memegang pedang itu dan berlari kearah kerumunan pasukan Gedo yang di ikuti oleh sisa pejuang Clan Siga.

"HOAAAA" teriak Guru Sima

"Aku titipkan muridku padamu Seto, aku harap kalian bisa selamat dari tempat ini."

Dion pun berteriak kearah Gurunya dan airmatanya menetes dengan sendirinya. Seto pun berlari sekuat tenaga sambil menghindari serangan panah api yang di lepaskan ke arah mereka.

"Teruntuk muridku yang tercinta. Jagalah dirimu baik-baik, kau adalah harapan terakhir Clan Siga, bawalah kejayaan Clan Siga suatu saat nanti. Tugasmu bukan hanya melindungi Clan Siga, tapi beban yang lebih berat untuk melindungi semua Umat Manusia. Kau adalah harapan semua orang."

"HOOOOOOAAAA."

SRAK SRAK TRANG TRANS SRAAK. Pertempuran pun terjadi. Kejadian terulang yang menimpa Clan Siga membuat hati Dion sangat terpukul.

"Kau pikir kau bisa kabur dari tempat ini.?" teriak Gedo yang membuat formasi.

"Meskipun tingkat Dom ku masih di bawah Stuart , tapi kekuatanku tidak kalah dengan pak tua itu. Akan aku bunuh anak kecil itu bersama dengan orang yang menggendongnya."

SEP SEP. WUIING. Sebuah lingkaran formasi terbentuk di atas langit.

"Cepat bantu aku." teriak Gedo.

"Siap." teriak semua komandan Clan Shinbi dan langsung membantu untuk membuat formasi pamungkas milik Clan Shinbi.

"Sialan. Formasi itu benar-benar sangat merepotkan." kata Guru Sima.

Lalu ia pun terbang ke udara dan membuat formasi dinding perlindungan. "Haaap." WUING. Sebuah tembok raksasa terbentuk di atas udara.

"Itu masih belum cukup untuk menahan formasi pamungkas Clan Shinbi." kata Gedo.

Sebuah Tombak berwarna hijau keluar dari lingkaran formasi milik Clan Gedo. "Akan aku urus kau nanti Pak Tua. Sekarang adalah giliran bocah itu."

Siuut. Tangannya pun di arah kedepan. Dan Tombak itu pun melesat dengan sangat cepat mengarah ke arah Dion dan Seto.

"Apa.?" sahut Guru Sima dengan sangat terkejut melihat arah tombak yang di arahkan menuju Dion. Guru Sima pun langsung menghadang tombak itu dan memblokirnya dengan sekuat tenaga.

DEEEMMM. Suara benturan antara Tombak dan dinding pelindung milik Guru Sima.

"HOAAAAAAA." teriak Guru Sima.

BREDOOOOMM. Tombak itu pun meledak di atas udara. "Huh huh huh." guru Sima pun terengah-engah.

"Hm, itu hanya tombak pembuka, masih ada satu lagi." kata Gedo.

Lalu, sebuah tombak hijau itu pun keluar lagi dari lingkaran formasi. "Apa kau bisa menahan yang satu ini.?"

"Ha.?"

SWOOSH. tombak itu pun melesat dengan sangat cepat kearah Guru Sima. Guru Sima pun membuat formasi perlindungan lagi.

DEEEM. benturan pun terjadi. "Ini lebih berat dari sebelumnya. Huh huh, aku tidak bisa menahannya. Tapi jika aku kalah disini, tombak itu akan melesat kearah Dion."

Tiba-tiba Deng Kepala Guru Sima pun tiba-tiba terkena serangan dari penyakitnya dan itu sangat sakit di rasakan olehnya.

"Kenapa penyakit ini harus kambuh sekarang."

KRAK. Suara retakan dari tembok milik Guru Sima.

"Ha.?" Guru Sima pun sangat terkejut dan PYASR. Dinding pelindung pun pecah. "Maafkan gurumu"

SWOOSH. "HAAAAAA." teriak Guru Sima yang terkena serangan tombak itu. Namun tombak itu hanya melewati tubuh Guru Sima dan melesat kearah Dion dan Seto.

Dalam sekejap mata saja. Tombak itu pun sudah berada di depan Dion. Seto pun menoleh ke belakang dengan sangat terkejut, dan Dion benar-benar sangat tercengang melihat tombak hijau yang sudah ada di depan kepalanya.

"Ledakkan." kata Gedo sambil menggenggam tangannya.

BREDOOOMMMMM.

....

Episodes
1 01 - Artefak Unik
2 02 - Kekuatan Jiwa
3 03 - Perintah Terakhir
4 04 - Aku Titipkan
5 05 - Jejak
6 06 - Penerus
7 07 - Warisan Leluhur
8 08 - Terulang Kembali
9 09 - Kemarahan
10 10 - Bala Bantuan
11 11 - Benda Langit
12 12 - Kemungkinan
13 13 - Arwah Gentayangan
14 14 - Surat Cinta
15 15 - Permusuhan
16 16 - Pelajaran Terakhir
17 17 - Aliansi
18 18 - Persiapan Perang
19 19 - Negosiasi
20 20 - Penyerangan Tak Terduga
21 21 - Catatan Kuno
22 22 - Tuan Putri
23 23 - Penjajah lainnya
24 24 - Menjadi Gila
25 25 - Kekejaman
26 26 - Orang Terkuat
27 27 - Deklarasi Perang
28 28 - Penawaran
29 29 - Pertemuan Pertama.
30 30 - Serangan Tombak Emas
31 31 - Sampai Bertemu Lagi
32 32 - Gelisah
33 33 - Cerita Masa Lalu.
34 34 - Salah Paham
35 35 - Kehilangan
36 36 - Menghadang
37 37 - Segel Seribu Cahaya.
38 38 - Perang Terakhir
39 39 - Kerajaan Baru
40 40 - Cinta
41 41 - Permata
42 42 - Menunggumu
43 43 - Aku tidak Tau
44 44 - Harapan
45 45 - Biarkan Saja
46 46 - Makanan Untukmu
47 47 - Tiba-tiba
48 48 - Selamat Tinggal
49 49 - Kuil Misterius
50 50 - Sebuah Gelar
51 51 - Sarang Naga
52 52 - Dermaga
53 53 - Tragedi Lainnya.
54 54 - Masih Menunggumu
55 55 - Rindu
56 56 - Hewan Mitologi
57 57 - Memisahkan Cahaya
58 58 - Sarang Naga
59 59 - Pilihan
60 60 - Pasukan Gabungan Overlord
61 61 - Kekuatan Penuh.
62 62 - Senjata Legenda
63 63 - Ciuman Pertama.
64 64 - Rapat Perdana.
65 65 - Tidak Ada Negosiasi.
66 66 - Informasi Bantuan
67 67 - Awakening
68 68 - Ruang Kekuatan.
69 69 - Ratusan Gemstone.
70 70 - Surat Kejutan.
71 71 - Percobaan
72 72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73 73 - Pasukan Naga
74 74 - Tetap Menunggumu.
75 75 - Fenomena.
76 76 - Kompensasi
77 77 - Dion Siga.
78 78 - Bantuan
79 79 - Tempat Itu.
80 80 - Jangan Pergi.
81 81 - Lamaran
82 82 - Luka Dalam
83 83 - Serikat
84 84 - Royal Union
85 85 - Peribahasa.
86 86 - Rahasia
87 87 - Penderitaan
88 88 - Kunci
89 89 - Sebuah Pilihan
90 90 - Anggaran Militer
91 91 - Menaikkan Tarif
92 92 - Biang Kerok
93 93 - Diskusi
94 94 - Pahlawan Sebenarnya.
95 95 - Pakaian Resmi
96 96 - Malam Yang Indah
97 97 - Tanda Tangan Perjanjian
98 98 - Fakta Lainnya
99 99 - Cara Aman
100 100 - Penerjemah
101 101 - Ancistor
102 102 - Hukum Kekuatan.
103 103 - Lahirnya Awakening Baru
104 104 - Surat Tugas Pertama
105 105 - Permintaan Bantuan
106 106 - Kerajaan Yang Runtuh
107 107 - Tidak Ada Fairley
108 108 - Mengagumimu
109 109 - Tragedi Yang Tragis
110 110 - Seorang Babu.
111 111 - Keputusan Yang Sulit
112 112 - Awasi Dia
113 113 - Nama Dewa
114 114 - Musuh Sejati
115 115 - Fakta Sebenarnya.
116 116 - Pertemuan Kerajaan
117 117 - Enigma
118 118 - Malaikat
119 119 - Merinding
120 120 - Sang Emperor
121 121 - Dimanfaatkan
122 122 - Ilmu Pengetahuan
Episodes

Updated 122 Episodes

1
01 - Artefak Unik
2
02 - Kekuatan Jiwa
3
03 - Perintah Terakhir
4
04 - Aku Titipkan
5
05 - Jejak
6
06 - Penerus
7
07 - Warisan Leluhur
8
08 - Terulang Kembali
9
09 - Kemarahan
10
10 - Bala Bantuan
11
11 - Benda Langit
12
12 - Kemungkinan
13
13 - Arwah Gentayangan
14
14 - Surat Cinta
15
15 - Permusuhan
16
16 - Pelajaran Terakhir
17
17 - Aliansi
18
18 - Persiapan Perang
19
19 - Negosiasi
20
20 - Penyerangan Tak Terduga
21
21 - Catatan Kuno
22
22 - Tuan Putri
23
23 - Penjajah lainnya
24
24 - Menjadi Gila
25
25 - Kekejaman
26
26 - Orang Terkuat
27
27 - Deklarasi Perang
28
28 - Penawaran
29
29 - Pertemuan Pertama.
30
30 - Serangan Tombak Emas
31
31 - Sampai Bertemu Lagi
32
32 - Gelisah
33
33 - Cerita Masa Lalu.
34
34 - Salah Paham
35
35 - Kehilangan
36
36 - Menghadang
37
37 - Segel Seribu Cahaya.
38
38 - Perang Terakhir
39
39 - Kerajaan Baru
40
40 - Cinta
41
41 - Permata
42
42 - Menunggumu
43
43 - Aku tidak Tau
44
44 - Harapan
45
45 - Biarkan Saja
46
46 - Makanan Untukmu
47
47 - Tiba-tiba
48
48 - Selamat Tinggal
49
49 - Kuil Misterius
50
50 - Sebuah Gelar
51
51 - Sarang Naga
52
52 - Dermaga
53
53 - Tragedi Lainnya.
54
54 - Masih Menunggumu
55
55 - Rindu
56
56 - Hewan Mitologi
57
57 - Memisahkan Cahaya
58
58 - Sarang Naga
59
59 - Pilihan
60
60 - Pasukan Gabungan Overlord
61
61 - Kekuatan Penuh.
62
62 - Senjata Legenda
63
63 - Ciuman Pertama.
64
64 - Rapat Perdana.
65
65 - Tidak Ada Negosiasi.
66
66 - Informasi Bantuan
67
67 - Awakening
68
68 - Ruang Kekuatan.
69
69 - Ratusan Gemstone.
70
70 - Surat Kejutan.
71
71 - Percobaan
72
72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73
73 - Pasukan Naga
74
74 - Tetap Menunggumu.
75
75 - Fenomena.
76
76 - Kompensasi
77
77 - Dion Siga.
78
78 - Bantuan
79
79 - Tempat Itu.
80
80 - Jangan Pergi.
81
81 - Lamaran
82
82 - Luka Dalam
83
83 - Serikat
84
84 - Royal Union
85
85 - Peribahasa.
86
86 - Rahasia
87
87 - Penderitaan
88
88 - Kunci
89
89 - Sebuah Pilihan
90
90 - Anggaran Militer
91
91 - Menaikkan Tarif
92
92 - Biang Kerok
93
93 - Diskusi
94
94 - Pahlawan Sebenarnya.
95
95 - Pakaian Resmi
96
96 - Malam Yang Indah
97
97 - Tanda Tangan Perjanjian
98
98 - Fakta Lainnya
99
99 - Cara Aman
100
100 - Penerjemah
101
101 - Ancistor
102
102 - Hukum Kekuatan.
103
103 - Lahirnya Awakening Baru
104
104 - Surat Tugas Pertama
105
105 - Permintaan Bantuan
106
106 - Kerajaan Yang Runtuh
107
107 - Tidak Ada Fairley
108
108 - Mengagumimu
109
109 - Tragedi Yang Tragis
110
110 - Seorang Babu.
111
111 - Keputusan Yang Sulit
112
112 - Awasi Dia
113
113 - Nama Dewa
114
114 - Musuh Sejati
115
115 - Fakta Sebenarnya.
116
116 - Pertemuan Kerajaan
117
117 - Enigma
118
118 - Malaikat
119
119 - Merinding
120
120 - Sang Emperor
121
121 - Dimanfaatkan
122
122 - Ilmu Pengetahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!