09 - Kemarahan

Pertempuran di desa Majaren sudah berlangsung cukup lama. Beberapa orang pejuang dari Clan Siga mengalami penurunan jumlah setiap saat. Begitu pun dari pasukan kekaisaran, mereka juga menerima perlawan yang sengit

SRAK SRAK SLAS.

"HAAA." teriak Seto yang bertarung melawan pasukan kekaisaran. Bahkan tubuhnya sudah penuh dengan luka.

"Uhuk, uhuk." suara prajurit Clan Siga yang sudah mencapai batas.

"Jika seperti ini terus, kita akan kalah. Apalagi nyonya Anna belum bergerak sama sekali. Tapi untungnya beberapa orang berhasil keluar dari tempat ini." kata Seto.

Tiba-tiba sebuah pedang di kesatkan ke leher Seto

"Ha.?" Trang. Seto pun berhasil menangkisnya.

"Hm, sepertinya kau adalah mantan prajurit Clan Siga." kata Mona yang masih menaiki kuda.

"Bajingan keparat." Wosh Seto pun melompat kearah Mona

Slassh, Mona pun melompat dari kudanya untuk menghindari serangan Seto.

"Hm" sahut Mona. Lalu TRANS TRANS SLASH.

Mereka berdua pun bertarung sekuat tenaga dan berusaha untuk membunuh satu sama lain.

...

Di tempat Anna berdiri, dia masih memperhatikan orang-orang yang berusaha lari dari sana, dan melihat pembunuhan yang terjadi dimana-mana.

"Kenapa ini terulang lagi."

Lalu berapa prajurit kekaisaran menyerang Anna yang sedang berdiri termenung disana.

"Hoaa." Slassh.

Anna pun menghindari serangan itu, lalu ia mengeluarkan pisau dapur sebagai senjatanya.

"Mau di pikir berapa kali pun, aku harus tetap bertarung melawan mereka."

"Hiaaa." teriak Anna yang menyerang pasukan kekaisaran.

Sraak, Jleeb, swost Trang. Anna bertarung sekuat tenaga dan berhasil membunuh beberapa prajurit. Dia bertarung cukup lama, dan akhirnya Sraak. Sebuah sayatan terlihat dari lengan Anna.

"Huh huh huh." ia pun sampai terengah-engah

"Jumlah ini sangat banyak, tidak mungkin aku bisa membunuh mereka semua."

Anna pun di kepung puluhan prajurit disana yang sudah bersiap-siap untuk membunuhnya.

Tiba-tiba Woosh, BREDOOMMM. Sebuah bola api yang menyerang prajurit kekaisaran.

"Ini ?" sahut Anna dengan terkejut. Ia melihat seseorang yang terbang di atas langit.

"Nyonya, aku akan menahan mereka. Jadi, sebaik mungkin anda harus pergi dari sini. Untuk masalah Dion, serahkan padaku."

"Guru Sima.?" kata Anna.

Semua prajurit kekaisaran pun sangat terkejut melihat Guru Sima yang bisa melayang di atas udara.

"Haa.? Seorang Stuart . Dom Stuart ." teriak prajurit kekaisaran dengan sangat ketakutan.

"Tidak mungkin ada seorang Stuart di tempat ini." kata prajurit lainnya dengan ketakutan.

Guru Sima pun mengerahkan kedua tangannya untuk membuat sebuah formasi. Sep sep. "HAAAAA."

Wong swossh. Terlihat lingkaran formasi yang terbentuk di atas udara berwarna biru tua. Lalu, Ratusan pedang yang bersinar berwarna biru, keluar dari lingkaran itu.

"Hiaaaa." teriak Guru Sima.

"Ini, CEPAT MENGHINDAR." teriak prajurit kekaisaran.

Dalam satu gerakan tangan Guru Sima ke arah bawah, ratusan pedang itu pun melesat.

SWOOSH SWOOSH SWOOSH.

Prajurit kekaisaran pun berlari kocar kacir disana. Jelb Jleb Jleb. Pedang-pedang itu pun menancap di tubuh prajurit kekaisaran.

"AAAAAH," "Arrgh" " Uhuk, Arg."

Lalu, guru Sima pun membuat gerakan tangan lainnya yang akan di gunakan untuk membuat formasi baru. Sep sep sep.

Sebuah petir keluar dari lingkaran itu, dan menyambar semua prajurit kekaisaran disana.

"Tidak kusangkan, ternyata Guru Sima sudah mencapai tingkat Stuart . Syukurlah jika masih ada seseorang yang kuat dari Clan Siga. Tapi apakah Guru Sima akan bertahan dari penyakitnya.?" kata Anna .

Tidak berlangsung lama, semua prajurit yang berada di area itu di bunuh dengan mudah. Lalu, Guru Sima pun turun dari atas.

"Huh huh, uhuk."

"Guru Sima. Apa anda baik-baik saja.?" kata Anna.

"Hm. Tinggalkan tempat ini Anna. Aku akan mencari Dion setelah ini. keselamatan penduduk desa adalah prioritas utama. Serahkan mereka pada kami, sisa-sisa pejuang Clan Siga." kata Guru Sima.

Anna pun merasa sangat gelisah dengan kondisi saat ini.

"Tidak perlu khawatir, Dion bukan orang yang bodoh dan ceroboh. Dia pasti akan kembali ke pelukanmu. Apapun yang terjadi, dia adalah muridku juga, aku tidak akan membiarkan mereka membunuhnya." kata Guru Sima.

Anna pun menghempaskan nafas.

"Baiklah Guru Sima, aku sangat percaya pada Anda. Semoga Anda dan pejuang lainnya bisa mengikuti kami." kata Anna.

"Ah." sahut Guru Sima.

Dan Anna pun langsung berlari pergi dari sana menyusul rombongan penduduk desa lainnya.

"Hmm, sudah lama aku tidak bertarung sekuat tenaga seperti ini. Semoga penyakitku tidak kambuh di saat-saat seperti ini." kata Guru Sima yang melihat kondisi desa yang sudah di penuhi api dimana-mana.

...

Di tempat Leo dan Lily.

"Huh, huh huh." suara Lily yang terengah-engah.

Lalu, beberapa warga desa pun mulai terlihat disana.

"Lily, apa kau tidak apa-apa.?" teriak Leo sambil bertarung.

"Aku tidak apa-apa Leo, jangan khawatirkan aku." sahut Lily.

Tiba-tiba Jleb sebuah pedang yang menusuk perut Lily. "Uhuk." hingga ia memuntahkan darah, lalu ia pun memutarkan tubuhnya dan menendang prajurit yang menusuknya. BUOOK.

"Ini, arrg, apa aku akan berakhir disini.?" kata Lily dalam hati.

Tubuhnya pun mulai lemas, dan ia memuntahkan darah berkali-kali. Bahkan pandangannya pun mulai memburam.

Disisi lain, Leo pun melihat Lily yang mulai kehilangan kesadaran. "Ha ?"

"LILYYYY." teriak Leo dengan panik.

Dan dengan cepat Leo pun menghampiri Lily yang sudah lemas. Bahkan mulutnya sudah di penuhi darah.

"Lily, Lily. Jangan kahwatir, kau akan baik-baik saja." kata Leo dengan panik.

"Le o. Uhuk. Terimakasih hari ini kau mengajakku jalan-jalan. Ini adalah hari yang berharga buatku. Uhuk."

"Lily, jangan banyak bicara dulu. Aku akan mencabut pedangnya. Tahannya sebentar." kata Leo dengan panik, bahkan tangannya sampai gemetar ketakutan.

...

"Dia sudah lengah, cepat habisi mereka." kata Kapten prajurit kekaisaran.

Prajurit kekaisaran pun menyerang Leo dan Lily tanpa pandang bulu. "Hoaaa"

Lalu, pedang yang menancap di tubuh Lily pun di lemparkan keraha prajurit dengan kecepatan tinggi

Swooosssh . "Aaarg" "Uhuk"

Leo membunuh beberapa prajurit dalam satu serangannya. Lalu, ia mengeluarkan cahaya berwarna hijau dari tangannya. Dan berusaha menutup luka Lily.

"Bertahanlah sebentar Lily. Aku mohon." kata Leo dengan panik.

Lily pun memegang tangan Leo. "Uhuk, cukup Leo. luka ini sangat fatal, aku tidak bisa menahannya lagi."

"Tidak Lily, aku akan menyelamatkan mu. Aku mohon bertahanlah sebentar. Sebentar saja." kata Elo dengan penuh kesedihan.

Tiba-tiba beberapa pasukan dari Clan Siga pun datang kesana sambil mengawal warga desa.

"Itu Jendral Leo." kata salah satu prajurit Clan Siga

"Lindungi Jendral, serang mereka." teriak prajurit itu.

"Hoaaa." mereka pun bertarung disana dengan sengit. SRAK SRAK SLASH.

...

"Uhuk, huh huh huh." suara Lily yang mulai terdengar sangat pelan, bahkan ia tidak sanggup membuka matanya lagi.

Leo pun meneteskan air mata. "Tidak, aku mohon. Lily." kata Leo sambil mencoba menutup luka Lily menggunakan kekuatan Dom nya.

Tiba-tiba, tangan Lily pun terjatuh dengan sendirinya. Leo pun sangat terkejut dan sangat panik.

"Lily, Lily. LILYYYYYAAAA." teriak Leo dengan sedih

Anna pun tiba-tiba menghampiri mereka dengan tergesa-gesa. Lalu ia pun mengeluarkan cahaya hijau dari tangannya dan mencoba membantu Leo untuk menutup luka Lily.

"Hiks, hiks." Leo menangis sambil melihat pujaan hatinya yang sudah terkapar di pangkuannya.

"Tenanglah Leo, Lily masih hidup. Aku akan membantu menutup lukanya." kata Anna.

"Nyonya, hiks."

"Sebaiknya kau lindungi kami dari pada kau menangis disini. Serahkan Lily padaku." kata Anna dengan serius.

Leo pun meletakkan tubuh Lily ke tanah, ia pun berdiri dengan tatapan yang sangat tajam. Lalu ia pun berjalan ke arah pasukan kekaisaran dengan kemarahan.

"SERAAAAANG." teriak Leo kepada sisa-sisa pasukannya.

...

Episodes
1 01 - Artefak Unik
2 02 - Kekuatan Jiwa
3 03 - Perintah Terakhir
4 04 - Aku Titipkan
5 05 - Jejak
6 06 - Penerus
7 07 - Warisan Leluhur
8 08 - Terulang Kembali
9 09 - Kemarahan
10 10 - Bala Bantuan
11 11 - Benda Langit
12 12 - Kemungkinan
13 13 - Arwah Gentayangan
14 14 - Surat Cinta
15 15 - Permusuhan
16 16 - Pelajaran Terakhir
17 17 - Aliansi
18 18 - Persiapan Perang
19 19 - Negosiasi
20 20 - Penyerangan Tak Terduga
21 21 - Catatan Kuno
22 22 - Tuan Putri
23 23 - Penjajah lainnya
24 24 - Menjadi Gila
25 25 - Kekejaman
26 26 - Orang Terkuat
27 27 - Deklarasi Perang
28 28 - Penawaran
29 29 - Pertemuan Pertama.
30 30 - Serangan Tombak Emas
31 31 - Sampai Bertemu Lagi
32 32 - Gelisah
33 33 - Cerita Masa Lalu.
34 34 - Salah Paham
35 35 - Kehilangan
36 36 - Menghadang
37 37 - Segel Seribu Cahaya.
38 38 - Perang Terakhir
39 39 - Kerajaan Baru
40 40 - Cinta
41 41 - Permata
42 42 - Menunggumu
43 43 - Aku tidak Tau
44 44 - Harapan
45 45 - Biarkan Saja
46 46 - Makanan Untukmu
47 47 - Tiba-tiba
48 48 - Selamat Tinggal
49 49 - Kuil Misterius
50 50 - Sebuah Gelar
51 51 - Sarang Naga
52 52 - Dermaga
53 53 - Tragedi Lainnya.
54 54 - Masih Menunggumu
55 55 - Rindu
56 56 - Hewan Mitologi
57 57 - Memisahkan Cahaya
58 58 - Sarang Naga
59 59 - Pilihan
60 60 - Pasukan Gabungan Overlord
61 61 - Kekuatan Penuh.
62 62 - Senjata Legenda
63 63 - Ciuman Pertama.
64 64 - Rapat Perdana.
65 65 - Tidak Ada Negosiasi.
66 66 - Informasi Bantuan
67 67 - Awakening
68 68 - Ruang Kekuatan.
69 69 - Ratusan Gemstone.
70 70 - Surat Kejutan.
71 71 - Percobaan
72 72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73 73 - Pasukan Naga
74 74 - Tetap Menunggumu.
75 75 - Fenomena.
76 76 - Kompensasi
77 77 - Dion Siga.
78 78 - Bantuan
79 79 - Tempat Itu.
80 80 - Jangan Pergi.
81 81 - Lamaran
82 82 - Luka Dalam
83 83 - Serikat
84 84 - Royal Union
85 85 - Peribahasa.
86 86 - Rahasia
87 87 - Penderitaan
88 88 - Kunci
89 89 - Sebuah Pilihan
90 90 - Anggaran Militer
91 91 - Menaikkan Tarif
92 92 - Biang Kerok
93 93 - Diskusi
94 94 - Pahlawan Sebenarnya.
95 95 - Pakaian Resmi
96 96 - Malam Yang Indah
97 97 - Tanda Tangan Perjanjian
98 98 - Fakta Lainnya
99 99 - Cara Aman
100 100 - Penerjemah
101 101 - Ancistor
102 102 - Hukum Kekuatan.
103 103 - Lahirnya Awakening Baru
104 104 - Surat Tugas Pertama
105 105 - Permintaan Bantuan
106 106 - Kerajaan Yang Runtuh
107 107 - Tidak Ada Fairley
108 108 - Mengagumimu
109 109 - Tragedi Yang Tragis
110 110 - Seorang Babu.
111 111 - Keputusan Yang Sulit
112 112 - Awasi Dia
113 113 - Nama Dewa
114 114 - Musuh Sejati
115 115 - Fakta Sebenarnya.
116 116 - Pertemuan Kerajaan
117 117 - Enigma
118 118 - Malaikat
119 119 - Merinding
120 120 - Sang Emperor
121 121 - Dimanfaatkan
122 122 - Ilmu Pengetahuan
Episodes

Updated 122 Episodes

1
01 - Artefak Unik
2
02 - Kekuatan Jiwa
3
03 - Perintah Terakhir
4
04 - Aku Titipkan
5
05 - Jejak
6
06 - Penerus
7
07 - Warisan Leluhur
8
08 - Terulang Kembali
9
09 - Kemarahan
10
10 - Bala Bantuan
11
11 - Benda Langit
12
12 - Kemungkinan
13
13 - Arwah Gentayangan
14
14 - Surat Cinta
15
15 - Permusuhan
16
16 - Pelajaran Terakhir
17
17 - Aliansi
18
18 - Persiapan Perang
19
19 - Negosiasi
20
20 - Penyerangan Tak Terduga
21
21 - Catatan Kuno
22
22 - Tuan Putri
23
23 - Penjajah lainnya
24
24 - Menjadi Gila
25
25 - Kekejaman
26
26 - Orang Terkuat
27
27 - Deklarasi Perang
28
28 - Penawaran
29
29 - Pertemuan Pertama.
30
30 - Serangan Tombak Emas
31
31 - Sampai Bertemu Lagi
32
32 - Gelisah
33
33 - Cerita Masa Lalu.
34
34 - Salah Paham
35
35 - Kehilangan
36
36 - Menghadang
37
37 - Segel Seribu Cahaya.
38
38 - Perang Terakhir
39
39 - Kerajaan Baru
40
40 - Cinta
41
41 - Permata
42
42 - Menunggumu
43
43 - Aku tidak Tau
44
44 - Harapan
45
45 - Biarkan Saja
46
46 - Makanan Untukmu
47
47 - Tiba-tiba
48
48 - Selamat Tinggal
49
49 - Kuil Misterius
50
50 - Sebuah Gelar
51
51 - Sarang Naga
52
52 - Dermaga
53
53 - Tragedi Lainnya.
54
54 - Masih Menunggumu
55
55 - Rindu
56
56 - Hewan Mitologi
57
57 - Memisahkan Cahaya
58
58 - Sarang Naga
59
59 - Pilihan
60
60 - Pasukan Gabungan Overlord
61
61 - Kekuatan Penuh.
62
62 - Senjata Legenda
63
63 - Ciuman Pertama.
64
64 - Rapat Perdana.
65
65 - Tidak Ada Negosiasi.
66
66 - Informasi Bantuan
67
67 - Awakening
68
68 - Ruang Kekuatan.
69
69 - Ratusan Gemstone.
70
70 - Surat Kejutan.
71
71 - Percobaan
72
72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73
73 - Pasukan Naga
74
74 - Tetap Menunggumu.
75
75 - Fenomena.
76
76 - Kompensasi
77
77 - Dion Siga.
78
78 - Bantuan
79
79 - Tempat Itu.
80
80 - Jangan Pergi.
81
81 - Lamaran
82
82 - Luka Dalam
83
83 - Serikat
84
84 - Royal Union
85
85 - Peribahasa.
86
86 - Rahasia
87
87 - Penderitaan
88
88 - Kunci
89
89 - Sebuah Pilihan
90
90 - Anggaran Militer
91
91 - Menaikkan Tarif
92
92 - Biang Kerok
93
93 - Diskusi
94
94 - Pahlawan Sebenarnya.
95
95 - Pakaian Resmi
96
96 - Malam Yang Indah
97
97 - Tanda Tangan Perjanjian
98
98 - Fakta Lainnya
99
99 - Cara Aman
100
100 - Penerjemah
101
101 - Ancistor
102
102 - Hukum Kekuatan.
103
103 - Lahirnya Awakening Baru
104
104 - Surat Tugas Pertama
105
105 - Permintaan Bantuan
106
106 - Kerajaan Yang Runtuh
107
107 - Tidak Ada Fairley
108
108 - Mengagumimu
109
109 - Tragedi Yang Tragis
110
110 - Seorang Babu.
111
111 - Keputusan Yang Sulit
112
112 - Awasi Dia
113
113 - Nama Dewa
114
114 - Musuh Sejati
115
115 - Fakta Sebenarnya.
116
116 - Pertemuan Kerajaan
117
117 - Enigma
118
118 - Malaikat
119
119 - Merinding
120
120 - Sang Emperor
121
121 - Dimanfaatkan
122
122 - Ilmu Pengetahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!