04 - Aku Titipkan

Di kediaman Clan Siga.

Malam hari, Raimond menemui istrinya yang sedang tertidur bersama Dion. Raimond melihat mereka berdua dengan sangat sedih. Lalu, Anna pun bangun dan melihat Raimond penuh dengan kesedihan.

"Sayang," kata Anna sambil berjalan menghampiri Raimond yang masih berada di depan pintu.

"Aku sudah memerintahkan Jendral Leo untuk membawa kalian pergi dari sini." kata Raimond.

Anna pun langsung menghentikan langkahnya, dan raut wajahnya pun langsung berubah.

"Apa maksudnya.?" sahut Anna.

"Pasukan kekaisaran bersama dengan 5 Clan lainnya sudah bergerak kemari. Aku tidak bisa membiarkan keturunan Clan Siga musnah begitu saja." kata Raimond.

"Lalu, bagaimana denganmu.?" tanya Anna.

"Tentu saja kami hanya akan menahan mereka sampai kalian semua berhasil keluar dari sini." jawab Raimond dengan sedih

Anna pun langsung meneteskan air mata.

"Terimakasih kau sudah hadir dalam hidupku. Dan memberikan sebuah anugrah bagiku, sebuah keturunan yang sangat berharga dari pada nyawaku sendiri." kata Raimond

Anna pun langsung memeluk Raimond dengan penuh kehangatan. Dan Raimond pun meneteskan air mata.

"Diamlah, jangan berkata seakan-akan kau akan pergi jauh. Ikutlah bersama kami Raimond. Dion masih membutuhkanmu." kata Anna dengan menangis.

"Sayang, tolong mengertilah." sahut Raimond.

"Hiks, aku akan menunggumu. Sampai kapan pun aku akan tetap menunggumu. Kembalilah kepada kami." kata Anna.

Dan Raimond pun hanya terdiam mendengarkannya saja. Lalu ia pun memberikan ciuman kepada istrinya.

"Jagalah Dion untukku. Dia adalah masa depan Clan Siga." kata Raimond.

Ia pun menghampiri Dion yang masih tertidur. Dan memegang tangannya dengan erat.

"Maafkan ayah Dion. Ayah belum bisa memberikan sesuatu yang kau inginkan. Dan ayahmu ini sangat sayang padamu."

"Grr, argm, jangan sentuh tanganku guru, itu sakit." kata Dion yang mengigau.

Raimond pun tersenyum. "Bahkan dalam mimpinya, dia tidak mengingatku."

Raimond pun mengalungkan sebuah benda kepada Dion.

"Aku titipkan masa depan Clan Siga padamu Dion. Kau pasti akan menjadi orang yang sangat hebat."

Raimond pun berdiri dan menghampiri istrinya yang masih menangis.

"Sayang, terimakasih atas bantuannya. Ayahmu bersedia membantu kita. Dia sedang menunggu kalian di atas bukit Cheng." kata Raimond.

Anna pun memeluk suaminya dengan sangat erat.

"Berjanjilah kau akan kembali. Kami masih membutuhkanmu." kata Anna

"Ah," sahut Raimond.

Dan di balik kamar, Leo sedang menunggu perpisahan mereka. Tangannya pun mengepal dengan sangat keras sambil meneteskan air mata.

"Leo, bawalah mereka." kata Raimond.

Leo pun langsung masuk kedalam kamar dan menggendong Dion yang masih tertidur.

"Saya akan menjaga mereka Ketua." kata Leo.

"Terimakasih."

Tiba-tiba puluhan bola api terlihat di atas langit yang melesat ke arah benteng depan Clan Siga.

BREDOM BREDOOM.

Dion pun langsung bangun dari tidurnya karena suara ledakan yang cukup keras.

"Mereka sudah disini." sahut Raimond.

"Ehmm. Ayah, Ayah." sahut Dion yang melihat Ayahnya yang berdiri di depan jendela.

"Dion," sahut Raimond.

"Ada apa ini ibu, kenapa aku di gendong. Turunkan aku."

"Cepat Leo bawa mereka keluar dari sini, cepat." teriak Raimond.

Leo pun langsung berlari keluar kamar bersama Dion. Dan Anna pun melihat Raimond disana.

"Jagalah dia untukku." kata Raimond.

Anna pun berlari menjauh dari sana sambil meneteskan airmata.

Dan Dion melihat ayahnya yang tersenyum padanya, lalu ia melihat Raimond meneteskan airmatanya. "Ayah"

...

Peperangan antara pasukan kekaisaran dan Clan Siga pun di mulai hari itu. Ribuan bola api di luncurkan kearah kediaman Clan Siga. Dan Raimond pun langsung terbang menuju gerbang depan.

Ia melihat pasukan kekaisaran sudah memasuki wilayah Clan Siga, pertarungan pun terjadi.

SLASSH, SRAK. WOSH.

"Aargh." " Mati kau." " Uhuk"

"Aaarrrgh" "bajingaan" "Aahg"

Suara peperangan dibawah sana. Suasana menjadi mencekam dan pembunuhan terjadi dimana-mana. Daratan berubah menjadi lautan api yang membakar Castle dan rumah-rumah.

"AYAAAAAHH." teriak Dion yang melihat lautan api di depan matanya. Bahkan ia melihat orang-orang terbunuh karena bola api yang menghantam rumah-rumah.

"CEPAAAT LARI DARI DISINI." Teriak Leo kepada warga Clan Siga.

Anna pun hanya bisa menangis sambil berlari mengikuti Leo. Dan Dion hanya tercengang melihat peperangan di depan sana, kejadian itu akan membekas di dalam hidupnya, yang mungkin akan menjadi trauma masa kecilnya.

...

Pagi hari pun tiba. Dan peperangan sudah menunjukkan tanda akan segera berakhir.

"Aku rasa mereka sudah sampai di puncak bukit Cheng. Aku sudah berusaha menahan prajurit musuh sebaik mungkin. Dan inilah akhirnya."

Tubuh Raimond di penuhi dengan luka yang sangat fatal, satu tangan kanannya tertebas, dan terdapat 3 tombak yang menancap di badannya. Namun dia masih berdiri di depan Eden.

"Huh, huh, RAIMOOOOND" teriak Eden dengan sangat marah. Bahkan tubuhnya pun sudah dipenuhi dengan luka fatal.

Tangan kanan Eden patah tulang, dan kepalanya di lumuri darah. Keadaan keduanya benar-benar sangat memprihatinkan.

"Uhuk, huh huh." Raimond memuntahkan darah

"Huh huh, tidak kusangkan kau juga memiliki Gemstone. Keparat, dimana kau menyimpan Artefak itu." teriak Eden

"Sampai mati pun, aku tidak akan mengatakannya." sahut Raimond.

Eden pun hanya memandangnya dengan tatapan yang sangat tajam.

"Raimond itu, benar-benar sangat kuat. Bahkan dia mampu bertarung seimbang dengan Yang Mulia." kata Shang yang berdiri di belakang Eden.

"Bahkan dia mampu membunuh ribuan prajurit sendirian. Apa jadinya jika Yang Mulia Raja tidak ada disini." kata Raiden Dengan tubuh yang sempoyongan.

...

"Lihatlah pasukanmu, mereka semua sudah mati. Hanya tinggal kau seorang diri yang masih hidup. Cepat katakan, aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit." teriak Eden.

Raimond pun hanya terdiam sambil melihat Eden dengan tatapan tajam.

"Apa kau akan melawan kami sendirian.? Raimond, bahkan pasukanku masih ada 60rb orang, dan para pemimpin Clan juga masih berdiri disini. Apa yang akan kau lakukan.?" teriak Gildan sambil mengarahkan tombaknya.

Raimond pun memejamkan matanya, dan auranya keluar lagi. lalu tangannya mencabut tombaknya satu persatu.

Clang, Clang Clang sebuah tombak yang di buang oleh Raimond.

"Uhuk, huh huh." bahkan ia sampai memuntahkan darah berkali-kali.

"Memang sangat mustahil melawan mereka semua sendirian. Tapi setidaknya Eden keparat itu harus mati demi anak dan istriku, dan demi rakyatku, akan aku keluarkan semuanya." kata Raimond

"huuaAAAAA." Raimond pun berteriak dengan sangat kencang sambil mengeluarkan semua auranya.

"Bajingan keparat. Dia masih mempunyai kekuatan." kata Gildan.

"Bentuk formasi Tombak Langit." teriak Eden.

"Siap." teriak semua Ketua disana, lalu mereka pun mengepung Raimond.

"Apa.? Ini tidak bisa aku biarkan." sahut Raimond.

SIUUUU. ia pun terbang menuju Gildan dan ingin menyerangnya, tapi

KLANG. "Apa kau lupa denganku.?" kata Eden.

"Sialan"

Trang Trang BREDOM.

Mereka berdua pun bertarung dengan sangat sengit di atas udara. Hanya terlihat siluet cahaya dari pertarungan mereka berdua.

Lalu, sebuah cahaya keluar membentuk persegi lima yang mengurung Raimond. Cahaya tembok itu adalah pertahanan tingkat 6 yang tidak mudah di tembus oleh seseorang.

"Uhuk." Raimond memuntahkan darahnya. Lalu Buok perutnya pun di tendang oleh Eden dan terpental ke bawah tanah.

"Inilah akhir riwayatmu." kata Eden sambil mengambil formasi di tangannya.

Sebuah lingkaran sihir berwarna merah maron keluar di atas Eden. Sebuah formasi Tombak Langit yang sangat dahsyat terlihat di atas langit. Bahkan formasi itu sampai terlihat dari atas bukit Cheng yang berjarak ratusan km.

"Raimond." kata Anna dalam hati dengan sangat sedih.

...

Raimond pun hanya melihat ke atas dengan tersenyum. Lalu, sebuah tombak keluar dari tengah lingkaran formasi yang di buat oleh Eden.

Tombak raksasa berwarna merah yang di selimuti petir berwarna hitam turun melewati Eden. Dengan satu gerakan tangannya ke arah bawah. Tombak itu pun melesat kebawah sana.

"Matilah"

Raimond pun tiba-tiba mengingat masa lalunya saat ia menikah dengan Anna, lalu hidup bahagia dengannya, dan sebuah anugerah lahir ke dunia. Membuat Raimond menangis. Ia mengingat saat-saat menjaga Dion yang masih bayi, dan sering dimarahi oleh Anna.

Dalam hatinya dia merasa sudah waktunya untuk merelakan semuanya.

"Terimakasih kalian sudah hadir dalam hidupku." kata Raimond dengan tersenyum.

BREDOOOMMMMM.

Sebuah ledakan yang sangat dahsyat menghantam tubuh Raimond. Bahkan ledakan itu mampu menghancurkan dinding tingkat 6.

"CEPAT BUAT FORMASI BARU." teriak Eden disana.

Dan tidak berlangsung lama, semua prajurit pun membuat sebuah formasi pertahanan untuk melindungi diri dari ledakan yang sangat dahsyat itu.

Dan beberapa prajurit pun ikut hancur karena efek dari ledakan tersebut.

...

Di atas bukit Cheng. Anna pun merasakan kehilangan dalam hatinya, dan meneteskan air mata. Dion pun hanya melihat ledakan itu dengan tercengang. Dan dalam beberapa detik, angin dari ledakan itu sampai bisa di rasakan di atas bukit Cheng.

Anna pun melihat Siluet Raimond yang berdiri di atas udara dengan tersenyum kepadanya. "Hiks, Sayang." dalam beberapa detik Siluet itu pun menghilang dari hadapannya.

Tanpa Anna sadari, Dion pun melihat Siluet itu. "Ayah.?"

"AYAAAAAAAAH." teriak Dion dengan sangat kencang.

...

Terpopuler

Comments

Azalia bunga

Azalia bunga

semangat kakk bikin ceritanya🤗

2024-09-20

1

lihat semua
Episodes
1 01 - Artefak Unik
2 02 - Kekuatan Jiwa
3 03 - Perintah Terakhir
4 04 - Aku Titipkan
5 05 - Jejak
6 06 - Penerus
7 07 - Warisan Leluhur
8 08 - Terulang Kembali
9 09 - Kemarahan
10 10 - Bala Bantuan
11 11 - Benda Langit
12 12 - Kemungkinan
13 13 - Arwah Gentayangan
14 14 - Surat Cinta
15 15 - Permusuhan
16 16 - Pelajaran Terakhir
17 17 - Aliansi
18 18 - Persiapan Perang
19 19 - Negosiasi
20 20 - Penyerangan Tak Terduga
21 21 - Catatan Kuno
22 22 - Tuan Putri
23 23 - Penjajah lainnya
24 24 - Menjadi Gila
25 25 - Kekejaman
26 26 - Orang Terkuat
27 27 - Deklarasi Perang
28 28 - Penawaran
29 29 - Pertemuan Pertama.
30 30 - Serangan Tombak Emas
31 31 - Sampai Bertemu Lagi
32 32 - Gelisah
33 33 - Cerita Masa Lalu.
34 34 - Salah Paham
35 35 - Kehilangan
36 36 - Menghadang
37 37 - Segel Seribu Cahaya.
38 38 - Perang Terakhir
39 39 - Kerajaan Baru
40 40 - Cinta
41 41 - Permata
42 42 - Menunggumu
43 43 - Aku tidak Tau
44 44 - Harapan
45 45 - Biarkan Saja
46 46 - Makanan Untukmu
47 47 - Tiba-tiba
48 48 - Selamat Tinggal
49 49 - Kuil Misterius
50 50 - Sebuah Gelar
51 51 - Sarang Naga
52 52 - Dermaga
53 53 - Tragedi Lainnya.
54 54 - Masih Menunggumu
55 55 - Rindu
56 56 - Hewan Mitologi
57 57 - Memisahkan Cahaya
58 58 - Sarang Naga
59 59 - Pilihan
60 60 - Pasukan Gabungan Overlord
61 61 - Kekuatan Penuh.
62 62 - Senjata Legenda
63 63 - Ciuman Pertama.
64 64 - Rapat Perdana.
65 65 - Tidak Ada Negosiasi.
66 66 - Informasi Bantuan
67 67 - Awakening
68 68 - Ruang Kekuatan.
69 69 - Ratusan Gemstone.
70 70 - Surat Kejutan.
71 71 - Percobaan
72 72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73 73 - Pasukan Naga
74 74 - Tetap Menunggumu.
75 75 - Fenomena.
76 76 - Kompensasi
77 77 - Dion Siga.
78 78 - Bantuan
79 79 - Tempat Itu.
80 80 - Jangan Pergi.
81 81 - Lamaran
82 82 - Luka Dalam
83 83 - Serikat
84 84 - Royal Union
85 85 - Peribahasa.
86 86 - Rahasia
87 87 - Penderitaan
88 88 - Kunci
89 89 - Sebuah Pilihan
90 90 - Anggaran Militer
91 91 - Menaikkan Tarif
92 92 - Biang Kerok
93 93 - Diskusi
94 94 - Pahlawan Sebenarnya.
95 95 - Pakaian Resmi
96 96 - Malam Yang Indah
97 97 - Tanda Tangan Perjanjian
98 98 - Fakta Lainnya
99 99 - Cara Aman
100 100 - Penerjemah
101 101 - Ancistor
102 102 - Hukum Kekuatan.
103 103 - Lahirnya Awakening Baru
104 104 - Surat Tugas Pertama
105 105 - Permintaan Bantuan
106 106 - Kerajaan Yang Runtuh
107 107 - Tidak Ada Fairley
108 108 - Mengagumimu
109 109 - Tragedi Yang Tragis
110 110 - Seorang Babu.
111 111 - Keputusan Yang Sulit
112 112 - Awasi Dia
113 113 - Nama Dewa
114 114 - Musuh Sejati
115 115 - Fakta Sebenarnya.
116 116 - Pertemuan Kerajaan
117 117 - Enigma
118 118 - Malaikat
119 119 - Merinding
120 120 - Sang Emperor
121 121 - Dimanfaatkan
122 122 - Ilmu Pengetahuan
Episodes

Updated 122 Episodes

1
01 - Artefak Unik
2
02 - Kekuatan Jiwa
3
03 - Perintah Terakhir
4
04 - Aku Titipkan
5
05 - Jejak
6
06 - Penerus
7
07 - Warisan Leluhur
8
08 - Terulang Kembali
9
09 - Kemarahan
10
10 - Bala Bantuan
11
11 - Benda Langit
12
12 - Kemungkinan
13
13 - Arwah Gentayangan
14
14 - Surat Cinta
15
15 - Permusuhan
16
16 - Pelajaran Terakhir
17
17 - Aliansi
18
18 - Persiapan Perang
19
19 - Negosiasi
20
20 - Penyerangan Tak Terduga
21
21 - Catatan Kuno
22
22 - Tuan Putri
23
23 - Penjajah lainnya
24
24 - Menjadi Gila
25
25 - Kekejaman
26
26 - Orang Terkuat
27
27 - Deklarasi Perang
28
28 - Penawaran
29
29 - Pertemuan Pertama.
30
30 - Serangan Tombak Emas
31
31 - Sampai Bertemu Lagi
32
32 - Gelisah
33
33 - Cerita Masa Lalu.
34
34 - Salah Paham
35
35 - Kehilangan
36
36 - Menghadang
37
37 - Segel Seribu Cahaya.
38
38 - Perang Terakhir
39
39 - Kerajaan Baru
40
40 - Cinta
41
41 - Permata
42
42 - Menunggumu
43
43 - Aku tidak Tau
44
44 - Harapan
45
45 - Biarkan Saja
46
46 - Makanan Untukmu
47
47 - Tiba-tiba
48
48 - Selamat Tinggal
49
49 - Kuil Misterius
50
50 - Sebuah Gelar
51
51 - Sarang Naga
52
52 - Dermaga
53
53 - Tragedi Lainnya.
54
54 - Masih Menunggumu
55
55 - Rindu
56
56 - Hewan Mitologi
57
57 - Memisahkan Cahaya
58
58 - Sarang Naga
59
59 - Pilihan
60
60 - Pasukan Gabungan Overlord
61
61 - Kekuatan Penuh.
62
62 - Senjata Legenda
63
63 - Ciuman Pertama.
64
64 - Rapat Perdana.
65
65 - Tidak Ada Negosiasi.
66
66 - Informasi Bantuan
67
67 - Awakening
68
68 - Ruang Kekuatan.
69
69 - Ratusan Gemstone.
70
70 - Surat Kejutan.
71
71 - Percobaan
72
72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73
73 - Pasukan Naga
74
74 - Tetap Menunggumu.
75
75 - Fenomena.
76
76 - Kompensasi
77
77 - Dion Siga.
78
78 - Bantuan
79
79 - Tempat Itu.
80
80 - Jangan Pergi.
81
81 - Lamaran
82
82 - Luka Dalam
83
83 - Serikat
84
84 - Royal Union
85
85 - Peribahasa.
86
86 - Rahasia
87
87 - Penderitaan
88
88 - Kunci
89
89 - Sebuah Pilihan
90
90 - Anggaran Militer
91
91 - Menaikkan Tarif
92
92 - Biang Kerok
93
93 - Diskusi
94
94 - Pahlawan Sebenarnya.
95
95 - Pakaian Resmi
96
96 - Malam Yang Indah
97
97 - Tanda Tangan Perjanjian
98
98 - Fakta Lainnya
99
99 - Cara Aman
100
100 - Penerjemah
101
101 - Ancistor
102
102 - Hukum Kekuatan.
103
103 - Lahirnya Awakening Baru
104
104 - Surat Tugas Pertama
105
105 - Permintaan Bantuan
106
106 - Kerajaan Yang Runtuh
107
107 - Tidak Ada Fairley
108
108 - Mengagumimu
109
109 - Tragedi Yang Tragis
110
110 - Seorang Babu.
111
111 - Keputusan Yang Sulit
112
112 - Awasi Dia
113
113 - Nama Dewa
114
114 - Musuh Sejati
115
115 - Fakta Sebenarnya.
116
116 - Pertemuan Kerajaan
117
117 - Enigma
118
118 - Malaikat
119
119 - Merinding
120
120 - Sang Emperor
121
121 - Dimanfaatkan
122
122 - Ilmu Pengetahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!