11 - Benda Langit

Ledakan yang sangat besar pun terjadi di tengah-tengah pemukiman desa Majaren.

WOOSH. DRRRMMM.

"Itu akan membunuh bocah itu sekaligus menghancurkan desa mereka." kata Gedo.

"Haaaa." suara Guru Sima yang sudah tidak berdaya melihat ledakan itu.

Dan berjalannya waktu, pasukan pejuang dari Clan Siga pun sudah terbunuh sepenuhnya, hanya tinggal Guru Sima sajalah yang tersisa.

Dengan hati yang sangat hancur, melihat Muridnya di hantam tombak hijau di depan matanya. Guru Sima pun sangat marah. Dan tiba-tiba tubuhnya melayang.

Sep sep SEP. Sebuah formasi terbentuk di atas udara. Dan ribuan pedang keluar dari lingkaran itu. Dengan satu gerakan tangannya, ribuan pedang itu pun melesat kebawah.

BREDOM BREDOOM BDREM.

Gedo pun hanya melihat dengan tercengang dan tidak sempat membuat formasi perlindungan diri.

"SIALAN KAU PAK PAK TUAAA." teriak Gedo.

SWOOOSSSH SWOOSH. BREDOM.

Pedang-pedang itu pun terus keluar dari lingkaran formasi milik Guru Sima.

"Ini adalah teknik terlarang milik Clan Siga. Siapapun yang mengunakan teknik ini akan mati setelahnya. Itu sudah cukup untuk sebuah pengorbanan atas kematian muridku."

DREDOOM..

Serangan pedang milik Guru Sima pun berhenti seketika, bahkan tubuhnya pun langsung terjatuh ke bawah tanah.

Pasukan Clan Shinbi pun di libas habis oleh serangan Guru Sima. Bahkan tidak ada tanda-tanda seseorang yang hidup disana.

Bruuk

Tubuh Guru Sima pun tergeletak di atas tanah. "Uhuk uhuk. Mungkin perjuanganku sudah berakhir sampai disini. Maafkan aku para Leluhur Clan Siga, aku tidak bisa menjaga tanggung jawab untuk menjaga Amanah kalian semua." kata Guru Sima

Lalu, terlihat di antara tumpukan mayat Pasukan Clan Shinbi, sebuah tangan yang bergerak dan berusaha keluar dari tumpukan mayat itu

"huh huh huh, kurang ajar kau Pak Tua." kata Gedo dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan.

"Dia masih hidup rupanya. Aku tidak bisa membiarkan orang itu tetap ada. Masih ada harapan bagi Clan Siga tetap hidup, warga desa yang berusaha menyelamatkan diri mereka, itu adalah harapan." kata Guru Sima

Ia pun berusaha berdiri sebelum ajal menjemputnya. Lalu, ia melesat kearah Gedo.

SWOOSH. Suing Suing. Guru Sima pun membentuk dua pedang yang keluar dari udara.

"Ha.?" sahut Gedo dengan sangat terkejut.

JLEB JLEB. "Arrrgh." dua pedang cahaya itu pun menancap di tubuh Gedo, dan langsung menghilang.

Bruk Bruk Bruk. Tubuh Guru Sima pun terpental ketanah.

...

Pertempuran yang terjadi di desa Majaren, membuat kedua belah pihak mengalami kerugian yang besar, bahkan pasukan dari Clan Shinbi tidak ada satu pun yang selamat.

Pemandangan yang sangat mengenaskan, puluhan ribu mayat tergeletak di sana, dan aliran darah mengalir seperti sungai. Pertempuran itu tidak menemukan hasil.

Guru Sima yang paling berjasa atas pertempuran itu harus mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan generasi Clan Siga yang tersisa. Dan pemimpin Clan Shinbi pun ikut meninggal saat terkena serangan terakhir dari Guru Sima.

...

Di tempat Anna berada.

Semua pasukan kekaisaran yang menyerang melalui jalur belakang pun, berhasil di ringkus oleh Leo bersama dengan pasukannya.

"Huh huh huh."

"Apa ini sudah berakhir.?" sahut Leo dengan tubuh yang sudah sempoyongan.

Terlihat semua orang disana menangis secara histeris melihat keluarganya meninggal karena luka parah. Dan Anna meneteskan airmata sambil menyembuhkan beberapa orang yang terluka.

...

Pagi hari pun tiba.

Rombongan sisa Clan Siga pun berhenti di sebuah bukit yang cukup jauh dari pemukiman desa Majaren. Mereka beristirahat sambil menunggu bantuan dari Clan Siwa.

"Lily." sahut Leo sambil menghampiri tubuh Lily yang masih pingsan.

"Tenanglah Jendral. Lily hanya butuh istirahat sampai dia pulih kembali." sahut warga desa.

Dan sisi lain. Terlihat Anna yang merenung sambil memegangi tangan kirinya.

"Dion." kata Anna dengan penuh kesedihan sambil meremas lengannya sendiri.

"Kita akan kembali kesana dan mencari orang-orang yang masih hidup Nyonya." kata salah satu pejuang Clan Siga.

Namun Anna hanya terdiam sambil melihat pemandangan bukit di depannya.

...

Beberapa jam pun berlalu, Rombongan Clan Siga pun sampai di kawasan Clan Siwa. Beberapa prajurit Clan Siwa pun langsung membantu mereka semua, dan merawat orang-orang yang terluka.

Verda pun menghampiri Anna yang sedang duduk dengan tatapan kosong.

"Anna."

Namun Anna hanya terdiam tanpa berkedip sekalipun. Luka yang sangat mendalam bagi Anna, yang tidak bisa menemukan Dion.

"Hmm, aku sudah memerintahkan beberapa prajurit Clan Siwa untuk mencari Dion. Kau tenang saja, mereka pasti membawa Dion kembali dengan selamat." kata Verda.

Tapi tetap, Anna hanya bisa terdiam seribu bahasa dengan tatapan kosong.

...

Dan waktu pun berjalan begitu cepat. Malam hari pun tiba. Di desa Majaren, tempat Dion terkena serangan tombak hijau. Sesuatu bersinar dari lubang tempat Dion terkena serangan.

Tubuh Dion masih utuh dan tiba-tiba melayang keatas. Lalu dalam sekejap mata, cahaya itu pun menghilang. Dan tubuhnya pun terhempas jatuh kembali.

Bruok.

Dion pun membuka matanya. Dan ia merasakan sakit yang sangat luar biasa di tubuhnya.

"Aaarg." Dion pun menoleh kearah kiri, dan ia melihat tubuh Seto yang hancur disana. Dengan sontak Dion pun langsung terkejut "Ha."

"Kak Seto.? Tidak mungkin."

Ia pun teringat saat-saat terakhir sebelum tombak mengarah kearahnya. Seto melempar tubuh Dion, dan dengan cepat, Seto membuat sebuah formasi pelindung untuk dirinya.

Dion pun langsung meneteskan airmatanya, Pengorbanan Seto untuk menyelamatkan Pemimpin Clan Siga pun berhasil. meskipun tubuhnya hancur sebagai bayarannya.

"Hiks kak Seto. Maafkan aku. Hiks hiks."

Hujan pun turun. Dan beberapa serangga bahkan burung gagak sudah memenuhi tempat itu. Dalam gelapnya malam dan hujan yang begitu lebat, Dion menangis dan larut dalam kesedihan.

Tiba-tiba Sraaaak langit pun membelah, dan dengan cepat, awan diatas membentuk sebuah lingkaran. Lalu sebuah cahaya keluar dari lingkaran awan itu.

"Ha.?" Dion yang melihatnya pun sangat terkejut dengan fenomena itu.

Terlihat sebuah cahaya yang bersinar sangat terang turun dari atas langit menuju kebawah dengan sangat cepat dan menghantam bukit di samping desa.

BREDEMM. bahkan tanah pun ikut terguncang, getarannya pun sampai bisa di rasakan oleh Dion.

"Apa itu.?" sahut Dion

Dalam kesedihannya itu, Dion pun menyadari bahwa dirinya masih harus tetap hidup. Demi menjaga Artefak Unik dan demi Clan Siga, ia berusaha bangkit dari keterpurukannya itu.

"Errrgh. Aaah." dia berusaha naik ke permukaan. Dengan sekuat tenaga, ia pun berhasil sampai di atas. Lalu ia melihat tubuh Seto yang sudah hancur.

"Maafkan kecerobohan ku kak Seto, aku akan kembali dan memakamkan kalian semua nanti." kata Dion sambil menangis.

Lalu ia pun berusaha berdiri, dan terjatuh.

"Kaki kiriku patah tulang. Ini sakit sekali, hiks sakit."

Dengan kondisi tubuh yang sudah terluka parah, Dion masih berusaha berdiri dan berjalan secara perlahan sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.

"Huh huh huh." ia berusaha melompat selangkah demi selangkah. Lalu ia pun terjatuh. Dan berdiri lagi, lalu terjatuh lagi, bahkan dia tidak menemukan tongkat atau serpihan kayu yang bisa membantunya.

"Aku harus melihat cahaya itu. Aku harus hidup, harus tetap hidup."

Dion pun merangkak dan menyeret tubuhnya menggunakan kedua tangannya. Terkadang ia tertidur beberapa kali, dan bahkan pingsan berkali-kali.

...

Pagi hari pun tiba, cahaya terang menyinari wajah Dion yang penuh luka.

"Sudah pagi ya. Aargh."

Ia pun melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa ada seorang pun yang tau. Hingga siang hari, lalu berlanjut malam hari. Dion masih merangkak menuju ke atas bukit sendirian.

"Sakit, hiks ibu. Hiks sakit. Aku juga sangat lapar."

Dan ia pun pingsan lagi sampai pagi hari di hari berikutnya tiba. Kondisi tubuh Dion semakin lemah dan sangat kurus. Dia mencoba meminum air hujan yang ada di tanah untuk bertahan hidup. Lalu melanjutkan berangkat ke atas bukit.

"Huh huh huh. Aku sudah tidak kuat. Bahkan aku tidak bisa merasakan sakit di tubuhku. Apa aku sudah mati.?" kata Dion yang sudah tergeletak di atas tanah.

Selama 3 hari dia berusaha menuju ke atas bukit dengan luka tubuh yang sangat parah, dan tanpa memakan apapun.

"Aku harus tetap hidup. Aku harus tetap hidup. Aku harus tetap hidup."

Dia pun berusaha sekuat tenaga untuk melanjutkan perjalanannya. Hingga saat malam hari, dia berhasil sampai di puncak bukit.

"Huh huh huh." dia melihat sebuah lubang yang bercahaya di depannya.

"Akhirnya aku sampai disini. Huh huh huh. Aku harus segera kesana."

Dion pun merangkak menuju lubang didepannya. Dan terlihat sebuah benda seperti jarum menancap di tengah-tengah lubang besar. Jarum itu bersinar dengan sangat terang berwarna putih.

"Ternyata hanya sebuah benda yang bercahaya."

Lalu, ia pun pingsan dan terjatuh kelubang itu. Tubuhnya pun menggelinding ketengah lubang. Dan tanpa di sengaja, tangan Dion menyentuh benda itu.

Tiba-tiba tubuhnya bersinar dengan sangat terang. Dan tubuhnya pun melayang ke atas udara. Tubuh Dion menyerap esensi energi yang ada di jarum itu hingga jarumnya terekstrak sepenuhnya kedalam tubuh Dion.

Lalu, tubuhnya itu pun terjatuh kebawah tanah. Bruok

...

Episodes
1 01 - Artefak Unik
2 02 - Kekuatan Jiwa
3 03 - Perintah Terakhir
4 04 - Aku Titipkan
5 05 - Jejak
6 06 - Penerus
7 07 - Warisan Leluhur
8 08 - Terulang Kembali
9 09 - Kemarahan
10 10 - Bala Bantuan
11 11 - Benda Langit
12 12 - Kemungkinan
13 13 - Arwah Gentayangan
14 14 - Surat Cinta
15 15 - Permusuhan
16 16 - Pelajaran Terakhir
17 17 - Aliansi
18 18 - Persiapan Perang
19 19 - Negosiasi
20 20 - Penyerangan Tak Terduga
21 21 - Catatan Kuno
22 22 - Tuan Putri
23 23 - Penjajah lainnya
24 24 - Menjadi Gila
25 25 - Kekejaman
26 26 - Orang Terkuat
27 27 - Deklarasi Perang
28 28 - Penawaran
29 29 - Pertemuan Pertama.
30 30 - Serangan Tombak Emas
31 31 - Sampai Bertemu Lagi
32 32 - Gelisah
33 33 - Cerita Masa Lalu.
34 34 - Salah Paham
35 35 - Kehilangan
36 36 - Menghadang
37 37 - Segel Seribu Cahaya.
38 38 - Perang Terakhir
39 39 - Kerajaan Baru
40 40 - Cinta
41 41 - Permata
42 42 - Menunggumu
43 43 - Aku tidak Tau
44 44 - Harapan
45 45 - Biarkan Saja
46 46 - Makanan Untukmu
47 47 - Tiba-tiba
48 48 - Selamat Tinggal
49 49 - Kuil Misterius
50 50 - Sebuah Gelar
51 51 - Sarang Naga
52 52 - Dermaga
53 53 - Tragedi Lainnya.
54 54 - Masih Menunggumu
55 55 - Rindu
56 56 - Hewan Mitologi
57 57 - Memisahkan Cahaya
58 58 - Sarang Naga
59 59 - Pilihan
60 60 - Pasukan Gabungan Overlord
61 61 - Kekuatan Penuh.
62 62 - Senjata Legenda
63 63 - Ciuman Pertama.
64 64 - Rapat Perdana.
65 65 - Tidak Ada Negosiasi.
66 66 - Informasi Bantuan
67 67 - Awakening
68 68 - Ruang Kekuatan.
69 69 - Ratusan Gemstone.
70 70 - Surat Kejutan.
71 71 - Percobaan
72 72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73 73 - Pasukan Naga
74 74 - Tetap Menunggumu.
75 75 - Fenomena.
76 76 - Kompensasi
77 77 - Dion Siga.
78 78 - Bantuan
79 79 - Tempat Itu.
80 80 - Jangan Pergi.
81 81 - Lamaran
82 82 - Luka Dalam
83 83 - Serikat
84 84 - Royal Union
85 85 - Peribahasa.
86 86 - Rahasia
87 87 - Penderitaan
88 88 - Kunci
89 89 - Sebuah Pilihan
90 90 - Anggaran Militer
91 91 - Menaikkan Tarif
92 92 - Biang Kerok
93 93 - Diskusi
94 94 - Pahlawan Sebenarnya.
95 95 - Pakaian Resmi
96 96 - Malam Yang Indah
97 97 - Tanda Tangan Perjanjian
98 98 - Fakta Lainnya
99 99 - Cara Aman
100 100 - Penerjemah
101 101 - Ancistor
102 102 - Hukum Kekuatan.
103 103 - Lahirnya Awakening Baru
104 104 - Surat Tugas Pertama
105 105 - Permintaan Bantuan
106 106 - Kerajaan Yang Runtuh
107 107 - Tidak Ada Fairley
108 108 - Mengagumimu
109 109 - Tragedi Yang Tragis
110 110 - Seorang Babu.
111 111 - Keputusan Yang Sulit
112 112 - Awasi Dia
113 113 - Nama Dewa
114 114 - Musuh Sejati
115 115 - Fakta Sebenarnya.
116 116 - Pertemuan Kerajaan
117 117 - Enigma
118 118 - Malaikat
119 119 - Merinding
120 120 - Sang Emperor
121 121 - Dimanfaatkan
122 122 - Ilmu Pengetahuan
Episodes

Updated 122 Episodes

1
01 - Artefak Unik
2
02 - Kekuatan Jiwa
3
03 - Perintah Terakhir
4
04 - Aku Titipkan
5
05 - Jejak
6
06 - Penerus
7
07 - Warisan Leluhur
8
08 - Terulang Kembali
9
09 - Kemarahan
10
10 - Bala Bantuan
11
11 - Benda Langit
12
12 - Kemungkinan
13
13 - Arwah Gentayangan
14
14 - Surat Cinta
15
15 - Permusuhan
16
16 - Pelajaran Terakhir
17
17 - Aliansi
18
18 - Persiapan Perang
19
19 - Negosiasi
20
20 - Penyerangan Tak Terduga
21
21 - Catatan Kuno
22
22 - Tuan Putri
23
23 - Penjajah lainnya
24
24 - Menjadi Gila
25
25 - Kekejaman
26
26 - Orang Terkuat
27
27 - Deklarasi Perang
28
28 - Penawaran
29
29 - Pertemuan Pertama.
30
30 - Serangan Tombak Emas
31
31 - Sampai Bertemu Lagi
32
32 - Gelisah
33
33 - Cerita Masa Lalu.
34
34 - Salah Paham
35
35 - Kehilangan
36
36 - Menghadang
37
37 - Segel Seribu Cahaya.
38
38 - Perang Terakhir
39
39 - Kerajaan Baru
40
40 - Cinta
41
41 - Permata
42
42 - Menunggumu
43
43 - Aku tidak Tau
44
44 - Harapan
45
45 - Biarkan Saja
46
46 - Makanan Untukmu
47
47 - Tiba-tiba
48
48 - Selamat Tinggal
49
49 - Kuil Misterius
50
50 - Sebuah Gelar
51
51 - Sarang Naga
52
52 - Dermaga
53
53 - Tragedi Lainnya.
54
54 - Masih Menunggumu
55
55 - Rindu
56
56 - Hewan Mitologi
57
57 - Memisahkan Cahaya
58
58 - Sarang Naga
59
59 - Pilihan
60
60 - Pasukan Gabungan Overlord
61
61 - Kekuatan Penuh.
62
62 - Senjata Legenda
63
63 - Ciuman Pertama.
64
64 - Rapat Perdana.
65
65 - Tidak Ada Negosiasi.
66
66 - Informasi Bantuan
67
67 - Awakening
68
68 - Ruang Kekuatan.
69
69 - Ratusan Gemstone.
70
70 - Surat Kejutan.
71
71 - Percobaan
72
72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73
73 - Pasukan Naga
74
74 - Tetap Menunggumu.
75
75 - Fenomena.
76
76 - Kompensasi
77
77 - Dion Siga.
78
78 - Bantuan
79
79 - Tempat Itu.
80
80 - Jangan Pergi.
81
81 - Lamaran
82
82 - Luka Dalam
83
83 - Serikat
84
84 - Royal Union
85
85 - Peribahasa.
86
86 - Rahasia
87
87 - Penderitaan
88
88 - Kunci
89
89 - Sebuah Pilihan
90
90 - Anggaran Militer
91
91 - Menaikkan Tarif
92
92 - Biang Kerok
93
93 - Diskusi
94
94 - Pahlawan Sebenarnya.
95
95 - Pakaian Resmi
96
96 - Malam Yang Indah
97
97 - Tanda Tangan Perjanjian
98
98 - Fakta Lainnya
99
99 - Cara Aman
100
100 - Penerjemah
101
101 - Ancistor
102
102 - Hukum Kekuatan.
103
103 - Lahirnya Awakening Baru
104
104 - Surat Tugas Pertama
105
105 - Permintaan Bantuan
106
106 - Kerajaan Yang Runtuh
107
107 - Tidak Ada Fairley
108
108 - Mengagumimu
109
109 - Tragedi Yang Tragis
110
110 - Seorang Babu.
111
111 - Keputusan Yang Sulit
112
112 - Awasi Dia
113
113 - Nama Dewa
114
114 - Musuh Sejati
115
115 - Fakta Sebenarnya.
116
116 - Pertemuan Kerajaan
117
117 - Enigma
118
118 - Malaikat
119
119 - Merinding
120
120 - Sang Emperor
121
121 - Dimanfaatkan
122
122 - Ilmu Pengetahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!