05 - Jejak

Wilayah kediaman Clan Siga.

Di atas udara, Eden menghempaskan nafasnya berkali-kali sambil memegang tangan kanannya. Efek ledakan dari tombak langit pun mulai menghilang.

Sebuah lubang yang sangat luas dan dalam terbentuk di bawah sana. Bahkan beberapa prajurit pun ada yang tewas karena terkena ledakan tersebut.

"Tidak kusangkan, ledakannya akan seperti ini." kata Eden.

Eden pun turun dari atas udara dan melihat kondisi pasukannya.

"Yang Mulia." ucap Gildan yang sudah tergeletak di atas tanah bersama dengan 3 ketua Clan lainnya.

"Sebaiknya kalian memulihkan diri dulu." sahut Eden sambil berjalan menuju kediaman Raimond.

Efek dari ledakan itu sampai menghancurkan separuh dari pemukiman Clan Siga. Dan Eden terus berjalan sampai ke dalam.

"Tidak ada tanda-tanda mayat keluarga Siga. Hanya mayat orang yang mati karena ledakan bola api."

"Dimana kau menyimpannya Raimond.?" kata Eden sambil masuk kedalam kediaman Raimond.

Dan beberapa saat kemudian, Eden tidak menemukan apapun yang ia cari, hanya berkas dokumen dan pakaian yang masih tersimpan di dalam sana.

"Bajingan keparat. AAAARG." teriak Eden dengan penuh kekesalan.

...

Wilayah bagian belakang Clan Siga, Batalion yang di pimpin oleh Seila dan Gedo sampai di kediaman Clan Siga.

"Apa yang sudah terjadi disini.?" sahut Seila yang melihat kondisi pemukiman Clan Siga yang sudah hancur ditelan api.

Hanya beberapa bangunan yang masih tersisa seperti castle tempat tinggal Raimond dan keluarganya.

"Aku melihat ada jejak kearah sana, sepertinya ada beberapa orang yang sudah pergi dari sini." sahut Gedo.

"Arah jejak ini, sepertinya mereka menuju bukit Cheng." kata Seila.

"Kau tau banyak tentang kawasan Siga Seila." sahut Gedo.

"Waktu kecil aku sering main kesini, dan itu sudah 30 tahun yang lalu. Meskipun sudah lama, tapi aku sedikit mengingatnya, waktu itu Raimond pernah mengajak aku bermain ke atas bukit Cheng." kata Seila.

"Hm, apa perlu kita periksa jejaknya lebih jauh.?" tanya Gedo.

"Perintahkan beberapa orang untuk mengikuti jejak ini." sahut Seila.

"Baiklah." Gedo pun memerintahkan beberapa prajurit kavaleri untuk mengikuti jejak yang masih terlihat.

Lalu, Eden pun keluar dari kediaman Raimond.

"Yang Mulia.? Kenapa Yang Mulia ada disana.? Bahkan tidak ada pengawalan sama sekali." kata Seila.

"Prajurit berkumpul." teriak Gedo.

Seila dan Gedo pun turun dari kudanya dan menghampiri Eden yang berjalan keluar dari kediaman Raimond.

"Hormat kami Yang Mulia Raja." kata Semua prajurit disana sambil menundukkan kepala mereka.

"Tinggalkan tempat ini, dan bantu prajurit yang terluka disana." kata Eden.

"Baik Yang Mulia. Laksanakan perintah." sahut Gedo, lalu ia pun memerintahkan pasukannya untuk menuju ke gerbang depan.

Dan Eden pun hanya terdiam melihat kediaman Raimond disana dengan cukup lama.

"Yang Mulia, bagaimana keadaan Anda. Saya melihat banyak bercak darah di pakaian Anda." kata Seila

"Jangan khawatirkan aku, sebaiknya kau juga menyelamatkan prajurit yang terluka." sahut Eden.

Dan Seila pun hanya terdiam melihat punggung Eden disana.

"Yang Mulia, kami menemukan jejak beberapa orang yang pergi dari sini." kata Seila.

"Apaa.? Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat. Dimana jejak itu.?" sahut Eden dengan emosi

"Kami menemukannya di jalur belakang, dan sepertinya jejak itu menuju ke bukit Cheng." kata Seila.

"Perintahkan pasukanmu untuk mengejar mereka, jangan sampai mereka lolos dari sini. Selama mereka masih berada didalam kawasan Kekaisaran, bunuh mereka semua." kata Eden.

"Baik. Laksanakan perintah Anda Yang Mulia." sahut Seila.

Ia pun langsung menjauh dari sana dan menaiki kudanya. "Prajurit, perintah Yang Mulia Raja, temukan sisa-sisa orang dari Clan Siga yang masih masih hidup, dan bunuh mereka semua."

...

Rombongan sisa-sisa Clan Siga pun bertemu dengan ketua Clan Siwa yang sudah menunggu mereka di bawah lembah bukit.

"Anna, aku bersyukur kau masih hidup." kata Verda

Namun Anna tidak menghiraukannya dan melewati ayahnya itu dengan tatapan kosong.

"Anna"

Lalu, Verda pun melihat raut wajah semua orang disana dengan raut wajah yang lesu dan tatapan yang kosong.

"Ekspresi wajah yang penuh dengan kesedihan."

Leo pun langsung menghadap Verda disana.

"Salam Ketua Clan Siwa. Tuan Verda." kata Leo

"Jendral Leo, apa kau baik-baik saja.?" tanya Verda

"Ah, maafkan kami yang tidak bisa menyambut Anda dengan benar. Anda mungkin sudah tau dengan hasil peperangan kami. Dan mereka semua sangat terpukul kehilangan tempat tinggal." sahut Leo

"Tidak perlu di pikirkan Jendral. Lalu, aku membawa beberapa logistik untuk kalian, dan beberapa pakaian. Semoga ini bisa membantu." kata Verda.

"Terimakasih banyak atas bantuannya Tuan Verda, kalau begitu kami akan beristirahat disini sebentar." sahut Leo

"Kalian istirahat saja dulu, kami akan berjaga-jaga disini. Lalu, berapa pasukan yang kau bawa.?" tanya Verda

"Ah em. Hanya sekitar 5rb an prajurit saja Tuan." jawab Leo

"Baiklah kalau begitu, cepatlah istirahat." sahut Verda

"Baik Tuan"

Verda pun menghampiri Anna yang sedang duduk menjaga Dion yang tertidur di bawah batu yang cukup besar.

"Anna" ucap Verda

"Ayah, Raimond kalah perang dan meninggal." sahut Anna.

Verda pun hanya terdiam disana sambil menundukkan kepalanya.

"Ikutlah bersama kami ke Clan Siwa, kalian bisa tinggal disana dan bergabung bersama kami." kata Verda

"Justru itu akan membawakan Clan Siwa Ayah. Apa kau ingin Clan Siwa di hancurkan juga oleh kekaisaran.?" sahut Anna

"Putriku, kalau begitu, biarkan kau bersama Dion yang pergi ke Clan Siwa, kau masih menyandang status Siwa." kata Verda

"Jika itu aku lakukan, Clan Siga benar-benar akan hancur. Dan untuk Dion, dia diberikan tanda Pemimpin Clan oleh Raimond. Yang artinya, Dion lah yang menjadi Pemimpin Clan saat ini. Itu tidak bisa aku lakukan ayah." kata Anna

Verda pun hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya dan menggenggam tangan.

"Baiklah, lalu apa yang bisa ayah bantu untukmu.?" tanya Verda.

"Kami akan membangun ulang Clan Siga di dataran reruntuhan kuno. Dengan jumlah kami yang masih banyak, mungkin kami bisa membangun pemukiman dengan cepat. Tapi itu masih butuh bahan material, kami juga butuh makanan dan alat dapur. Apa ayah bisa membantuku untuk itu.?" kata Anna

"Hm, kalau hanya itu, ayah bisa menyiapkannya. Clan Siwa akan mengirimkan pasokan makanan satu kali setiap Minggu. Dan akan mengirimkan material bangunan beserta perabotan di dalamnya." sahut Verda

"Terimakasih ayah."

Verda pun hanya terdiam melihat putrinya itu yang sedang duduk sambil mengelus kepala Dion yang sedang tertidur. Verda pun menghampirinya dan duduk di sebelah putrinya itu.

"Anna, ingatlah. Jati dirimu yang sebenarnya adalah Siwa. Jika terjadi apa-apa denganmu atau Dion, pergilah ke Clan Siwa. Kami akan membantu kalian sebisanya, asal bukan untuk peperangan."

"Aku selalu ingat itu ayah, dan setelah aku menikah dengan Raimond, aku sudah menjadi Siga. Hanya nama belakangnya saja yang tidak ingin aku rubah." sahut Anna

"Hmm, apapun itu, jika kau membutuhkan bantuan, datanglah ke Clan Siwa." sahut Verda.

...

Episodes
1 01 - Artefak Unik
2 02 - Kekuatan Jiwa
3 03 - Perintah Terakhir
4 04 - Aku Titipkan
5 05 - Jejak
6 06 - Penerus
7 07 - Warisan Leluhur
8 08 - Terulang Kembali
9 09 - Kemarahan
10 10 - Bala Bantuan
11 11 - Benda Langit
12 12 - Kemungkinan
13 13 - Arwah Gentayangan
14 14 - Surat Cinta
15 15 - Permusuhan
16 16 - Pelajaran Terakhir
17 17 - Aliansi
18 18 - Persiapan Perang
19 19 - Negosiasi
20 20 - Penyerangan Tak Terduga
21 21 - Catatan Kuno
22 22 - Tuan Putri
23 23 - Penjajah lainnya
24 24 - Menjadi Gila
25 25 - Kekejaman
26 26 - Orang Terkuat
27 27 - Deklarasi Perang
28 28 - Penawaran
29 29 - Pertemuan Pertama.
30 30 - Serangan Tombak Emas
31 31 - Sampai Bertemu Lagi
32 32 - Gelisah
33 33 - Cerita Masa Lalu.
34 34 - Salah Paham
35 35 - Kehilangan
36 36 - Menghadang
37 37 - Segel Seribu Cahaya.
38 38 - Perang Terakhir
39 39 - Kerajaan Baru
40 40 - Cinta
41 41 - Permata
42 42 - Menunggumu
43 43 - Aku tidak Tau
44 44 - Harapan
45 45 - Biarkan Saja
46 46 - Makanan Untukmu
47 47 - Tiba-tiba
48 48 - Selamat Tinggal
49 49 - Kuil Misterius
50 50 - Sebuah Gelar
51 51 - Sarang Naga
52 52 - Dermaga
53 53 - Tragedi Lainnya.
54 54 - Masih Menunggumu
55 55 - Rindu
56 56 - Hewan Mitologi
57 57 - Memisahkan Cahaya
58 58 - Sarang Naga
59 59 - Pilihan
60 60 - Pasukan Gabungan Overlord
61 61 - Kekuatan Penuh.
62 62 - Senjata Legenda
63 63 - Ciuman Pertama.
64 64 - Rapat Perdana.
65 65 - Tidak Ada Negosiasi.
66 66 - Informasi Bantuan
67 67 - Awakening
68 68 - Ruang Kekuatan.
69 69 - Ratusan Gemstone.
70 70 - Surat Kejutan.
71 71 - Percobaan
72 72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73 73 - Pasukan Naga
74 74 - Tetap Menunggumu.
75 75 - Fenomena.
76 76 - Kompensasi
77 77 - Dion Siga.
78 78 - Bantuan
79 79 - Tempat Itu.
80 80 - Jangan Pergi.
81 81 - Lamaran
82 82 - Luka Dalam
83 83 - Serikat
84 84 - Royal Union
85 85 - Peribahasa.
86 86 - Rahasia
87 87 - Penderitaan
88 88 - Kunci
89 89 - Sebuah Pilihan
90 90 - Anggaran Militer
91 91 - Menaikkan Tarif
92 92 - Biang Kerok
93 93 - Diskusi
94 94 - Pahlawan Sebenarnya.
95 95 - Pakaian Resmi
96 96 - Malam Yang Indah
97 97 - Tanda Tangan Perjanjian
98 98 - Fakta Lainnya
99 99 - Cara Aman
100 100 - Penerjemah
101 101 - Ancistor
102 102 - Hukum Kekuatan.
103 103 - Lahirnya Awakening Baru
104 104 - Surat Tugas Pertama
105 105 - Permintaan Bantuan
106 106 - Kerajaan Yang Runtuh
107 107 - Tidak Ada Fairley
108 108 - Mengagumimu
109 109 - Tragedi Yang Tragis
110 110 - Seorang Babu.
111 111 - Keputusan Yang Sulit
112 112 - Awasi Dia
113 113 - Nama Dewa
114 114 - Musuh Sejati
115 115 - Fakta Sebenarnya.
116 116 - Pertemuan Kerajaan
117 117 - Enigma
118 118 - Malaikat
119 119 - Merinding
120 120 - Sang Emperor
121 121 - Dimanfaatkan
122 122 - Ilmu Pengetahuan
Episodes

Updated 122 Episodes

1
01 - Artefak Unik
2
02 - Kekuatan Jiwa
3
03 - Perintah Terakhir
4
04 - Aku Titipkan
5
05 - Jejak
6
06 - Penerus
7
07 - Warisan Leluhur
8
08 - Terulang Kembali
9
09 - Kemarahan
10
10 - Bala Bantuan
11
11 - Benda Langit
12
12 - Kemungkinan
13
13 - Arwah Gentayangan
14
14 - Surat Cinta
15
15 - Permusuhan
16
16 - Pelajaran Terakhir
17
17 - Aliansi
18
18 - Persiapan Perang
19
19 - Negosiasi
20
20 - Penyerangan Tak Terduga
21
21 - Catatan Kuno
22
22 - Tuan Putri
23
23 - Penjajah lainnya
24
24 - Menjadi Gila
25
25 - Kekejaman
26
26 - Orang Terkuat
27
27 - Deklarasi Perang
28
28 - Penawaran
29
29 - Pertemuan Pertama.
30
30 - Serangan Tombak Emas
31
31 - Sampai Bertemu Lagi
32
32 - Gelisah
33
33 - Cerita Masa Lalu.
34
34 - Salah Paham
35
35 - Kehilangan
36
36 - Menghadang
37
37 - Segel Seribu Cahaya.
38
38 - Perang Terakhir
39
39 - Kerajaan Baru
40
40 - Cinta
41
41 - Permata
42
42 - Menunggumu
43
43 - Aku tidak Tau
44
44 - Harapan
45
45 - Biarkan Saja
46
46 - Makanan Untukmu
47
47 - Tiba-tiba
48
48 - Selamat Tinggal
49
49 - Kuil Misterius
50
50 - Sebuah Gelar
51
51 - Sarang Naga
52
52 - Dermaga
53
53 - Tragedi Lainnya.
54
54 - Masih Menunggumu
55
55 - Rindu
56
56 - Hewan Mitologi
57
57 - Memisahkan Cahaya
58
58 - Sarang Naga
59
59 - Pilihan
60
60 - Pasukan Gabungan Overlord
61
61 - Kekuatan Penuh.
62
62 - Senjata Legenda
63
63 - Ciuman Pertama.
64
64 - Rapat Perdana.
65
65 - Tidak Ada Negosiasi.
66
66 - Informasi Bantuan
67
67 - Awakening
68
68 - Ruang Kekuatan.
69
69 - Ratusan Gemstone.
70
70 - Surat Kejutan.
71
71 - Percobaan
72
72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73
73 - Pasukan Naga
74
74 - Tetap Menunggumu.
75
75 - Fenomena.
76
76 - Kompensasi
77
77 - Dion Siga.
78
78 - Bantuan
79
79 - Tempat Itu.
80
80 - Jangan Pergi.
81
81 - Lamaran
82
82 - Luka Dalam
83
83 - Serikat
84
84 - Royal Union
85
85 - Peribahasa.
86
86 - Rahasia
87
87 - Penderitaan
88
88 - Kunci
89
89 - Sebuah Pilihan
90
90 - Anggaran Militer
91
91 - Menaikkan Tarif
92
92 - Biang Kerok
93
93 - Diskusi
94
94 - Pahlawan Sebenarnya.
95
95 - Pakaian Resmi
96
96 - Malam Yang Indah
97
97 - Tanda Tangan Perjanjian
98
98 - Fakta Lainnya
99
99 - Cara Aman
100
100 - Penerjemah
101
101 - Ancistor
102
102 - Hukum Kekuatan.
103
103 - Lahirnya Awakening Baru
104
104 - Surat Tugas Pertama
105
105 - Permintaan Bantuan
106
106 - Kerajaan Yang Runtuh
107
107 - Tidak Ada Fairley
108
108 - Mengagumimu
109
109 - Tragedi Yang Tragis
110
110 - Seorang Babu.
111
111 - Keputusan Yang Sulit
112
112 - Awasi Dia
113
113 - Nama Dewa
114
114 - Musuh Sejati
115
115 - Fakta Sebenarnya.
116
116 - Pertemuan Kerajaan
117
117 - Enigma
118
118 - Malaikat
119
119 - Merinding
120
120 - Sang Emperor
121
121 - Dimanfaatkan
122
122 - Ilmu Pengetahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!