06 - Penerus

7 Tahun kemudian

Reruntuhan kuno, tempat pemukiman sisa-sisa Clan Siga. Anna yang saat ini menjadi perwakilan pemimpin Clan Siga hingga Dion berumur 16 Tahun. Anna membangun sebuah desa yang cukup bagus dan makmur

Kebanyakan penduduknya adalah petani dan peternak. Hasil pertanian dan peternakan adalah untuk kebutuhan sehari-hari penduduk Clan Siga.

Dirumah Anna

"Dion, waktunya belajar. Paman Leo sudah menjemputmu." teriak Anna di ruang tamu.

"Sebentar ibu, aku masih mencari pedang kayu ku." teriak Dion yang mencari pedang kayu di kamarnya.

"Hm, tunggu sebentar Leo." kata Anna sambil berdiri dari kursinya.

"Baik nyonya." sahut Leo.

Anna pun berjalan ke dapur dan mengambil pedang kayu milik Dion.

"Dion, dimana kau mencarinya.? Bukannya ini pedang kayu mu.?" kata Anna

"Eh.?" sahut Dion sambil keluar dari kamar.

"Mangkanya, setelah memakai barang bereskan dengan benar." kata Anna.

Set Pedang kayunya pun langsung di ambil sama Dion, dan ia pun berlari keluar rumah.

"Aku berangkat dulu ibu." teriak Dion.

"Mana terimakasihnya, bahkan kau tidak menciumku.?" sahut Anna.

Namun, Dion sudah diluar rumah, dan Anna hanya tersenyum melihat Dion yang berjalan bersama Leo menuju tempat latihan.

"Dia sudah besar sekarang Raimond. Anak kita benar-benar sangat cerdas seperti ayahnya." kata Anna dalam hati.

...

Dijalan menuju tempat latihan

"Hari ini kita belajar apa paman.?" tanya Dion.

"Em, seperti biasa, kamu harus mengasah kemampuan mengayunkan pedang." jawab Leo.

"Hah, kenapa hanya mengayunkan pedang setiap hari, bahkan sudah lama sekali aku berlatih itu. Apa tidak ada yang lain Paman." kata Dion.

Dan Leo tiba-tiba berhenti dari langkahnya

"Em.? Ada apa paman.?" sahut Dion sambil melihat wajah Leo yang sedang bengong.

Dion pun menoleh kedepan, dan ia melihat seorang perempuan yang cantik berumur sekitar 22 tahun di depannya.

"Heee, ada betina di depan sana." kata Dion.

"Ekhm, dari mana kau belajar kata-kata itu Dion. Tidak sopan." sahut Leo sambil melanjutkan perjalanannya.

"Kenapa paman tidak menghampirinya saja, kak Lily sangat populer di kalangan pria, bahkan kak Seto sering membicarakannya saat sedang meronda." kata Dion.

"Apa, Seto.?" sahut Leo dengan terkejut

"Kata kak Seto, dia akan menyampaikan perasaannya ke kak Lily." kata Dion.

"Bajingan sialan. Dia ambil start lebih awal dariku. Tidak bisa di biarkan." kata Leo dalam hati.

Lily pun menoleh ke arah Leo sambil merapikan rambutnya ke belakang telinga.

"Waaa, emang benar sih kak Lily secantik itu. Benar kan paman.?" kata Dion.

"Hm, anak kecil lebih baik diam saja." sahut Dion yang sok cuek memalingkan pandangannya dari Lily sambil berjalan melewatinya.

"Ehe, kau cuek sekali paman. Mana bisa kau mendapatkannya jika kau bersikap seperti itu." kata Dion.

Lily pun menundukkan kepalanya saat Leo melewatinya.

"Pagi kak Lily. Hehehe." kata Dion sambil tersenyum

"Ah Dion. Pagi." sahut Lily.

"Katanya kak Leo ingin berbicara sesuatu dengan kak Lily. Hehe." kata Dion.

"Eh.?" dengan sontak Leo dan Lily pun sangat terkejut mendengar ucapan Dion.

Set dengan cepat Leo pun langsung menghampiri Dion. "Apa yang kau katakan barusan, kau bosan hidup ya.?"

"Ehehe. Bukannya ini adalah kesempatan paman. Kenapa kau takut sekali, penyesalan selalu datang di belakang. Ambil kesempatan ini sebelum orang lain yang mengambilnya." kata Dion yang berbisik ke Leo.

Dion pun langsung terkejut dengan kata-kata Dion itu.

"Dari mana kau belajar kata-kata itu.?" tanya Leo

"Guru Sima." jawab Dion dengan tersenyum.

"Hohohoho". Suara ketawa Guru Sima yang di bayangkan Leo.

"Ah Guru Sima memang keterlaluan mengajari anak kecil seperti itu." kata Leo dengan bengong.

Lalu, Leo pun mendorong Leo dengan sikunya sambil tersenyum.

"Eh.?" Leo pun terkejut tiba-tiba berada di hadapan Lily.

"Sepertinya aku akan pergi ke rumah Guru Sima, ada jadwal pelajaran dadakan. Kita latihan lain kali saja paman. Daaah" kata Dion sambil berlari ke rumah Guru Sima.

"Dion, Aah." sahut Leo.

"Kau tidak apa-apa Leo.?" tanya Lily.

"Ah, hehehe. Tidak apa-apa Lily, bagaimana kabarmu hari ini.?" jawab Leo

...

Di tempat Dion berjalan. Ia berjalan dengan tersenyum kecil sambil melihat sekitar.

"Apa paman Leo akan baik-baik saja ya. Hihihi. Sepertinya aku harus tanya tentang perasaan kepada guru Sima." kata Dion

"Selamat pagi Dion" kata Orang tua yang tiba-tiba menyapa Dion.

"Ah, nenek Yui. Pagi juga nek." kata Leo sambil melambaikan tangannya.

Lalu, Dion melihat ada beberapa barang yang di angkat oleh nenek Yui seorang diri, bahkan umurnya sudah mencapai 67 tahun.

Dion pun langsung berinisiatif untuk membantu Nenek Yui.

"Aku bantu Nek." sahut Dion.

"Ah, tidak perlu Dion, nenek bisa sendiri." sahut Nenek Yui.

"Ahaha, mana bisa aku membiarkan Nenek Yui mengangkat barang ini sendirian." sahut Dion sambil berjongkok di antara kayu yang membentang di depannya.

"Ini sangat berat nak." kata Nenek Yui.

"Ahaha, tidak apa-apa Nek." sahut Dion.

Ia pun mencoba mengangkat barang itu. Tiba-tiba raut wajah Dion berubah.

"Gila, ini berat banget. Apa yang di bawa Nenek Yui." kata Dion dalam hati.

"Tidak apa-apa Nak, nenek bisa membawanya sendiri." kata Nenek Yui.

"Errgh. Ti tidak apa-apa Nek. Aku akan membantu nenek." kata Dion dengan wajah yang sudah memerah karena mengangkat beban.

Lalu, Dion pun berjalan secara perlahan menuju rumah Nenek Yui. Bahkan kakinya sampai gemetar.

"Hahaha, teryata Dion sangat kuat."

"Hehe. Tenang saja nek." sahut Dion sambil menahan beratnya barang itu.

...

Beberapa saat kemudian, Dion dan Nenek Yui sampai di tujuan.

"Heeh, heeh heeh " Dion pun sampai terengah-engah, bahkan tubuhnya di penuhi dengan keringat.

"Aku ambilkan minum dulu Dion. Tunggu sebentar ya." kata Nenek Yui.

"Baik nek."

Dion pun masuk ke dalam rumah Nenek Yui dan duduk di ruang tamu. Lalu ia melihat ada sebuah tombak yang terpajang di dinding rumah. Dion pun penasaran dengan senjata itu dan menghampirinya.

"Keren banget tombaknya."

"Apa kau menyukainya Dion.?" tanya Nenek Yui sambil membawakan minum untuk Dion.

"Ah, nenek. Tidak nek, saya hanya ingin melihatnya saja."

"Itu adalah tombak milik mendiang anak nenek." kata Nenek Yui sambil duduk di kursi.

"Em.?" sahut Dion sambil mengambil air minum.

"Sugara, adalah nama anak laki-laki nenek. Pada saat itu, dia bersama dengan ayahnya pergi berperang bersama Tuan Besar Raimond." kata nenek Yui dengan raut wajah yang sangat sedih.

Dion pun hanya terdiam melihat nenek Yui disana.

"Meskipun itu sudah 7 tahun yang lalu, dia pergi membawa pedangnya. Dan tombak itu adalah senjata yang di berikan olehnya padaku. Dia berkata, ibu bawalah tombak ini untuk berjaga-jaga. Bahkan menantu dan cucu nenek meninggal saat itu karena serangan bola api." kata Nenek Yui

Dion pun langsung tercengang mendengarkannya. Sampai gelas yang di pegangnya pun di remas cukup keras.

"Tidak apa-apa Dion, semua orang di desa juga merasakan hal yang sama, bahkan dirimu sendiri. Kita hanya perlu melanjutkan hidup dari perjuangan mereka yang turun ke medan perang. Kita harus menghargai jasa mereka dengan terus hidup dan meninggal karena umur." kata Nenek Yui.

Dion pun tiba-tiba meneteskan airmata.

"Dion." sahut Nenek Yui yang melihat Dion meneteskan airmata dengan raut wajah yang kosong.

"Eh, Ah maaf Nenek Yui." kata Dion sambil mengusap airmatanya.

"hm" Nenek Yui pun berdiri dari kursinya dan menghampiri Dion. Lalu ia menepuk kedua pundaknya.

"Kau sangat mirip sekali dengan ayahmu Dion, suka membantu sesama, bahkan dalam hal kecil sekali pun. Ingatlah, kau adalah penerus pemimpin Clan Ini. Bukan hanya menjadi orang yang kuat saja, tapi pertahankan sikap pedulimu seperti ini. Nenek yakin suatu saat nanti kau akan menjadi orang yang hebat Dion." kata Nenek Yui.

"Terimakasih nasihatnya Nenek Yui." sahut Dion.

Lalu, Dion pun meninggalkan kediaman Nenek Yui, dan Nenek Yui melihat Dion berjalan menjauh dari sana dengan tersenyum.

...

Episodes
1 01 - Artefak Unik
2 02 - Kekuatan Jiwa
3 03 - Perintah Terakhir
4 04 - Aku Titipkan
5 05 - Jejak
6 06 - Penerus
7 07 - Warisan Leluhur
8 08 - Terulang Kembali
9 09 - Kemarahan
10 10 - Bala Bantuan
11 11 - Benda Langit
12 12 - Kemungkinan
13 13 - Arwah Gentayangan
14 14 - Surat Cinta
15 15 - Permusuhan
16 16 - Pelajaran Terakhir
17 17 - Aliansi
18 18 - Persiapan Perang
19 19 - Negosiasi
20 20 - Penyerangan Tak Terduga
21 21 - Catatan Kuno
22 22 - Tuan Putri
23 23 - Penjajah lainnya
24 24 - Menjadi Gila
25 25 - Kekejaman
26 26 - Orang Terkuat
27 27 - Deklarasi Perang
28 28 - Penawaran
29 29 - Pertemuan Pertama.
30 30 - Serangan Tombak Emas
31 31 - Sampai Bertemu Lagi
32 32 - Gelisah
33 33 - Cerita Masa Lalu.
34 34 - Salah Paham
35 35 - Kehilangan
36 36 - Menghadang
37 37 - Segel Seribu Cahaya.
38 38 - Perang Terakhir
39 39 - Kerajaan Baru
40 40 - Cinta
41 41 - Permata
42 42 - Menunggumu
43 43 - Aku tidak Tau
44 44 - Harapan
45 45 - Biarkan Saja
46 46 - Makanan Untukmu
47 47 - Tiba-tiba
48 48 - Selamat Tinggal
49 49 - Kuil Misterius
50 50 - Sebuah Gelar
51 51 - Sarang Naga
52 52 - Dermaga
53 53 - Tragedi Lainnya.
54 54 - Masih Menunggumu
55 55 - Rindu
56 56 - Hewan Mitologi
57 57 - Memisahkan Cahaya
58 58 - Sarang Naga
59 59 - Pilihan
60 60 - Pasukan Gabungan Overlord
61 61 - Kekuatan Penuh.
62 62 - Senjata Legenda
63 63 - Ciuman Pertama.
64 64 - Rapat Perdana.
65 65 - Tidak Ada Negosiasi.
66 66 - Informasi Bantuan
67 67 - Awakening
68 68 - Ruang Kekuatan.
69 69 - Ratusan Gemstone.
70 70 - Surat Kejutan.
71 71 - Percobaan
72 72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73 73 - Pasukan Naga
74 74 - Tetap Menunggumu.
75 75 - Fenomena.
76 76 - Kompensasi
77 77 - Dion Siga.
78 78 - Bantuan
79 79 - Tempat Itu.
80 80 - Jangan Pergi.
81 81 - Lamaran
82 82 - Luka Dalam
83 83 - Serikat
84 84 - Royal Union
85 85 - Peribahasa.
86 86 - Rahasia
87 87 - Penderitaan
88 88 - Kunci
89 89 - Sebuah Pilihan
90 90 - Anggaran Militer
91 91 - Menaikkan Tarif
92 92 - Biang Kerok
93 93 - Diskusi
94 94 - Pahlawan Sebenarnya.
95 95 - Pakaian Resmi
96 96 - Malam Yang Indah
97 97 - Tanda Tangan Perjanjian
98 98 - Fakta Lainnya
99 99 - Cara Aman
100 100 - Penerjemah
101 101 - Ancistor
102 102 - Hukum Kekuatan.
103 103 - Lahirnya Awakening Baru
104 104 - Surat Tugas Pertama
105 105 - Permintaan Bantuan
106 106 - Kerajaan Yang Runtuh
107 107 - Tidak Ada Fairley
108 108 - Mengagumimu
109 109 - Tragedi Yang Tragis
110 110 - Seorang Babu.
111 111 - Keputusan Yang Sulit
112 112 - Awasi Dia
113 113 - Nama Dewa
114 114 - Musuh Sejati
115 115 - Fakta Sebenarnya.
116 116 - Pertemuan Kerajaan
117 117 - Enigma
118 118 - Malaikat
119 119 - Merinding
120 120 - Sang Emperor
121 121 - Dimanfaatkan
122 122 - Ilmu Pengetahuan
Episodes

Updated 122 Episodes

1
01 - Artefak Unik
2
02 - Kekuatan Jiwa
3
03 - Perintah Terakhir
4
04 - Aku Titipkan
5
05 - Jejak
6
06 - Penerus
7
07 - Warisan Leluhur
8
08 - Terulang Kembali
9
09 - Kemarahan
10
10 - Bala Bantuan
11
11 - Benda Langit
12
12 - Kemungkinan
13
13 - Arwah Gentayangan
14
14 - Surat Cinta
15
15 - Permusuhan
16
16 - Pelajaran Terakhir
17
17 - Aliansi
18
18 - Persiapan Perang
19
19 - Negosiasi
20
20 - Penyerangan Tak Terduga
21
21 - Catatan Kuno
22
22 - Tuan Putri
23
23 - Penjajah lainnya
24
24 - Menjadi Gila
25
25 - Kekejaman
26
26 - Orang Terkuat
27
27 - Deklarasi Perang
28
28 - Penawaran
29
29 - Pertemuan Pertama.
30
30 - Serangan Tombak Emas
31
31 - Sampai Bertemu Lagi
32
32 - Gelisah
33
33 - Cerita Masa Lalu.
34
34 - Salah Paham
35
35 - Kehilangan
36
36 - Menghadang
37
37 - Segel Seribu Cahaya.
38
38 - Perang Terakhir
39
39 - Kerajaan Baru
40
40 - Cinta
41
41 - Permata
42
42 - Menunggumu
43
43 - Aku tidak Tau
44
44 - Harapan
45
45 - Biarkan Saja
46
46 - Makanan Untukmu
47
47 - Tiba-tiba
48
48 - Selamat Tinggal
49
49 - Kuil Misterius
50
50 - Sebuah Gelar
51
51 - Sarang Naga
52
52 - Dermaga
53
53 - Tragedi Lainnya.
54
54 - Masih Menunggumu
55
55 - Rindu
56
56 - Hewan Mitologi
57
57 - Memisahkan Cahaya
58
58 - Sarang Naga
59
59 - Pilihan
60
60 - Pasukan Gabungan Overlord
61
61 - Kekuatan Penuh.
62
62 - Senjata Legenda
63
63 - Ciuman Pertama.
64
64 - Rapat Perdana.
65
65 - Tidak Ada Negosiasi.
66
66 - Informasi Bantuan
67
67 - Awakening
68
68 - Ruang Kekuatan.
69
69 - Ratusan Gemstone.
70
70 - Surat Kejutan.
71
71 - Percobaan
72
72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73
73 - Pasukan Naga
74
74 - Tetap Menunggumu.
75
75 - Fenomena.
76
76 - Kompensasi
77
77 - Dion Siga.
78
78 - Bantuan
79
79 - Tempat Itu.
80
80 - Jangan Pergi.
81
81 - Lamaran
82
82 - Luka Dalam
83
83 - Serikat
84
84 - Royal Union
85
85 - Peribahasa.
86
86 - Rahasia
87
87 - Penderitaan
88
88 - Kunci
89
89 - Sebuah Pilihan
90
90 - Anggaran Militer
91
91 - Menaikkan Tarif
92
92 - Biang Kerok
93
93 - Diskusi
94
94 - Pahlawan Sebenarnya.
95
95 - Pakaian Resmi
96
96 - Malam Yang Indah
97
97 - Tanda Tangan Perjanjian
98
98 - Fakta Lainnya
99
99 - Cara Aman
100
100 - Penerjemah
101
101 - Ancistor
102
102 - Hukum Kekuatan.
103
103 - Lahirnya Awakening Baru
104
104 - Surat Tugas Pertama
105
105 - Permintaan Bantuan
106
106 - Kerajaan Yang Runtuh
107
107 - Tidak Ada Fairley
108
108 - Mengagumimu
109
109 - Tragedi Yang Tragis
110
110 - Seorang Babu.
111
111 - Keputusan Yang Sulit
112
112 - Awasi Dia
113
113 - Nama Dewa
114
114 - Musuh Sejati
115
115 - Fakta Sebenarnya.
116
116 - Pertemuan Kerajaan
117
117 - Enigma
118
118 - Malaikat
119
119 - Merinding
120
120 - Sang Emperor
121
121 - Dimanfaatkan
122
122 - Ilmu Pengetahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!