08 - Terulang Kembali

Di sebuah bukit dekat desa Majaren.

Leo mengajak Lily untuk berjalan-jalan di atas bukit untuk menikmati sorenya hari.

"Terimakasih kau sudah membawaku berjalan-jalan." kata Lily

"Ternyata kau adalah perempuan yang lembut Lily, aku harus berterimakasih pada Dion. Jika bukan karenanya, mungkin aku tidak berani berjalan bersamamu." sahut Leo

"Dion memang masih kecil, tapi dia bisa memahami perasaan seseorang. Mungkin aku juga akan berterimakasih padanya." sahut Lily dengan tersenyum kepada Leo

Leo pun melihat wajah cantik Lily dmtanoa berkedip.

"Aish, Cantik sekali."

"Mungkin sudah waktunya kita kembali ke desa. Ini sudah sore hari." kata Leo yang sedang salting.

"Ah, baiklah. Mungkin kita sampai di desa sudah malam hari."

Mereka berdua pun berjalan kembali ke desa Majaren.

...

Dan disisi bukit lainnya, terlihat Dion sedang merenung disana sambil memegang catatan kuno.

"Hmm, terlalu dalam sejarah tentang Clan Siga. Apa anak kecil ini bisa memikul beban yang sangat berat suatu saat nanti.?" kata Dion dalam hati

Dion pun membuka catatan itu sekali lagi, dan mencoba menerjemahkannya menggunakan artefak unik.

WING WING.

"Aaah, masih tidak berhasil. Bagaimana sih caranya.?"

Lalu, ia membalikkan buku itu sampai halaman terakhir. Dan di halaman ada sebuah simbol yang tergambar di bawah halaman.

"Simbol apa ini.?" kata Dion sambil mengangkat buku itu.

"Aku belum pernah melihat simbol ini, apa nanti aku tanyakan pada Guru Sima saja ya.?"

Beberapa saat berfikir, ia pun beranjak berdiri.

"Sudahlah, memang kalau terlalu di pikirkan tidak akan menemukan jawabannya. Aku harus bertanya."

Dion pun berjalan menuju kembali ke desa.

...

Malam hari pun tiba.

Drap Drap Drap. Suara kuda yang bergema sedang menuju ke kawasan pemukiman desa Majaren.

Pasukan kavaleri yang di pimpin oleh Komandan Mona, sedang menuju desa Majaren untuk membersihkan sisa-sisa orang Clan Siga. Lalu dalam perjalannya ia mengangkat tangan kanannya.

IHIII. suara kuda yang berhenti. Dan semua pasukannya pun berhenti disana. Lalu salah satu Kapten disana menghampiri Mona.

"Kita sudah hampir sampai di desa Majaren, bagi pasukan menjadi 3, satu pasukan akan mengambil jalur belakang, dan satu pasukan lainnya berjaga-jaga apabila ada orang yang kabur dari sana" kata Mona.

"Laksanakan Perintah komandan." kata salah satu kapten.

"Tempat itu akan menjadi makam bagi Clan Siga malam ini"

"Hia hia." Mona dan pasukannya pun bergerak ke posisi masing-masing.

...

Istana Kekaisaran Riu

Didalam ruang pertemuan, Raja Eden bersama dengan pemimpin 5 Clan sudah duduk di kursi rapat.

"Kita juga harus mewaspadai Clan Siwa. Sepertinya selama ini Clan Siga mendapat bantuan dari mereka." kata Shang

"Kau benar Ketua Shang, tidak mungkin mereka bisa bertahan hidup sejak saat itu. Kecuali ada orang luar yang membantu mereka." kata Seila.

"Sudah 7 tahun lamanya, apa pertempuran ini akan di lanjutkan.? Aku rasa Clan Siga sudah tidak berdaya melawan kekuatan kekaisaran." kata Gedo

"Cukup. Perkataanmu itu tidak bisa aku maafkan." kata Eden

Gedo pun langsung berdiri dan menundukkan kepalanya kepada Eden.

"Maafkan atas kelancangan saya Yang Mulia." sahut Gedo.

"Entah itu 7 tahun, 20 tahun, bahkan 100 tahun. Clan Siga harus di musnahkan dari dunia ini. Mereka akan berkembang dan akan menjadi ancaman bagi kekaisaran." kata Eden.

"Anda benar Yang Mulia. Kita sudah menanamkan dendam kepada mereka selama 7 tahun ini. Saya sendiri sangat yakin, suatu hari nanti mereka akan menghancurkan kekaisaran untuk membalaskan dendam." kata Shang.

"Sekali lagi saya Gedo dari Clan Shinbi akan bertanggung jawab atas perkataan saya Yang Mulia." kata Gedo.

"Kau akan dikirim ke Medan perang. Musnahkan Clan Siga malam ini dengan kekuatan penuhmu. Jangan ulangi kejadian 7 tahun yang lalu. Bunuh semua orang, dan cari mereka yang kabur." kata Eden dengan tatapan yang sangat tajam.

"Baik. Laksanakan perintah Yang Mulia." kata Gedo.

Eden pun berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkan ruangan. Semua orang di sana hanya terdiam melihat Raja mereka.

....

Desa Majaren. Tempat tinggal Anna

"Hm, hm hm." suara Anna yang bernyanyi sambil memasak makanan.

"Hari ini aku akan memasak makanan kesukaan Dion. Hehe, mungkin dia akan menangis saat memakannya." kata Anna.

Tiba-tiba seseorang datang kerumahnya sambil menggedor pintu rumah dengan sangat keras.

"Nyonya, nyonya." teriak orang itu.

"Siapa malam-malam begini mengetuk pintu dengan keras." kata Anna sambil meletakkan makanan di atas piring.

Anna pun berlari kedepan dan membuka pintu rumahnya. lalu ia melihat beberapa orang sudah ada disana.

"Hmm.? Apa apa Seto ?" tanya Anna

"Nyonya, kami melihat ada pasukan kavaleri sedang bergerak kemari. Aku rasa mereka dari pasukan kekaisaran." kata Seto

"Apaa ? Ini sudah 7 tahun mereka tidak tau jati diri kita. Cepat kumpulkan pasukan dan jaga desa ini." kata Anna.

"Tapi Nyonya, sepertinya ini sudah terlambat untuk bertempur dengan mereka. Jalan satu-satunya adalah pergi dari sini." kata Seto.

Anna pun langsung terkejut dengan raut wajah yang kebingungan.

"Chik, apa yang akan kau lakukan dalam keadaan seperti ini Raimond.?"

Anna memikirkannya dengan sangat lama.

"Nyonya, Nyonya." teriak Seto dengan panik.

"Baiklah kalau begitu, segera perintahkan semua orang untuk pergi dari sini. Cepat." kata Anna

"Baik."

Tiba-tiba ribuan panah Api terlihat di atas langit yang sedang bergerak kearah pemukiman desa.

"Sialan" kata Seto

Dan Anna hanya tercengang melihat ribuan panah api di atas langit.

"Cepat tinggalkan barang kalian, dan pergi dari sini." teriak Seto.

Lalu, PIU PIU PIU PIU. Ribuan panah api itu pun menghujani pemukiman desa. Kobaran api terlihat dimana-mana yang membakar setiap rumah.

"Ini terlalu cepat." kata Anna sambil berlari menjauh dari sana.

Lalu, tiba-tiba Anna berhenti. "Dion.?"

"Nyonya cepat pergi dari sini, tidak ada waktu lagi." teriak Seto.

"Dion, dimana Dion.?" teriak Anna.

"Kami akan mencarinya nanti Nyonya, yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan diri dulu." kata Seto.

Dan beberapa detik kemudian pasukan kavaleri pun masuk kedalam desa dan membantai semua orang yang terlihat oleh mereka.

"HAAaaaa." teriak pasukan kavaleri sambil membunuh semua orang.

"Aargh" "uhuk" "AAAAAA"

Teriakan semua orang pun terdengar dengan sangat keras dimana-mana.

SRAK SRAK JLEB.

Pembantaian tanpa ampun sedang terjadi di desa Majaren. Dan Anna masih terdiam di tempatnya sambil melihat rakyatnya yang di bunuh dengan mudah.

Tiba-tiba sebuah pedang mengarah ke lehernya. "Hiaaa." Trang. Pedang itu pun di tangkis oleh Seto.

"Nyonya pergi dari sini, kami akan menahan mereka." teriak Seto

"Kalian." kata Anna dengan kebingungan.

"Semuanya, angkat senjata kalian, dan bunuh penjajah itu." teriak Seto

"HOAAAA." teriakan pasukan Clan Siga yang bertarung melawan kekaisaran.

TRANG TRANS SRAK. SWOOSH.

Pertempuran pun tidak bisa di hindari. Dan sekali lagi, Clan Siga mengalami kejadian seperti tragedi 7 tahun yang lalu.

...

Di wilayah bagian belakang desa. Leo dan Lily pun melihat kobaran api dari kejauhan.

"Ituu, sialan. cepat Lily. Sepertinya desa sedang di serang." kata Leo sambil berlari

"Tidak mungkin, kejadian itu terulang kembali." kata Lily.

Tiba-tiba Sebuah panah mengarah ke kepala Leo. SWOOSH. Dengan cepat, Leo pun menghindari panah itu dan melompat kebelakang.

"Sialan, mereka juga mengepung bagian belakang." kata Leo.

"Aku akan membantumu." kata Lily sambil mengeluarkan belati kecil.

"Lily, aku akan menahan mereka sebisanya, dan aku harap kau bisa pergi dari sini. Mungkin warga desa akan melewati jalur ini, dan saat itulah, tolong lindungi mereka semua." kata Leo dengan tatapan tajam.

"Simpan kata-kata itu untuk nanti. Sekarang hanya ada kita berdua disini. Tidak mungkin aku meninggalkan seseorang sendirian disini." kata Lily.

Pasukan kekaisaran pun langsung mengepung mereka berdua

"Kau kira kalian bisa kabur dari kami.?" kata salah kapten pasukan kavaleri

"Sialan, mereka sudah mengepung kami. Apalagi mereka menaiki kuda, ini akan sedikit sulit membunuh mereka semua. Dan jumlah mereka setidaknya ada 2rb prajurit. Itu jumlah yang sangat banyak." kata Leo dalam hati.

Leo pun mengeluarkan pedangnya dari udara. Lalu mengibaskannya Swosh

"Kejadian 7 tahun yang lalu, tidak bisa aku maafkan. Sekarang akan aku balas kekejaman kalian." teriak Leo.

...

Episodes
1 01 - Artefak Unik
2 02 - Kekuatan Jiwa
3 03 - Perintah Terakhir
4 04 - Aku Titipkan
5 05 - Jejak
6 06 - Penerus
7 07 - Warisan Leluhur
8 08 - Terulang Kembali
9 09 - Kemarahan
10 10 - Bala Bantuan
11 11 - Benda Langit
12 12 - Kemungkinan
13 13 - Arwah Gentayangan
14 14 - Surat Cinta
15 15 - Permusuhan
16 16 - Pelajaran Terakhir
17 17 - Aliansi
18 18 - Persiapan Perang
19 19 - Negosiasi
20 20 - Penyerangan Tak Terduga
21 21 - Catatan Kuno
22 22 - Tuan Putri
23 23 - Penjajah lainnya
24 24 - Menjadi Gila
25 25 - Kekejaman
26 26 - Orang Terkuat
27 27 - Deklarasi Perang
28 28 - Penawaran
29 29 - Pertemuan Pertama.
30 30 - Serangan Tombak Emas
31 31 - Sampai Bertemu Lagi
32 32 - Gelisah
33 33 - Cerita Masa Lalu.
34 34 - Salah Paham
35 35 - Kehilangan
36 36 - Menghadang
37 37 - Segel Seribu Cahaya.
38 38 - Perang Terakhir
39 39 - Kerajaan Baru
40 40 - Cinta
41 41 - Permata
42 42 - Menunggumu
43 43 - Aku tidak Tau
44 44 - Harapan
45 45 - Biarkan Saja
46 46 - Makanan Untukmu
47 47 - Tiba-tiba
48 48 - Selamat Tinggal
49 49 - Kuil Misterius
50 50 - Sebuah Gelar
51 51 - Sarang Naga
52 52 - Dermaga
53 53 - Tragedi Lainnya.
54 54 - Masih Menunggumu
55 55 - Rindu
56 56 - Hewan Mitologi
57 57 - Memisahkan Cahaya
58 58 - Sarang Naga
59 59 - Pilihan
60 60 - Pasukan Gabungan Overlord
61 61 - Kekuatan Penuh.
62 62 - Senjata Legenda
63 63 - Ciuman Pertama.
64 64 - Rapat Perdana.
65 65 - Tidak Ada Negosiasi.
66 66 - Informasi Bantuan
67 67 - Awakening
68 68 - Ruang Kekuatan.
69 69 - Ratusan Gemstone.
70 70 - Surat Kejutan.
71 71 - Percobaan
72 72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73 73 - Pasukan Naga
74 74 - Tetap Menunggumu.
75 75 - Fenomena.
76 76 - Kompensasi
77 77 - Dion Siga.
78 78 - Bantuan
79 79 - Tempat Itu.
80 80 - Jangan Pergi.
81 81 - Lamaran
82 82 - Luka Dalam
83 83 - Serikat
84 84 - Royal Union
85 85 - Peribahasa.
86 86 - Rahasia
87 87 - Penderitaan
88 88 - Kunci
89 89 - Sebuah Pilihan
90 90 - Anggaran Militer
91 91 - Menaikkan Tarif
92 92 - Biang Kerok
93 93 - Diskusi
94 94 - Pahlawan Sebenarnya.
95 95 - Pakaian Resmi
96 96 - Malam Yang Indah
97 97 - Tanda Tangan Perjanjian
98 98 - Fakta Lainnya
99 99 - Cara Aman
100 100 - Penerjemah
101 101 - Ancistor
102 102 - Hukum Kekuatan.
103 103 - Lahirnya Awakening Baru
104 104 - Surat Tugas Pertama
105 105 - Permintaan Bantuan
106 106 - Kerajaan Yang Runtuh
107 107 - Tidak Ada Fairley
108 108 - Mengagumimu
109 109 - Tragedi Yang Tragis
110 110 - Seorang Babu.
111 111 - Keputusan Yang Sulit
112 112 - Awasi Dia
113 113 - Nama Dewa
114 114 - Musuh Sejati
115 115 - Fakta Sebenarnya.
116 116 - Pertemuan Kerajaan
117 117 - Enigma
118 118 - Malaikat
119 119 - Merinding
120 120 - Sang Emperor
121 121 - Dimanfaatkan
122 122 - Ilmu Pengetahuan
Episodes

Updated 122 Episodes

1
01 - Artefak Unik
2
02 - Kekuatan Jiwa
3
03 - Perintah Terakhir
4
04 - Aku Titipkan
5
05 - Jejak
6
06 - Penerus
7
07 - Warisan Leluhur
8
08 - Terulang Kembali
9
09 - Kemarahan
10
10 - Bala Bantuan
11
11 - Benda Langit
12
12 - Kemungkinan
13
13 - Arwah Gentayangan
14
14 - Surat Cinta
15
15 - Permusuhan
16
16 - Pelajaran Terakhir
17
17 - Aliansi
18
18 - Persiapan Perang
19
19 - Negosiasi
20
20 - Penyerangan Tak Terduga
21
21 - Catatan Kuno
22
22 - Tuan Putri
23
23 - Penjajah lainnya
24
24 - Menjadi Gila
25
25 - Kekejaman
26
26 - Orang Terkuat
27
27 - Deklarasi Perang
28
28 - Penawaran
29
29 - Pertemuan Pertama.
30
30 - Serangan Tombak Emas
31
31 - Sampai Bertemu Lagi
32
32 - Gelisah
33
33 - Cerita Masa Lalu.
34
34 - Salah Paham
35
35 - Kehilangan
36
36 - Menghadang
37
37 - Segel Seribu Cahaya.
38
38 - Perang Terakhir
39
39 - Kerajaan Baru
40
40 - Cinta
41
41 - Permata
42
42 - Menunggumu
43
43 - Aku tidak Tau
44
44 - Harapan
45
45 - Biarkan Saja
46
46 - Makanan Untukmu
47
47 - Tiba-tiba
48
48 - Selamat Tinggal
49
49 - Kuil Misterius
50
50 - Sebuah Gelar
51
51 - Sarang Naga
52
52 - Dermaga
53
53 - Tragedi Lainnya.
54
54 - Masih Menunggumu
55
55 - Rindu
56
56 - Hewan Mitologi
57
57 - Memisahkan Cahaya
58
58 - Sarang Naga
59
59 - Pilihan
60
60 - Pasukan Gabungan Overlord
61
61 - Kekuatan Penuh.
62
62 - Senjata Legenda
63
63 - Ciuman Pertama.
64
64 - Rapat Perdana.
65
65 - Tidak Ada Negosiasi.
66
66 - Informasi Bantuan
67
67 - Awakening
68
68 - Ruang Kekuatan.
69
69 - Ratusan Gemstone.
70
70 - Surat Kejutan.
71
71 - Percobaan
72
72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73
73 - Pasukan Naga
74
74 - Tetap Menunggumu.
75
75 - Fenomena.
76
76 - Kompensasi
77
77 - Dion Siga.
78
78 - Bantuan
79
79 - Tempat Itu.
80
80 - Jangan Pergi.
81
81 - Lamaran
82
82 - Luka Dalam
83
83 - Serikat
84
84 - Royal Union
85
85 - Peribahasa.
86
86 - Rahasia
87
87 - Penderitaan
88
88 - Kunci
89
89 - Sebuah Pilihan
90
90 - Anggaran Militer
91
91 - Menaikkan Tarif
92
92 - Biang Kerok
93
93 - Diskusi
94
94 - Pahlawan Sebenarnya.
95
95 - Pakaian Resmi
96
96 - Malam Yang Indah
97
97 - Tanda Tangan Perjanjian
98
98 - Fakta Lainnya
99
99 - Cara Aman
100
100 - Penerjemah
101
101 - Ancistor
102
102 - Hukum Kekuatan.
103
103 - Lahirnya Awakening Baru
104
104 - Surat Tugas Pertama
105
105 - Permintaan Bantuan
106
106 - Kerajaan Yang Runtuh
107
107 - Tidak Ada Fairley
108
108 - Mengagumimu
109
109 - Tragedi Yang Tragis
110
110 - Seorang Babu.
111
111 - Keputusan Yang Sulit
112
112 - Awasi Dia
113
113 - Nama Dewa
114
114 - Musuh Sejati
115
115 - Fakta Sebenarnya.
116
116 - Pertemuan Kerajaan
117
117 - Enigma
118
118 - Malaikat
119
119 - Merinding
120
120 - Sang Emperor
121
121 - Dimanfaatkan
122
122 - Ilmu Pengetahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!