03 - Perintah Terakhir

Istana Kekaisaran

Tiba-tiba Raja Eden masuk kedalam ruang pertemuan.

"Yang Mulia Raja Datang." teriak prajurit

"Hormat Yang Mulia Raja." sahut semua orang yang ada di sana.

"Hm." sahut Eden sambil mengangkat tangan kirinya.

"Aku rasa kalian sudah menyiapkannya dengan baik. Dan jangan meremehkan kekuatan Clan Siga, meskipun mereka tidak memiliki dukungan dari Clan Siwa, kalian tetap harus waspada. Clan Siga adalah Clan yang kuat di kekaisaran Riu, bahkan mungkin kekuatan mereka setara dengan Clan Riu sendiri." kata Eden

"Dimengerti Yang Mulia." sahut semua orang

"Raimond adalah Ketua Clan Siga yang kuat, bahkan ia sudah menerobos ke tingkat 7 Dom Stuart. Apa kalian sudah tau tentang pencapaiannya itu.?" tanya Eden

"Apaa? Seorang Stuart ." sahut semua orang dengan terkejut.

"Sepertinya kalian benar-benar meremehkan mereka. Dengan kekuatan seperti itu, hanya aku sendiri yang bisa menahannya." kata Eden.

Panglima Gildan pun langsung berlutut di depan Eden.

"Yang Mulia, apa Anda akan turun ke Medan perang.?" tanya Gildan.

"Hm, lalu siapa yang akan menahan Raimond.? Kalian akan menjadi arang jika berperang dengan mereka. Kamu tenang saja, serahkan Raimond padaku, dan sisanya kalian yang urus." kata Eden sambil meninggalkan ruangan.

"Siap, Laksanakan perintah Yang Mulia." sahut semua orang.

Lalu, tiba-tiba langkah Eden Berhenti.

"Aku lupa satu hal. Jika kalian menemukan Artefak Unik milik Clan Siga, segera laporkan. Dan bunuh semua orang termasuk istri dan anak mereka. Tidak terkecuali satu pun. Bahkan jika Clan Siwa membantu mereka, habisi semuanya."

"Aa," semua orang pun hanya tercengang mendengarnya.

"Jangan biarkan mereka mewarisi dendam kepada kita. Ini adalah Perintah." kata Eden dengan sangat serius, bahkan Auranya sampai keluar dari tubuhnya.

Semua orang hanya terkejut dan menelan ludah melihat Raja mereka yang begitu mengerikan.

"Siap, laksanakan perintah Yang Mulia." kata semua orang sambil berlutut.

Eden pun langsung berjalan meninggalkan ruangan itu.

...

Di kediaman Clan Siga

Beberapa petinggi Clan sedang melakukan rapat bersama Raimond.

"Kita akan langsung menyerang mereka ke depan, dan kita juga harus membagi pasukan kita menjadi tiga bagian. Pasukan garis depan, dan pasukan sayap kanan dan kiri." kata Tetua Wen.

"Tetua Wen, kita juga harus melindungi bagian belakang wilayah kita. Aku rasa dengan jumlah mereka yang sangat banyak, mereka akan membagi jalur peperangan." kata salah satu Jendral Clan Siga bernama Siu.

"Hm, jika seperti itu, kita harus membagi kekuatan kita. Harus ada 2 Jendral yang menjaga bagian belakang." kata Wen.

"Lalu, siapa yang akan menjaga dibagian belakang.?" tanya Jendral lainnya bernama Made.

Semua orang pun menoleh kearah Raimond yang sedang memejamkan matanya.

"Kita hanya memiliki 3 Jendral dan 2 Tetua. Mungkin Clan Riu pun ikut andil dalam perang ini. Jika itu terjadi, kita harus mengeluarkan semua kekuatan kita. Demi anak-anak kita dan demi keluarga kita, saya mohon kepada kalian semua, pinjamkan kekuatan kalian dengan sepenuh hati." kata Raimond sambil menundukkan kepalanya.

"Ketua, Ketua. Apa yang Anda lakukan.? Tidak perlu sampai seperti ini. Kami semua sudah tau dengan resikonya. Untuk Clan Siga yang sudah membesarkan kita semua, anak-anak dan keluarga. Bahkan nyawa kami akan kita pertaruhkan sepenuhnya." kata Tetua Wen.

"Ketua, kami akan selalu berada di samping Anda. Apapun hasilnya nanti dalam peperangan ini, aku merasa sangat bangga berada di sisi Anda." kata Tetua Yuan.

"Terimakasih atas dukungannya selama ini. Tetua Wen, Tetua Yuan, Jendral Leo, Jendral Made, Jendral Siu. Aku tidak akan pernah melupakan jasa kalian." kata Raimond.

"Hormat pada Ketua Clan Siga." kata semua orang.

"Baiklah, aku akan fokus pada perang ini. Sebaiknya kita bagi pasu...." tiba-tiba salah satu prajurit menghampiri mereka dengan sangat tergesa-gesa.

"Lapor Ketua. Lapor."

"Hm.? Ada apa.?" tanya Raimond.

"Pasukan musuh sudah keluar dari kota Sura."

"Apaa.?" teriak semua orang disana.

"Bahkan kita belum menyiapkan perlengkapan pasukan. Ini sangat mendadak, bahkan intelijen kami belum kembali sampai saat ini." kata Tetua Wen.

"Jarak kota Sura dengan Clan Siga sangatlah dekat sekali." sahut Jendral Made

"Apa kau tau berapa jumlah pasukan mereka.?" tanya Raimond.

"Kami belum tau pastinya Ketua, dan sepertinya itu adalah batalion yang sangat besar, menurut dokumen yang di kirimkan oleh mata-mata Clan Siga, mungkin kira-kira sekitar 150rb prajurit lebih. Dan pasukan mereka di dukung oleh pasukan kekaisaran dari Clan Riu."

"Ha.?"

Semua orang disana pun sangat terkejut dengan laporan itu. Bahkan Raimond sampai mengepalkan tangannya dengan keras.

"Ini seperti bunuh diri." kata Tetua Yuan.

"Apa yang harus kita lakukan, bahkan pasukan kita hanya 25rb prajurit. Dengan adanya Clan Riu yang ikut dalam peperangan, kekuatan kita tidak seimbang." kata Tetua Wen.

"Kita juga tidak ada dukungan apapun dari Clan Siwa." kata Made.

Mereka pun terkena serangan mental yang sangat dalam, dan sangat yakin dengan kekalahan. Dalam keheningan itu, Raimond pun mulai tenang dan berhenti mengepalkan tangannya.

"Maju atau mundur, genderang perang sudah di bunyikan oleh mereka, tidak ada tempat untuk bersembunyi, dan tidak ada tempat untuk pergi. Perang ini sudah terjadi. Maju atau mundur, keduanya tetap sama." kata Raimond.

Semua orang pun tiba-tiba mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Raimond.

"Mereka akan merampas semua yang kita miliki. Clan Siga yang berdiri sebelum kekaisaran ini ada, dan Clan yang sangat berjasa bagi mereka. Sangat berani menyerang kehormatan para leluhur Clan Siga."

Tubuh Raimond pun mulai mengeluarkan Aura berwarna Ungu dan dengan tatapan yang sangat tajam.

"Ha.? Stuart .? Dom Stuart ." semua orang pun sangat terkejut melihat kekuatan aura milik Raimond.

"Selamat, Ketua sudah mencapai Dom Stuart ." kata semua orang disana sambil berlutut.

"Dalam keadaan apapun, ini tidak bisa di biarkan. Menyerah adalah hal yang sangat menodai jiwa para leluhur kita. Aku perintahkan semua prajurit untuk berjuang sampai titik darah penghabisan. Lebih baik mati dalam perlawanan dari pada menyerah dan di bunuh." kata Raimond.

"Laksanakan Perintah Ketua." kata semua orang disana.

Lalu, mereka semua pun meninggalkan ruangan itu. Dan tiba-tiba, Raimond mengepalkan tangannya dengan keras lagi.

"Leo, kemari lah." kata Raimond.

Leo dan semua orang disana pun langsung menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah Raimond.

"Siap Ketua." sahut Leo. Lalu ia pun berjalan menghadap Raimond.

"Segera kumpulkan para anak-anak, perempuan, dan lansia di atas bukit Cheng." kata Raimond.

"Maaf.?" sahut Leo.

"Bawalah mereka semua kearah selatan. Kau akan bertemu dengan Ketua Clan Siwa, Verda Siwa. Mereka akan membantumu dari belakang, dan bangunlah sebuah desa ditanah reruntuhan kuno. pasukan kekaisaran tidak akan mengejar kalian sampai disana. Dan sesegera mungkin, keluarlah dari benua ini." kata Raimond.

Semua orang disana pun hanya terdiam dengan gelisah. Lalu, Leo pun berlutut di depan Raimond.

"Ketua, ijinkan saya berjuang disamping Anda. Ijinkan saya ikut dalam peperangan."

"Cukup. Ini adalah perintah. Warisan leluhur dan regenerasi Clan Siga harus tetap ada. Kau akan sangat berjasa bagi Clan Siga Leo, aku serahkan padamu." kata Raimond, lalu ia pun meninggalkan ruangan itu.

Dan Leo masih berlutut dengan sangat cemas dan sedih. Lalu, para tetua dan jendral lainnya pun menghampirinya.

Puk. Tetua Wen pun menepuk pundak Leo.

"Aku titipkan keluargaku padamu Leo. Aku sangat mengandalkan mu." kata Wen.

"Ini adalah pilihan terbaik untukmu Leo, kau masih sangat muda, dan perjalananmu masih panjang. Jagalah kehormatan Clan Siga. Aku titipkan semuanya padamu." kata Yuan.

Leo pun tiba-tiba meneteskan air mata.

"Tidak perlu menangis Leo, kau adalah anak muda yang berbakat dan sangat di percaya Tuan kita. Jangan pernah mengecewakannya." sahut Siu.

"Semua ini akan berlalu, masa depan anak-anak Clan Siga harus tetap di jaga dan di selamatkan. Kau benar-benar sangat berjasa disini Leo." kata Made.

Leo pun langsung berlutut dan bersujud kepada ke empat orang disana dengan sangat sedih.

"Tetua, dan Jendral. Kembalilah dengan selamat, kami akan menyambut kedatangan kalian disana." kata Leo dengan menangis.

Lalu, ia pun pergi dan berlari untuk mengumpulkan semua orang yang di perintahkan oleh Raimond.

...

Episodes
1 01 - Artefak Unik
2 02 - Kekuatan Jiwa
3 03 - Perintah Terakhir
4 04 - Aku Titipkan
5 05 - Jejak
6 06 - Penerus
7 07 - Warisan Leluhur
8 08 - Terulang Kembali
9 09 - Kemarahan
10 10 - Bala Bantuan
11 11 - Benda Langit
12 12 - Kemungkinan
13 13 - Arwah Gentayangan
14 14 - Surat Cinta
15 15 - Permusuhan
16 16 - Pelajaran Terakhir
17 17 - Aliansi
18 18 - Persiapan Perang
19 19 - Negosiasi
20 20 - Penyerangan Tak Terduga
21 21 - Catatan Kuno
22 22 - Tuan Putri
23 23 - Penjajah lainnya
24 24 - Menjadi Gila
25 25 - Kekejaman
26 26 - Orang Terkuat
27 27 - Deklarasi Perang
28 28 - Penawaran
29 29 - Pertemuan Pertama.
30 30 - Serangan Tombak Emas
31 31 - Sampai Bertemu Lagi
32 32 - Gelisah
33 33 - Cerita Masa Lalu.
34 34 - Salah Paham
35 35 - Kehilangan
36 36 - Menghadang
37 37 - Segel Seribu Cahaya.
38 38 - Perang Terakhir
39 39 - Kerajaan Baru
40 40 - Cinta
41 41 - Permata
42 42 - Menunggumu
43 43 - Aku tidak Tau
44 44 - Harapan
45 45 - Biarkan Saja
46 46 - Makanan Untukmu
47 47 - Tiba-tiba
48 48 - Selamat Tinggal
49 49 - Kuil Misterius
50 50 - Sebuah Gelar
51 51 - Sarang Naga
52 52 - Dermaga
53 53 - Tragedi Lainnya.
54 54 - Masih Menunggumu
55 55 - Rindu
56 56 - Hewan Mitologi
57 57 - Memisahkan Cahaya
58 58 - Sarang Naga
59 59 - Pilihan
60 60 - Pasukan Gabungan Overlord
61 61 - Kekuatan Penuh.
62 62 - Senjata Legenda
63 63 - Ciuman Pertama.
64 64 - Rapat Perdana.
65 65 - Tidak Ada Negosiasi.
66 66 - Informasi Bantuan
67 67 - Awakening
68 68 - Ruang Kekuatan.
69 69 - Ratusan Gemstone.
70 70 - Surat Kejutan.
71 71 - Percobaan
72 72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73 73 - Pasukan Naga
74 74 - Tetap Menunggumu.
75 75 - Fenomena.
76 76 - Kompensasi
77 77 - Dion Siga.
78 78 - Bantuan
79 79 - Tempat Itu.
80 80 - Jangan Pergi.
81 81 - Lamaran
82 82 - Luka Dalam
83 83 - Serikat
84 84 - Royal Union
85 85 - Peribahasa.
86 86 - Rahasia
87 87 - Penderitaan
88 88 - Kunci
89 89 - Sebuah Pilihan
90 90 - Anggaran Militer
91 91 - Menaikkan Tarif
92 92 - Biang Kerok
93 93 - Diskusi
94 94 - Pahlawan Sebenarnya.
95 95 - Pakaian Resmi
96 96 - Malam Yang Indah
97 97 - Tanda Tangan Perjanjian
98 98 - Fakta Lainnya
99 99 - Cara Aman
100 100 - Penerjemah
101 101 - Ancistor
102 102 - Hukum Kekuatan.
103 103 - Lahirnya Awakening Baru
104 104 - Surat Tugas Pertama
105 105 - Permintaan Bantuan
106 106 - Kerajaan Yang Runtuh
107 107 - Tidak Ada Fairley
108 108 - Mengagumimu
109 109 - Tragedi Yang Tragis
110 110 - Seorang Babu.
111 111 - Keputusan Yang Sulit
112 112 - Awasi Dia
113 113 - Nama Dewa
114 114 - Musuh Sejati
115 115 - Fakta Sebenarnya.
116 116 - Pertemuan Kerajaan
117 117 - Enigma
118 118 - Malaikat
119 119 - Merinding
120 120 - Sang Emperor
121 121 - Dimanfaatkan
122 122 - Ilmu Pengetahuan
Episodes

Updated 122 Episodes

1
01 - Artefak Unik
2
02 - Kekuatan Jiwa
3
03 - Perintah Terakhir
4
04 - Aku Titipkan
5
05 - Jejak
6
06 - Penerus
7
07 - Warisan Leluhur
8
08 - Terulang Kembali
9
09 - Kemarahan
10
10 - Bala Bantuan
11
11 - Benda Langit
12
12 - Kemungkinan
13
13 - Arwah Gentayangan
14
14 - Surat Cinta
15
15 - Permusuhan
16
16 - Pelajaran Terakhir
17
17 - Aliansi
18
18 - Persiapan Perang
19
19 - Negosiasi
20
20 - Penyerangan Tak Terduga
21
21 - Catatan Kuno
22
22 - Tuan Putri
23
23 - Penjajah lainnya
24
24 - Menjadi Gila
25
25 - Kekejaman
26
26 - Orang Terkuat
27
27 - Deklarasi Perang
28
28 - Penawaran
29
29 - Pertemuan Pertama.
30
30 - Serangan Tombak Emas
31
31 - Sampai Bertemu Lagi
32
32 - Gelisah
33
33 - Cerita Masa Lalu.
34
34 - Salah Paham
35
35 - Kehilangan
36
36 - Menghadang
37
37 - Segel Seribu Cahaya.
38
38 - Perang Terakhir
39
39 - Kerajaan Baru
40
40 - Cinta
41
41 - Permata
42
42 - Menunggumu
43
43 - Aku tidak Tau
44
44 - Harapan
45
45 - Biarkan Saja
46
46 - Makanan Untukmu
47
47 - Tiba-tiba
48
48 - Selamat Tinggal
49
49 - Kuil Misterius
50
50 - Sebuah Gelar
51
51 - Sarang Naga
52
52 - Dermaga
53
53 - Tragedi Lainnya.
54
54 - Masih Menunggumu
55
55 - Rindu
56
56 - Hewan Mitologi
57
57 - Memisahkan Cahaya
58
58 - Sarang Naga
59
59 - Pilihan
60
60 - Pasukan Gabungan Overlord
61
61 - Kekuatan Penuh.
62
62 - Senjata Legenda
63
63 - Ciuman Pertama.
64
64 - Rapat Perdana.
65
65 - Tidak Ada Negosiasi.
66
66 - Informasi Bantuan
67
67 - Awakening
68
68 - Ruang Kekuatan.
69
69 - Ratusan Gemstone.
70
70 - Surat Kejutan.
71
71 - Percobaan
72
72 - Serangan Yang Tiba-Tiba
73
73 - Pasukan Naga
74
74 - Tetap Menunggumu.
75
75 - Fenomena.
76
76 - Kompensasi
77
77 - Dion Siga.
78
78 - Bantuan
79
79 - Tempat Itu.
80
80 - Jangan Pergi.
81
81 - Lamaran
82
82 - Luka Dalam
83
83 - Serikat
84
84 - Royal Union
85
85 - Peribahasa.
86
86 - Rahasia
87
87 - Penderitaan
88
88 - Kunci
89
89 - Sebuah Pilihan
90
90 - Anggaran Militer
91
91 - Menaikkan Tarif
92
92 - Biang Kerok
93
93 - Diskusi
94
94 - Pahlawan Sebenarnya.
95
95 - Pakaian Resmi
96
96 - Malam Yang Indah
97
97 - Tanda Tangan Perjanjian
98
98 - Fakta Lainnya
99
99 - Cara Aman
100
100 - Penerjemah
101
101 - Ancistor
102
102 - Hukum Kekuatan.
103
103 - Lahirnya Awakening Baru
104
104 - Surat Tugas Pertama
105
105 - Permintaan Bantuan
106
106 - Kerajaan Yang Runtuh
107
107 - Tidak Ada Fairley
108
108 - Mengagumimu
109
109 - Tragedi Yang Tragis
110
110 - Seorang Babu.
111
111 - Keputusan Yang Sulit
112
112 - Awasi Dia
113
113 - Nama Dewa
114
114 - Musuh Sejati
115
115 - Fakta Sebenarnya.
116
116 - Pertemuan Kerajaan
117
117 - Enigma
118
118 - Malaikat
119
119 - Merinding
120
120 - Sang Emperor
121
121 - Dimanfaatkan
122
122 - Ilmu Pengetahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!