Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara

"Lalu dimana cucuku" ucap opa Matteo yang berderai air mata seperti Oma.

"Ini Soraya ada di sini bersama kami" jawab Lian

"Raya mendekat lah" ucap Lian dan di turuti oleh Soraya.

"Halo oma opa, saya Soraya Mayasari putri bunda Sovia" ucap Soraya pelan karena gugup.

Saat kedua orang tua bunda Sovia melihat Soraya mereka sangat terkejut karena wajahnya sangat mirip putri mereka tapi terlihat sangat cantik dan manis, membuat keduanya terpesona.

"Kau cucu kami, maafkan Oma dan opa sayang yang tidak tau dirimu. Oma sangat ingin bertemu dengan mu, kamu Memang benar putri Sovia wajahmu sangat mirip dengan nya" ucap Oma safiyya yang menangis haru bercampur sedih.

Mereka pun melanjutkan obrolan mereka dan mereka juga membahas jika Soraya akan kuliah di luar negri, saat mendengar jika cucunya sudah akan kuliah opa dan Oma pun kaget karena mereka kira cucunya masih SMA terlalu muda dan imut.

Mereka pun setuju dan berjanji akan menemui Soraya disana, setelah obrolan selesai mereka pun mengakhiri panggilan ya. Dengan hati campur aduk.

Setelah pembicaraan itu mereka pun terdiam dan Kean mengajak mereka semua untuk istirahat.

*****

Tidak terasa hari keberangkatan Soraya pun sudah tiba, pagi ini Soraya dan ketiga om nya sudah bersiap untuk mengantar Soraya, belajar keluar negri.

"Apa sudah siap semua Raya?" tanya Kean

"Sudah om semua udah disiapin, ayo berangkat" ucap Soraya

"Baiklah ayo, sini biar om yang bawakan" ucap Kelvin

"Terima kasih om, tapi kenapa kalian bertiga ikut semua kan bisa salah satu saja, apa kalian. Gak ada jadwal di rumah sakit?" tanya Soraya

"Kamu tenang saja, semua sudah di urus karena yang lebih penting kami harus mengantar bos kecil kami terlebih dulu" ucap Liam

"Hehehe, bos kecil apa kan Soraya belum bekerja disana" ucap Soraya

"Walau belum sekarang tapi nanti kamu lah sang pemilik sebenarnya" ucap ketiga om dari Soraya bersamaan.

Setelah itu mereka tertawa bersama, saat sudah sampai di depan mobil yang akan mengantarkan mereka pun masuk.

Mereka menempuh perjalanan 40 menit untuk sampai di bandara, sebenarnya tidak jauh tapi karena macet mereka harus lama di jalan.

Setelah sampai di bandara mereka masuk jalur khusus yang di lalui oleh pemilik pesawat pribadi, disana orang orang mereka sudah menunggu kedatangan keempat bos mereka.

"Selamat datang tuan nona semua sudah siap silahkan masuk" ucap orang kepercayaan Kelvin

"Terima kasih Yun, kerja bagus dan aku berangkat dulu tolong urus semuanya disini kau tau bukan?" tanya Kelvin

"Siap tuan kami mengerti, selamat jalan tuan" ucap Yun

"Iya terima kasih" jawab Kelvin lalu masuk kedalam pesawat menyusul lainya yang sudah masuk.

Soraya sepertinya sedang berbicara dengan seseorang di telpon dan ternyata Oma dan opa ya yang menghubungi untuk mengucapkan selamat jalan dan mereka akan datang nanti kesana.

Tidak lama pesawat pun sudah siap lepas landas meninggal bandara ibu kota, seperti biasa Soraya selalu duduk di dekat jendela sembari melihat pemandangan di luar.

"Selamat tinggal negaraku, tunggu aku kembali saat aku sudah kuat nantinya. Aku akan mencari keadilan untuk kedua orang tuaku, bunda ayah Soraya pergi dulu dan Soraya akan segera kembali. Soraya janji akan menjadi gadis yang kuat dan akan Soraya buktikan jika putri dari Sovia yang di kenal gadis miskin akan membuat bangga dan membuktikan jika didikan bunda tidak pernah salah agar orang orang itu tau jika bunda adalah wanita yang luar biasa" ucap Soraya dalam hati sembari mengusap air matanya cepat.

Setelah itu Soraya pun menenangkan dirinya sedang kan ketiga om nya tidak mau mengganggu Soraya yang mereka tau sedang bersedih.

...****************...

(Sedangkan di posisi keluarga Raya dua hari lalu.)

Flashback dua hari lalu

Sukmo Basri dan Radita mulia, adalah nenek dan kakek dari Soraya. Saat ini mereka sedang duduk santai di rumah milik orang tua Soraya, tanpa memikirkan nasib Soraya saat ini dimana atau bagaimana.

"Nek... di rumah ini gak ada harta sedikit pun, masak Tante Sovia gak punya perhiasan atau apa gitu yang berharga. Atau jangan jangan semua di ambil Soraya nek" ucap Ambar sepupu dari Soraya, anak dari adik ayah Andra ayah dari Soraya.

"Bukanya ibu mu yang membantu membereskan semua barang Soraya saat dia pergi, lalu bagaimana bisa dia mengambilnya." Ucap kakek Sukmo

"Risma, apa kau mengambil harta peninggalan Sovia untuk dirimu sendiri?" Tanya nenek Radita pada menantunya ibu dari Ambar

"Tidak ma, aku tidak mengambil apapun jika tidak percaya periksa Saja" ucap Tante Risma

"Mungkin dia tidak punya itu semua, mama tau sendiri penghasilan anak kita itu berapa" ucap kakek Sukmo

"Papa ini kenapa dari tadi seperti membela mereka?" Ucap nenek Radita

"Papa tidak membela hanya mengingatkan" ucap kakek Sukmo

"Permisi tuan nyonya, saya mau mengundurkan diri karena anak saya akan menikah dan menyuruh saya untuk pulang. Mereka juga meminta saya untuk tidak bekerja lagi, waktu itu saya sudah bicara pada nyonya Sovia dan di izinkan" ucap bibi

"Baik pergilah sana tapi jangan harap ada pesangon" jawab nenek Radita

"Baik nyonya saya permisi" ucap bibi.

"Dasar pembantu bodoh dan tidak berguna, nek coba kemarin biar kan Soraya disini untuk jadi pembantu gratis kita." Ucap Ambar yang membuat nenek Radita berpikir

"Benar juga, jika kalian bertemu dia bawa dia pulang dan jadikan dia pembantu kita secara gratis" ucap nenek

"Siap nek," Jawab Ambar.

Setelah itu mereka pun melanjutkan obrolan mereka.

Flashback off

Sedangkan setelah dua hari seperti Hari ini, Ambar dan sang nenek sangat marah karena belum bisa menemukan Soraya.

Mereka sudah menyuruh orang untuk mencari Soraya tapi tidak ketemu, belum lagi orang misterius itu juga sudah membantu untuk mencari Soraya tapi tetap tidak bertemu juga sampai sekarang.

Bagi mereka Soraya bagaikan hilang di telan bumi, semua tertutup tanpa bisa di ketahui.

"Sebenarnya kemana anak s**l*n itu berada, semua sudah di cari tapi tetap Tidak ketemu" ucap nenek Ita

"Apa mungkin dia sudah meninggal nek, atau di jual gitu keluar negri. Bukanya dia tidak punya uang jika pergi jauh" ucap Ambar

"Ya mungkin benar, buktinya orang itu juga tidak bisa menemukan Raya, ya sudahlah biarkan saja jika memang sudah mati ya nenek sangat bersyukur tidak ada anak dari wanita miskin itu" ucap nenek Ita.

"Nek ayo kita pergi ke mall katanya ada barang baru, uang dari orang itu baru masuk bukan" ucap Ambar antusias

"Baiklah ayo kita pergi, apa yang tidak untuk cucu nenek tersayang" ucap nenek Ita

Setelah itu mereka pun bersiap untuk pergi.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Moh Rifti

Moh Rifti

/Determined//Determined/

2024-09-12

0

Jenong Nong

Jenong Nong

siapa orang misterius itu ....❤❤🙏🙏

2024-09-12

1

Tiara Bella

Tiara Bella

mantap Thor....lanjut

2024-09-12

0

lihat semua
Episodes
1 Tangisan Soraya
2 Pengurus makan
3 Surat dari bunda
4 Bertemu Liam dan Kean
5 Bertemu Tiga Om Tampan
6 Cerita Bunda Sovia
7 Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8 Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9 Perpisahan
10 Membantu
11 mencari penghianat dan papa baru
12 Coklat dan bunga
13 Teman Baru
14 Pengganggu
15 Saraman Bersama
16 Lady Membuat ulah
17 Kerumah Raya dan penyekapan
18 Terluka dan Panik
19 pembalasan
20 Kembali
21 kebenaran
22 Papa Wili
23 Kembali kuliah dan teman baru
24 Kembali
25 Rencana ke makam
26 Ziarah ke makam
27 Kedatangan papa Wili dan lainya
28 Hari pertama ke rumah sakit
29 Tuan Mugia
30 Operasi berhasil
31 Aksara Bintang Dirgantara
32 Kelakuan Bintang
33 Pertemuan Ke Dua
34 Melody
35 Surat Bunda Sovia
36 Surat Bunda Sovia 2
37 pelaku
38 penyusup
39 Kebahagiaan Bintang
40 Rapat pemegang saham
41 Bertemu semuanya
42 Rapat
43 kebenaran
44 Kedatangan keluarga
45 Suri
46 Tekat Bintang
47 Bertemu Dian
48 pertemuan
49 Kepesta
50 Suri berulah
51 permulaan
52 Dian membuat ulah
53 Penghinaan
54 Memberi tau
55 kebenaran Raya
56 Cerita
57 Kedatangan Bintang
58 Kumpul
59 59
60 60
61 kumpul
62 62
63 Usaha Bintang
64 Musibah
65 Memberikan pelajaran
66 Sadar
67 tingkah Bintang
68 68
69 69 kelulusan
70 Kejutan
71 Tidak Terduga
72 Nasib Ambar
73 kekampus
74 persiapan
75 Akad Nikah Raya & Bintang
76 Resepsi pernikahan
77 Pasangan baru
78 kabar
79 bab 79
80 kabar heboh
81 Masalah
82 Penangkapan
83 83 Bintang Berulah
84 perjuangan
85 Masak
86 Panik dan bahagia
87 Enzi dan Enzo
88 Akikah
89 Calon pelakor
90 kumpul
91 Memberi pengertian
92 Bertemu Ambar
93 pernikahan
94 kumpul keluarga
95 Kabar gembira
96 Mengejutkan
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Tangisan Soraya
2
Pengurus makan
3
Surat dari bunda
4
Bertemu Liam dan Kean
5
Bertemu Tiga Om Tampan
6
Cerita Bunda Sovia
7
Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8
Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9
Perpisahan
10
Membantu
11
mencari penghianat dan papa baru
12
Coklat dan bunga
13
Teman Baru
14
Pengganggu
15
Saraman Bersama
16
Lady Membuat ulah
17
Kerumah Raya dan penyekapan
18
Terluka dan Panik
19
pembalasan
20
Kembali
21
kebenaran
22
Papa Wili
23
Kembali kuliah dan teman baru
24
Kembali
25
Rencana ke makam
26
Ziarah ke makam
27
Kedatangan papa Wili dan lainya
28
Hari pertama ke rumah sakit
29
Tuan Mugia
30
Operasi berhasil
31
Aksara Bintang Dirgantara
32
Kelakuan Bintang
33
Pertemuan Ke Dua
34
Melody
35
Surat Bunda Sovia
36
Surat Bunda Sovia 2
37
pelaku
38
penyusup
39
Kebahagiaan Bintang
40
Rapat pemegang saham
41
Bertemu semuanya
42
Rapat
43
kebenaran
44
Kedatangan keluarga
45
Suri
46
Tekat Bintang
47
Bertemu Dian
48
pertemuan
49
Kepesta
50
Suri berulah
51
permulaan
52
Dian membuat ulah
53
Penghinaan
54
Memberi tau
55
kebenaran Raya
56
Cerita
57
Kedatangan Bintang
58
Kumpul
59
59
60
60
61
kumpul
62
62
63
Usaha Bintang
64
Musibah
65
Memberikan pelajaran
66
Sadar
67
tingkah Bintang
68
68
69
69 kelulusan
70
Kejutan
71
Tidak Terduga
72
Nasib Ambar
73
kekampus
74
persiapan
75
Akad Nikah Raya & Bintang
76
Resepsi pernikahan
77
Pasangan baru
78
kabar
79
bab 79
80
kabar heboh
81
Masalah
82
Penangkapan
83
83 Bintang Berulah
84
perjuangan
85
Masak
86
Panik dan bahagia
87
Enzi dan Enzo
88
Akikah
89
Calon pelakor
90
kumpul
91
Memberi pengertian
92
Bertemu Ambar
93
pernikahan
94
kumpul keluarga
95
Kabar gembira
96
Mengejutkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!