Membantu

Waktu berlalu begitu cepat tidak terasa Soraya sudah berkuliah selama 6 bulan, semua berjalan dengan lancar.

Neo dan Jeslin pun menjadi sangat dekat dengan Raya, mereka menganggap Raya adalah adik bungsu mereka, mereka berdua selalu menjaga ketat keselamatan Raya.

Tapi hari ini Neo sedang sakit, ia pingsan hingga di bawa ke rumah sakit dan itu membuat Raya dan Jeslin panik.

Mereka membawa Neo kerumah sakit saat itu juga. Saat sampai di rumah sakit Neo masuk ke ruang UGD, dan ternyata Neo memiliki sakit tukak lambung dan harus di rawat selama beberapa hari di rumah sakit.

"Kak Jeslin... Raya akan pulang untuk mengambil keperluan kak Neo ya, Kakak di sini saja bersama kak Neo" ucap Raya.

"Tidak Raya, kamu saja yang di sini biar kakak yang akan mengambil nya. Berbahaya jika kamu keluar sendirian, jadi kamu tunggu di sini ya jangan keluar kemana mana ya, jangan keluar" ucap Jeslin.

"Baik kak, tapi hati hati dan ini kunci mobilnya dan tolong bawakan leptop Raya ya, terima kasih" ucap Raya sembari tersenyum

"Iya sama sama, tapi Ingan jangan keluar dari ruang sakit ini " ucap Jeslin

"Iya kak Jeslin sayang" jawab Raya

"Baiklah, ya sudah Kakak pergi sekarang" ucap Jeslin sembari membelai kepala Raya dengan sayang lalu pergi.

Saat Itu Neo sedang tidur karena pengaruh obat dan dokter bilang akan sadar esok hari, jadi karena merasa lapar Raya berniat Kelua untuk ke kantin mencari makan dan minum.

Raya sudah berpesan pada suster yang berjaga Jika dia akan ke kantin ruang sakit, jadi jika kakaknya bertanya dia tidak khawatir.

Saat berjalan di koridor rumah sakit yang kebetulan sangat sepi karena ini lingkungan VVIP. Raya mendengar pembicaraan seseorang yang terdengar sangat mencurigakan, Raya buru buru bersembunyi karena tidak ingin terjadi sesuatu karena dia pasti akan di tangkap jika ketahuan mendengar pembicaraan orang orang itu.

"Malam ini kau harus berhasil melenyapkan pria itu, aku Tidak mau tau. Kau sudah gagal berkali kali jadi ini kesempatan terakhir mu" ucap pria berbaju coklat.

"Baik tuan, saya akan usahakan selesai malam ini" ucap pria berbaju hitam

"Jangan hanya janji cepat singkirkan dia, aku sudah tidak bisa sabar untuk menunggu mengambil semua harta miliknya, dia sudah koma selama Tiga hari tapi masih sangat sulit untuk mengambil semua nya" ucap pria berbaju coklat

" Jadi jangan buat aku kecewa ingat itu, atau kau tidak mau membunuh karena dia adalah ayah mu?" ucap pria berbaju coklat sembari menajamkan matanya.

"Tidak tuan aku tidak peduli padanya dia tidak mau memberikan warisanya padaku sebelum aku mampu dan itu sama saja dia Tidak mempercayai ku karena itu aku ingin membunuhnya dan mengambil hartanya walau harus bagi dua dengan anda, jadi tunggu sebentar lagi orang ku sedang membeli sebuah racun yang tidak dapat terdeteksi jadi saat dia mati kita akan aman karena mereka mengira dia mati dengan normal" ucap pria berbaju hitam itu dengan nada kebencian.

"Baik jadi cepat laksanakan, karena jika orang orangnya sampai menemukan dia, itu akan sulit dan untung saja ibumu masih menekan orang orang itu agar mencari ketempat lain. Jadi ambil sidik jarinya lalu bunuh dia" ucap pria berbaju coklat dengan senyum liciknya lalu pergi sedangkan pria berbaju coklat memandang orang yang ada di depan ruangan itu lalu pergi.

Raya yang mendengar itu sangat shock untung saja ia merekam semua percakapan mereka berdua, Raya sedang berpikir bagaimana menyelamatkan orang itu jika dia bilang pada om nya pasti tidak di izinkan.

Melihat semua sudah tenang dan sepi Raya memakai masker dan topi lalu menutupi tubuhnya dengan jaket yang selalu ada di dalam tas nya.

Perlahan Raya masuk kedalam ruangan itu, disana ia melihat ada seorang pria paruh baya yang sedang tertidur di atas brangkar.

Dengan perlahan Raya mendekat nan mencoba memeriksa denyut nadi pria itu.

"Semua sangat bagus tapi kenapa tuan ini masih koma, tuan apa kau bisa mendengar ku?, jika iya tolong bangunlah kita harus pergi saat ini ada orang yang mengincar nyawa mu cepatlah bangun aku akan membantumu untuk bersembunyi. Tuan tidak ada waktu malam ini kau akan di bunuh oleh putra mu sendiri" ucap Raya sangat berdebar karena dia khawatir jika orang orang itu kembali datang.

Saat Raya sedang kebingungan terdengar suara seseorang.

"Siapa kamu ?" ucap pria yang sakit itu.

"Tuan anda sudah sadar syukurlah, tuan apa kau bisa bangun dan berjalan?, kita harus pergi dari sini sekarang tidak ada waktu lagi" ucap Raya panik karena takut orang orang itu datang.

"Ada apa dan siapa kamu" ucap pria itu bingung.

"Tuan sudahlah tidak ada waktu, percaya padaku ini demi keselamatan hidup anda, jadi jika anda bisa berjalan ayo kita pergi sekarang. Aku ini seorang gadis yang imut jadi tidak akan menyakiti anda" ucap Soraya berusaha y meyakinkan tapi terselip kelucuan disana.

Melihat kegigihan Soraya akhirnya pria itu mau ikut Raya dengan Soraya, dengan perlahan Soraya membuka jarum infus dan menuntun pria itu dengan hati hati.

"Tuan tunggu disini aku mau cari barang anda mungkin ada baju" ucap Raya Sabari jalan pergi membuka lemari dan ia . menemukan baju dan juga hp serta dompet pria itu.

"Tuan cepat ganti dulu baju ini lalu gunakan topi ini, aku tunggu di sini tolong cepat" ucap Raya sedangkan pria itu masuk kamar mandi walau tubuhnya masih lemas ia masih bisa bertahan.

Sedangkan Raya membuka hpnya lalu mencoba meretas cctv rumah sakit itu agar saat mereka keluar tidak terlihat.

Dan ternyata bisa ia menyabotase cctv berhenti hingga rekaman baru tidak masuk dan akan masuk setelah mereka menghilang jadi tidak ada yang bisa melihat nya.

Tidak lama pria itu pun selesai begitu juga Raya dengan cepat raya mengajak pria itu keluar dan masuk kedalam lift.

Setelah sampai di lantai lobby, Raya dengan segera mengajak pria itu naik taksi dan pergi dari rumah sakit. Setelah itu Rata baru bisa bernafas lega.

Tapi tiba tiba hpnya berbunyi, dan ternyata Jeslin yang yang hubungi nya.

"Halo kak Jes" ucap Raya

" Kamu dimana dek, kenapa kamu tidak ada disini?" tanya Jeslin panik.

"Maaf kak aku baik baik saja tadi aku ke kantin tapi ternyata aku sedang halangan jadi aku pulang terburu buru sampai lupa kasih kabar, tenang saja Raya aman ini sudah dekat rumah, raya mau ganti baju dan semua" ucap Raya memberi alasan.

"Ahhh... kamu buat kakak takut, ya sudah tidak perlu kerumah sakit kamu di rumah saja ingat jangan kemana mana ya, besok pagi kakak pulang" ucap Jeslin merasa lega

"Iya kak, sekali lagi Raya minta maaf udah buat panik" ucap Raya menyesal

"Ya sudah tidak apa-apa , hati hati ya" ucap Jeslin lalu mengakhiri telponnya.

Sedangkan pria itu hanya mendengar kan saja.

Tidak lama mereka sudah sampai di rumah Raya. Dan kebetulan karena makan Kedua bibi sudah tidur.

Raya membuka pintu dengan kunci cadangan nya lalu masuk.

Tuan ini rumah saya dan ini kamar saya untuk sementara anda di kamar ini saja, besok baru kita pikirkan lagi.

"Sebenarnya kamu siapa dan kenapa saya harus pergi" tanya pria itu bingung

"Bersambung

Terpopuler

Comments

Yusrina Ina

Yusrina Ina

bagus ni jalan cerita nya semangat lagi upnya author 🥰🥰🥰

2024-09-14

1

Moh Rifti

Moh Rifti

crazy upnya thor /Kiss//Kiss/

2024-09-13

1

Tiara Bella

Tiara Bella

lanjut....

2024-09-13

2

lihat semua
Episodes
1 Tangisan Soraya
2 Pengurus makan
3 Surat dari bunda
4 Bertemu Liam dan Kean
5 Bertemu Tiga Om Tampan
6 Cerita Bunda Sovia
7 Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8 Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9 Perpisahan
10 Membantu
11 mencari penghianat dan papa baru
12 Coklat dan bunga
13 Teman Baru
14 Pengganggu
15 Saraman Bersama
16 Lady Membuat ulah
17 Kerumah Raya dan penyekapan
18 Terluka dan Panik
19 pembalasan
20 Kembali
21 kebenaran
22 Papa Wili
23 Kembali kuliah dan teman baru
24 Kembali
25 Rencana ke makam
26 Ziarah ke makam
27 Kedatangan papa Wili dan lainya
28 Hari pertama ke rumah sakit
29 Tuan Mugia
30 Operasi berhasil
31 Aksara Bintang Dirgantara
32 Kelakuan Bintang
33 Pertemuan Ke Dua
34 Melody
35 Surat Bunda Sovia
36 Surat Bunda Sovia 2
37 pelaku
38 penyusup
39 Kebahagiaan Bintang
40 Rapat pemegang saham
41 Bertemu semuanya
42 Rapat
43 kebenaran
44 Kedatangan keluarga
45 Suri
46 Tekat Bintang
47 Bertemu Dian
48 pertemuan
49 Kepesta
50 Suri berulah
51 permulaan
52 Dian membuat ulah
53 Penghinaan
54 Memberi tau
55 kebenaran Raya
56 Cerita
57 Kedatangan Bintang
58 Kumpul
59 59
60 60
61 kumpul
62 62
63 Usaha Bintang
64 Musibah
65 Memberikan pelajaran
66 Sadar
67 tingkah Bintang
68 68
69 69 kelulusan
70 Kejutan
71 Tidak Terduga
72 Nasib Ambar
73 kekampus
74 persiapan
75 Akad Nikah Raya & Bintang
76 Resepsi pernikahan
77 Pasangan baru
78 kabar
79 bab 79
80 kabar heboh
81 Masalah
82 Penangkapan
83 83 Bintang Berulah
84 perjuangan
85 Masak
86 Panik dan bahagia
87 Enzi dan Enzo
88 Akikah
89 Calon pelakor
90 kumpul
91 Memberi pengertian
92 Bertemu Ambar
93 pernikahan
94 kumpul keluarga
95 Kabar gembira
96 Mengejutkan
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Tangisan Soraya
2
Pengurus makan
3
Surat dari bunda
4
Bertemu Liam dan Kean
5
Bertemu Tiga Om Tampan
6
Cerita Bunda Sovia
7
Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8
Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9
Perpisahan
10
Membantu
11
mencari penghianat dan papa baru
12
Coklat dan bunga
13
Teman Baru
14
Pengganggu
15
Saraman Bersama
16
Lady Membuat ulah
17
Kerumah Raya dan penyekapan
18
Terluka dan Panik
19
pembalasan
20
Kembali
21
kebenaran
22
Papa Wili
23
Kembali kuliah dan teman baru
24
Kembali
25
Rencana ke makam
26
Ziarah ke makam
27
Kedatangan papa Wili dan lainya
28
Hari pertama ke rumah sakit
29
Tuan Mugia
30
Operasi berhasil
31
Aksara Bintang Dirgantara
32
Kelakuan Bintang
33
Pertemuan Ke Dua
34
Melody
35
Surat Bunda Sovia
36
Surat Bunda Sovia 2
37
pelaku
38
penyusup
39
Kebahagiaan Bintang
40
Rapat pemegang saham
41
Bertemu semuanya
42
Rapat
43
kebenaran
44
Kedatangan keluarga
45
Suri
46
Tekat Bintang
47
Bertemu Dian
48
pertemuan
49
Kepesta
50
Suri berulah
51
permulaan
52
Dian membuat ulah
53
Penghinaan
54
Memberi tau
55
kebenaran Raya
56
Cerita
57
Kedatangan Bintang
58
Kumpul
59
59
60
60
61
kumpul
62
62
63
Usaha Bintang
64
Musibah
65
Memberikan pelajaran
66
Sadar
67
tingkah Bintang
68
68
69
69 kelulusan
70
Kejutan
71
Tidak Terduga
72
Nasib Ambar
73
kekampus
74
persiapan
75
Akad Nikah Raya & Bintang
76
Resepsi pernikahan
77
Pasangan baru
78
kabar
79
bab 79
80
kabar heboh
81
Masalah
82
Penangkapan
83
83 Bintang Berulah
84
perjuangan
85
Masak
86
Panik dan bahagia
87
Enzi dan Enzo
88
Akikah
89
Calon pelakor
90
kumpul
91
Memberi pengertian
92
Bertemu Ambar
93
pernikahan
94
kumpul keluarga
95
Kabar gembira
96
Mengejutkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!