Saraman Bersama

"Baik dokter, dan perkenalkan ini kakak saya Jeslin" ucap Raya dan dokter Orlando pun menyalami Jeslin lalu mengajak Raya pergi keruang nya, saat melewati resepsionis tadi raya melirik tajam pada suster tadi.

Sedangkan suster itu sudah sangat ketakutan.

Setelah sampai ruangan dokter Orlando, mereka pun mulai membicarakan hal serius, Raya juga langsung menelpon Dego untuk memberi tau soal dokter yang akan merawat papa Wili, Dego pun sudah setuju dan akan menjemput dokter Orlando saat itu juga.

Tiga puluh menit kemudian akhirnya Dego pun datang, dengan menyamar karena ia tidak mau jika Raya dalam bahaya jika terlihat bersama dirinya.

"Kak Dego, ini adalah dokter Orlando yang dapat di percaya, beliau akan merawat papa dengan baik" ucap Raya memperkenalkan dokter Orlando pada Dego.

Saat Dego mendengar raya memanggil nya Kakak, sangat kaget karena baru kali ini ia di panggil kakak oleh seseorang, dia terharu merasa di hormati.

Sedangkan kan Jeslin kaget karena raya punya papa, sejak kapan pikirnya.

Setelah percakapan dengan raya dan dokter itu akhirnya mereka pun berpamitan.

" Nona ada pesan dari tuan jika tuan akan menemui nona saat semua sudah aman dan tenang. Tuan juga bilang walau tidak bertemu nona tuan tetap mengawasi dan menjaga nona" ucap Dego

"Baik kak, Raya mengerti dan terima kasih. Sampaikan salam ku pada papa semoga lekas sehat, jika begitu Raya pamit dulu ya kak, Kakak hati hati di jalan" ucap Raya.

"Baik nona, jika begitu kami permisi, anda juga berhati hatilah, mari dokter" ucap Dego di ikuti dokter Orlando yang berpamitan dan pergi.

"Kak, sudah selesai ayo pergi kita cari makan ya Raya laper" ucap Raya

"Baiklah ayo kita cari makan, kakak juga ikut lapar" jawab Jeslin dan menggandeng tangan Raya mereka pun pergi.

...****************...

Keesokan harinya.

Seperti biasa Raya berangkat ke kampus dengan di antar, Jeslin dan Neo.

Saat Raya turun dari mobilnya dan akan masuk gerbang kampus, terdengar suara seseorang yang memanggil namanya.

"Raya...!" seru seseorang, Raya yang merasa namanya di panggil pun berhenti jalan dan melihat arah yang memanggil nya.

Raya

Saat sudah tau siapa yang memanggil namanya Raya pun tersenyum.

"Hai... Lexa selamat pagi" ucap Raya

Lexa

"Pagi juga Raya... Kau baru datang juga ternyata" jawab Lexa

"Iya aku baru datang" Ucap Raya

"Oh iya Raya perkenalkan ini adalah sahabat ku, yang kemarin aku ceritakan namanya Adele Rosiana dan Adele, ini adalah Raya yang aku ceritakan padamu yang membantuku kemarin dia teman baru kita" ucap Lexa antusias

"Halo, Adele senang berkenalan dengan mu, aku Soraya biasa di panggil Raya" ucap Raya ramah

Adele

"Ya aku juga, salam kenal" Jawab Adele dengan senyum tipisnya.

"Ayo kita jalan, apa kalian sudah sarapan?" tanya Raya

"Belum sempat sarapan, kau tau hari ini aku hampir terlambat karena semalam aku sulit tidur" jawab Lexa

"Apa sulit tidur mu itu setiap hari atau hanya sesekali?" tanya Raya, mereka berjalan sembari mengobrol.

"hemmm... Iya setiap malam aku sulit tidur" jawab Lexa lagi

"Baiklah jika begitu aku akan memberikan vitamin agar kau bisa tidur, tapi tenang saja ini bukan obat yang akan membuat mu dalam ketergantungan. Ini hanya suplemen saja tapi dapat membantu masalah tidur mu" ucap Raya.

Mendengar itu, Lexa pun sangat senang.

"Benarkah, ahhh.. Terima kasih raya terbaik" ucap Lexa seperti anak kecil dan memeluk Raya dan itu membuat Raya dan Adele tersenyum.

"Baiklah, apa kalian mau sarapan bersama ku jika iya ayo kita cari taman yang agak sepi saja, aku masih ada waktu satu jam lagi untuk masuk kelas " ucap Raya

"Kebetulan sekali kami baru dapat pengumuman jika kelas di undur satu jam nanti, ayo kita beli makanan dulu" ajak Lexa.

" Tidak perlu, aku sudah bawa ini jadi ayo kita cari tempat" Jawab Raya.

Mereka pun berjalan menuju taman yang agak sepi tapi masih banyak juga mahasiswa lain tapi lebih tenang.

Setelah berjalan beberapa saat Meraka menemukan sebuah gazebo dekat taman dan sejuk, mereka pun menuju kesana dan duduk, Raya pun mengeluarkan bekal yang ia bawa,

"Raya apa kau membelinya tapi dimana, sepertinya tidak ada yang menjual ini?" tanya Lexa

"Hehehe... Tidak beli aku membawa dari rumah, sengaja aku bawa menggunakan tempat ini agar selesai makan bisa di buang, jika menggunakan tempat bekal, bagaimana aku menyimpan nya" jawab Raya

"Kau benar, memang kalau orang pintar banyak akalnya, hehehe" ucap Lexa

"Lalu kenapa empat?" tanya Adele

"Satunya untuk teman baru kita Oden" jawab Raya

"Sepertinya kau sengaja bawa Empat seperti sudah janjian saja" ucap Adele

dan Raya hanya tersenyum.

"Ayo makan, nanti keburu masuk" ucap Raya

Mereka mulai makan, "Raya apa ini masakan ibu mu, ini sangat enak?" ucap Lexa tanpa melihat wajah Raya,

Raya yang mendengar itu pun terdiam, lalu menjawab.

"Bukan ini masakan ku sendiri, ibu dan ayah ku sudah tiada" jawab Raya dan itu membuat Adele dan Lexa merasa bersalah.

"Raya maafkan kami, kami tidak tau" ucap Adele dan Lexa

"Tidak masalah, wajar jika kalian tidak tau kita juga baru kenal bukan, sudah aku tidak apa apa ayo lanjut kan makanya, nanti keburu masuk" jawab Raya dengan senyumnya.

Setelah itu mereka pun lanjut malam dan sembari bercerita, tidak terasa waktu masuk kelas pun tiba, mereka segera merapihkan semuanya dan menuju kelas mereka,

"Lexa, tolong berikan ini pada Oden, bilang saja perayaan atas pertemanan baru kita" ucap Raya

"Ok sip, nanti jika selesai kelas kami ketempat kamu ya" ucap Adele dan Lexa

"Ok aku kekelas ku dulu... yang semangat belajar ny" ucap Raya berlalu pergi begitu juga Lexa dan Adele.

"Oden kau kemana saja tadi kami menunggu mu, tadi kami sarapan bersama di taman dan ini milik mu dari Raya" ucap Lexa

Mendengar itu Oden pun kaget,

"Aku terlambat datang tadi, Terima kasih" ucap Oden

"Katakan sendiri pada Raya nanti ikut kami akan bertemu dengan nya setelah kelas selesai" ucap Adele

"Baiklah aku ikut kalian" jawab Oden dan pelajaran pun di mulai.

...****************...

Sedangkan di posisi lain, lebih tepatnya di kediaman papa Wili.

Papa Wili sedang ada di atas tempat tidur, sembari mendengarkan laporan dari Dego soal oara penghianat,

"Tuan kami sudah menangkap mereka dan sekarang ada di dalam markas, kami mengurungnya di ruang neraka" ucap Dego

"Bagus, besok bawa aku kesana karena aku ingin melihat para penghianat itu. Lalu apa semua pengikut nya sudah musnah?" tanya papa Wili

"Sudah tuan markas mereka juga sudah kami hancurkan tanpa sisa" jawab Dego.

"Kerja bagus Dego, setelah aku sehat aku bisa bertemu dengan putriku, aku merindukan nya. Ohya bagaimana kabar nya apa ada laporan dari orang orang kita yang menjaganya" tanya papa Wili

"Belum ada lagi tuan, hanya pria pria tengik itu yang ini. Merayu nona, dan untung saja nona tidak terpengaruh dengan ketampanan mereka" ucap Dego ikut kesal. Semenjak Raya menjadi anak angkat Papa Wili dan Raya memanggil nya kakak itu membuat Dego sudah menganggap Raya adiknya, selama ini Dego adalah orang yang dingin dan cuek tapi tidak pada Raya.

"Jika macam macam singkirkan" jawab papa Wili

"Baik tuan saya mengerti" jawab Dego

Bersambung

Terpopuler

Comments

Sribundanya Gifran

Sribundanya Gifran

lanjut up lagi thor

2024-09-19

1

Noey Aprilia

Noey Aprilia

D jhatin kluarganya,tp skrng ktmu kluarga yg syang sm raya....tu blsn buat orng baik...bhkn dego yg dngin aja jd syng sm raya.....

2024-09-18

0

Yusrina Ina

Yusrina Ina

sayang sekali papa wili dengan raya
🥰🥰🥰

2024-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 Tangisan Soraya
2 Pengurus makan
3 Surat dari bunda
4 Bertemu Liam dan Kean
5 Bertemu Tiga Om Tampan
6 Cerita Bunda Sovia
7 Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8 Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9 Perpisahan
10 Membantu
11 mencari penghianat dan papa baru
12 Coklat dan bunga
13 Teman Baru
14 Pengganggu
15 Saraman Bersama
16 Lady Membuat ulah
17 Kerumah Raya dan penyekapan
18 Terluka dan Panik
19 pembalasan
20 Kembali
21 kebenaran
22 Papa Wili
23 Kembali kuliah dan teman baru
24 Kembali
25 Rencana ke makam
26 Ziarah ke makam
27 Kedatangan papa Wili dan lainya
28 Hari pertama ke rumah sakit
29 Tuan Mugia
30 Operasi berhasil
31 Aksara Bintang Dirgantara
32 Kelakuan Bintang
33 Pertemuan Ke Dua
34 Melody
35 Surat Bunda Sovia
36 Surat Bunda Sovia 2
37 pelaku
38 penyusup
39 Kebahagiaan Bintang
40 Rapat pemegang saham
41 Bertemu semuanya
42 Rapat
43 kebenaran
44 Kedatangan keluarga
45 Suri
46 Tekat Bintang
47 Bertemu Dian
48 pertemuan
49 Kepesta
50 Suri berulah
51 permulaan
52 Dian membuat ulah
53 Penghinaan
54 Memberi tau
55 kebenaran Raya
56 Cerita
57 Kedatangan Bintang
58 Kumpul
59 59
60 60
61 kumpul
62 62
63 Usaha Bintang
64 Musibah
65 Memberikan pelajaran
66 Sadar
67 tingkah Bintang
68 68
69 69 kelulusan
70 Kejutan
71 Tidak Terduga
72 Nasib Ambar
73 kekampus
74 persiapan
75 Akad Nikah Raya & Bintang
76 Resepsi pernikahan
77 Pasangan baru
78 kabar
79 bab 79
80 kabar heboh
81 Masalah
82 Penangkapan
83 83 Bintang Berulah
84 perjuangan
85 Masak
86 Panik dan bahagia
87 Enzi dan Enzo
88 Akikah
89 Calon pelakor
90 kumpul
91 Memberi pengertian
92 Bertemu Ambar
93 pernikahan
94 kumpul keluarga
95 Kabar gembira
96 Mengejutkan
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Tangisan Soraya
2
Pengurus makan
3
Surat dari bunda
4
Bertemu Liam dan Kean
5
Bertemu Tiga Om Tampan
6
Cerita Bunda Sovia
7
Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8
Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9
Perpisahan
10
Membantu
11
mencari penghianat dan papa baru
12
Coklat dan bunga
13
Teman Baru
14
Pengganggu
15
Saraman Bersama
16
Lady Membuat ulah
17
Kerumah Raya dan penyekapan
18
Terluka dan Panik
19
pembalasan
20
Kembali
21
kebenaran
22
Papa Wili
23
Kembali kuliah dan teman baru
24
Kembali
25
Rencana ke makam
26
Ziarah ke makam
27
Kedatangan papa Wili dan lainya
28
Hari pertama ke rumah sakit
29
Tuan Mugia
30
Operasi berhasil
31
Aksara Bintang Dirgantara
32
Kelakuan Bintang
33
Pertemuan Ke Dua
34
Melody
35
Surat Bunda Sovia
36
Surat Bunda Sovia 2
37
pelaku
38
penyusup
39
Kebahagiaan Bintang
40
Rapat pemegang saham
41
Bertemu semuanya
42
Rapat
43
kebenaran
44
Kedatangan keluarga
45
Suri
46
Tekat Bintang
47
Bertemu Dian
48
pertemuan
49
Kepesta
50
Suri berulah
51
permulaan
52
Dian membuat ulah
53
Penghinaan
54
Memberi tau
55
kebenaran Raya
56
Cerita
57
Kedatangan Bintang
58
Kumpul
59
59
60
60
61
kumpul
62
62
63
Usaha Bintang
64
Musibah
65
Memberikan pelajaran
66
Sadar
67
tingkah Bintang
68
68
69
69 kelulusan
70
Kejutan
71
Tidak Terduga
72
Nasib Ambar
73
kekampus
74
persiapan
75
Akad Nikah Raya & Bintang
76
Resepsi pernikahan
77
Pasangan baru
78
kabar
79
bab 79
80
kabar heboh
81
Masalah
82
Penangkapan
83
83 Bintang Berulah
84
perjuangan
85
Masak
86
Panik dan bahagia
87
Enzi dan Enzo
88
Akikah
89
Calon pelakor
90
kumpul
91
Memberi pengertian
92
Bertemu Ambar
93
pernikahan
94
kumpul keluarga
95
Kabar gembira
96
Mengejutkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!