Bertemu Liam dan Kean

Setelah mengakhiri panggilan itu, Raya membereskan semua barangnya agar tidak repot saat akan pergi nanti.

Setelah semua selesai, raya memesan sarapan melalui online karena dia tidak mau keluar sebelum berangkat nanti.

Raya takut jika dia keluar akan bertemu keluarga dari ayahnya lagi, bukan karena Raya takut tapi sekarang belum saatnya karena dia belum kuat.

Sembari menunggu pesanannya datang, Raya pun membaca biodata milik kedua om nya.

Chan Liam

Provesi seorang dokter spesialis penyakit jantung dan juga wakil dari pemilik rumah sakit. Berusia 28 tahun

Kean Narendra

Provesi Dokter spesialis penyakit dalam dan berusia 27 tahun

"Masyaallah, kedua om ku ternyata sangat cerdas masih muda sudah menjadi dokter yang hebat" ucap Soraya

"Oh ini ada satu lagi, asisten pribadi om Liam dan bunda namanya Kelvin yang membantu om Liam untuk mengurus rumah sakit. Kelvin Pradipta usia 27 tahun, sama kayak om Kean" ucap Soraya.

Tidak lama makanan yang di pesan pun datang, Soraya pun menyimpan semua biodata penting itu.

\*

Di posisi Chan Liam

Setelah menerima telpon dari Soraya, Chan Liam pun terdiam sebentar untuk menenangkan hatinya yang sangat sedih.

Setelah tau jika Kakak angkatnya yang sangat baik sudah tiada, hatinya sangat sakit dan sedih.

Apa lagi saat mendengar jika keponakan yang sangat ia sayangi telah di usir oleh keluarga nya sendiri.

Setelah menenangkan dirinya, Chan Liam pun segera menghubungi sang asisten untuk mengurus keberangkatan dirinya sekarang ke kota B.

"Halo Kelvin, tolong siapkan pesawat untuk ku" ucap Lian

"Anda mau kemana kak?" Tanya Kelvin

"Aku akan ke kota B, aku ingin menjemput keponakanku anak dari bos besar. Kelvin kak Sovia sudah meninggal kemarin malam" ucap Liam

"Apaaa... Jangan bohong kak Liam, tidak mungkin kak Sovia pergi karena kemari sore dia memintaku mengurus persiapan kuliah Soraya" ucap Kelvin yang shock dan tidak mau percaya.

"Tapi malam harinya dia kecelakaan bersama suaminya dan saat ini Soraya ada di penginapan, karena dia di usir oleh keluarga nya dari rumah orang tuanya sendiri." Jelas Lian dengan nada sedih

"Jadi ini sungguhan kak, pantas kak Sovia meminta aku yang mengurus sekolah Soraya" ucap Kelvin dengan tidak terasa air matanya pun sudah keluar.

"Iya jadi cepatlah aku mau pergi sekarang" ucap Liam lagi

"Baik kak 30 menit sudah siap" ucap Kelvin dan mematikan sambungan.

Setelah menghubungi kelvin, Liam lalu menghubungi Kean yang saat ini ada di rumah sakit.

Sama seperti Kelvin, Kean justru hampir pingsan saat mendengar berita itu. Karena walau bagaimanapun Kean, Liam dan Kelvin sudah di urus Sovia ibu dari Soraya sejak mereka kecil.

Jadi bunda Sovia sudah seperti ibu, ayah dan kakak serta sahabat bagi mereka berempat.

Setelah menghubungi Kean yang akan pulang sekarang juga, karena ia ingin ikut saat menjemput keponakan nya.

Liam pun bersiap, dan menyuruh pengurus rumah untuk membersihkan kamar Soraya yang menang sudah di siapkan oleh bunda Sovia jauh hari.

Setelah satu jam akhirnya Lian dan Kean pun pergi menuju bandara khusus.

Pesawat yang akan mereka naiki pun sudah siap take off Hanya tinggal menunggu Liam dan Kean datang.

Beberapa saat kemudian kedua nya sampai di bandara, disana sudah ada Kelvin yang menunggu.

"kak semua sudah siap, aku sudah menyiapkan tempat yang nyaman untuk keponakan kita nanti saat di pesawat" ucap Kelvin

"Terima kasih Vin, kami pergi dulu dan jangan bilang apa pun pada siapa pun" ucap Liam sedangkan Kean terlihat diam karena masih sedih

"Iya kak tenang saja aku mengerti, kalian hati hatilah, Kean kau jangan seperti itu nanti keponakan kita takut melihat mu seperti itu" ucap Kelvin yang juga menahan kesedihannya.

"Iya aku mengerti" jawab Kean singkat.

Setelah itu mereka berdua pun masuk kepesawat dan akan siap berangkat.

"Akan ku selidiki semuanya, apa itu murni kecelakaan atau pembunuhan, jika itu pembunuhan akan ku buat mereka menyesal" ucap Kelvin dengan menahan kemarahan yang besar.

Di posisi Soraya,

Saat ini Soraya sedang bersiap siap untuk kebandara, semua barangnya

sudah di dalam koper.

Semua surat penting dan lainya sudah tersimpan rapih, saat melihat penampilan sudah pas dan semua tidak ada yang tertinggal Raya pun keluar dari kamar untuk check out.

Setelah semua selesai, Raya memesan taksi menuju bandara.

Menempuh perjalanan 40 menit akhirnya Raya sampai di bandara, tiga jam telah berlalu sebentar lagi ia akan bertemu dengan Liam. Ya Raya pikir jika hanya Liam yang datang ia tidak tau jika Kean pun turun menjemput nya.

Setelah beberapa saat kemudian, Soraya mendapatkan telpon dari Lian.

Jika saat ini Lian sudah sampai di bandara kota B dan itu membuat Soraya senang bercampur gugup karena baru pertama kali ia akan bertemu adik ibunya itu.

Saat Soraya sedang melihat lihat suasana di bandara, ada yang menepuk pundaknya pelan dan itu membuat Raya menoleh ke belakang.

Saat melihat wajah Soraya dengan jelas, terlihat keterkejutan di wajah Liam dan Kean.

![](contribute/fiction/9213662/markdown/12396380/1725679897912.jpeg)

Bukan karena cinta tapi wajah Soraya sangat mirip dengan kakak angkatnya Sovia walau lebih cantik Soraya.

"Apa kamu Soraya" tanya Liam untuk memastikan.

"Benar saya Soraya, apa om adalah om Liam dan ini om Kean?" Tanya balik Raya.

"Benar ini om Liam dan om Kean, kamu sangat mirip dengan bunda mu Raya. Apa om boleh memeluk mu sebentar?" ucap Lian dengan mata berkaca kaca

"Terima kasih om dan salam kenal om" ucap Raya sembari menyalimi tangan Liam dan Kean lalu memeluk keduanya bergantian dan itu membuat Liam dan Kean kaget.

Tidak lama Liam tersadar dari keterkejutan nya, "Senang bertemu dengan kamu juga Raya, maafkan om yang tidak tau kabar bundamu, karena biasanya om memang tidak boleh menghubungi nya jika bukan bunda yang menghubungi om" ucap Liam

Sedangkan Kean masih saja mengeluarkan air mata, melihat itu Raya pun tau betapa sayangnya mereka pada bundanya, Raya mendekat Kean dan menghapus air mata Kean,

"Sudah om jangan menangis terus, gak malu di lihat orang badan segede ini cengeng" ucap Raya mencoba menghibur walau dia pun sedang sedih.

"Terima kasih Raya" ucap Kean.

"Iya sama sama om, gak papa Raya juga baru tau semalam saat di beri kotak peninggalan bunda" ucap Raya menjawab perkataan Kean dan juga Liam

"Iya bunda mu sangat merahasiakan semua ini agar kamu aman, oh iya ayo kita cari cafe atau restoran untuk berbicara karena pesawat kita akan berangkat 1 jam lagi" ucap Liam

"Baik om, tadi raya melihat disana ada cafe gitu" ajak Raya seraya berjalan ke arah cafe bersama Liam dan Kean.

Sesampainya di cafe itu mereka pun memilih kursi yang paling pojok agar tenang saat berbicara.

"Om sebenarnya ingin kemakam bunda mu, tapi waktu kita tidak banyak disini. Apa lagi kamu harus segera pergi dari kota ini, tadi orang orang kita yang di tugaskan om Kelvin untuk memata-matai keluarga ayahmu bilang jika saat ini sepupumu Ambar dan nenek mu mencari kamu" ucap Lian

Bersambung

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

keluarga bunda Sovia kerennn tajir melintir /Facepalm//Grin/

2024-10-05

3

Moh Rifti

Moh Rifti

/Determined//Determined/

2024-09-09

0

Tiara Bella

Tiara Bella

lanjut kk....

2024-09-08

0

lihat semua
Episodes
1 Tangisan Soraya
2 Pengurus makan
3 Surat dari bunda
4 Bertemu Liam dan Kean
5 Bertemu Tiga Om Tampan
6 Cerita Bunda Sovia
7 Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8 Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9 Perpisahan
10 Membantu
11 mencari penghianat dan papa baru
12 Coklat dan bunga
13 Teman Baru
14 Pengganggu
15 Saraman Bersama
16 Lady Membuat ulah
17 Kerumah Raya dan penyekapan
18 Terluka dan Panik
19 pembalasan
20 Kembali
21 kebenaran
22 Papa Wili
23 Kembali kuliah dan teman baru
24 Kembali
25 Rencana ke makam
26 Ziarah ke makam
27 Kedatangan papa Wili dan lainya
28 Hari pertama ke rumah sakit
29 Tuan Mugia
30 Operasi berhasil
31 Aksara Bintang Dirgantara
32 Kelakuan Bintang
33 Pertemuan Ke Dua
34 Melody
35 Surat Bunda Sovia
36 Surat Bunda Sovia 2
37 pelaku
38 penyusup
39 Kebahagiaan Bintang
40 Rapat pemegang saham
41 Bertemu semuanya
42 Rapat
43 kebenaran
44 Kedatangan keluarga
45 Suri
46 Tekat Bintang
47 Bertemu Dian
48 pertemuan
49 Kepesta
50 Suri berulah
51 permulaan
52 Dian membuat ulah
53 Penghinaan
54 Memberi tau
55 kebenaran Raya
56 Cerita
57 Kedatangan Bintang
58 Kumpul
59 59
60 60
61 kumpul
62 62
63 Usaha Bintang
64 Musibah
65 Memberikan pelajaran
66 Sadar
67 tingkah Bintang
68 68
69 69 kelulusan
70 Kejutan
71 Tidak Terduga
72 Nasib Ambar
73 kekampus
74 persiapan
75 Akad Nikah Raya & Bintang
76 Resepsi pernikahan
77 Pasangan baru
78 kabar
79 bab 79
80 kabar heboh
81 Masalah
82 Penangkapan
83 83 Bintang Berulah
84 perjuangan
85 Masak
86 Panik dan bahagia
87 Enzi dan Enzo
88 Akikah
89 Calon pelakor
90 kumpul
91 Memberi pengertian
92 Bertemu Ambar
93 pernikahan
94 kumpul keluarga
95 Kabar gembira
96 Mengejutkan
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Tangisan Soraya
2
Pengurus makan
3
Surat dari bunda
4
Bertemu Liam dan Kean
5
Bertemu Tiga Om Tampan
6
Cerita Bunda Sovia
7
Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8
Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9
Perpisahan
10
Membantu
11
mencari penghianat dan papa baru
12
Coklat dan bunga
13
Teman Baru
14
Pengganggu
15
Saraman Bersama
16
Lady Membuat ulah
17
Kerumah Raya dan penyekapan
18
Terluka dan Panik
19
pembalasan
20
Kembali
21
kebenaran
22
Papa Wili
23
Kembali kuliah dan teman baru
24
Kembali
25
Rencana ke makam
26
Ziarah ke makam
27
Kedatangan papa Wili dan lainya
28
Hari pertama ke rumah sakit
29
Tuan Mugia
30
Operasi berhasil
31
Aksara Bintang Dirgantara
32
Kelakuan Bintang
33
Pertemuan Ke Dua
34
Melody
35
Surat Bunda Sovia
36
Surat Bunda Sovia 2
37
pelaku
38
penyusup
39
Kebahagiaan Bintang
40
Rapat pemegang saham
41
Bertemu semuanya
42
Rapat
43
kebenaran
44
Kedatangan keluarga
45
Suri
46
Tekat Bintang
47
Bertemu Dian
48
pertemuan
49
Kepesta
50
Suri berulah
51
permulaan
52
Dian membuat ulah
53
Penghinaan
54
Memberi tau
55
kebenaran Raya
56
Cerita
57
Kedatangan Bintang
58
Kumpul
59
59
60
60
61
kumpul
62
62
63
Usaha Bintang
64
Musibah
65
Memberikan pelajaran
66
Sadar
67
tingkah Bintang
68
68
69
69 kelulusan
70
Kejutan
71
Tidak Terduga
72
Nasib Ambar
73
kekampus
74
persiapan
75
Akad Nikah Raya & Bintang
76
Resepsi pernikahan
77
Pasangan baru
78
kabar
79
bab 79
80
kabar heboh
81
Masalah
82
Penangkapan
83
83 Bintang Berulah
84
perjuangan
85
Masak
86
Panik dan bahagia
87
Enzi dan Enzo
88
Akikah
89
Calon pelakor
90
kumpul
91
Memberi pengertian
92
Bertemu Ambar
93
pernikahan
94
kumpul keluarga
95
Kabar gembira
96
Mengejutkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!