Teman Baru

"Baiklah sepertinya keponakan tersayang ku butuh dokter terbaik untuk orang itu" ucap Kelvin dan segera menghubungi seseorang di sebrang sana.

Setelah mengobrol panjang lebar akhirnya mereka pun mengakhiri nya.

"Sebaiknya aku telpon Raya," ucap Kelvin

Baru panggilan pertama sudah mendapatkan jawaban, itulah ya g di sukai dari Raya yang Tidak akan membuat orang menunggu.

"Assalamualaikum sayang" ucap Kelvin

"Waalaikumsalam om Kelvin yang tampan" Jawab Raya dengan senyumnya.

"Semakin pintar menggoda ya, hehehe" ucap Kelvin

"Hehehe, ada apa om tumben telpon Raya jam segini biasanya pagi pagi" ucap Raya

"Iya om mau tanya pada mu, apa saat ini kamu butuh dokter terbaik yang dapat di percaya, jika ia nanti setelah kuliah temui dokter Orlando di rumah sakit pusat. Dia sudah menunggu mu" ucap Kelvin dan itu membuat Raya kaget.

"Om... Om tau?" tanya Raya takut

"Ya tentu saja, semua om tau tapi tenang saja om tidak akan memberi tau kan hal ini pada om Liam dan om Kelvin jadi aman, tapi jangan di ulangi lagi itu sangat berbahaya. Kamu harus berhati hati om selalu mengawasi kamu disini" ucap Kelvin tegas

"Maafin Raya om, janji gak akan sembunyikan lagi apapun dari om" ucap Raya merasa bersalah.

"Iya jika ada sesuatu cepat hubungi om, om akan selalu bantu kamu, walau kita jauh. Kamu itu tanggung jawab kami bertiga, dan om tidak mau terjadi apa apa padamu" ucap Kelvin

"Iya om Raya mengerti, maaf ya Raya salah" ucap Raya

"Iya sudah, dan satu lagi jauhi pria yang tadi pagi memberimu bunga itu, dia bukan pria baik baik, dan satu lagi akan ada seorang gadis yang sangat marah padamu karena masalah pria itu" ucap Kelvin

"Raya tidak kenal pria itu om, dia saja yang sok kenal. Lagian wanita itu buta ya mau cemburu sama Raya, kenal pacarnya saja gak di kasih coklat juga Raya tolak" ucap Raya

"Namanya juga cemburu buta, jadi gak terlihat. Ya sudah yang penting kamu hati hati" ucap Kelvin

"Iya om Raya akan selalu hati hati, terima kasih ya om dan salam untuk om Liam dan om Kean" ucap Raya

"Iya nanti om sampaikan, yaudah kamu lanjutkan saja kuliahnya, om juga masih ada kerjaan, assalamualaikum Raya" ucap om Kelvin

"Waalaikumsalam om Kelvin" ucap Raya lalu sambungan telpon pun terputus.

Setelah menghubungi Raya, Kelvin pun melakukan pekerjaannya.

Sedangkan Raya, pergi ke kantin karena udah selesai kelasnya dan akan lanjut 1 jam lagi.

Saat Raya melewati kelas lain, raya melihat seorang wanita yang sedang duduk di pojok kelas yang sudah kosong seperti menahan sakit, karena penasaran Raya pun mendekati wanita itu.

"Apa kau baik baik saja, aku lihat seperti ya kau kesakitan, apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Raya.

"Ah... Aku tidak apa apa," ucap gadis itu

"Bagaimana tidak apa apa kau sangat pucat saat ini" ucap Raya khawatir dan ke khawatiran Raya di tangkap oleh gadis itu, karena merasa tidak enak gadis itu pun memberi tau kenapa.

"Sebenarnya aku punya sakit lambung dan aku tadi lupa sarapan dan meminum obat ku, obatku juga habis lupa membelinya lagi" ucap gadis itu akhirnya memberi tau.

"Oh begitu, kamu tunggu disini dan jangan kemana mana sampai aku datang" ucap Raya langsung berlari keluar kelas menuju kantin.

Setelah sampai Kantin Tampa sengaja Raya menabrak seorang murid pria yang terlihat culun tapi jika di perhatikan lagi, ia pria yang tampan dan menyembunyikan itu dengan sengaja.

"Maafkan aku, aku terburu buru, apa kau tidak apa apa?" tanya Raya merasa bersalah.

"Tidak aku Tidak apa apa, santai saja, lain kali hati hati di sini banyak orang" ucap pria itu

"Iya maaf ya aku buru buru saat ini, karena ada temanku yang sakit, aku tinggal ya Jik kau tidak apa apa" ucap Raya

"Baik, pergilah aku Tidak apa apa" ucap pria itu

"Terima kasih, jika ada yang sakit cari aku, nama ku Soraya" ucap Raya pergi membelikan makanan dan minum untuk gadis tadi.

Setelah membeli makan dan minum Raya pun kembali kekesal tadi untuk, tanpa di ketahui Raya pria yang ia tabrak tadi mengikuti Raya, ia penasaran ada apa sampai raya sangat buru buru.

Setelah sampai kelas, Raya pun mendekati gadis tadi.

"Ini minum dulu, lalu minum obat ini baru setelah itu makan" ucap Raya dan itu membuat gadis itu terkejut

"Kau membelikan ini untuk ku, lalu ini obat apa?" tanya gadis itu

"Iya aku membelikan ini untuk mu, kenapa?" tanya Raya heran

"Ini obat untuk lambung, ini tidak pahit, karena ini terbuat dari madu jadi minumlah" ucap Raya

"Terima kasih, aku hanya kaget karena baru kali ini ada yang peduli pada orang lain kecuali sahabat mu tapi hari ini dia sedang tidak masuk, baiklah aku minum terima kasih" ucap gadis itu

" Iya sama sama, sesama manusia itu harus saling membantu walau kita tidak saling kenal jika kita bisa membantu kenapa tidak" ucap Raya dan itu membuat gadis itu terharu.

"Ya kau benar, ah iya perkenalkan namaku Alexandra dan panggil ali Ale atau Lexa" ucap Lexa

"Salam kenal Lexa, namaku Soraya dan biasa di panggil Raya" ucap Raya.

"Salam kenal juga, apa kau mau jadi temanku Raya?" tanya Lexa

"Tentu kenapa Tidak, teman. Sekarang makan lah dulu, bagaimana sekarang perutmu apa masih sakit?" tanya Raya

"Obat ini sangat bagus, rasanya sangat nyaman walau rasanya seperti banyak rempah tapi aku suka, kalau boleh tau beli dimana aku akan beli" ucap Lexa

"Bagus jika sudah lebih baik dan kau suka, itu tidak ada yang jual karena itu buatan ku sendiri. Ambilah ini untuk mu jika habis beri tau beri tau aku, aku akan berikan lagi untukmu" ucap Raya

"Apa...!!! ini buatan mu sendiri, luar biasa kau sangat hebat. Aku kagum padamu tapi jika boleh tau kau jurusan apa sepertinya kau dan aku tidak satu kelas Raya?" tanya Lexa

"Iya benar, aku ada di kelas kedokteran, tadi saat aku ajan ke kantin tidak sengaja melihat mu disini jadi aku masuk" ucap Raya

"Oh jadi kau gadis yang sangat terkenal baru baru ini, gadis termuda di kamus ini yang masuk kedokteran. Luar biasa... Berapa usiamu?" tanya Lexa

"16 tahun, beberapa bulan lagi 17 tahun" Jawab Raya

mendengar itu Lexa sangat shock, ia kira Raya sudah hampir 18 tapi ini 16th.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Erni Nofiyanti

Erni Nofiyanti

ini Kelvin,yg bawah Kelvin jga

2024-10-05

1

Erni Nofiyanti

Erni Nofiyanti

sebenernya Kelvin udh tau apa belum.

2024-10-05

0

Jenong Nong

Jenong Nong

siapa cowok culun itu sebenarnya ....pasti bkn orang sembarangan dia ...❤❤🙏🙏

2024-09-17

1

lihat semua
Episodes
1 Tangisan Soraya
2 Pengurus makan
3 Surat dari bunda
4 Bertemu Liam dan Kean
5 Bertemu Tiga Om Tampan
6 Cerita Bunda Sovia
7 Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8 Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9 Perpisahan
10 Membantu
11 mencari penghianat dan papa baru
12 Coklat dan bunga
13 Teman Baru
14 Pengganggu
15 Saraman Bersama
16 Lady Membuat ulah
17 Kerumah Raya dan penyekapan
18 Terluka dan Panik
19 pembalasan
20 Kembali
21 kebenaran
22 Papa Wili
23 Kembali kuliah dan teman baru
24 Kembali
25 Rencana ke makam
26 Ziarah ke makam
27 Kedatangan papa Wili dan lainya
28 Hari pertama ke rumah sakit
29 Tuan Mugia
30 Operasi berhasil
31 Aksara Bintang Dirgantara
32 Kelakuan Bintang
33 Pertemuan Ke Dua
34 Melody
35 Surat Bunda Sovia
36 Surat Bunda Sovia 2
37 pelaku
38 penyusup
39 Kebahagiaan Bintang
40 Rapat pemegang saham
41 Bertemu semuanya
42 Rapat
43 kebenaran
44 Kedatangan keluarga
45 Suri
46 Tekat Bintang
47 Bertemu Dian
48 pertemuan
49 Kepesta
50 Suri berulah
51 permulaan
52 Dian membuat ulah
53 Penghinaan
54 Memberi tau
55 kebenaran Raya
56 Cerita
57 Kedatangan Bintang
58 Kumpul
59 59
60 60
61 kumpul
62 62
63 Usaha Bintang
64 Musibah
65 Memberikan pelajaran
66 Sadar
67 tingkah Bintang
68 68
69 69 kelulusan
70 Kejutan
71 Tidak Terduga
72 Nasib Ambar
73 kekampus
74 persiapan
75 Akad Nikah Raya & Bintang
76 Resepsi pernikahan
77 Pasangan baru
78 kabar
79 bab 79
80 kabar heboh
81 Masalah
82 Penangkapan
83 83 Bintang Berulah
84 perjuangan
85 Masak
86 Panik dan bahagia
87 Enzi dan Enzo
88 Akikah
89 Calon pelakor
90 kumpul
91 Memberi pengertian
92 Bertemu Ambar
93 pernikahan
94 kumpul keluarga
95 Kabar gembira
96 Mengejutkan
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Tangisan Soraya
2
Pengurus makan
3
Surat dari bunda
4
Bertemu Liam dan Kean
5
Bertemu Tiga Om Tampan
6
Cerita Bunda Sovia
7
Menghubungi Opa dan Oma Soraya
8
Meninggalkan Kenangan Untuk Sementara
9
Perpisahan
10
Membantu
11
mencari penghianat dan papa baru
12
Coklat dan bunga
13
Teman Baru
14
Pengganggu
15
Saraman Bersama
16
Lady Membuat ulah
17
Kerumah Raya dan penyekapan
18
Terluka dan Panik
19
pembalasan
20
Kembali
21
kebenaran
22
Papa Wili
23
Kembali kuliah dan teman baru
24
Kembali
25
Rencana ke makam
26
Ziarah ke makam
27
Kedatangan papa Wili dan lainya
28
Hari pertama ke rumah sakit
29
Tuan Mugia
30
Operasi berhasil
31
Aksara Bintang Dirgantara
32
Kelakuan Bintang
33
Pertemuan Ke Dua
34
Melody
35
Surat Bunda Sovia
36
Surat Bunda Sovia 2
37
pelaku
38
penyusup
39
Kebahagiaan Bintang
40
Rapat pemegang saham
41
Bertemu semuanya
42
Rapat
43
kebenaran
44
Kedatangan keluarga
45
Suri
46
Tekat Bintang
47
Bertemu Dian
48
pertemuan
49
Kepesta
50
Suri berulah
51
permulaan
52
Dian membuat ulah
53
Penghinaan
54
Memberi tau
55
kebenaran Raya
56
Cerita
57
Kedatangan Bintang
58
Kumpul
59
59
60
60
61
kumpul
62
62
63
Usaha Bintang
64
Musibah
65
Memberikan pelajaran
66
Sadar
67
tingkah Bintang
68
68
69
69 kelulusan
70
Kejutan
71
Tidak Terduga
72
Nasib Ambar
73
kekampus
74
persiapan
75
Akad Nikah Raya & Bintang
76
Resepsi pernikahan
77
Pasangan baru
78
kabar
79
bab 79
80
kabar heboh
81
Masalah
82
Penangkapan
83
83 Bintang Berulah
84
perjuangan
85
Masak
86
Panik dan bahagia
87
Enzi dan Enzo
88
Akikah
89
Calon pelakor
90
kumpul
91
Memberi pengertian
92
Bertemu Ambar
93
pernikahan
94
kumpul keluarga
95
Kabar gembira
96
Mengejutkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!