Kami datang menjemput mu

Hembusan angin besar menggoyangkan beberapa ranting bunga plum. Beberapa kelopak bunga berjatuhan dengan lambat, jika diperhatikan kelopak-kelopak itu terlihat begitu penuh keanggunan. Terbang terbawa angin, dan hinggap dimana pun.

"Dia datang kemari?"

Kelopak mata dengan bulu mata lentik terbuka, sorot matanya terlihat tajam. Ujung bibir tipis nya sedikit terangkat, gadis bertudung wol itu menatap kelinci putih bercelemek biru.

"Benar, Nona pemilik sempat ingin memaksa masuk kedalam wilayah ini. Tapi saya menghentikan nya."

Gadis itu hanya mengangguk, kembali menyandarkan punggungnya di pohon bunga plum. Menatap sekat ruang yang membatasi ruang dimensi dengan nanar.

"Nona pemilik terlihat berubah."

"Maksud mu?"

"Saat kami bertemu, dia tidak ingat dengan pertengkaran kalian."

Suara tawa kecil terdengar dari gadis itu, dia tidak percaya. Bagaimana bisa pemilik ruang seberang melupakan kejadian itu? Sorot matanya menjadi dingin, anehnya bibir tipis miliknya terlihat tersenyum manis.

Kelinci itu memiringkan kepalanya, melihat ekspresi gadis itu. Dia tak mengerti sama sekali, pertengkaran mereka saja dia tidak tau seluk beluknya.

"Dia sangat lucu, biarkan saja. Cukup awasi dan beritahu apa yang dia lakukan pada ku."

"Baik."

Kelinci itu berbalik pergi, langkah nya terhenti saat gadis dibelakang nya mengatakan sesuatu.

"Dia...tidak melupakan ku bukan?"pertanyaan itu terdengar nada ragu."Ibu kelinci, kamu tau sesuatu tentang itu atau tidak?"

Hewan berbulu putih itu terdiam sejenak, membalikkan badan. Menatap gadis itu seraya berusaha mengingat sesuatu.

"Saya tidak tau, sejak awal Nona pemilik tidak pernah menanyakan anda kecuali masalah ingatan nya tentang pertengkaran."

Kekecewaan terlukis di wajah gadis itu,"saya tau kamu kecewa, kesehatan mu akan terganggu."

Ibu kelinci melompat pergi, meninggal gadis itu. Wajah pucat nya terlihat semakin pucat. Tubuh kurus nya bahkan terlihat sangat rapuh. Sampai-sampai angin bisa saja menerbangkan nya, atau patah tulang saat membentur benda keras.

Sementara itu halaman Kuil terlihat ramai, berapa warga menjulurkan kelapa lebih tinggi agar bisa mengintip. Nyonya tua keluarga Li dari desa sebelah datang, setelah mendengar cucu ke empat nya di ceraikan. Dia datang bersama ayah Li Hua, dan kepala desa menuntun mereka ke kuil terlantar.

Kuil dengan kondisi suram kini terlihat begitu hidup, tidak ada rumput liar ataupun debu yang mengotori rumah. Li Hua bersama ketiga anak sambungnya benar-benar menyulap tempat itu kembali hidup.

"Li Hua!"

"Keluar kamu, apa kamu tidak mau meminta maaf setelah mencoreng wajah Ayah mu?"

Suara nenek tua itu terdengar lantang, Li Hua merasa terganggu dengan itu. Membuka pintu aula, menatap bingung lelaki paruh baya bersama seorang Nenek.

Siapa mereka berdua? Li Hua mencoba mengingat sesuatu. Dia mengangguk kecil, tersenyum manis. Mengapa mereka datang bersama kepala desa kali ini. Jujur saja penggambaran tentang orang tua Li Hua dan Nenek nya terasa samar. Yang jelas hubungan mereka tidak terlalu bagus.

"Fu Qin, Lao Lao, kalian datang jauh-jauh kemari untuk menemui saya. Mari masuk terlebih dahulu..."

Plak...

Tubuh Li Hua membeku, menatap dada Nenek nya naik turun penuh emosi. Urat di pelipisnya menonjol, matanya menatap Li Hua nyalang.

"Bagaimana bisa kamu di ceraikan? Apa kamu tidak tau kalau itu membuat kami malu?"

"Nyonya Li anda harus tenang, tidak seharusnya anda..."Kepala Desa mencoba membujuk Nyonya Tua Li agar tidak terlalu emosi.

Akan tetapi perkataan nya di sela oleh Ayah Li Hua,"kalau dibiarkan disini dia akan semakin membuat ku kehilangan nama baik, Aniang mungkin lebih baik membawanya pulang."

Nyonya Tua Li mengangguk, meraih pergelangan Li Hua erat. Li Hua yang masih syok tak mampu menggerakkan badannya dengan benar. Tenaga Neneknya sangat kuat, nyaris membuat nya terjatuh.

"Lepaskan Hua Niang, kalian tidak boleh membawanya pergi."Da Lang muncul dari balik pintu gerbang.

Menggertakkan giginya, tak habis pikir. Orang-orang tua itu datang seenaknya dan menyeret Ibu sambung nya pergi. Bahkan tangan Nenek tua itu memukul Ibunya, tidak bisa di maafkan.

Dengan cekatan Da Lang melepaskan genggaman tangan itu, menarik Li Hua ke sisinya. Tatapan penuh permusuhan tertuju pada Ayah Li Hua dan Nenek Li.

"Jika kami tidak membawanya pulang, lalu apa kamu mau dia mati kelaparan disini?"

Pertanyaan Nenek Li membuat Da Lang terdiam, dia seakan di tampar oleh sebuah fakta. Apa dia tega membiarkan ibunya kelaparan? Tapi dia yakin, dia bisa membuat perut Ibunya selalu kenyang.

Keyakinan itu terhapus, sebuah fakta lagi menampar nya keras. Dia tidak pernah memberikan makanan layak, tidak pernah memberikan jatah makanan dari Lao Lao nya untuk Li Hua. Li Hua mencari makanannya sendiri, kalaupun Lao Lao memberinya jatah makanan. Itu akan di berikan lagi pada Siniang.

Nenek Li tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi pahit Da Lang, Li Hua yang sadar. Dia segera melepaskan tangan Da Lang yang masih menggenggam erat.

"Nenek, apa anda pantas mengucapkan itu? Setelah menampar wajah saya dan, menuduh saya mencoreng nama baik saya."

"Saya tidak memiliki kuasa untuk bertahan, ketika suami saya menggugat cerai. Apa yang bisa di lakukan oleh seorang wanita? Mereka tidak memiliki hak suara untuk menentang."

"Seharusnya kamu bersikap baik sejak awal, tidak cemburu saat suami mu menikah lagi. Kalau saja kamu tidak menyinggung nya, kamu..."Nenek Li berhenti berkata.

Ayah Li Hua membisikan sesuatu, dia mengangguk cepat dan menatap Li Hua tajam.

"Pulang lah bersama kami, kamu tidak memiliki pilihan lain. Seorang janda yang di ceraikan suaminya tentu harus kembali kekediaman keluarganya."

Memang sudah menjadi tradisi turun menurun, Nenek Li masih bisa menerima kembali Li Hua. Huang Ji tidak mengatakan kerugian apapun, bahkan tidak meminta uang transaksi pembelian dibalikkan. Lagi pula Li Hua masih bisa dinikahkan kembali. Mencari calon yang memiliki banyak harta itu tidak sulit.

Masalahnya, status janda itu membuat sulit menemukan orang yang mau.

"Saya tidak ingin pulang, kalian pasti akan menjual saya kembali. Pantaskah seorang anak menjadi sapi perah keluarga nya? Fu Qin bagaimana anda setega itu pada saya?"

Ayah Li Hua terlihat ke kelabakan, beberapa penduduk desa yang mendengar nya . Mata mereka bersinar terang, melon besar kembali mereka makan. Kalo ini melon besar tumbuh dari keluarga Li desa sebelah. Mereka akan membuang biji sebanyak mungkin agar orang-orang dapat memakan Melon yang telah di sebar.

"Kapan kami menjual mu? Pulang lah, Aniang mu sangat merindukan mu."

Dia harus membujuk putri nya, tidak ada gunanya lagi untuk tetap di desa yang sama dengan Huang Ji. Itu hanya memperburuk gosip, dan orang-orang akan memakan melonnya diam-diam.

Da Lang meraih lembut tangan Li Hua, dia berharap Hua Niang tidak pergi. Akan tetapi rasa penasaran Li Hua tidak bisa di tampung, ketika dia memikirkan tentang hubungan asli dengan keluarga Li.

Terpopuler

Comments

Sry Handayani

Sry Handayani

et dah Nene nene

2024-12-25

1

Erha Print

Erha Print

crazy up dunk

2024-10-03

0

Yurniati

Yurniati

terus lanjut update nya thorr

2024-10-01

1

lihat semua
Episodes
1 Hua Niang marah
2 Cuci dan cuci semuanya!
3 Apa kita bisa memakan ini lagi?
4 Panen ubi liar
5 Menantu ketiga anda menjual ubi
6 Pergi ke pasar
7 Tidak menyukainya sama sekali
8 Sepotong melon besar (gosip)
9 Kamu sangat berani memukulnya
10 Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11 Kepingan ingatan tersembunyi
12 Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13 Hua Niang Jangan pergi
14 Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15 Suasananya sangat damai
16 Ruang dimensi
17 Mereka tidak percaya
18 Kami datang menjemput mu
19 Mari berjanji untuk tidak pergi
20 Ini di luar dugaan kita
21 Kemana mereka berdua pergi?
22 Dua penyusup
23 Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24 Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25 Kau sama hal nya seperti opium
26 Mari membuat kesepakatan
27 Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28 Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29 Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30 Kamu sangat malas
31 Bisakah kita tinggal disini saja?
32 Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33 Kamu terasa begitu nyata
34 Sujud kami hanya untukmu Niang
35 Lao Lao hampir tidak percaya
36 Apa benar kami akan pergi?
37 Kami takut, dia akan merebut Niang
38 Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39 Merasa gelisah
40 Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41 Semuanya semakin rumit
42 Ingin mengundurkan diri
43 Tidak boleh merebut Wai Po
44 Udaranya semakin dingin
45 Terjadi Hal Lain
46 Dia masih hidup
47 Berpisah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Hua Niang marah
2
Cuci dan cuci semuanya!
3
Apa kita bisa memakan ini lagi?
4
Panen ubi liar
5
Menantu ketiga anda menjual ubi
6
Pergi ke pasar
7
Tidak menyukainya sama sekali
8
Sepotong melon besar (gosip)
9
Kamu sangat berani memukulnya
10
Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11
Kepingan ingatan tersembunyi
12
Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13
Hua Niang Jangan pergi
14
Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15
Suasananya sangat damai
16
Ruang dimensi
17
Mereka tidak percaya
18
Kami datang menjemput mu
19
Mari berjanji untuk tidak pergi
20
Ini di luar dugaan kita
21
Kemana mereka berdua pergi?
22
Dua penyusup
23
Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24
Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25
Kau sama hal nya seperti opium
26
Mari membuat kesepakatan
27
Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28
Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29
Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30
Kamu sangat malas
31
Bisakah kita tinggal disini saja?
32
Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33
Kamu terasa begitu nyata
34
Sujud kami hanya untukmu Niang
35
Lao Lao hampir tidak percaya
36
Apa benar kami akan pergi?
37
Kami takut, dia akan merebut Niang
38
Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39
Merasa gelisah
40
Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41
Semuanya semakin rumit
42
Ingin mengundurkan diri
43
Tidak boleh merebut Wai Po
44
Udaranya semakin dingin
45
Terjadi Hal Lain
46
Dia masih hidup
47
Berpisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!