Ujung bibir Li Hua sedikit terangkat, rasa bahagia merebak dalam hatinya. Dia berusaha menyembunyikan hal itu, tetapi Xiao Ping memergoki senyum liciknya. Dia merasa Li Hua tidak sesederhana yang dilihatnya.
"Ya... Aku memang bosan hidup, lalu kenapa? Apa kamu hendak melenyapkan nyawa kecil ini?"
Huang Ji berdecak, dia menahan tangannya untuk tak bermain kasar. Tatapan matanya bertemu dengan sepasang netra gelap Da Lang, mata jernih puter sulung nya terlihat penuh kilatan tajam. Sikap dinginnya sangat kentara ketika, Da Lang berjalan mendekati Ayahnya. Sebuah kepalan keras mendarat ke rahang Huang Ji, serangan mendadak itu berhasil membuat nya kehilangan kendali. Membalas keras pukulan anak pertama, Xiao Ping menjerit melihat kejadian tak terduga itu.
"Kamu ingin menjadi anak durhaka Da Lang"suara Huang Ji meninggi saat berhasil membalas keras pukulan Da Lang.
Anak lelaki itu tak siap dengan balasan cepat sang Ayah, kerah lehernya ditarik. Wajah merah padam Huang Ji membuat nya tertawa kecil. Dia lelah dengan kelakuan Ayahnya sekarang.
"Ya, itu terdengar tidak buruk,"suara tawa Da Lang sangat menyebalkan bagi Huang Ji.
Rasa kesal merambat dan menyelam kedalam hatinya, cengkraman kuat itu beralih pada leher panjang Da Lang. Dia merasa anak itu selalu menentang apapun yang dilakukannya, penghalang terbesar dirumah untuk melakukan kesenangan.
Nafasnya semakin menipis, Da Lang meronta. Dia berusaha melepaskan cengkraman Huang Ji. Lelaki itu menjadi gila, sesaat teringat pada isteri pertama. Wajah Da Lang begitu mirip, dia membenci hal itu. Bayang-bayang wanita yang tak bisa dilupakan bertahun-tahun, meskipun dia berlari kesana kemari untuk melupakan nya.
"Heuk..bunuh... Aku..."nafas Da Lang semakin menipis saat cekikan nya mengencang.
Xiao Ping syok melihatnya dia tak mampu bergerak akibat rasa bingungnya untuk menanggapi masalah ini. Li Hua mengambil potongan kayu panjang di halaman, berjalan masuk melalui pintu samping. Melihat Li Hua berjalan tanpa suara, Xiao Ping cepat tanggap dia beranjak bangun hendak menghentikan nya.
"Tunggu saudari apa yang mau kamu lakukan?!"
Huang Ji sadar dia hendak menoleh, kecepatan tangan Li Hua lebih dulu dari nya. Meskipun Xiao Ping mencoba menghentikannya. Potongan kayu itu menghantam kepala belakang Huang Ji. Cengkraman pada leher Da Lang mengendur, anak itu menghirup udara dengan rakus dan terbatuk-batuk.
Sementara Huang Ji terhuyung dan jatuh kelantai. Kesadaran nya menghilang akibat pukulan keras dari Li Hua.
"Kamu tidak waras"Xiao Ping menjerit histeris berjalan menghampiri Huang Ji memeriksa keadaan nya.
Kepala bagian belakang tidak terluka ataupun berdarah, dia tidak bisa bernafas lega sampai Huang Ji sadar. Wanita itu mendongak menatap Li Hua tak percaya.
"Kamu sangat berani memukulnya, itu hal yang tak bisa dimaafkan."
Perkataan Xiao Ping membuat Li Hua tertawa geli,"tak bisa dimaafkan? Tidak peduli, ternyata kamu memiliki pemikiran sempit. Kalau saja aku tak memukulnya, Da Lang akan menemui ajalnya."
"Bibi..."bulu mata Da Lang tergetar.
Ibu sambung nya terlihat sangat berani, matanya terasa panas. Dia melakukan hal bod*h membiarkan Ayahnya mencekik, karena yakin itu hanya gertakan. Tapi apa yang terjadi sekarang, Ayah nya benar-benar hendak membunuhnya.
Xiao Ping merasa perkataan Li Hua menampar wajahnya, awal nya dia berusaha bersikap tenang dan netral. Tetapi tanpa sadar dia menjadi ceroboh dihadapan Li Hua. Gadis muda itu membuat nya melepaskan semua atribut wajah dalam sekejap.
"Apa kamu marah pada ku Nona? Kalau saja kamu tidak berdiam diri seperti orang tanpa pikiran, aku tidak mungkin melakukan hal ini."Li Hua melemparkan potongan kayu keluar rumah.
Meminta Da Lang membawa Ayahnya kedalam kamar, Xiao Ping mengikuti Da Lang dari belakang dengan cemas. Dia tau suami nya salah, tetapi Li Hua terlalu berani untuk bertindak kasar. Salah-salah Huang Ji bisa menuntut nya pada Hakim daerah.
"Dia tidak sungkan lagi masuk kedalam kamar sempit itu,"gumam Li Hua.
Pintu kamar sebelah terbuka sedikit, Erlang dengan mata sembab mengintip seluruh kejadian itu. Kecuali kedua adiknya, mereka duduk di sudut kamar menutup telinga mereka dengan pakaian bersih dan tebal. Erlang menyuruh mereka untuk menutup telinga dns pendengaran, dia takut menimbulkan trauma besar saat terjadi perkelahian ketika Li Hua datang.
"Bibi...Fu Qin..."
Erlang tak mampu bicara, tubuhnya gemetar hebat. Li Hua menghampiri nya, menarik Erlang kedalam rengkuhan. Anak itu menangis menenggelamkan diri pada bahu Li Hua. Siniang dan Sanlang berlari memeluk Li Hua erat.
"Bibi, kami benar-benar takut."
"Hua Niang, mengapa Fu Qin berteriak begitu keras? Aku merasa tak nyaman."
Li Hua membawa mereka masuk kedalam kamar kembali, menutup pintu dan menenangkan ketiga anak itu. Bajunya di basahi oleh air mata dan ingus, adegan Huang Ji mencekik Da Lang tanpa alasan jelas masih terekam jelas di benak Erlang.
Dia semakin memeluk erat Li Hua, ketakutan nya tak bisa di tampung sendiri. Ternyata memilih mengamankan diri bersama adik-adiknya kedalam kamar, adalah pilihan yang tepat. Tidak terbayang kalau adegan itu disaksikan oleh Sanlang dan Siniang.
Da Lang masuk kedalam kamar, menemukan ketiga adiknya tengah menangis ditubuh Li Hua. Dia merasa Li Hua tidak risih, meskipun begitu mengambil Siniang ikut menenangkan.
"Susah tidak apa-apa, ini hanya pertengkaran biasa. Jangan takut,"suara Da Lang terdengar menenangkan.
Adik bungsunya terlelap nyenyak di pelukan, dia lelah menangis. Sanlang melepaskan diri dan menjatuhkan tubuhnya di kasur, menangis sebentar dan tertidur. Kelakuan mereka membuat Li Hua ingin tertawa, dia menahan diri sambil mengusap punggung Erlang.
"Kamu masih sedih dan takut Erlang?"
Erlang menatap Li Hua dia tersipu malu, sadar bahwa tindakan nya sangat kekanakan. Melepaskan diri, duduk di samping Da Lang.
"Bibi, aku minta maaf karena mengotori baju mu,"Erlang merasa bersalah saat melihat baju Li Hua basah dan terkena ingus adik-adik nya.
"Tidak perlu di pikirkan, ini mungkin tidak membuat kalian nyaman. Untuk sekarang biarkan saja dulu Huang Ji menikmati pernikahan ketiganya, akan lebih baik kalian tidak membuat masalah."
"Tapi, kami tidak setuju. Bibi, kalau dibiarkan dia akan mengulangi nya dan mungkin kau akan tersisihkan dengan yang baru,"geleng Da Lang yang di anggukkan oleh Erlang.
Li Hu sudah tau, mereka tidak benar-benar membelanya. Hanya saja tidak suka Ayah mereka melupakan Ibu kandung.
"Aku tidak masalah di sisihkan, mau itu Isteri baru ke empat atau kelima. Sekarang yang ke tiga bukan? Aku merasa senang kalau, dia memiliki yang lain."Li Hua tersenyum lebar.
Hati Erlang merasa sakit, dia seakan merasa tidak suka dengan penuturan Ibu sambungnya. Xiao Ping tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Dia awalnya ingin masuk untuk melihat keadaan anak-anak, penuturan Li Hua membuat nya terkejut bukan main. Apa ada seorang wanita merasa senang saat suaminya menikahi wanita lain, bahkan tidak menjatuhkan cerai sama sekali.
Faktanya Li Hua adalah salah satunya, terdengar menyedihkan menurut Xiao Ping. Dia mengurungkan niatnya untuk masuk, memutuskan menunggu Huang Ji sadar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Daniela Whu
Li hua bawa sj kabur anak" tirimu itu ksn mereka juga sdh dekat dengan mu, ato beri pelajaran pd suami mu itu
2024-11-13
1
⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛
jelas senanglah,, kalau bisa di ceraikan mungkin akan pesta 7 hari 7 malam... hahaha
2024-10-27
3
⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛
😭😭😭😭😭
2024-10-27
4