Suasananya sangat damai

Da Lang menatap Erlang curiga, dia tengah memergoki adiknya membawa keranjang anyaman penuh umbi dan kacang tanah. Sanlang bahkan terlihat tegang, saat Da Lang menatapnya tajam.

"Jadi, kemana kalian mau membawa itu semua?"

Kedua adiknya terkejut, nyaris saja mereka berteriak. Xiao Ping dan Huang Ji tengah pergi kekabupaten bersama Siniang. Sesaat gadis itu melupakan Li Hua, Xiao Ping berhasil mengalihkan perhatian gadis kecil itu.

"Ka-kami."

Erlang kesulitan untuk mencari alasan, dia tak pandai berbohong didepan Da Lang. Sanlang memutuskan untuk memberitahu Da Lang.

"Kami akan membawa ini untuk Hua Niang, sekarang dia tinggal di kuil tak terpakai di dekat hutan barat."

Mendengar itu Da Lang tentu senang dan khawatir, kuil itu tidak pernah di jaga oleh warga desa. Ragu kelayakan nya masih bisa untuk ditinggali atau tidak.

"Kalau begitu aku ikut."

"Jangan beri tahu Fu Qin,"pinta Erlang.

Da Lang mengangguk setuju, berjalan memimpin kedua adiknya. Beberapa kali bertemu dengan orang-orang yang mengenal mereka. Menawarkan untuk membeli kacang tanah, Da Lang tidak menolak menjualnya. Mengumpulkan kepingan tembaga dan disimpan dengan baik.

"Hua Niang tidak marah, kita menjualnya bukan?"tanya Sanlang.

Erlang dan Da Lang menggeleng,"tidak akan, dia pasti akan sangat suka."

Beberapa menit mereka sampai di pintu kuil, Erlang tercengang melihat halaman luas yang dipenuhi ilalang, kini bersih tanpa satupun rumput liar. Sisa-sisa tanah hancur akibat proses pencabutan rumput. Menandakan bahwa semua itu di cabut saat mereka pergi.

"Hua Niang..."

Ketiga anak itu mencari keberadaan Li Hua, Erlang memimpin pergi ke koridor samping Aula. Kolam kering penuh daun kini berubah penuh dengan air. Tanpa daun daun kering sama sekali, mengetuk salah satu pintu kamar.

Pintu kamar terbuka, penampilan Li Hua benar-benar mengerikan. Da Lang khawatir saat melihat wajah Li Hua terlihat pucat.

"Kamu terlihat tidak baik, apa pagi tadi belum makan sama sekali?"

Li Hua menggeleng, mengajak Da Lang masuk kedalam. Erlang dan Sanlang menaruh umbi dan sisa kacang tanah di dalam kamar.

"Lihat, kami membawa ini. Takut Hua Niang akan kelaparan."

"Seharusnya kalian tidak perlu repot-repot, pulanglah. Aku khawatir Huang Ji akan memarahi kalian."Li Hua menatap mereka khawatir.

Da Lang menggeleng kan kepala," itu tidak akan terjadi. Fu Qin sedang pergi kekabupaten."

"Kami akan membersihkan kuil ini untuk mu,"seru Sanlang bersemangat.

Sanlang berlari menuju dapur, mencari tong kayu dan kain bekas. Mengambil air dari kolam, Erlang mencari kain bekas lain. Mereka berdua pergi ke aula utama, memberhentikan lantai dan debu-debu lainnya.

"Mereka sangat antusias,"gumam Li Hua.

"Itu karena kamu tidak pergi jauh, ini uang hasil jual kacang tanah. Beberapa orang yang menjumpai kami di tengah jalan, meminta untuk membeli 1kg kacang dengan tiga sen."

Kantung kain berisikan koin tembaga di berikan pada Li Hua, matanya mengedip beberapa kali. Mendapatkan uang tanpa turun tangan langsung terdengar begitu menyenangkan.

"Totalnya sekitar 15 sen, 4 orang membeli kacang dan 1 orang membeli umbi,"jelas Da Lang.

Dia merasa bangga, Li Hua mengacungkan jempolnya. Memperlihatkan deretan gigi putih saat tersenyum lebar, sudah Da Lang duga. Li Hua menyukai uang, mendadak tangannya diselipkan 6 sen oleh Ibu sambung nya.

"Mengapa kamu memberikan nya pada ku? Kamu jauh lebih membutuhkan nya."Da Lang menolak, dia hendak mengembalikannya.

"Simpan saja, kamu membantu ku menjualnya. Itu sama halnya gaji kamu, bukankah kamu perlu menabung untuk Mahar mu ketika menikah nanti?"

Da Lang bahkan belum memikirkan menikah, dia ragu untuk menerimanya. Tapi apa salahnya untuk menabung mengumpulkan mahar nanti, belum tentu Huang Ji mau membantunya mengumpulkan mahar.

"Terimakasih, aku akan membantu mu menjual pangan."

Bukankah lebih baik menjualnya sendiri ketimbang membantu Li Hua, dia tidak mengerti jalan pemikiran Da Lang. Jadi hanya mengangguk saja dan tersenyum tipis.

"Tolong bantu aku membawa kacang dan umbinya, kita akan merebus itu untuk makan siang."

Dua keranjang anyaman di seret menuju dapur, disana hanya ada peralatan sederhana. Tidak ada mangkuk porselen ataupun sendok, yang tersisa hanya wajan besar. Kompor sederhana terbuat dari tanah liat, tumpukan kayu kering berada di sudut dapur. Satu-satunya paling berharga hanya mangkuk besar tembikar.

"Ini..."Dan Lang tak bisa berkata-kata.

Pada akhirnya, makan siang disajikan ditepi kolam. Rebusan ubi dan kacang cukup terasa enak, disaat kelaparan melanda mereka. Menatap aliran air tenang dan, hembusan angin segar menghilangkan panas menyengat.

Sedikit demi sedikit kulit kacang tanah terkumpul banyak, Li Hua melihat Erlang dan Sanlang begitu menikmati kacang tanah milik mereka. Dan Da Lang yang lebih memilih ubi jalar rebus.

Saat kulit kacang di buka, beberapa mengandung banyak air. Air yang terjebak dalam cangkang kulit kacang, sangat di sukai Li Hua. Dia menyayangkan tidak ada garam dan gula. Kalau saja ada, dia akan merebus kacang menggunakan garam dan gula.

Rasa asin, gurih dan, manis di satukan dalam cangkang kacang sangat enak. Li Hua tidak berani mengeluh sekarang, bisa makan saat siang saja membuat nya sangat bersyukur.

"Hua Niang, ada bagusnya kalau kita menjual kacang rebus dan ubi rebus di kabupaten. Kebanyakan orang sangat menyukai ubi rebus untuk sarapan di pagi hari. Dan kacang untuk camilan, karena itu bisakah kamu menemani kami kekabupaten?"tanya Da Lang mendadak.

Li Hua terdiam sejenak,"kalau kita menjual, ubi dan kacang sisa di dapur. Itu tidak mungkin, harga pangan sedang mahal. Meskipun mendapatkan uang..."

"Kita bisa mencarinya, soal itu serahkan pada kami bertiga."Erlang menatap Li Hua penuh semangat.

Sanlang terlihat cemberut, lagi-lagi dia di bawa tanpa meminta persetujuannya lebih dulu. Begitu selesai makan siang, ketiga tauge itu buru-buru pergi. Mereka khawatir Huang Ji sudah berada di rumah. Salah-salah akan curiga dan bertindak kasar lagi.

Pintu gerbang kuil ditutup rapat-rapat, Li Hua memutuskan untuk tidur siang di aula bekas tempat berdoa. Tangan nya memegang liontin giok Hijau zamrud. Tanda pengenal itu membuat nya penasaran, benaknya terus menerka-nerka.

Sesuatu pasti terhubung antara mimpi dan giok yang sekarang berada di genggaman nya. Mulutnya terbuka lebar, menguap. Rasa lelah yang menderanya membuat Li Hua tertidur cepat. Tanda pengenal giok itu bergetar halus, Li Hua tak menyadari sesuatu.

Keajaiban seakan mendatangi nya, dalam hitungan detik. Asap kabut memenuhi seluruh ruang aula, begitu pekat. Suara-suara asing berdengung di telinga Li Hua. Merasa terganggu, dia membuka matanya. Tubuhnya membeku saat melihat pemandangan asing didepannya.

Terpopuler

Comments

Yurniati

Yurniati

terus lanjut update nya thorr

2024-09-25

2

Yurniati

Yurniati

betul itu ruang dimensi juga bahagia lah Li Hua,,,,,👍👍💪💪
tetap semangat terus update nya thorr

2024-09-25

1

Lala Kusumah

Lala Kusumah

mudah mudahan itu ruang dimensi ya... biar Lin Hua ga miskin lagi... lanjuuuuuuuuuuutttt

2024-09-24

1

lihat semua
Episodes
1 Hua Niang marah
2 Cuci dan cuci semuanya!
3 Apa kita bisa memakan ini lagi?
4 Panen ubi liar
5 Menantu ketiga anda menjual ubi
6 Pergi ke pasar
7 Tidak menyukainya sama sekali
8 Sepotong melon besar (gosip)
9 Kamu sangat berani memukulnya
10 Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11 Kepingan ingatan tersembunyi
12 Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13 Hua Niang Jangan pergi
14 Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15 Suasananya sangat damai
16 Ruang dimensi
17 Mereka tidak percaya
18 Kami datang menjemput mu
19 Mari berjanji untuk tidak pergi
20 Ini di luar dugaan kita
21 Kemana mereka berdua pergi?
22 Dua penyusup
23 Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24 Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25 Kau sama hal nya seperti opium
26 Mari membuat kesepakatan
27 Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28 Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29 Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30 Kamu sangat malas
31 Bisakah kita tinggal disini saja?
32 Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33 Kamu terasa begitu nyata
34 Sujud kami hanya untukmu Niang
35 Lao Lao hampir tidak percaya
36 Apa benar kami akan pergi?
37 Kami takut, dia akan merebut Niang
38 Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39 Merasa gelisah
40 Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41 Semuanya semakin rumit
42 Ingin mengundurkan diri
43 Tidak boleh merebut Wai Po
44 Udaranya semakin dingin
45 Terjadi Hal Lain
46 Dia masih hidup
47 Berpisah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Hua Niang marah
2
Cuci dan cuci semuanya!
3
Apa kita bisa memakan ini lagi?
4
Panen ubi liar
5
Menantu ketiga anda menjual ubi
6
Pergi ke pasar
7
Tidak menyukainya sama sekali
8
Sepotong melon besar (gosip)
9
Kamu sangat berani memukulnya
10
Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11
Kepingan ingatan tersembunyi
12
Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13
Hua Niang Jangan pergi
14
Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15
Suasananya sangat damai
16
Ruang dimensi
17
Mereka tidak percaya
18
Kami datang menjemput mu
19
Mari berjanji untuk tidak pergi
20
Ini di luar dugaan kita
21
Kemana mereka berdua pergi?
22
Dua penyusup
23
Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24
Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25
Kau sama hal nya seperti opium
26
Mari membuat kesepakatan
27
Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28
Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29
Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30
Kamu sangat malas
31
Bisakah kita tinggal disini saja?
32
Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33
Kamu terasa begitu nyata
34
Sujud kami hanya untukmu Niang
35
Lao Lao hampir tidak percaya
36
Apa benar kami akan pergi?
37
Kami takut, dia akan merebut Niang
38
Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39
Merasa gelisah
40
Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41
Semuanya semakin rumit
42
Ingin mengundurkan diri
43
Tidak boleh merebut Wai Po
44
Udaranya semakin dingin
45
Terjadi Hal Lain
46
Dia masih hidup
47
Berpisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!