Ruang dimensi

Bangun-bangun Li Hua merasa bingung, seharusnya dia berada di dalam aula. Tapi apa ini? Ribuan tetes air turun deras dari atas tebing. Suara gemericik air membuat nya terbangun, kabut tebal menutupi bagian atas tebing. Seakan mengatakan bahwa Li Hua tak diizinkan untuk melihat.

"Ini dimana? Haha...tidak mungkin ini mimpi, kalau iya mengapa gigitan nyamuk begitu terasa."

Tangannya menepuk lengan, beberapa nyamuk berterbangan menghindari tepukan Li Hua. Dia menatap sekelilingnya, disamping air terjun tempatnya berdiri. Terdapat lahan dengan luas 5 hektar, terlihat begitu terawat

Daun bawang, tomat Cherry, ubi jalar, semua itu tumbuh dengan baik. Ini sangat membingungkan mengapa dalam sekejap mata Li Hua berada disini.

Dia merasa familiar dengan tempat itu, seberang air terjun lainnya dipenuhi pepohonan tinggi. Gazebo kecil samping air terjun menarik perhatian nya. Dia berjalan mendekati gazebo, meja kayu kecil terpoles cat cokelat muda berada diatas gazebo dan, di sudutnya terdapat beberapa rak buku.

Berisikan buku-buku yang dijahit dengan rapi, dan boneka kayu tergeletak diatas meja. Li Hua menaiki tangga kayu, duduk didepan meja kecil. Perasaan familiar menderanya begitu melihat boneka kayu. Ingatan nya berputar pada mimpinya tentang dia orang gadis muda, air terjun dan gazebo.

"Apa semua ini saling berkaitan?"tanya Li Hua pada diri sendiri.

Semuanya terlihat persis di dalam mimpi nya, hanya saja perubahan terjadi pada hutan, sebagian menjadi lahan pertanian. Dan rak buku disudut seharusnya tidak ada sama sekali.

Jari jemarinya meraih salah satu buku, dengan judul 'The journey of the two little Zhaos'.

"Tunggu, bahasa ini seharusnya tidak ada disini. Bagaimana bisa? Ini benar-benar penuh misteri."

Tentu nya Li Hua menjadi tertarik, apa lagi huruf ukiran Zhao sama persis dengan liontin giok milik Li Hua. Halaman pertama di buka dengan hati-hati, kertas nya terlihat menguning dan, rapuh. Jelas ini tersimpan bertahun-tahun, dan tidak begitu terawat.

'Ini sebuah keajaiban, rahasia besar dalam keluarga kami. Yang diturunkan pada kami berdua. Ayah memberikan tanda pengenal identitas pada kami, keajaiban itu tersimpan didalamnya.'

'Nenek moyang menciptakan sebuah ruang dimensi, entah ilmu apa yang dipelajari oleh beliau. Tapi kami berdua sebagai keturunan Zhao sangat berterimakasih, dalam ruangan ini tercipta sekat untuk membatasi ruang dimensi.'

'Kami berdua, memiliki ruang sendiri didalam dimensi asing. Memang tidak bisa dipercaya tapi ini adalah fakta. Begitu usia kami menginjak remaja, Ayah memberikan kebebasan pada kami. Dunia luar yang begitu penuh kejutan adalah hal yang kami nantikan.'

'Saudari ku sangat begitu antusias, dia berkata akan berkeliling ke seluruh penjuru kerajaan. Dan tinggal di desa terpencil, aku sangat ingin mengajaknya untuk mengelilingi benua ini.'

'Tentu dengan ruang dimensi, kami akan dipermudah kan membawa apapun yang di butuhkan. Sayangnya Saudari ku menolak untuk terus mengikuti ku."

Kening Li Hua mengerut, seperti nya ini ditulis sebagai diary. Dan yang menulisnya benar-benar seenaknya, tidak di tata dengan rapih sama sekali. Halaman kembali di balik, semua sudut kertas. Terlihat menarik, buku ini ditulis dari sudut pandang satu orang.

'Malam itu, kami duduk di gazebo kecil dalam ruang dimensi. Saudari ku terlihat aneh, dia tidak seperti biasanya. Bertingkah laku seperti orang lain, mengatakan hal-hal yang tak ku mengerti. Sebenarnya ada apa dengannya?'

'Siang tadi, kami bertengkar. Saudari ku seakan tidak mengenal ku sama sekali. Aku tak mengerti saat dia membentak ku, mengatakan aku orang asing. Tentu saja aku marah, dia terus berteriak ingin kembali kerumah. Sepanjang hari meringkuk didalam Gazebo dan menatap ku seakan aku adalah monster.'

'Dia benar-benar tidak waras, berusaha membunuh dirinya sendiri dan berteriak ingin pulang. Aku tak bisa menahannya, pada akhirnya aku membuat nya keluar dari ruang dimensi.'

'Satu bulan, ini sudah lebih dari 4 Minggu. Sebenarnya apa yang terjadi pada saudari ku? Setelah kami bertengkar dan aku mengeluarkan nya dari ruang dimensi. Dia tidak pernah datang kesini lagi.'

Tangan Li Hua kembali membalikkan halaman, gerakannya terhenti saat melihat sebagian halaman tersobek. Menyisakan beberapa kalimat yang masih bisa di baca.

'..... hubungan kami terputus secara sepihak, aku tak mau berurusan dengannya lagi. Saudari ku seperti menjadi orang asing, bahkan ketika seluruh rambut ku terlepas dan mulut ku memuntahkan banyak darah. Dia yang selalu panik dan mengkhawatirkan ku, kini hanya berdiri menatap ku dengan tatapan dingin.'

"Ini sangat menyedihkan, sepertinya pemilik tubuh yang menulis ini."

Jujur saja Li Hua tidak bersimpati dengan kisah yang tertulis di buku. Dia lebih penasaran dengan sekat pembatas dimensi.

"Mari kita cari dimana sekat itu, aku sangat penasaran."

Gadis itu bangkit berdiri, menuruni tangga dan berjalan mengikuti aliran air. Menoleh ke beberapa arah, tetapi tidak ada yang aneh sama sekali. Langkah kakinya terhenti, pemandangan didepannya terlihat buram. Seakan dia berdiri didepan cermin kusam raksasa.

"Sepertinya ini sekat yang di maksud."Li Hua mencoba menyentuhnya.

Sebuah suara terdengar begitu keras,"berhenti, jangan menyentuhnya."

Mendengar suara itu sontak Li Hua mencari ke berbagai arah, tidak ada sosok lain selain dirinya lalu siapa.

"Apa kamu mendengar nya? Pemilik ruang seberang sedang tidak ada, kalau kamu berusaha masuk. Tubuh mu akan hancur."

Kali ini pandangan Li Hua terjatuh pada sekelompok kelinci putih, berdiri tegap bagaikan seorang manusia. Memegang beberapa alat bertani ukuran kecil, seperti sekop, garu , kereta dorong, sabit, dan palu. Salah satu dari mereka mengenakan celemek biru.

Beberapa kali Li Hua mengorek kupingnya, dia tidak percaya. Apa dunia ini sebenarnya berkaitan dengan hal-hal tak nyata? Membayangkannya saja membuat Li Hua bergidik ngeri.

"Nona pemilik, mengapa kamu baru datang kemari?"

"Apa kalian berdua sudah berbaikan?"

"Nona pemilik, kamu semakin kurus."

"Bahkan aura mu tidak hitam lagi."

Semua kelinci melompat mendekati Li Hua, menatap penuh penasaran. Hal itu membuat Li Hua bergidik ngeri, hewan-hewan lucu itu dapat berbicara seperti manusia. Ini mengerikan, dia masih bingung dengan apa yang terjadi pada pemilik tubuh asli. Faktanya tidak semua ingatan diberikan pada nya sama sekali.

"Nona pemilik?"

"Ya-ya..."

"Kami sudah menunggu kamu bertahun-tahun, mari kita berbincang-bincang mengenai hasil panen. Gazebo kecil masih layak untuk dipakai."

Kelinci yang mengenakan celemek biru memandu Li Hua, sementara kelinci yang lain menjauhkan diri dan pergi.

"Pemilik ruang sebelah tidak datang kemari, setelah pertengkaran waktu itu."

"Aku tidak ingat kami bertengkar, bisa kah kau menceritakan nya kembali?"

Kelinci itu berhenti berjalan, menoleh dan mendongak menatap Li Hua bingung. Mendadak sorot matanya berubah, dia curiga. Perubahan aura terjadi dua kali pada Nona Pemilik, sepertinya memang ada sesuatu yang tidak beres.

"Aku bisa menceritakan nya kembali, tapi kami semua sangat marah. Saat Nona pemilik pergi meninggalkan kami tanpa alasan yang jelas. Dan kini datang kembali, tolong jelaskan hal itu terlebih dahulu."

Li Hua tersenyum kecut, dia saja bingung apa yang harus dia ceritakan. Mungkin perlu mengarang cerita meyakinkan, agar makhluk-makhluk fantasi itu tidak curiga padanya.

Terpopuler

Comments

Yurniati

Yurniati

terus lanjut update nya thorr

2024-09-26

1

Yurniati

Yurniati

tetap semangat terus thorr

2024-09-26

0

Lala Kusumah

Lala Kusumah

siapakah Lin Hua itu ya... penuh teka teki...

2024-09-26

1

lihat semua
Episodes
1 Hua Niang marah
2 Cuci dan cuci semuanya!
3 Apa kita bisa memakan ini lagi?
4 Panen ubi liar
5 Menantu ketiga anda menjual ubi
6 Pergi ke pasar
7 Tidak menyukainya sama sekali
8 Sepotong melon besar (gosip)
9 Kamu sangat berani memukulnya
10 Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11 Kepingan ingatan tersembunyi
12 Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13 Hua Niang Jangan pergi
14 Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15 Suasananya sangat damai
16 Ruang dimensi
17 Mereka tidak percaya
18 Kami datang menjemput mu
19 Mari berjanji untuk tidak pergi
20 Ini di luar dugaan kita
21 Kemana mereka berdua pergi?
22 Dua penyusup
23 Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24 Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25 Kau sama hal nya seperti opium
26 Mari membuat kesepakatan
27 Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28 Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29 Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30 Kamu sangat malas
31 Bisakah kita tinggal disini saja?
32 Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33 Kamu terasa begitu nyata
34 Sujud kami hanya untukmu Niang
35 Lao Lao hampir tidak percaya
36 Apa benar kami akan pergi?
37 Kami takut, dia akan merebut Niang
38 Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39 Merasa gelisah
40 Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41 Semuanya semakin rumit
42 Ingin mengundurkan diri
43 Tidak boleh merebut Wai Po
44 Udaranya semakin dingin
45 Terjadi Hal Lain
46 Dia masih hidup
47 Berpisah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Hua Niang marah
2
Cuci dan cuci semuanya!
3
Apa kita bisa memakan ini lagi?
4
Panen ubi liar
5
Menantu ketiga anda menjual ubi
6
Pergi ke pasar
7
Tidak menyukainya sama sekali
8
Sepotong melon besar (gosip)
9
Kamu sangat berani memukulnya
10
Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11
Kepingan ingatan tersembunyi
12
Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13
Hua Niang Jangan pergi
14
Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15
Suasananya sangat damai
16
Ruang dimensi
17
Mereka tidak percaya
18
Kami datang menjemput mu
19
Mari berjanji untuk tidak pergi
20
Ini di luar dugaan kita
21
Kemana mereka berdua pergi?
22
Dua penyusup
23
Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24
Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25
Kau sama hal nya seperti opium
26
Mari membuat kesepakatan
27
Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28
Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29
Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30
Kamu sangat malas
31
Bisakah kita tinggal disini saja?
32
Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33
Kamu terasa begitu nyata
34
Sujud kami hanya untukmu Niang
35
Lao Lao hampir tidak percaya
36
Apa benar kami akan pergi?
37
Kami takut, dia akan merebut Niang
38
Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39
Merasa gelisah
40
Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41
Semuanya semakin rumit
42
Ingin mengundurkan diri
43
Tidak boleh merebut Wai Po
44
Udaranya semakin dingin
45
Terjadi Hal Lain
46
Dia masih hidup
47
Berpisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!