Saya telah membelinya dengan 10 Yuan

Matanya terasa berat, saat kesadaran kembali seutuhnya. Rasa sakit kepala bagian belakang menyerang, seolah-olah kepalanya akan pecah berkeping-keping. Huang Ji mengerang kesakitan, mengeluarkan umpatan kasar.

Xiao Ping segera menghampiri Huang Ji,"Sepertinya sangat menyakitkan, apa perlu saya panggil tabib?"

Gelas tembikar berisi air diberikan, Huang Ji menerima dan meminumnya. Setelah dapat menahan rasa sakitnya, dia menggeleng. Memanggil tabib akan menghabiskan banyak uang.

"Anda yakin? Saya khawatir ada kerusakan kecil di kepala anda."Xiao Ping menatap ragu.

"Tidak ada yang perlu anda khawatirkan,"geleng Huang Ji.

Xiao Ping terdiam, dia ingin menyampaikan sesuatu yang penting. Sebagai nona dari keluarga berada, dia tidak menerima fakta bahwa dirinya kini menjadi isteri kedua Huang Ji. Meskipun reputasi didalam keluarga terdengar buruk, akan tetapi di luar sana semua orang memandang ny dengan baik.

"Mungkin ini terdengar lancang,"

Wanita itu mencoba berbicara lembut, membuat Huang Ji merasa Xiao Ping pasti akan membicarakan soal Li Hua.

"Saya tidak ingin menjadi Isteri kedua, kalau saja anda tidak mau menceraikan Nona itu. Saya akan membuat surat cerai dan menarik mahar yang saya berikan."Xiao Ping menatap Huang Ji hati-hati.

Lelaki itu bereaksi dengan tenang, dia tidak bisa kehilangan mahar 100.000 Yuan. Uang sebanyak itu bisa memperbaiki beberapa bagian rumah dan membeli perabotan baru. Nyatanya dia tak rela untuk melepas Li Hua.

"Sebenarnya saya ingin menceraikannya, tapi mengingat saya telah mengeluarkan 10 Yuan untuk membelinya..."Huang Ji terdiam sejenak.

Tentu Xiao Ping tidak bod*h, lelaki itu pasti menginginkan uang ganti rugi. Melepas Li Hua sama saja melepaskan 10 Yuan nya.

"Uang itu, tidak perlu khawatir. Saya akan mengganti nya 2 kali lipat,"angguk Xiao Ping.

Lelaki itu tersenyum puas, melihat itu Xiao Ping merasa tidak menyukainya. Begitu tertarik pada uang, jelas sekali lelaki itu pintar menjilat Ayahnya untuk mendapatkan banyak uang.

"Akan segera saya buat surat nya."Huang Ji mengangguk senang.

Makan malam telah tiba, tumis daging, semangkuk penuh nasi putih porselen. Tumis sayur brokoli dan wortel, telur dadar lembut dan berminyak. Terlihat sangat menggiurkan, Siniang menahan air liur yang hampir menetes.

Bahan makanan berkualitas bagus memenuhi gudang bawah tanah kecil, hanya ruang tanah yang di gali dan ditutupi. Li Hua heran mengapa begitu banyak makanan segar, bahkan beras putih ada dalam gentong besar tembikar. Mengingat wanita itu datang kerumah kecil Huang, Li Hua memahaminya. Dia mengolah beberapa dari bahan-bahan itu untuk makan malam.

"Sepertinya kamu sangat pandai memasak,"Xiao Ping menatap netra Li Hua secara langsung.

"Tidak sangat pandai, hanya memasak sebisa mungkin."Li Hua memberikan semangkuk penuh nasi putih pada Xiao Ping.

Wanita itu menerimanya tanpa banyak bicara, Huang Ji sedari tadi terlihat sangat tidak menyukai Li Hua. Awalnya dia berniat untuk bersikap baik, sayangnya Li Hua malah membuat ulah. Dia tidak akan bilang sekarang, sebelum surat cerai sudah jadi.

"Hua Niang, besok aku akan pergi ke ladang milik Paman Ye. Membantu membersihkan ladangnya dari rumput liar."Erlang menjepit daging dan memasukkannya kedalam daging.

Mengunyahnya perlahan, rasa empuk dan bumbu serta minyak keluar dari dalam daging. Setiap gigitan terasa memuaskan.

"Apa perlu ku bantu?"

Erlang menggeleng, dia menunjuk Da Lang dan Sanlang,"mereka berdua akan membantu."

Sanlang dan Da Lang mengangguk menyetujui,"kamu tidak perlu ikut, cukup dirumah bersama Siniang."

"Kalian sangat rajin,"Xiao Ping mencoba berbicara, dia menoleh kearah Huang Ji,"anak-anak sangat rajin, seperti nya anda berhasil mendidik mereka."

Lelaki itu tersenyum lebar, dia merasa bangga saat mendapatkan pujian. Li Hua mengernyit bingung, seharusnya Huang Ji sekarang marah padanya karena masalah siang tadi. Nyatanya seakan lelaki itu melupakan hal itu, Siniang menarik sedikit baju Li Hua.

Dia malu untuk mengambil lauk,"Hua Niang, aku menginginkan potongan daging besar itu."

Bisikan pelan Siniang masih bisa terdengar jelas oleh semua orang, belum sempat Li Hua ambilkan. Xiao Ping terlebih dahulu menaruh potongan daging besar, di dalam mangkuk nasi Siniang.

"Makanlah yang banyak, kamu sangat kurus. Daging ini akan memberikan banyak nutrisi untuk tubuh mu."Xiao Ping tersenyum lembut.

Gadis kecil itu mengangguk kecil, dia malu Ibu sambung keduanya mendengar bisikan nya. Sentuhan lembut dipunggung nya, membuat gadis kecil itu tersentak kaget. Menatap Li Hua penuh pertanyaan, Ibu sambungnya menatap penuh arti. Menunduk dan berbisik pelan, sangat pelan dan bisa didengar oleh nya saja.

"Tidak perlu malu, kamu tidak berbuat salah. Malu lah saat kamu melakukan kesalahan."

Bisikan itu menghangatkan hati Siniang, bulu matanya bergetar. Ini pertama kalinya ada seseorang memberikan nasihat kecil dalam hidupnya. Sepenuhnya terdengar tulus tidak ada nada ejekan ataupun makian, dia mengangguk cepat. Memakan dan terus makan tanpa merasa malu.

Tidak perlu malu ketika tidak berbuat kesalahan, malu lah saat berbuat salah. Tetap menjaga sopan santun dan etika meskipun berbuat kesalahan. Paling utama meminta maaf dengan benar, dan tidak melakukan kesalahan serupa di masa depan

Sanlang menaruh potongan daging kedalam mangkuk milik Li Hua, Da Lang ikut memasukkan brokoli dan Wortel. Jangan lupakan potongan telur dadar, datang dari sumpit milik Erlang.

Mereka tidak mengatakan sepatah kata pun, Huang Ji merasa anak-anak tidak berpihak padanya sama sekali. Mereka semua berpihak pada Li Hua, sedikit marah. Bahkan mereka tidak bersimpati pada nya ataupun khawatir sedikitpun. Setelah mendapatkan luka di kepala belakang dan, Lihat saja setelah Li Hua dia usir. Mereka pasti akan memilihnya, memohon-mohon untuk makan setiap hari. Pemandangan lucu itu, sangat dinantikan oleh Huang Ji.

Makan malam itu terasa begitu canggung, saat selesai. Huang Ji dan Xiao Ping buru-buru masuk kedalam kamar. Menguncinya rapat-rapat, meninggalkan mangkuk-mangkuk kosong tanpa sisa sedikitpun.

"Mereka sangat tidak sopan, bahkan tidak membantu membereskan,"gerutu Da Lang pelan.

"Fu Qin begitu menyukai wanita itu, aku tak percaya dia melupakan ibu kita."Erlang membawa mangkuk-mangkuk kotor ke dapur.

Li Hua terlihat tengah membereskan sisa-sisa kayu bakar di kompor sederhana. Da Lang dengan cekatan mencuci semua mangkuk dan gelas kotor tanpa banyak bicara, Erlang kembali ke ruang utama.

Mengajak Siniang dan Sanlang masuk kedalam kamar,"Apa Hua Niang akan tidur bersama kita?"

Pertanyaan Siniang membantu Sanlang dan ErLang teringat sesuatu,"tidak tau."

"Akan lebih baik kalau dia tidur bersama kita."Sanlang terlihat bersemangat.

Dia menatap dua kasur jerami menjadi satu hingga terlihat luas. Tapi itu cukup untuk 4 orang,"kurasa tidak akan cukup, mungkin salah satu dari kita akan tidur dilantai."gumam Erlang.

Da Lang menoleh kebelakang, Li Hua tengah duduk memperhatikan nya."Ada apa?"

"Tidak,"geleng Da Lang.

Dia penasaran Li Hua tidak terlihat menunjukkan emosi apapun saat bertemu Huang Ji, berpikir Ibu tirinya memiliki pemikiran luas dan berlapang dada.

"Tidurlah di kamar kami,"ucap Da Lang tiba-tiba.

"Itu tidak muat,"tolak Li Hua secara tidak langsung.

Kedua tangan Da Lang di bilas dengan air bersih begitu selesai mencuci mangkuk. Dia mengelapnya dengan kain kering, hingga benar-benar tidak ada air tertinggal di telapak tangannya.

"Mari, aku tidak mau membiarkan mu tidur diruang utama."Da Lang tersenyum tipis,"bisa jadi wanita itu akan menertawakan mu."

Sejak kapan Da Lang terlihat peduli, Li Hua menjadi heran. Dia mengikuti Da Lang dari belakang. Masuk kedalam kamar, Siniang melompat dan memeluk Li Hua senang. Dia akan tidur bersama Ibu sambungnya malam ini.

Da Lang akan tidur di lantai kayu dengan dua selimut dan bantal tipis berisikan potongan jerami kering. Saat tertindih oleh kepala, akan terdengar suara gemerisik jerami kering bergesekan.

Terpopuler

Comments

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Moga kehidupan Li Hua dan ke empat anak sambung nya bahagia dan mapan.

2024-09-15

4

Lala Kusumah

Lala Kusumah

lanjuuuuuuuuuuutttt... mending cerai aja dari suami kurang ajar mu Li Hua...

2024-09-14

1

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

lanjut

2024-09-13

1

lihat semua
Episodes
1 Hua Niang marah
2 Cuci dan cuci semuanya!
3 Apa kita bisa memakan ini lagi?
4 Panen ubi liar
5 Menantu ketiga anda menjual ubi
6 Pergi ke pasar
7 Tidak menyukainya sama sekali
8 Sepotong melon besar (gosip)
9 Kamu sangat berani memukulnya
10 Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11 Kepingan ingatan tersembunyi
12 Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13 Hua Niang Jangan pergi
14 Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15 Suasananya sangat damai
16 Ruang dimensi
17 Mereka tidak percaya
18 Kami datang menjemput mu
19 Mari berjanji untuk tidak pergi
20 Ini di luar dugaan kita
21 Kemana mereka berdua pergi?
22 Dua penyusup
23 Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24 Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25 Kau sama hal nya seperti opium
26 Mari membuat kesepakatan
27 Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28 Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29 Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30 Kamu sangat malas
31 Bisakah kita tinggal disini saja?
32 Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33 Kamu terasa begitu nyata
34 Sujud kami hanya untukmu Niang
35 Lao Lao hampir tidak percaya
36 Apa benar kami akan pergi?
37 Kami takut, dia akan merebut Niang
38 Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39 Merasa gelisah
40 Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41 Semuanya semakin rumit
42 Ingin mengundurkan diri
43 Tidak boleh merebut Wai Po
44 Udaranya semakin dingin
45 Terjadi Hal Lain
46 Dia masih hidup
47 Berpisah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Hua Niang marah
2
Cuci dan cuci semuanya!
3
Apa kita bisa memakan ini lagi?
4
Panen ubi liar
5
Menantu ketiga anda menjual ubi
6
Pergi ke pasar
7
Tidak menyukainya sama sekali
8
Sepotong melon besar (gosip)
9
Kamu sangat berani memukulnya
10
Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11
Kepingan ingatan tersembunyi
12
Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13
Hua Niang Jangan pergi
14
Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15
Suasananya sangat damai
16
Ruang dimensi
17
Mereka tidak percaya
18
Kami datang menjemput mu
19
Mari berjanji untuk tidak pergi
20
Ini di luar dugaan kita
21
Kemana mereka berdua pergi?
22
Dua penyusup
23
Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24
Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25
Kau sama hal nya seperti opium
26
Mari membuat kesepakatan
27
Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28
Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29
Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30
Kamu sangat malas
31
Bisakah kita tinggal disini saja?
32
Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33
Kamu terasa begitu nyata
34
Sujud kami hanya untukmu Niang
35
Lao Lao hampir tidak percaya
36
Apa benar kami akan pergi?
37
Kami takut, dia akan merebut Niang
38
Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39
Merasa gelisah
40
Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41
Semuanya semakin rumit
42
Ingin mengundurkan diri
43
Tidak boleh merebut Wai Po
44
Udaranya semakin dingin
45
Terjadi Hal Lain
46
Dia masih hidup
47
Berpisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!