Panen ubi liar

Wajah Li Hua terlihat buruk saat melihat ladang tempat semalam dia terbangun, rasanya kepala bagian belakang masih berdenyut kesakitan. Da Lang turun ke ladang berjongkok mencari sesuatu ditengah hamparan berbagai jenis rumput.

Sayuran liar yang ditemukan akan dia petik, Li Hua berjongkok di tepi ladang tak terurus. Menatap punggung Da Lang sebentar, matanya tak sengaja menemukan sawi liar. Dahinya berkerut, siapa yang menaburkan bibit sayuran disini? Sampai-sampai ada banyak sayuran tumbuh dengan subur.

"Apa ladang ini pernah digarap oleh seseorang?"

Pergerakan tangan Da Lang terhenti, dia mengangguk,"sebelum nya seseorang pernah bertani disini, menebarkan bibit sayuran. Entah mengapa dia pergi meninggalkan desa, mengembalikan surat kepemilikan tanah pada kepala desa."

Sangat rugi menurut Li Hua, dia tak mengerti mengapa surat tanah kepemilikan diberikan pada kepala desa. Seharusnya tetap disimpan bukan di berikan secara cuma-cuma.

"Ladangnya jauh dari ladang semua orang, semula milik pemerintah. Membiarkan rakyat mengelola nya dan membagi hasil panen. Tapi sayangnya tidak ada yang mau."

"Bukankah itu sangat sayang?"

"Tentu tidak,"geleng Da Lang,"kami semua takut dengan serangan babi liar pada tanaman, itu hanya membuat kerugian."

Li Hua mengangguk mengerti, tidak mau memikirkan banyak hal. Dia bangkit berdiri dan turun ke ladang, iku mencari sayuran. Memetik sawi dan pakis, dia bergerak lebih cepat tanpa sadar menelusuri kearah ladang lain.

Gerakannya terhenti melihat tanaman merambat secara serampangan, pucuk daun muda nya terlihat segar. Matanya berbinar saat mengetahui tanaman itu sangat dia kenal.

"Umbi tanah! Ini adalah ubi jalar, ya ampun ini sesuatu yang berharga."kedua telapak tangan Li Hua menutup mulut yang terbuka lebar.

Dia menoleh, berteriak memanggil Da Lang, pemuda itu mendongak melihat Ibu tirinya melambaikan tangan penuh semangat. Seakan menemukan sesuatu yang berharga, dia segera menghampiri Li Hua, jari telunjuk Ibu tirinya menunjuk tanaman rambat.

"Lihat lah, itu adalah umbi tanah, kita bisa memakannya."ucap Li Hua tak sabar.

Da Lang mengangguk, dia mengambil mangkuk yang di letakkan di pinggir ladang. Kembali berlari dan menggali tanah untuk mencari Ubi liar.

"Bisakah kita panen semuanya?"tanya Li Hua.

"Itu bisa, cukup untuk persediaan makanan selama seminggu."

"Bagus!"

Ubi-ubi berukuran kecil dan besar tertumpuk dalam keranjang. Memenuhi keranjang rotan dalam sekejap, Da Lang terlihat sangat tercengang. Dia seperti tak menyangka akan mendapatkan keberuntungan ini.

Li Hua memisahkan daun-daun muda dari umbi yang bisa di makan, setelah itu memasukkan kedalam keranjang. Kali ini keranjang terlihat sangat penuh, membuat nya tidak yakin Da Lang bisa mengangkat atau tidak.

"Ini terlalu berat, aku khawatir kamu tidak bisa membawanya."

"Bibi, jangan khawatir aku cukup kuat untuk membawa semua ini."Da Lang berjongkok dan mengangkat keranjang nya.

Terasa berat, dia menggendong nya dengan hati-hati. Cangkul di bawa oleh Li Hua, akan sulit kalau Da Lang membawanya juga. Dia memberikan sebatang kayu panjang untuk Da Lang. Agar pemuda itu ada pegangan, berjalan melewati ladang orang-orang desa. Beberapa orang melihat mereka memanen ubi liar merasa iri.

"Dimana kalian menemukan Ubi ini?"wanita berusia 30 tahun menghampiri Da Lang dan Li Hua.

"Bibi, kami memanennya di ladang tak terurus, hari ini kami cukup beruntung."Da Lang tersenyum lebar.

Wanita itu mengerut,"bisakah aku membeli nya? Hanya 1 kilo saja,"

"3 sen, saya menginginkan harga itu."Li Hua membuat Da Lang terkejut.

Bukankah sangat mahal, mengapa Ibu tirinya mematok harga seperti itu.

"Kamu sangat pelit, turunkan lagi harganya ini sangat mahal."

"Kakak ipar, kami sejak awal tidak berniat menjualnya. Kalau anda mau membeli silahkan harga di kabupaten dan kota lain jauh lebih mahal."

Bibi itu terdiam, memang benar sekarang makanan pokok sedang naik. 3 sen sudah termasuk murah, tapi kalau kekabupaten mungkin harga satu kilo ubi sudah masuk ke 4 sen dan di kota lain seperti kota Ping An dan Kota Hekkou masuk ke 5 sampai 6 sen.

"Baik, baik aku tetap mau membelinya."

Li Hua beruntung berkat ingatan pemilik tubuh dia mengetahui sesuatu yang tak di ketahui nya, 3 sen berada di tangannya. 1 kilo ubi sudah di berikan, dia memberikan 2 ubi kecil sebagai bonus.

Mereka kembali berjalan, Da Lang tak mengerti mengapa Li Hua memberikan dua ubi kecil pada Bibi itu.

"Sangat rugi memberikan dua ubi kecil pada nya."

"Tidak, memberi sedikit tidak akan membuat mu semakin miskin."geleng Li Hua.

Dalam berbisnis kita tidak boleh terlalu pelit, pelanggan akan merasa senang. Walau sebenarnya dua ubi yang diberikan termasuk kedalam satu kilo itu. Li Hua sedikit licik dengan berpura-pura memberikan bonus, kalau saja Da Lang tau tentang perbuatan nya.

Mungkin pemuda itu akan merasa jijik, saat hendak masuk ke halaman rumah tiga orang wanita mengejar mereka.

"Isteri kecil Huang! Tunggu sebentar."

"Ada apa Kakak ipar datang kemari?"tanya Li Hua heran.

Kedua wanita itu mengatur nafasnya, mereka melihat teman mereka membeli Ubi dengan harga 3 sen dan itu mendapatkan satu kilo. Tidak boleh untuk tidak membeli makanan bagus dengan harga murah.

"Kami mau membeli ubi itu, beri kami masing-masing satu kilo."

"Tunggu sebentar."

Li Hua mengambil beberapa ubi memasukkan nya kedalam keranjang kecil yang dibawa kedua wanita itu, dia memberikan masing-masing keranjang dengan dua ubi. Hal itu membuat mata kakak-kakak ipar bersinar bahagia.

"Ini tiga sen bukan?"

"Iya terimakasih sudah mau membelinya."

"Ah, iya kami pergi terlebih dahulu."

Dalam sehari Ibu tirinya mendapatkan 9 sen, Da Lang tidak bisa untuk tidak terkejut. Kemujuran Ibu tirinya terlihat mengalir deras, dia penasaran apa yang akan di beli oleh Li Hua dengan semua uang itu.

"Bibi, uang itu mau kamu apakan?"tanya Da Lang penasaran.

Li Hua mendorongnya untuk segera masuk kedalam rumah,"tentu membeli bumbu-bumbu dapur, masakan tidak akan enak tanpa bumbu."

"Bukankah lebih baik membeli nasi jagung ataupun beras merah?"Da Lang ingin menghentikan langkahnya.

Ibu tirinya tidak mau membiarkan dia berhenti,"itu juga akan kita beli, tapi nanti stok ubi masih banyak habiskan saja dulu."

Akan sangat baik kalau mereka menimbun banyak makanan, Da Lang tidak bisa berkata-kata. Dia tidak mengerti jalan pemikiran Ibu tirinya, sementara Li Hua tersenyum lebar. Tadi pagi dia mendapatkan 4 sen, kini bertambah dengan 9 sen. Kalau di gabungkan ada 13 sen di kantung kainnya.

"Mari jemur ubinya terlebih dahulu setelah dicuci, akan lebih manis dan awet ketika sudah kering,"ajak Li Hua.

Mereka masuk dari pintu samping rumah, mencuci kaki, dan tangan agar tidak gatal. Ubi yang di bawa segera di cuci oleh Da Lang dan di jemur di halaman belakang. Sementara Li Hua mencuci pucuk-pucuk daun muda ubi. Merebusnya hingga matang dan tiriskan, otak nya sedang berpikir keras. Wajahnya memucat saat mengetahui bahwa dia akan memakan makanan hambar lagi.

Terpopuler

Comments

sahabat pena

sahabat pena

sayang bgt travel time ga ada ruang dimensi nya? ga bisa mkn enak 🤭

2024-09-19

4

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Li Hua ayo nyari rejeki tuh yg berkah loh.

2024-09-15

3

lihat semua
Episodes
1 Hua Niang marah
2 Cuci dan cuci semuanya!
3 Apa kita bisa memakan ini lagi?
4 Panen ubi liar
5 Menantu ketiga anda menjual ubi
6 Pergi ke pasar
7 Tidak menyukainya sama sekali
8 Sepotong melon besar (gosip)
9 Kamu sangat berani memukulnya
10 Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11 Kepingan ingatan tersembunyi
12 Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13 Hua Niang Jangan pergi
14 Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15 Suasananya sangat damai
16 Ruang dimensi
17 Mereka tidak percaya
18 Kami datang menjemput mu
19 Mari berjanji untuk tidak pergi
20 Ini di luar dugaan kita
21 Kemana mereka berdua pergi?
22 Dua penyusup
23 Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24 Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25 Kau sama hal nya seperti opium
26 Mari membuat kesepakatan
27 Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28 Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29 Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30 Kamu sangat malas
31 Bisakah kita tinggal disini saja?
32 Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33 Kamu terasa begitu nyata
34 Sujud kami hanya untukmu Niang
35 Lao Lao hampir tidak percaya
36 Apa benar kami akan pergi?
37 Kami takut, dia akan merebut Niang
38 Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39 Merasa gelisah
40 Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41 Semuanya semakin rumit
42 Ingin mengundurkan diri
43 Tidak boleh merebut Wai Po
44 Udaranya semakin dingin
45 Terjadi Hal Lain
46 Dia masih hidup
47 Berpisah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Hua Niang marah
2
Cuci dan cuci semuanya!
3
Apa kita bisa memakan ini lagi?
4
Panen ubi liar
5
Menantu ketiga anda menjual ubi
6
Pergi ke pasar
7
Tidak menyukainya sama sekali
8
Sepotong melon besar (gosip)
9
Kamu sangat berani memukulnya
10
Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11
Kepingan ingatan tersembunyi
12
Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13
Hua Niang Jangan pergi
14
Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15
Suasananya sangat damai
16
Ruang dimensi
17
Mereka tidak percaya
18
Kami datang menjemput mu
19
Mari berjanji untuk tidak pergi
20
Ini di luar dugaan kita
21
Kemana mereka berdua pergi?
22
Dua penyusup
23
Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24
Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25
Kau sama hal nya seperti opium
26
Mari membuat kesepakatan
27
Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28
Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29
Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30
Kamu sangat malas
31
Bisakah kita tinggal disini saja?
32
Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33
Kamu terasa begitu nyata
34
Sujud kami hanya untukmu Niang
35
Lao Lao hampir tidak percaya
36
Apa benar kami akan pergi?
37
Kami takut, dia akan merebut Niang
38
Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39
Merasa gelisah
40
Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41
Semuanya semakin rumit
42
Ingin mengundurkan diri
43
Tidak boleh merebut Wai Po
44
Udaranya semakin dingin
45
Terjadi Hal Lain
46
Dia masih hidup
47
Berpisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!