Apa kita bisa memakan ini lagi?

Saat membuka pintu, anak laki-laki berusia 8 tahun datang tergopoh-gopoh. Membawa keranjang besar pakaian basah. Dan satu pakaian di buntal dengan ikatan erat. Da Lang kebingungan melihat Erlang membawa cucian bersih, biasanya pemuda itu akan mandi di sungai dan duduk berjemur di teras menunggu Lao Lao datang.

"Jemur dan ambil air, hari ini kita akan membersihkan rumah!"teriak Erlang dengan nafas tak teratur.

Da Lang tak menyahut, dia mengambil keranjangnya dan menjemur pakaian di samping rumah. Bagaimana pun Saudara nya telah mencuci semua pakaian mereka berempat, Li Hua lebih dulu memenuhi satu jemuran. Ada untungnya rumah Huang Kecil memiliki dua jemuran.

"Bibi, udang dan ikannya sudah ku bersihkan di sungai. Apa perlu di bilas kembali?"tanya Erlang mendekati Li Hua.

"Ya bilas terlebih dahulu dengan air bersih, ikan dan udang akan di kukus."angguk Li Hua.

Erlang segera pergi, sementara Da Lang menghempaskan pakaian dan menjemurnya.

"Apa yang sedang kamu rencanakan?"suara Da Lang terdengar sinis.

Dia tidak percaya Li Hua akan berbaik hati membeli ikan dan udang, tanpa karbohidrat tidak akan membuat mereka kenyang sama sekali.

"Membersihkan rumah,"jawab Li Hua."setelah jemur, ambil air empat ember. Kita akan bersama-sama membersihkan lantai kamar dan ruang berkumpul, apa kalian tidak merasa ini sangat kotor?"

Anak itu terdiam, ini pertama kalinya ada orang yang mengajak mereka bersih-bersih. Biasanya Ibu mereka yang membersihkan rumah. Setelah kepergian Ibu, tidak ada yang benar-benar merawat rumah. Ayah yang selalu berpergian, tidak pernah memikirkan mereka sama sekali. Bahkan kelaparan pun bisa terjadi berhari-hari.

"Akan diambil nanti, biar aku bersama Sanlang mengelap lantai. Siniang masih kecil tidak perlu bekerja."

Mengetahui Da Lang menyetujui nya, Li Hua tersenyum puas. Pergi ke mendapati Erlang tengah menyalakan api di tungku kompor sederhana. Panci besar berisi ikan dan udang, sebenarnya akan lezat kalau di tumis ataupun di rebus dengan kuah kuning.

"Erlang, aku..."ucapan Li Hua terhenti saat mendengar suara gadis kecil di depan.

"Lao Lao datang!"

"Tentu, ini sudah waktunya kalian sarapan. Dimana Ibu kalian?"

"Dia ada dibelakang,mungkin sedang mengukus udang,"jawab Da Lang.

Wanita tua itu mengerut kening, udang dari mana menantu dapatkan.

"Erlang menangkap udang di sungai bersama nya setelah mencuci."

Penjelasan itu membuat Cheng Wenwen mengerti, sepertinya menantu baru nya terdengar kompeten. Mereka hanya bertemu sekali, beberapa hari yang lalu. Hanya menyapa sebentar dan pergi, dia khawatir karena tidak pernah bertemu lagi. Seakan Li Hua menghindari nya setiap dia datang kerumah kecil.

"Lao Lao membawakan singkong rebus, harus segera pergi menyusul Lao Ye di ladang."

"Terimakasih Lao Lao, berhati-hatilah di jalan."Siniang melambaikan tangan.

Menatap kepergian Cheng Wenwen sebelum berlari masuk. Kepala nya muncul diambang pintu dapur, menatap Li Hua dan Erlang dengan mata berbinar.

"Hua Niang, Lao Lao membawakan singkong rebus untuk sarapan."

Li Hua menoleh dan tersenyum lembut,"kemari dan duduk di sudut sana, aku sedang mengukus ikan dan udang."

"Benarkah? Kami tidak pernah makan itu sama sekali."Siniang menatap panci penuh antusias.

Saat tutup panci dibuka, ikan dan udang berada dalam mangkuk besar tembikar. Membuat nya sangat tergoda untuk segera memakannya. Menjilat ujung bibirnya saat merasa air liur hendak menetes keluar.

"Katanya kami akan mengelap lantai, apa itu benar Bibi?"San Lang muncul dengan membawa kain bekas ditangannya.

Erlang segera mengangguk,"Kakak, akan membawa airnya. Kamu bertugas mengelap lantai berdua dengannya."

"Lalu bagaimana dengan mu? Sudahkah kamu mengerjakan pekerjaan lain?"

"Tentu, aku sudah mencuci semua baju kita."Erlang menggosok hidungnya bangga.

Sanlang mengerucutkan bibir, membuat Li Hua ingin tertawa melihat tingkah lucunya. Da Lang membawa empat ember air besar, dia perlu bolak balik untuk mengangkut nya.

Tiga ember di simpan dalam kamar mandi, satu ember untuk mengelap lantai. Pertama Sanlang akan menyapu nya hingga bersih, menyingkirkan beberapa barang tak terpakai. Setelah itu baru mereka mengelap lantai, butuh tenaga ekstra karena kotoran sangat tebal.

Air dalam ember berubah menjadi keruh, di buang ke belakang rumah. Kain bekas mengepel di cuci dan di jemur. Setelah lantai kering, mereka duduk di ruang tamu serta berfungsi sebagai ruang keluarga. Menatap potongan singkong sedikit dingin, semangkuk besar udang dan beberapa potong ikan.

"Hua Niang, aku sangat senang bisa memakan semua ini."Siniang tersenyum lebar pada Li Hua.

Membuat nya terasa canggung, hanya ikan dan udang mengapa terlihat seperti sesuatu yang begitu mewah. Tiga saudara lainnya, menatap Li Hua sebentar, Li Hua yang memahaminya mengangguk.

Mereka hanya malu mengucapkan terimakasih secara langsung, tanpa basa basi mereka berlima segera, memakan hidangan yang telah mereka siapkan. Rasa manis udang dan ikan segar sangat enak, setiap gigitan terasa begitu kenyal daging udang. Dan lembut nya daging ikan.

Nikmat mana lagi yang telah mereka dusta kan, makan sesuatu yang enak hingga kenyang. Siniang bersendawa saat selesai makan, menepuk perut buncitnya pelan dan tertawa lebar.

Da Lang tersenyum melihat tingkah laku adik bungsunya, memang jarang mereka makan makanan enak. Meskipun begitu, mereka bersyukur sehari bisa makan sekali ataupun dua kali.

"Hua Niang, apa kita bisa makan seperti ini lagi?"tanya Siniang penuh harap.

Li Hua menatap Erlang sekilas, anak itu langsung mengangguk cepat."aku akan menangkap banyak udang, berusaha mendapatkan ikan kalau kamu mau."

"Aku...aku ingin ikut menangkapnya."seru Sanlang.

Dia berpikir menangkap udang sambil bermain air sangat menyenangkan, tidak bisa tidak mengajaknya sama sekali. Dia harus ikut, melihat anak-anak begitu bersemangat dan ceria Li Hua merasa hatinya menjadi hangat.

"Aku mengizinkannya, jangan terlalu jauh dari sisi sungai. Dan tidak boleh terlalu lama, berhati-hatilah takutnya ada ular air ataupun biawak."

Erlang dan Sanlang mengangguk cepat, Siniang bangkit berdiri. Dia berencana untuk bermain dengan teman-teman nya.

"Hua Niang aku mau bermain, apa kamu mengizinkan ku pergi?"

"Kembali sebelum makan malam,"

"Aku mengerti."

Gadis kecil itu berlari keluar mengenakan sandal jerami lusuh, Erlang dan Sanlang ikut pergi mereka juga memiliki janji temu bersama teman-teman mereka berdua. Kini tersisa Da Lang dan Li Hua.

"Aku mau menggali sayuran liar."

"Bisakah aku ikut? Sangat tidak menyenangkan disini sendirian."pinta Li Hua.

Da Lang terdiam sejenak, dia mengangguk menyetujui. Memang membosankan duduk dirumah tanpa mengerjakan apapun.

Terpopuler

Comments

Daniela Whu

Daniela Whu

pangilanya kok beda" sih pusing aku
1saja gitu yaitu ibu/ bibi

2024-11-13

1

Frianty Frianty

Frianty Frianty

hai ..aku baru saja membaca novel mu di tahun 2024 ini.

2024-11-11

2

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

direbus kuah kuning kasih santen 2 kelapa,, beehh mantul... wkwkwk
jadilah gule ikan dan udang.. wkwkwk

2024-10-23

2

lihat semua
Episodes
1 Hua Niang marah
2 Cuci dan cuci semuanya!
3 Apa kita bisa memakan ini lagi?
4 Panen ubi liar
5 Menantu ketiga anda menjual ubi
6 Pergi ke pasar
7 Tidak menyukainya sama sekali
8 Sepotong melon besar (gosip)
9 Kamu sangat berani memukulnya
10 Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11 Kepingan ingatan tersembunyi
12 Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13 Hua Niang Jangan pergi
14 Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15 Suasananya sangat damai
16 Ruang dimensi
17 Mereka tidak percaya
18 Kami datang menjemput mu
19 Mari berjanji untuk tidak pergi
20 Ini di luar dugaan kita
21 Kemana mereka berdua pergi?
22 Dua penyusup
23 Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24 Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25 Kau sama hal nya seperti opium
26 Mari membuat kesepakatan
27 Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28 Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29 Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30 Kamu sangat malas
31 Bisakah kita tinggal disini saja?
32 Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33 Kamu terasa begitu nyata
34 Sujud kami hanya untukmu Niang
35 Lao Lao hampir tidak percaya
36 Apa benar kami akan pergi?
37 Kami takut, dia akan merebut Niang
38 Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39 Merasa gelisah
40 Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41 Semuanya semakin rumit
42 Ingin mengundurkan diri
43 Tidak boleh merebut Wai Po
44 Udaranya semakin dingin
45 Terjadi Hal Lain
46 Dia masih hidup
47 Berpisah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Hua Niang marah
2
Cuci dan cuci semuanya!
3
Apa kita bisa memakan ini lagi?
4
Panen ubi liar
5
Menantu ketiga anda menjual ubi
6
Pergi ke pasar
7
Tidak menyukainya sama sekali
8
Sepotong melon besar (gosip)
9
Kamu sangat berani memukulnya
10
Saya telah membelinya dengan 10 Yuan
11
Kepingan ingatan tersembunyi
12
Dia sangat baik, tapi kamu tak bisa melihat nya
13
Hua Niang Jangan pergi
14
Ini lebih suram dari yang kamu katakan
15
Suasananya sangat damai
16
Ruang dimensi
17
Mereka tidak percaya
18
Kami datang menjemput mu
19
Mari berjanji untuk tidak pergi
20
Ini di luar dugaan kita
21
Kemana mereka berdua pergi?
22
Dua penyusup
23
Nikmati sampai kau berakhir sama seperti ku
24
Pagi itu menjadi hal yang paling buruk
25
Kau sama hal nya seperti opium
26
Mari membuat kesepakatan
27
Dihadapan gejolak api, ia tak berdaya
28
Tidak bisa terus bergantung pada rumah tua
29
Bisakah aku belajar, meksipun memberatkan mu?
30
Kamu sangat malas
31
Bisakah kita tinggal disini saja?
32
Lao Lao dan Lao Ye menyetujui nya
33
Kamu terasa begitu nyata
34
Sujud kami hanya untukmu Niang
35
Lao Lao hampir tidak percaya
36
Apa benar kami akan pergi?
37
Kami takut, dia akan merebut Niang
38
Mencoba mencari sesuatu tentang Zhao
39
Merasa gelisah
40
Sedikit terungkap akan sebuah rahasia
41
Semuanya semakin rumit
42
Ingin mengundurkan diri
43
Tidak boleh merebut Wai Po
44
Udaranya semakin dingin
45
Terjadi Hal Lain
46
Dia masih hidup
47
Berpisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!