Kemudian Wu Chen menghampiri Jiao Qi dan kawan-kawan.
Semuanya tampak baik-baik saja kecuali satu orang, yaitu Yi Ba, Si pria bertubuh besar yang terkena serangan Serigala Perak sebelumnya. Dia terlihat pucat dan sekarat.
"Sepertinya salah satu teman kalian terluka parah, biarkan aku memeriksanya!" ucap Wu Chen menawarkan bantuan.
Mendengar itu, Jiao Qi dan yang lainnya segera menyingkir dan memberi ruang bagi Wu Chen.
Setelah itu hanya dengan menjulurkan satu tangannya, Wu Chen dalam sekejap berhasil menyembuhkan pria besar itu.
Yi Ba kini telah pulih secara total dan luka cakaran di dadanya telah menghilang tanpa bekas layaknya tidak pernah ada.
Menyaksikan hal itu, Jiao Qi dan yang lainnya kembali dibuat terkejut hingga tidak bisa berkata-kata.
Wu Chen lalu menoleh dan melihat ke arah mereka.
Walaupun tidak separah pria besar itu, Jiao Qi dan yang lainnya terlihat compang-camping dengan berbagai luka di sekujur tubuh mereka
"Hmm... Sepertinya kalian juga membutuhkan bantuan!" ucap Wu Chen.
Dia kemudian juga memulihkan luka dan menghilangkan rasa lelah Jiao Qi dan lainnya.
"Huh? Semua luka di tubuhku sembuh, bahkan rasa lelah yang menumpuk di tubuhku hilang seperti tidak pernah ada!" ucap Jiao Qi merasa takjub, begitu juga dengan yang lainnya.
Setelah menyembuhkan mereka semua, Wu Chen mencoba bertanya kepada mereka.
"Bolehkah aku bertanya kepada kalian?" tanya Wu Chen.
"Hmm? Tentu Tuan, anda bisa bertanya apapun!" kata Jiao Qi.
"Siapa kalian? Dan apa yang kalian lakukan disini?" tanya Wu Chen.
"Kami adalah tentara bayaran yang bertugas untuk membersihkan monster di sekitar sini. Kami tidak tahu apa penyebabnya, tapi mulai sejak tiga bulan lalu, monster-monster yang seharusnya berada di pedalaman hutan mulai berkeliaran dan mencoba menyerang Desa di dekat sini. Dan hari ini, kami bertemu sekawanan Serigala Perak bersama dengan Rajanya, itu tidak pernah terjadi sebelumnya! Kami sungguh tidak beruntung!" jawab Jiao Qi.
"Di dekat sini ada sebuah Desa?" tanya Wu Chen penasaran.
"Ya, nama desa itu adalah Desa Kontong. Desa itu tidak terlalu jauh dari sini, apakah anda ingin ikut pergi bersama kami ke desa itu?" tanya Jiao Qi.
"Baiklah, antar aku ke sana!" kata Wu Chen menerima tawarannya.
Kemudian Wu Chen mengikuti Jiao Qi dan yang lainnya pergi ke Desa Kontong.
Tidak lama kemudian, mereka pun akhirnya sampai di depan gerbang Desa itu.
"Ini adalah Desa Kontong!" kata Jiao Qi pada Wu Chen.
Wu Chen melihat ke sekitarnya, ada cukup banyak orang di desa itu.
Dia juga melihat ada beberapa kelompok dan individu yang berpenampilan seperti tentara bayaran.
"Hmm? Apakah mereka tentara bayaran sama seperti kalian?" tanya Wu Chen.
"Ya, karna akhir-akhir ini ada banyak monster yang bermunculan, ada cukup banyak tentara bayaran yang datang ke desa ini!" jawab Jiao Qi menjelaskan.
Kemudian mereka berjalan masuk ke Desa Kontong.
Ketika mereka sedang berjalan-jalan, Wu Chen melihat sekumpulan anak-anak nakal yang sedang melempari batu pada seorang gadis berpenampilan lusuh.
"Dasar Penyihir Jahat, pergi kamu dari sini!"
"Pergi! Pergi!"
Anak-anak nakal itu terus melemparinya dengan batu, namun gadis itu hanya diam meringkuk memeluk sepotong roti dan tidak melawan.
Hingga saat salah satu batu menuju ke arah wajah Gadis lusuh itu, Wu Chen tiba-tiba muncul dan menangkap batu tersebut.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Wu Chen kepada anak-anak itu.
Melihat kemunculan Wu Chen, anak-anak nakal itu seketika terkejut dan panik.
"Si-siapa kamu? Kenapa kamu menolong penyihir jahat itu?" ucap anak-anak nakal itu.
"Penyihir jahat? Kenapa kalian memanggilnya seperti itu?" tanya Wu Chen penasaran.
"Karena dialah penyebab desa ini sering diserang oleh monster!" jawab anak-anak nakal itu.
"Darimana kalian tahu kalau dia lah penyebabnya? Kalian tidak bisa menuduh orang lain secara sembarangan!" kata Wu Chen kepada anak-anak nakal itu.
"Itu bukan tuduhan, karena semenjak dia datang ke sini tiga bulan lalu, para monster yang sebelumnya tidak pernah menyerang, mulai menyerang desa kami!"
"Dia adalah penyihir jahat yang membawa kutukan ke desa kami!" ucap anak-anak itu.
"Dasar anak-anak nakal ini. Bagaimana bisa kalian menyebutnya Penyihir Jahat, kalau dia sendiri saja tidak bisa melawan kalian?" ucap Wu Chen.
Anak-anak nakal yang mendengar itu, seketika langsung kebingungan dan tidak bisa menjawab.
"Pergilah dari sini, sebelum aku memukul kalian!" ucap Wu Chen memarahi dan mengusir para anak-anak nakal itu.
Mendengar ancaman Wu Chen, Anak-anak nakal yang panik kemudian langsung berlari kabur meninggalkan tempat itu.
Sementara itu di sisi lain, nampak gadis lusuh itu yang mencoba bangkit berdiri dengan kesulitan.
Wu Chen yang melihat itu kemudian mencoba membantunya dengan mengulurkan tangan.
Namun bukannya berterima kasih, gadis itu dengan kasar menolak bantuan Wu Chen.
"Jangan dekati aku! Aku tidak butuh bantuanmu!" ucap gadis lusuh itu.
Wu Chen yang melihat bantuannya di tolak dengan kasar, seketika terkejut dan sulit untuk berkata-kata.
Lalu dengan usahanya sendiri, gadis lusuh itu berhasil bangkit berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Wu Chen.
Kemudian Jiao Qi dan yang lainnya menghampiri Wu Chen.
"Kenapa dengan gadis itu? Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?" ucap Wu Chen bertanya-tanya.
"Mungkin dia benar-benar tidak ingin dibantu. Walaupun aku tidak terlalu mengenalnya, tapi gadis itu cukup terkenal di desa ini!"
"Dia sering di panggil Penyihir Jahat yang membawa kutukan ke desa ini, dan siapapun yang dekat dengannya akan terkena kesialan!"
"Aku tidak tahu apakah rumor itu benar atau tidak. Tapi banyak sekali rumor buruk tentang gadis itu. Orang-orang di desa ini juga banyak yang membencinya!"
"Mungkin alasan gadis itu tidak ingin dibantu, karena dia menganggap bahwa dirinya benar-benar adalah gadis terkutuk!" ucap Jiao Qi.
Wu Chen yang mendengar cerita tersebut, hanya diam sembari memandang punggung gadis itu yang kian jauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Hmm Hmm
Gak ada yang komen cuy
2024-08-21
1