CH 11 : Minum Teh

Lalu Wu Chen dan Mei Kong meninggalkan ruangan tersebut dan pergi ke suatu tempat untuk menikmati minum teh.

Beberapa saat kemudian, Wu Chen tiba di suatu ruangan yang terdapat sebuah taman, kolam, pohon, dan pondok kecil.

Wu Chen yang melihat pemandangan itu benar-benar dibuat merasa kagum.

"Aku tidak menyangka ada tempat seperti ini di bawah tanah! Pasti tidak mudah bagimu untuk membuatnya!" ucap Wu Chen.

"Ya. Aku menghabiskan waktu seratus tahun untuk membuat semua ini. Bagaimana menurutmu?" tanya Mei Kong.

"Luar biasa! Tempat ini tidak hanya dipenuhi oleh berbagai macam Tanaman Spiritual dan Material Langka, tetapi juga dilapisi berbagai macam formasi pertahanan!" jawab Wu chen mengungkapkan semuanya tentang ruangan tersebut.

"Seperti biasa, matamu benar-benar luar biasa!" kata Mei Kong mengagumi penglihatan Wu Chen.

Kemudian mereka berdua duduk di pondok kecil di tengah taman dan minum secangkir teh.

Setelah secangkir teh habis, Mei Kong kembali menuangkan teh dari teko ke cangkir milik Wu Chen.

"Mengenai pencarian murid, bisakah aku merekomendasikan seseorang padamu?" tanya Mei Kong.

Wu Chen yang mendengar itu kemudian bertanya.

"Siapa dia?"

"Dia seorang anak laki-laki bernama Fang Yuan, usianya delapan belas tahun dan baru mengalami kebangkitan satu hari yang lalu!" jawab Mei Kong.

"Fang Yuan? Jadi, apa bakatnya?"

"Dia berhasil membangkitkan bakat tingkat S dengan dua atribut unik Api Neraka dan Darah serta Roh Bertarung Iblis Neraka!" Jawab Mei Kong.

"Hmm, itu bakat yang bagus. Apa alasan kamu merekomendasikan anak itu?" tanya Wu Chen merasa penasaran.

Mei Kong cukup berat hati untuk menjawab pertanyaan tersebut, namun dia tetap menjawabnya.

"Anak itu sebenarnya adalah anak dari salah satu wanita penghibur yang bekerja di tempat ku!"

"Dia tidak memiliki orang tua sejak lahir. Ayahnya tidak diketahui siapa dan ibunya meninggal sesaat setelah melahirkannya!"

"Karena dia hidup sendiri sejak kecil, dia memiliki kepribadian yang kuat dan mandiri!"

"Namun yang menjadi masalah, karena dia biasa melakukan apapun sendiri, dia menjadi seseorang yang keras kepala dan sulit diatur!"

"Aku khawatir, setelah dia memasuki Universitas dan keluar dari pengawasanku, dia akan tersesat dan mengambil jalan yang salah!"

"Jadi aku hanya bisa meminta bantuanmu. Tolong awasi lah anak itu supaya dia tidak tersesat dan mengambil jalan yang salah!" pinta Mei Kong pada Wu Chen.

Setelah mendengar semua cerita tentang anak tersebut, Wu Chen diam sejenak dan menyeruput tehnya.

"Baiklah. Karena itu adalah permintaan darimu, aku akan membantu kamu untuk mengawasi anak itu. Tapi aku ingin melihat sendiri seperti apa anak itu!" kata Wu Chen.

Mei Kong yang mendengar jawaban tersebut seketika merasa sangat senang.

"Terima kasih, Wu Chen! Aku benar-benar tidak tahu harus membalas mu dengan apa, haruskah aku memberikan tubuhku padamu?" tanya Mei Kong menawarkan tubuhnya.

"Tidak perlu!" jawab Wu Chen dengan yakin dan tanpa ragu.

"Tch!"

Mei Kong yang mendapat penolakan dari Wu Chen seketika berdecak kesal.

"Tapi mungkin, saat kita sedang berbicara disini, anak itu sudah mendapatkan beberapa tawaran dari orang lain. Haruskah aku segera memanggil anak itu ke sini?" tanya Mei Kong.

"Lakukan sesukamu!" kata Wu Chen lalu kembali menyeruput tehnya.

Mendengar jawaban tersebut, Mei Kong kemudian menepuk tangannya dua kali.

Dalam sekejap seorang wanita bertopeng datang dan muncul di samping Mei Kong.

"Ya, Nyonya!" kata Wanita bertopeng itu sembari membungkuk dan memberi hormat kepada Mei Kong.

"Panggil Fang Yuan untuk datang ke sini, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya!" kata Mei Kong.

"Baik, Nyonya!" jawab Wanita bertopeng itu menerima perintah.

Kemudian wanita bertopeng itu berjalan menuju pintu dan pergi untuk melakukan tugasnya.

Sementara itu di sisi lain, Wu Chen dan Mei Kong lanjut minum teh dan mengobrol.

"Sambil menunggu anak itu datang, haruskah kita melakukan 'itu' disini?" tanya Mei Kong sembari memperlihatkan belahan dada miliknya.

"Berhentilah menggodaku, Wanita Tua! Itu tidak akan berhasil!" kata Wu Chen seorang pria lurus.

Mei Kong yang sekali lagi ditolak mentah-mentah oleh Wu Chen, seketika merasa sangat kesal juga marah.

"Dasar bajingan kasar! Aku sumpahi kamu tidak akan punya wanita seumur hidupmu!" ucap Mei Kong menyumpahi Wu Chen.

"Terserah mu! Dasar wanita dua setengah abad" kata Wu Chen tidak peduli.

"Bajingan! Aku benar-benar ingin menghajar mu! Sayang sekali aku tidak bisa melakukannya!" kata Mei Kong benar-benar merasa sangat kesal dan marah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

................

................

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!