"Begitu ya, jadi kamu benar-benar menolak tawaranku!" kata Wu Chen saling bertatapan dengan Fang Yuan.
"Sebenarnya karna kamu direkomendasikan oleh Mei Kong, aku tidak ingin menggunakan cara ini, tapi kamulah yang memaksaku!" kata Wu Chen.
"Mei Kong, kamu tidak akan keberatan, bukan, jika aku melakukan sesuatu padanya?" tanya Wu Chen tanpa melihat ke arah Mei Kong.
"Lakukan apa yang kamu mau!" jawab Mei Kong tidak keberatan.
"Baguslah!" ucap Wu Chen seketika tersenyum lebar.
"Nak, sepertinya mau tidak mau kamu harus menerima tawaranku!" kata Wu Chen kepada Fang Yuan.
"Apa maksudmu?" tanya Fang Yuan.
"Yaa..., kamu akan tahu sendiri!"
Lalu Wu Chen mengarahkan jari telunjuknya ke arah Fang Yuan dan menembakan semacam sesuatu.
Fang Yuan yang tidak sempat bereaksi terkena tembakan tersebut dan merasakan sesuatu telah tertanam ke dalam tubuhnya.
"A-apa yang telah kamu lakukan padaku?" tanya Fang Yuan dengan panik dan marah.
Namun Wu Chen tidak menjawab pertanyaan Fang Yuan dan mulai menghitung mundur.
".....Tiga..... Dua..... Satu!"
Seketika Fang Yuan tertawa dengan sangat keras.
"Ha-ha-ha-ha-ha! HaHa-ha-ha-ha-ha!"
Fang Yuan yang terkejut dan tidak tahu kenapa dirinya tertawa dengan cepat menutup mulutnya.
Dia mencoba membuka mulutnya lagi dan dirinya kembali tertawa hingga dirinya menutup kembali mulutnya.
Wu Chen yang melihat itu seketika tersenyum dan berkata kepada Fang Yuan.
"Itu adalah kutukan tertawa, kutukan itu akan membuatmu selalu tertawa setiap kali kamu membuka mulutmu!"
'Apa!? Hahahaha.... (Hup!)" Fang Yuan terkejut, tertawa dan menutup kembali mulutnya.
Fang Yuan yang membutuhkan bantuan melihat ke arah Mei Kong dan mengharapkan bantuan darinya.
'Nenek, tolong bantu aku!'
Namun Mei Kong yang mengerti maksud dari tatapan Fang Yuan tersebut dengan cepat mengalihkan pandangannya.
Fang Yuan yang melihat Mei Kong mengalihkan pandangan darinya benar-benar merasa terkejut.
'Apa!? Nenek mengabaikan aku?'
'Maaf Fang Yuan, ini semua demi kebaikanmu. Nenek tidak bisa membantumu!' ucap Mei Kong dalam benaknya.
Kemudian Wu Chen membuka sebuah lubang dimensi kecil, dan mengambil selembar kartu berwarna emas dari dalamnya.
"Sekarang, ambillah itu!"
Wu Chen menerbangkan kartu emas tersebut ke udara dan membuatnya mendarat tepat di tangan Fang Yuan.
"Itu adalah Tiket Emas. Tiga bulan lagi adalah hari penerimaan mahasiswa baru Universitas Tujuh Naga!"
"Jika kamu ingin menghilangkan kutukan tersebut, maka datanglah dan bawalah Tiket Emas itu bersama mu pada hari itu. Aku akan menunggumu di sana!" kata Wu Chen.
'Tidak mungkin!' ucap Fang Yuan dalam benaknya. Dia yang keras kepala benar-benar tidak dapat mempercayai itu.
Kemudian Wu Chen bangkit berdiri dari tempat duduknya.
"Baiklah, sepertinya tugasku disini sudah selesai!" ucap Wu Chen.
"Kamu sudah ingin pergi?" tanya Mei Kong.
"Ya, aku harus pergi ke kota berikutnya. Masih ada enam murid lagi yang harus aku cari. Kenapa?" tanya Wu Chen.
"Tidakkah kamu ingin menginap satu malam disini?" tanya Mei Kong.
"Hei, Wanita Tua, apakah kamu sedang mencoba menggoda ku lagi?" tanya Wu Chen.
"Tidak, kali ini aku serius!" kata Mei Kong meyakinkan.
Mendengar tawaran itu, Wu Chen terdiam sejenak.
"Hmm, maaf, sepertinya lain kali saja!" ucap Wu Chen.
"Begitu ya...." ucap Mei Kong terlihat sedikit merasa kecewa.
"Baiklah, sekarang aku harus pergi. Selamat tinggal, Wanita Tua!" ucap Wu Chen sembari berjalan turun dari pondok dan melambaikan tangannya.
Mendengar ucapan terakhir Wu Chen, seketika membuat Mei Kong benar-benar merasa kesal.
Namun karena ada Fang Yuan disana, Mei Kong hanya bisa membalasnya dalam hati.
'Dasar Bajingan!' ucap Mei Kong.
Lalu Wu Chen terus berjalan dan saling berpapasan dengan Fang Yuan. Mereka berdua saling menatap satu sama lain.
Fang Yuan menatap Wu Chen dengan penuh kebencian, namun Wu Chen hanya menanggapinya dengan santai.
"Hei Nak, sampai jumpa tiga bulan lagi! Aku akan menunggumu!" ucap Wu Chen berjalan melewati Fan Yuan dan menepuk pundaknya.
Kemudian Wu Chen keluar dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Setelah beberapa mil meninggalkan Kota Gerbang Neraka, tampak Wu Chen yang terbang tanpa arah dan tujuan.
"Aku tidak menyangka akan merekrut seseorang dengan bakat tingkat S. Haruskah aku mencarikan seorang rival untuknya? Jika aku ingin mencarikannya seorang rival, maka sepertinya aku harus pergi ke Keluarga Chen di Kota Awan!"
"Aku ingat, Pria Tua itu punya seorang cicit yang saat ini berusia 18 tahun. Sepertinya dia cocok untuk di jadikan rival anak itu!" pikir Wu Chen di benaknya.
"Baiklah, target berikutnya sudah di tentukan. Mari kita pergi ke Kota Awan!"
Setelah menentukan kota tujuan berikutnya, Wu Chen kemudian langsung menambahkan kecepatannya dan terbang menuju Keluarga Chen di Kota Awan.
Kemudian pada pagi harinya, Wu Chen tiba di Kota Awan (Cloud City), kota yang terletak di bawah Gunung Awan, Gunung tertinggi di daerah Pegunungan wilayah selatan.
Wu Chen yang telah tiba, berdiri di depan gerbang masuk Gunung Awan yang dijaga dengan ketat oleh dua orang ahli di Tingkat Raja.
Wu Chen yang melihat itu benar-benar dibuat merasa kagum dan takjub.
"Wah... Keluarga Chen memang berbeda! Bahkan penjaga gerbang adalah seorang ahli di Tingkat Raja!"
"Mereka memang pantas disebut sebagai salah satu dari Enam Keluarga Besar!" ucap Wu Chen.
Keluarga Chen adalah salah satu dari enam Keluarga Besar yang memilih mengisolasikan diri mereka dari dunia luar.
Mereka lebih memilih mempertahankan budaya tradisional dan menetap.serta tinggal di atas Gunung Awan.
Namun mereka tidak sepenuhnya menutup diri dari dunia luar. Ada saat dimana Keluarga Chen mengirim generasi muda mereka ke dunia luar untuk mencari pengalaman.
Dan apabila terjadi sesuatu yang membahayakan dunia luar, mereka juga tidak hanya akan berdiam diri.
Sebenarnya Keluarga Chen tidak dapat di katakan berada di Kota Awan. Itu karena Kota Awan sendiri berada di bawah Gunung Awan, sedangkan Keluarga Chen berada di atasnya.
Lalu, Penjaga Gerbang yang dari tadi melihat Wu Chen berdiri di depan gerbang, kemudian berbicara.
"Hey! Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu sudah berdiri di sini selama hampir sepuluh menit!"
"Ini adalah wilayah Keluarga Chen, tidak sembarangan orang boleh memasukinya. Hanya mereka yang mendapatkan ijin dan anggota keluarga yang diperbolehkan melewati gerbang ini!"
"Jika kamu bukan keduanya, silahkan pergi dari sini!" kata salah satu penjaga gerbang mengusir Wu Chen dengan cukup sopan.
Lalu tanpa banyak bicara, Wu Chen kemudian menunjukkan sebuah Plat Emas bertuliskan Chen kepada kedua Penjaga Gerbang itu.
"I-itu... Bukankah itu adalah Token Emas Keluarga Chen!?"
Melihat Plat Emas tersebut, kedua Penjaga Gerbang itu seketika sangat terkejut
'Menurut aturan keluarga, hanya Kepala Keluarga lah yang memiliki ijin untuk memberikan Token Emas itu!"
'Jika orang ini memilikinya, bukankah itu berarti dia adalah tamu yang di undang langsung oleh kepala keluarga?'
'Dia adalah seorang Tamu Kehormatan!' pikir kedua Penjaga Gerbang itu dalam benak mereka.
Lalu mereka berdua segera menunduk dan mengucapkan permintaan maaf kepada Wu Chen.
"Maafkan kami karena tidak mengenali anda! Kami sungguh-sungguh meminta maaf atas sikap kami sebelumnya!"
"Tidak apa, kalian hanya melakukan tugas kalian. Sekarang bisakah kalian menunjukkan jalannya padaku?" pinta Wu Chen pada kedua penjaga gerbang tersebut.
"Dengan senang hati, tuan!" kata kedua Penjaga Gerbang langsung membuka jalan dan menunjukkan jalannya kepada Wu Chen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
................
................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments