CH 14 : Keluarga Chen

Kemudian Wu Chen berjalan mengikuti kedua penjaga gerbang tersebut dan mulai menaiki tangga menuju Kediaman Keluarga Chen di puncak Gunung Awan.

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Wu Chen sampai di depan pintu Kediaman Keluarga Chen.

Disana terlihat dua orang Tingkat Raja lainnya yang sedang berjaga.

*Agar lebih mudah membedakan, kita sebut saja mereka dua penjaga gerbang bawah dan dua penjaga gerbang atas.

Melihat dua orang penjaga gerbang bawah yang seharusnya berjaga di bawah gunung datang dengan membawa seseorang, kedua penjaga gerbang atas kemudian bertanya.

"Siapa dia?"

Menghadapi situasi tersebut, salah satu penjaga gerbang bawah yang bersama Wu Chen kemudian membisiki kedua penjaga gerbang atas.

Setelah mendengar bisikan dari temannya, kedua penjaga gerbang atas seketika tersentak dan terkejut.

Mereka dengan cepat mengubah sikap mereka kepada Wu Chen.

"Maaf Tuan, silahkan!" ucap kedua penjaga gerbang atas mempersilahkan Wu Chen untuk lewat.

Setelah Wu Chen masuk, salah satu penjaga yang menemaninya kemudian membungkuk dan bicara.

"Tuan, saya pamit undur diri. Saya harus melaporkan kedatangan anda kepada Kepala Keluarga!" kata Penjaga itu sembari memberi hormat kepada Wu Chen.

"Baik, pergilah!" kata Wu Chen pada Penjaga tersebut.

Namun ketika baru ingin melangkah pergi, penjaga tersebut kembali lagi.

"Oh ya, Tuan, saya lupa menanyakan nama anda!" kata Penjaga tersebut.

"Namaku adalah Wu Chen!" jawab Wu Chen memberitahunya.

"Terima kasih, Tuan!" ucap Penjaga tersebut sekali lagi membungkuk dan memberi hormat.

Penjaga tersebut kemudian pergi meninggalkan Wu Chen untuk memberi laporan kepada Sang Kepala Keluarga.

Lalu, saat ini, satu penjaga yang masih tersisa berkata kepada Wu Chen.

"Tuan, mari saya temani anda berkeliling kediaman!" kata Penjaga itu mempersilahkan.

Kemudian, dengan ditemani oleh Penjaga tersebut, Wu Chen berjalan dan berkeliling Kediaman Keluarga Chen.

Sementara itu pada waktu yang sama, di suatu tempat, tampak dua orang pria tua yang sedang bermain Go.

(Catur tradisional Tiongkok)

Pria Tua dengan rambut dan janggut putih bersih, bernama Chen Sihai. Dia adalah leluhur Keluarga Chen dan merupakan seorang ahli di Tingkat Dewa Tahap Ke-Enam.

Sedangkan Pria Tua dengan rambut dan janggut abu-abu, bernama Chen Zhong. Dia adalah putra Chen Sihai dan Kepala Keluarga Chen saat ini, sekaligus seorang ahli di Tingkat Dewa Tahap Ke-Satu.

Saat mereka sedang bermain catur, Chen Zhong mengambil langkah brilian hingga berhasil membuat Chen Sihai terpojok.

Melihat bahwa dirinya sudah pasti kalah dalam permainan, Chen Sihai yang sudah tidak bisa berkutik kemudian berkata.

"Zhong er, sekarang kamu bermain lebih baik dariku!"

"Tidak Ayah, aku hanya beruntung!" kata Chen Zhong merendah.

Kedua Pria itu benar-benar bersenang-senang dalam permainan mereka, hingga kemudian datanglah seorang pelayan memberikan laporan kepada mereka.

"Tuan, diluar ada seorang penjaga yang ingin memberikan laporan untuk anda!" lapor Sang Pelayan tersebut sembari membungkuk dan memberi hormat kepada Chen Zhong.

Pelayan tersebut bernama A Bei, seorang Ahli di Tingkat Holy Tahap Ke-Sepuluh.

"Laporan? Apakah itu begitu penting hingga harus melaporkannya langsung padaku?" tanya Chen Zhong penasaran.

"Saya tidak tahu, tapi penjaga itu berkata bahwa itu benar-benar penting!" kata A Bei.

"Kalau begitu, suruh dia masuk!" kata Chen Zhong memerintahkan.

"Baik!" jawab Pelayan tersebut.

Setelah itu, A Bei kembali bersama dengan Si Penjaga Gerbang.

"Katakanlah!" kata Chen Zhong.

"Lapor Kepala Keluarga, kita telah kedatangan seorang tamu!" jawab Si Penjaga Gerbang.

"Seorang Tamu? Jika hanya itu, kamu tidak perlu melaporkannya langsung padaku!" kata Chen Zhong.

"Tapi, tamu itu datang dengan membawa Token Emas!" kata Si Penjaga Gerbang.

Mendengar hal itu, Chen Zhong, Chen Sihai serta A Bei seketika sangat terkejut.

"Apa!? Tamu dengan Token Emas datang? Siapa orang itu!?" tanya Chen Zhong dengan sangat penasaran.

Chen Zhong dalam sekejap mengingat kembali siapa saja orang yang memiliki Token Emas tersebut.

'Aku hanya memberikan Token Emas kepada empat orang. Si Tua dari Sekte Pedang Abadi, Ji Xianshen dari Sekte Langit Biru dan Kepala Keluarga Luo!"

"Lalu yang terakhir adalah Si Orang Gila itu, Wu Chen dari Benteng Perbatasan Utara!'

"Aku harap, itu bukan yang terakhir!' pikir Chen Zhong dalam benaknya.

Namun berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan oleh Chen Zhong.

"Tamu itu memberitahu ku, bahwa namanya adalah Wu Chen!" jawab Si Penjaga Gerbang.

"WU CHEN!!?'

Setelah mengetahui bahwa yang datang sebenarnya adalah Wu Chen, mereka semua seketika menjadi semakin terkejut dan panik.

Si Penjaga Gerbang yang melihat reaksi mereka hanya bisa memasang ekspresi keheranan.

'Sial! Diantara empat orang yang memiliki token tersebut, kenapa harus Si Gila itu?' ucap Chen Zhong dalam benaknya.

"A Bei!" panggil Chen Zhong.

"Ya, Tuan!" jawab A Bei.

"Panggil Tamu Terhormat itu untuk datang kemari. Katakan aku sudah menunggunya!" kata Chen Zhong memberi perintah.

"Baik, Tuan!" jawab A Bei mematuhi perintah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

..........

..........

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!