CH 18 : Seorang Assassin?

Dalam situasi tersebut, Huang Lei dengan penuh rasa curiga dan waspada terus melihat ke arah wajah Wu Chen.

'Siapa orang ini? Aku tidak ingat ada orang sepertinya di kediaman ini, dia pasti bukan berasal dari kediaman ini!'

'Mungkinkah orang ini adalah assassin yang di kirim oleh seseorang untuk membunuh ku? Tapi siapa? Apakah seseorang dari kediaman ini?'

'Ya, itu mungkin saja, melihat bagaimana sikap keluarga ini. Haruskah aku berteriak dan meminta bantuan?" pikir Huang Lei di benaknya.

Kemudian dengan terus menjaga jarak dan penuh perasaan waspada, Huang Lei berkata kepada Wu Chen.

"Tetap disitu, jangan mendekat! Jika kamu berani mendekat selangkah saja, maka aku akan langsung teriak!"

Huang Lei mencoba untuk memperingatkan Wu Chen supaya tidak mendekat.

Namun Wu Chen yang mendengar itu seketika tersenyum dan berkata.

"Hmm... Kalau begitu, teriak lah!"

"Apa!?" Huang Lei seketika terkejut melihat reaksi Wu Chen.

Dia terlihat sama sekali tidak gentar dengan ancaman tersebut.

"Aku sudah memblokir seluruh tempat ini dengan kekuatan ku. Jadi tanpa izin dariku, tidak akan ada yang bisa keluar dan masuk dari sini, bahkan suara sekalipun!" ucap Wu Chen.

'Sial!' ucap Huang Lei dalam benaknya.

Huang Lei yang mendengar itu menyadari, bahwa tidak mungkin baginya untuk meminta bantuan dari luar. Namun ia belum kehabisan cara.

'Karena aku tidak bisa meminta bantuan, maka aku hanya punya satu pilihan untuk menyelamatkan diriku!'

'Yaitu, dengan membunuhnya!" pikir Huang Lei dalam benaknya sembari mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya ke arah Wu Chen.

Wu Chen yang melihat Huang Lei tiba-tiba mengeluarkan sebuah pistol seketika terkejut.

Kemudian pistol mulai mengisi energi dan sebuah tembakan langsung dilepaskan.

"BANG!!"

Tembakan itu tepat mengenai dahi Wu Chen, tetapi jangankan terluka, tembakan itu hanya meninggalkan setitik bekas hitam di dahi Wu Chen.

"Hmm... Itu usaha yang bagus, Nak!" ucap Wu Chen.

Huang Lei yang melihat Wu Chen sama sekali tidak terluka setelah terkena tembakannya, seketika merasa sangat terkejut hingga ternganga.

Kemudian Wu Chen berjalan menghampirinya.

Huang Lei yang melihat Wu Chen mulai berjalan mendekat dengan cepat berbalik dan mencoba melarikan diri.

Namun Wu Chen yang melihat itu tidak mungkin akan membiarkannya.

"Apakah kamu mencoba melarikan diri? Sungguh usaha yang sia-sia!" ucap Wu Chen.

Wu Chen kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke arah Huang Lei.

Lalu dengan kemampuan telekinesisnya, Wu Chen menghentikan Huang Lei dan membuat nya mengambang di udara.

"Te-telekinesis!?" ucap Huang Lei sungguh terkejut melihat dirinya mengambang di udara.

Wu Chen kemudian menarik kembali Huang Lei dan membuatnya duduk di bawah pohon.

"Ugh..."

Wu Chen melepaskan sihir telekinesisnya dan membuat Huang Lei terjatuh cukup keras ke tanah hingga membuat pantatnya sakit.

Pada saat itu, Huang Lei menatap Wu Chen yang berdiri di depannya.

"Siapa sebenarnya kamu? Apakah kamu Assassin yang dikirim oleh seseorang untuk membunuhku?" tanya Huang Lei.

"Assassin?" Wu Chen yang mendengar pertanyaan Huang Lei merasa heran.

Sekarang, akhirnya dia tahu mengapa Huang Lei sangat bersikap waspada terhadapnya.

"Pertama-tama, mari kita luruskan kesalahpahaman ini, aku bukan orang jahat atau Assassin seperti yang kamu pikirkan!" kata Wu Chen.

"Kalau kamu bukan assassin, lalu siapa kamu? Kenapa kamu muncul dengan sangat mencurigakan?" tanya Huang Lei penuh rasa curiga.

"Kamu bertanya siapa aku? Aku hanya seorang pria tampan yang sedang lewat!" jawab Wu Chen sembari tersenyum dengan bangga.

Huang Lei yang mendengar jawaban itu, seketika terdiam dan memasang wajah datar.

"Baiklah, aku hanya bercanda!" ucap Wu Chen gagal membuat lelucon.

Lalu dia lanjut bicara.

"Sebenarnya aku hanya datang untuk memberikan kamu kesempatan!" kata Wu Chen.

"Kesempatan?" tanya Huang Lei dengan wajah penasaran.

"Ya, kesempatan untuk mengubah nasibmu!" jawab Wu Chen meyakinkan.

Namun bukannya semakin yakin, Huang Lei malah mendengus.

"Heh! Berhentilah bercanda! Apakah kamu pikir, aku adalah seorang anak kecil?" ucap Huang Lei.

"Ya, sebenarnya kamu memang kecil!" ucap Wu Chen membalasnya.

Huang Lei yang mendengar ucapan Wu Chen, seketika kesal dan memasang ekspresi datar.

"Maaf, aku bercanda!" ucap Wu Chen bermain-main.

"Tapi, tentang mengubah nasib mu, aku benar-benar serius!" lanjut Wu Chen sama sekali tidak bercanda.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

..........

..........

..........

Terpopuler

Comments

Aries Arta

Aries Arta

dialoq nya, bagus cerita nya bagus, jadi lanjut truss Thor.

2024-09-01

2

Hmm Hmm

Hmm Hmm

Like guys

2024-08-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!