Pada saat yang sama, disisi lain, tampak Wu Chen yang sedang berjalan dengan santai di lapangan universitas.
'Tiketnya sudah aku dapatkan. Sekarang untuk mencari murid pertamaku, kota mana yg harus aku kunjungi terlebih dahulu?' pikir Wu Chen di benaknya.
Namun, tanpa terlalu banyak berpikir, Wu Chen langsung menetapkan kota tujuan pertamanya.
"Baiklah, mari kita kunjungi kota terdekat terlebih dahulu!"
Wu Chen kemudian terbang tinggi ke udara dan dengan cepat menuju ke Kota terdekat, yaitu Kota Besi Hitam (Black Iron City).
Beberapa saat kemudian, hanya dalam waktu singkat Wu Chen tiba di Kota Besi Hitam.
Di jalanan pusat kota, tampak Wu Chen yang sedang berdiri di tengah keramaian.
Banyak orang berlalu-lalang melewati dirinya. Wu Chen melihat ke atas dan melihat banyak gedung tinggi dan kapal terbang melayang di langit.
"Kota ini masih tidak banyak berubah!" kata Wu Chen dengan senyuman di wajahnya.
'Karena aku sudah sampai di sini, haruskah aku mencari tempat untuk menginap terlebih dahulu?" pikir Wu Chen dalam benaknya.
Sepuluh ribu tahun setelah Era Kekacauan, teknologi berkembang dengan sangat pesat.
Alat Transportasi, Komunikasi, dan lainnya mengalami kemajuan dan perubahan secara signifikan.
Hal-hal menjadi semakin modern dan canggih. Akan tetapi, walau dengan semua kemodernan dan kecanggihan tersebut peran manusia tetap tidak bisa tergantikan.
Kemudian....
Di lantai atas sebuah gedung pencakar langit, tampak Wu Chen yang sedang berdiri melihat pemandangan kota.
"Pemandangan disini cukup bagus!" ucap Wu Chen.
Dia tampak mengagumi pemandangan Kota Besi Hitam di hadapannya. Namun itu bukan tujuan utamanya datang ke tempat ini.
"Sekarang haruskah aku mencari murid pertama ku?" pikir Wu Chen di benaknya.
Kemudian Wu Chen menggunakan kemampuannya.
"MATA MAHA TAHU!"
Pada saat Itu kedua mata Wu Chen seketika bersinar emas layaknya bintang. Akan tetapi yang lebih menakjubkan bukanlah itu.
Di saat yang bersamaan, dua buah mata raksasa berwarna emas muncul dan melihat ke seluruh kota.
Mata Maha Tahu adalah kemampuan yang dapat memperlihatkan informasi suatu target atau objek.
Mata ini bisa digunakan dalam sekala luas maupun kecil tergantung kemampuan penggunanya.
"Dengan ini, aku akan dapat melihat informasi semua orang yang ada di Kota Besi Hitam. Sekarang, mari kita cari calon murid pertamaku!" kata Wu Chen.
Dia kemudian mulai mencari calon murid pertamanya ke seluruh penjuru kota.
Dengan kemampuan Mata Takdir, Wu Chen dapat melihat jendela informasi semua orang di Kota Besi Hitam.
Wu Chen terus mencari tanpa henti.
Hingga setelah beberapa saat kemudian, pencarian akhirnya berhenti pada seorang remaja laki-laki yang berada di kamar rumah sakit.
Remaja laki-laki itu tampak sedang duduk mengawasi seorang wanita tua yang terbaring koma di ranjang pasien.
Dari informasi yang di tampilkan oleh Mata Maha Tahu, remaja laki-laki itu bernama Lin Yinghan, berusia delapan belas tahun dan belum terbangkitkan.
Remaja itu lalu menggenggam tangan wanita tua itu dengan lembut dan berbicara padanya.
"Nenek, besok adalah hari ujian kebangkitan. Jika besok aku mendapatkan hasil yg bagus, aku berjanji akan belajar dan berlatih dengan rajin. Aku akan bekerja keras dan diterima di Universitas terkenal. Aku juga akan mengumpulkan uang untuk menyembuhkan nenek. Dan setelah nenek sembuh, kita akan bisa berkumpul bersama lagi. Jadi kumohon, bertahanlah sampai saat itu tiba!" ucap Lin Yinghan penuh harapan.
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut Lin Yinghan kemudian keluar dari kamar pasien.
Namun ketika dia baru saja keluar dan berjalan ke ruang administrasi, dia melihat kakeknya yang sedang dimarahi oleh seorang staf rumah sakit.
"Saya mohon, tolong beri saya waktu lagi. Saya berjanji, saya pasti akan melunasi semua biayanya!" ucap Sang Kakek memohon kepada staf tersebut.
"Sudah berapa kali anda mengatakan itu? Faktanya sampai sekarang anda belum bisa melunasinya! Kami menjalankan rumah sakit bukan badan amal! Besok adalah hari terakhir. Kalau besok anda masih tidak dapat melunasi semuanya, maka kami akan dengan terpaksa menghentikan perawatan dan mengeluarkan istri anda dari rumah sakit ini. Sekarang, menyingkir lah dari hadapanku!"
Staf tersebut kemudian berjalan pergi meninggalkan Sang Kakek.
Setelah staf tersebut pergi, Lin Yinghan dengan terburu-buru datang menghampiri kakeknya.
"Apakah kakek tidak apa-apa?" tanya Lin Yinghan.
"Tidak apa-apa, Yinghan! Kakek baik-baik saja!" jawab Sang Kakek mencoba untuk tersenyum.
Lin Yinghan yang melihat Kakeknya yang berpura-pura tersenyum, hanya bisa diam tanpa bisa berbuat apa-apa. Hatinya benar-benar terasa sakit.
Ditengah suasana tersebut, Sang Kakek mencoba mengalihkan pembicaraan mereka untuk mengubah suasana.
"Apakah kamu sudah selesai melihat nenekmu?" tanya Sang Kakek dengan lembut.
"Ya, sudah!" jawab Lin Yinghan.
"Baiklah, sekarang mari kita pulang. Besok adalah hari ujian kebangkitan. Kamu harus bangun pagi supaya tidak terlambat!" kata Sang Kakek sembari tersenyum.
Mendengar itu, Lin Yinghan hanya menganggukkan kepalanya.
Kemudian Lin Yinghan dan kakeknya pulang dan meninggalkan rumah sakit.
Sementara itu di sisi lain, Wu Chen yang dari tadi mengawasi Lin Yinghan dari kejauhan, kemudian mengakhiri pengawasannya.
Kedua mata Wu Chen berhenti bersinar, begitu pula mata raksasa tersebut yang ikut menghilang.
"Sepertinya aku sudah menemukan calon murid pertamaku!" kata Wu Chen sembari tersenyum dan menyeringai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
..........
..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments