Sementara itu disisi lain, Wu Chen yang sedang berkeliling diarahkan ke sebuah Lapangan Latihan tempat para anggota Keluarga Chen berlatih.
Melihat para generasi muda yang sedang berlatih teknik pedang hingga penuh keringat, Wu chen tersenyum dan berkata.
"Sungguh generasi muda yang penuh semangat!"
Kemudian datanglah A Bei menghampiri Wu Chen.
"Salam Tuan Wu! Saya adalah Kepala Pelayan Keluarga Chen. Kepala Keluarga menyuruh ku untuk memanggil anda. Dia sudah menunggu anda!" kata A Bei.
"Baiklah, kalau begitu tunjukkan jalannya!" kata Wu Chen.
"Baik! Mari ikuti saya!" jawab A Bei dengan penuh hormat.
Kemudian Wu Chen pergi mengikuti A Bei menuju ke suatu tempat.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Wu Chen tiba di halaman tempat Chen Zhong dan Chen Sihai berada.
"Oh, Chen Tua, ternyata kalian berdua bermain catur di sini!" kata Wu Chen menghampiri kedua Pria Tua tersebut.
"Junior Wu, selamat datang! Kenapa kamu tidak memberitahu ku terlebih dahulu kalau ingin datang berkunjung? Jika kamu memberi tahuku, aku pasti akan menyambut mu dngan benar!" kata Chen Sihai segera bangkit berdiri dari tempat duduknya.
Disisi lain, Chen Zhong juga segera ikut berdiri untuk menyambut kedatangan Wu Chen.
"Maafkan ketidaksopanan ku karena berkunjung secara tiba-tiba!" kata Wu Chen.
"Tidak apa-apa, tidak perlu minta maaf. Aku sudah merasa sangat senang melihat kamu datang ke sini!" kata Chen Sihai benar-benar merasa senang.
Kemudian, ketika Wu Chen melihat ke arah Chen Zhong yang berdiri di samping Chen Sihai, dirinya merasakan sesuatu.
"Oh, kamu sudah naik ke Tingkat Dewa! Selamat!" kata Wu Chen kepada Chen Zhong.
"Bukan apa-apa, hanya pencapaian kecil. Itu tidak bisa di bandingkan dengan pencapaian Tuan Wu!" kata Chen Zhong sambil memberi hormat.
Lalu Chen Sihai yang merasa penasaran bertanya kepada Wu Chen.
"Kalau boleh tahu, kenapa kamu berkunjung kemari? Pasti ada alasannya, bukan?" tanya Chen Sihai.
"Aku tidak akan berbasa-basi. Alasan aku datang ke sini hanya satu, yaitu untuk mencari murid!" jawab Wu Chen.
"Mencari murid?!"
Mendengar jawaban tersebut, Chen Sihai dan Chen Zhong merasa terkejut dan terheran-heran.
"Ya, aku sekarang adalah seorang guru di Universitas Tujuh Naga, jadi aku sedang mencari murid untuk mengisi kelasku!"
"Chen Tua, Aku ingat, kamu punya seorang cicit yang sekarang berusia delapan belas tahun! Tujuan aku datang ke sini adalah karena anak itu!"
"Apakah yang kamu maksud adalah Chen Yunhai?" tanya Chen Sihai.
"Oh, apakah namanya Chen Yunhai? Nama yang bagus!" kata Wu Chen.
Disisi lain, Chen Sihai dan Chen Zhong masih merasa bingung.
"Tuan Wu, bolehkah aku bertanya?" kali ini Chen Zhong angkat bicara.
"Bertanya apa?" sahut Wu Chen.
"Apa alasan kamu mencari murid?" tanya Chen Zhong mewakili rasa penasaran mereka.
"Alasan aku mencari murid? Bukankah sebelumnya sudah aku katakan, kalau aku sekarang adalah seorang guru?" jawab Wu Chen.
"Bukan itu! Kamu mengerti apa yang aku maksud!" kata Chen Zhong.
"Oh~ Itu... Karena aku bosan!" jawab Wu Chen dengan sebuah senyuman di wajahnya.
Itu jawaban yang kurang memuaskan, tapi kedua Pria Tua itu tahu, bahwa Wu Chen tidak sedang bercanda.
Kedua Pria Tua itu kemudian mengingat tentang Chen Yunhai.
Chen Yunhai kehilangan kedua orang tuanya ketika masih berusia lima tahun.
Ayahnya meninggal saat bertarung di dalam retakan dimensional, sedangkan Ibunya yang depresi karena kehilangan suaminya akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, dan itu terjadi tepat di depan mata Chen Yunhai.
Chen Yunhai juga memiliki seorang kakak laki-laki yang empat tahun lebih tua darinya.
Namun dua belas tahun lalu, kakaknya pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan Chen Yunhai seorang diri.
Kembali pada saat ini, ketika kedua Pria Tua itu berbicara kepada Wu Chen.
"Baiklah, tapi kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri, kami harus bertanya kepada Yunhai terlebih dahulu, apakah dia setuju atau tidak. Jika Yunhai setuju, maka kami juga akan mengikuti keputusannya!" kata Chen Sihai.
"Baiklah!" kata Wu Chen menyetujui hal tersebut.
Melihat Wu Chen setuju, Chen Sihai dan Chen Zhong tersenyum.
"Kamu tunggulah sebentar disini!" kata Chen Sihai pada Wu Chen.
Lalu disisi lain, Chen Zhong kemudian memanggil A Bei yang berdiri di belakangnya.
"A Bei!"
"Ya, Tuan!"
"Panggil Yunhai, suruh dia untuk datang kemari!" kata Chen Zhong memberi perintah.
"Baik, Tuan!" jawab A Bei sembari membungkuk dan memberi hormat.
Lalu A Bei pergi untuk melaksanakan perintah yang di berikan oleh Chen Zhong.
Lalu tak lama kemudian, A Bei kembali bersama seorang pemuda dengan rambut berwarna coklat keemasan, Pemuda tersebut adalah Chen Yunhai.
"Yunhai memberi salam kepada Kakek dan Kakek Buyut!" ucap Chen Yunhai sembari menunduk dan memberi hormat.
Disisi lain, Wu Chen yang berdiri di samping melihat ke arah Chen Yunhai.
'Jadi dia adalah Chen Yunhai, sungguh seorang pemuda yang tampan. Sekarang biarkan aku melihat informasi mu!' kata Wu Chen di benaknya.
Kemudian Wu Chen mengaktifkan kemampuan Mata Maha Tahu untuk melihat informasi Chen Yunhai.
Nama : Chen Yunhai.
Kelamin : Pria
Identitas : Keturunan dari Keluarga Chen dan merupakan seorang yatim piatu.
Bakat : Tingkat S.
Atribut : Api Emas.
Jiwa Bertarung : Pedang dan Elang Api Emas.
Kultivasi : Tingkat Beginner Tahap Akhir
Kemampuan Bawaan : Mata Emas (Dapat melihat segala sesuatu menjadi lebih lambat)
Setelah melihat informasi milik Chen Yunhai melalui kemampuan Maha Tahu Tahu, Wu Chen benar-benar dibuat merasa takjub.
'Oh, sungguh bakat yang luar biasa! Dia memang pantas disebut sebagai keturunan Keluarga Chen!'
'Tidak hanya memiliki dua Jiwa bertarung, tapi juga memiliki kemampuan bawaan. Dia adalah lawan yang cocok untuk Bocah Nakal itu!' pikir Wu Chen dalam benaknya.
Lalu disisi lain, Chen Zhong kemudian berkata kepada Chen Yunhai.
"Angkat kepalamu!"
Kemudian Chen Yunhai mengangkat kepalanya.
"Yunhai, kami ingin memperkenalkan kamu kepada seseorang. Ini adalah Tuan Wu Chen, dia adalah seorang pengajar dari Universitas Tujuh Naga! Beri salam padanya!" kata Chen Zhong kepada Chen Yunhai.
Setelah itu Chen Yunhai segera memberi salam kepada Wu Chen.
"Salam Guru Wu! Saya adalah Chen Yunhai!" ucap Chen Yunhai sembari menundukkan kepalanya dan memberi hormat.
Kemudian Chen Zhong lanjut berbicara kepada Chen Yunhai.
"Alasan kakek memanggil kamu kesini, sebenarnya berhubungan dengan Tuan Wu!"
"Yunhai, kamu sekarang sudah berusia delapan belas tahun dan telah mengalami Kebangkitan, sudah waktunya bagimu untuk meninggalkan keluarga ini dan melihat dunia luar!"
"Tiga bulan lagi adalah pendaftaran mahasiswa baru, ini adalah kesempatan bagimu untuk mencari pengalaman dan berkembang!"
"Jika kamu setuju, kamu bisa pergi dan ikut bersama Guru Wu ke Universitas Tujuh Naga untuk belajar dan melihat dunia luar!"
"Semua keputusan ada di tanganmu!" kata Chen Zhong kepada Chen Yunhai.
Chen Yunhai yang tiba-tiba di beritahu tentang hal tersebut merasa bingung. Dia diam dan berpikir sejenak.
'Dunia luar.... Selama delapan belas tahun, aku selalu berada diatas gunung dan tidak pernah turun, aku bahkan tidak pernah tau seperti apa dunia di luar sana!"
'Tapi sekarang, semua keputusan ada di tanganku!' ucap Chen Yunhai di benaknya.
Setelah diam beberapa saat, Chen Yunhai akhirnya membuat keputusan.
"Kakek, aku sudah membuat keputusan!" kata Chen Yunhai.
"Hmm? Kamu sudah membuat keputusan?"
Chen Zhong yang mendengar itu merasa terkejut. Dia tidak mengira Chen Yunhai akan membuat keputusan begitu cepat.
"Seperti yang kakek katakan, usia ku sudah delapan belas tahun, sudah waktunya bagiku untuk meninggalkan keluarga ini dan melihat seperti apa Dunia Luar!"
"Aku tidak ingin hanya berada di gunung ini, aku ingin keluar dan mencari pengalaman untuk berkembang!"
"Jadi, sudah aku putuskan, aku akan ikut bersama Tuan Wu ke universitas Tujuh Naga!" kata Chen Yunhai dengan sangat yakin.
Chen Sihai dan Chen Zhong yang mendengar jawaban Chen Yunhai, kemudian saling memandang satu sama lain.
"Baiklah, karena kamu sudah membuat keputusan, maka kami akan menghargai keputusan mu!" kata Chen Zhong.
"Terima kasih, Kakek!"
Pada saat itu, Wu Chen yang dari tadi mengawasi dari samping, kemudian berkata.
"Aku menyukai keputusan mu! Sekarang, kamu terimalah ini!"
Wu Chen mengeluarkan dan memberikan Tiket Emas kepada Chen Yunhai.
"Apa ini?" tanya Chen Yunhai merasa penasaran dengan tiket di tangannya.
"Itu adalah Tiket Emas Universitas Tujuh Naga, bawalah itu ketika hari pendaftaran!"
"Tiga bulan lagi, aku akan kembali kesini untuk menjemputmu. Jadi selama waktu itu, mulailah bersiap-siap!" kata Wu Chen.
"Terima kasih, Tuan Wu! Saya pasti akan bersiap-siap dengan baik!" kata Chen Yunhai sembari membungkukkan badannya.
Kemudian Wu Chen lanjut berpamitan kepada mereka.
"Baiklah, karena urusanku di sini sudah selesai, sekarang waktunya aku untuk pergi!"
"Kamu ingin pergi sekarang?" tanya Chen Sihai merasa terkejut.
"Ya, aku harus pergi ke tempat lain untuk mencari murid berikutnya!" jawab Wu Chen.
Lalu sebelum dirinya pergi, Wu Chen kembali melihat ke arah Chen Yunhai dan berkata.
"Hei Nak, sampai jumpa tiga bulan lagi!"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Wu Chen kemudian terbang jauh meninggalkan kediaman Keluarga Chen dan Gunung Awan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
................
................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments