CH 6 : Silent Night City

Setelah selesai mengagumi pemandangan di depannya, Lin Yinghan kemudian menoleh ke arah Wu Chen.

"Aku lupa bertanya, siapa anda?" tanya Lin Yinghan.

"Untuk sekarang, aku tidak akan memberitahukannya padamu!" jawab Wu Chen.

Mendengar jawaban itu, Lin Yinghan merasa heran, namun dia tidak ingin bertanya lebih jauh tentang identitas pria di sampingnya tersebut.

Lalu Lin Yinghan mencoba bertanya lagi.

"Apakah anda yang menolongku dan membawa aku ke sini?"

"Ya, benar. Aku juga yang menyembuhkan semua lukamu!"

"Terima kasih karena sudah menolong ku. Jika tidak ada anda yang menolong ku, aku mungkin masih berada di tempat itu. Sekali lagi, aku sungguh berterima kasih!" kata Lin Yinghan mengucapkan banyak terima kasih kepada Wu Chen sembari membungkukkan badannya.

"Yah, itu bukan sesuatu yang sulit bagiku!" ucap Wu Chen dengan santai.

Lalu Wu Chen mengeluarkan tiga buah tanghulu dengan tiga warna yang berbeda dari balik bajunya.

"Ngomong-ngomong, apakah kamu mau tanghulu?" tanya Wu Chen menawari Lin Yinghan.

"Itu... Sepertinya tidak usah!" jawab Ling menolak dengan segan.

"Tidak apa, ambillah satu!" ujar Wu Chen sedikit memaksa.

"Hmm..."

Lin Yinghan melihat ketiga tanghulu tersebut dan akhirnya mengambil salah satunya.

Kemudian Lin Yinghan bertanya lagi kepada Wu Chen.

"Kenapa anda menolongku?"

"Itu untuk memberikan mu ini!" jawab Wu Chen mengeluarkan sebuah Tiket Emas dan menunjukkannya di depan wajah Lin Yinghan.

"Apa ini?" tanya Lin Yinghan.

"Terimalah dan kamu bisa melihatnya sendiri!" kata Wu Chen.

Lalu Lin Yinghan menerima tiket tersebut dan melihatnya.

Lin Yinghan benar-benar sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, di tiket tersebut tertulis : Tiket Emas Universitas Tujuh Naga.

"Tiket Emas Universitas Tujuh Naga!!? Bukankah itu salah satu dari tiga universitas terbaik!!?" ucap Lin Yinghan sedikit berteriak.

"Benar. Itu adalah Tiket Emas salah satu universitas terbaik di negara ini. Universitas Tujuh Naga!" sahut Wu Chen menyakinkan.

"Ke-kenapa.. Kenapa kamu memberikan Tiket Emas ini padaku!??"

"Jujur saja, aku hanyalah orang dengan bakat tingkat F yang tidak memiliki atribut dan roh bertarung yang lemah. Apa alasan kamu memilih diriku?" tanya Lin Yinghan.

Wu Chen yang mendengar pertanyaan itu hanya menjawab.

"Entahlah... Mungkin, karena aku merasa kalau mengajar seorang sampah itu akan menyenangkan!"

"Huh??"

Lin Yinghan yang mendengar jawaban tersebut seketika merasa bingung dan heran, ditambah lagi senyuman lebar Wu Chen yang terlihat sedikit menyeramkan

Kemudian Wu Chen bangkit dan berdiri di atas dinding pagar.

"Tiga bulan lagi adalah hari pendaftaran mahasiswa. Kalau kamu ingin mengubah nasib mu, datanglah ke Universitas Tujuh Naga dengan membawa Tiket tersebut!"

"Dan untuk masalah Nenekmu, kamu tidak perlu khawatir, aku sudah mengurusnya!"

Wu Chen kemudian menatap ke bawah gedung dan tersenyum tipis. Dia lalu melanjutkan kata-katanya.

"Baiklah, urusanku disini sudah selesai, aku sudah mengatakan semua yg perlu dikatakan. sekarang saatnya bagiku untuk pergi. Sampai jumpa 3 bulan lagi di universitas Tujuh Naga!"

Wu Chen kemudian langsung melompat dari atas gedung dengan tubuh menghadap ke atas.

Namun pada saat itu, Lin Yinghan yang masih berada disana berteriak kepadanya.

"Hei.., Tunggu! Bagaimana caranya aku turun dari sini?" tanya Lin Yinghan.

Wu Chen yang mendengar itu, seketika berhenti terjatuh dan mengambang di udara.

"Ah, benar juga!"

'Sial, gagal estetik!'

Lalu Wu Chen terbang kembali ke atas gedung untuk menghampiri Lin Yinghan.

Sesampainya di atas Wu Chen kemudian melingkarkan tangan kirinya ke tubuh Lin Yinghan.

Melihat Wu Chen melingkarkan tangan ke tubuhnya, Lin Yinghan hanya diam dengan rasa penasaran.

Wu Chen kemudian berkata kepada Lin Yinghan.

"Berpeganglah!"

"Apa?"

Sebelum Lin Yinghan sempat bersiap, Wu Chen kemudian langsung terjun ke bawah membawa Lin Yinghan di pelukannya.

"AAAAAAAAAAA!!!"

Lin Yinghan berteriak dengan kencang dengan wajah ketakutan.

'Pada kecepatan ini, jika kami terjatuh ke aspal maka tidak ada kesempatan bagi kami untuk hidup!'

Lin Yinghan memejamkan matanya dan berhenti berteriak. Lalu pada saat di tengah ketinggian gedung, Wu Chen mengubah arah dan terbang di antara gedung-gedung tinggi.

Menyadari bahwa mereka belum juga terjatuh, Lin Yinghan kembali membuka matanya dan melihat mereka terbang di udara.

Beberapa saat kemudian, di gang sempit tempat Lin Yinghan di pukuli sebelumnya.

Lin Yinghan yang mabuk udara terlihat sedang muntah sambil bersandar pada tembok.

Sementara itu tak jauh dari tempat Lin Yinghan berada, terlihat Wu Chen yang menunggu.

Wu Chen yang melihat Lin Yinghan mengalami muntah-muntah sedikit merasa khawatir.

"Hei, Nak. Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Wu Chen.

"Yah.... Aku baik-baik saja!" jawab Lin Yinghan dengan wajah lemas.

Mendengar jawaban Lin Yinghan, setidaknya membuat rasa khawatir Wu Chen sedikit berkurang.

"Baiklah, kalau begitu, sekarang aku akan pergi. Ingatlah apa yang aku katakan sebelum nya. Sampai jumpa 3 bulan lagi di Universitas Tujuh Naga!" kata Wu Chen mengingatkan.

Wu Chen kemudian berbalik dan pergi meninggalkan Lin Yinghan.

Setelah menatap kepergian Wu Chen, Lin Yinghan lalu mengeluarkan Tiket Emas dari dalam sakunya.

"Universitas Tujuh Naga, aku sungguh menantikannya!" kata Lin Yinghan penuh penantian.

Sementara itu di sisi lain, tampak Wu Chen yang telah terbang cukup jauh meninggalkan Kota Besi Hitam.

Hari sudah gelap, namun Wu Chen tetap melanjutkan perjalanannya.

"Aku menghabiskan waktu satu hari di Kota Besi Hitam. Ini lebih cepat dari perkiraan ku!"

"Sekarang aku sudah tiba di tujuan keduaku, Kota Malam Sunyi (Silent Night City)!"

Wu Chen kemudian terbang memasuki sebuah kota.

Walaupun kota ini dinamai Kota Malam Sunyi, kota ini tidaklah sunyi.

Kota ini juga sama seperti kota-kota pada umumnya, memiliki jumlah penduduk yang cukup padat.

Alasan kenapa kota ini dinamai seperti itu, karena kota ini dulunya adalah bekas tempat sebuah sekte yg bernama sekte malam sunyi.

Sementara itu, di suatu tempat, terlihat seorang pemuda yang baru pulang ke rumahnya.

"Aku pulang~" ucap pemuda tersebut sembari membuka pintu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

..........

..........

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!