Chapter 5

Bab 5~Fangxuan

Kota Ziushan

Salah satu kota besar di wilayah utara, di mana terdapat banyak orang yang memiliki bakat dan kemampuan khusus. Bahkan di kota ini tempat lahirnya para kesatria dengan jiwa martial paling rendah tingkat dua. Tak ada yang berani berbuat onar di kota ini, kecuali mereka yang memiliki level yang lebih tinggi.

Karena bakat dan kemampuan khususnya, mereka sangat dihormati sekaligus ditakuti penduduk. Banyak dari para kesatria yang memanfaatkan keahliannya hanya untuk memeras penduduk miskin dan tak berdaya. Bahkan, para petinggi Kota pun mendukung tindakan mereka yang sewenang-wenang terhadap penduduk setempat.

Hal inilah yang membuat pemberontakan terjadi di kota tersebut. Para penduduk hanya ingin mempertahankan apa yang menjadi hak mereka. Namun, dengan kejamnya para kesatria itu merenggut apa yang dimiliki oleh mereka.

Akhirnya, pertumpahan darah pun tak terelakan. Korban berjatuhan di mana-mana. Penduduk yang marah, dengan berani mengangkat senjata untuk melawan para kesatria walaupun berakhir dengan kematian.

Tapi, para penduduk tetap berusaha mempertahankan apa yang menjadi hak mereka hingga akhir hayatnya.

Ketakutan tergambar jelas dari raut wajah mereka. Semua orang menunduk tak berani melawan lagi karena mereka memang tak bisa melakukan apapun, bahkan hanya untuk membela diri.

Para kesatria tersenyum penuh kemenangan. Mereka semakin sombong dan semena-mena terhadap para penduduk yang lemah itu. Bahkan, mereka dengan leluasanya menculik para gadis untuk dijadikan budak nafsunya.

Tak ada yang berani melawan tindakan kejam mereka, karena para penduduk tak memiliki keahlian apapun untuk melawan. Sungguh, kekejaman mereka tak bisa ditolerir lagi.

Para kesatria yang seharusnya menjadi pelindung kota malah menjadi ancaman penduduk itu sendiri.

Setiap hari mereka berdoa agar dibebaskan dari kekejaman para kesatria kejam itu. Tapi, sepertinya dewa tak berpihak pada mereka saat ini. Malah, para penduduk semakin bertambah menderita setiap harinya.

Apalagi, dengan diberlakukannya peraturan baru yang semakin menyengsarakan penduduk. Banyak penduduk yang mati akibat peraturan baru tersebut, yang berisikan agar mereka menyerahkan diri dan mau diperbudak oleh para petinggi. Namun, bagi yang berontak, maka mereka akan mati dan di korbankan kepada monster martial.

Menurut kepercayaan para kesatria di kota Ziushan ini, monster martial adalah sumber kekuatan bagi mereka. Semakin banyak mereka menumbalkan manusia untuk disantap monster martial, maka semakin besar pula kekuatan yang didapat dari ritual persembahan tersebut.

Setiap kali monster martial melahap satu manusia, maka sebuah cahaya akan keluar dan bergerak memasuki orang yang memberikannya persembahan.

Secara otomatis, kekuatan mereka pun meningkat seiring jumlah orang yang dikorbankan.

Benar-benar keji.

Itulah gambaran untuk para kesatria yang tak memiliki hati nurani. Bahkan, mereka tak segan menumbalkan keluarga sendiri demi tercapainya keinginan itu.

Kekuatan, kekuasaan, dan kekayaan. Itu hanya tujuan kecil dari para kesatria yang serakah dan sombong ini. Mereka ingin menjadi yang terkuat dan menguasai seluruh dunia, bahkan ingin mengalahkan kekuatan dewa.

Tapi, sepertinya para dewa juga menutup matanya dan tak memberikan pertolongannya saat dibutuhkan. Akhirnya, kepercayaan masyarakat terhadap dewa-nya mulai menghilang dan mereka berpasrah diri atas hidup dan mati.

Di saat kepercayaan mereka mulai menghilang pada dewa, seorang pemuda dengan berani menentang peraturan yang dibuat para petinggi kota tersebut.

Seorang pemuda asing dan diyakini tak memiliki jiwa martial apapun, berani datang kehadapan para pendekar tersebut.

"Lepaskan mereka semua!" teriak pemuda tersebut ketika melihat penduduk akan dikorbankan lagi.

Semua orang mengalihkan pandangannya menuju sumber suara, menatap lekat pemuda asing yang baru saja datang.

Pemuda berusia sekitar lima belas tahun dengan penampilannya yang cukup aneh karena mengenakan topeng di sebelah wajahnya.

Tak ada aura apapun yang keluar dari tubuhnya yang bisa menekan kekuatan para pendekar di sini. Atau mungkin memang pemuda tersebut tak memiliki jiwa martial atau kekuatan tubuh.

"Siapa kau? Orang yang tak memiliki kekuatan apapun beraninya mengganggu kesenangan kami!" hardik salah satu pendekar bernama Gu.

Pemuda tersebut menyeringai penuh arti, lalu mendekati penduduk yang akan dikorbankan para pendekar tersebut.

Secara sengaja, ia melepaskan tali pengikat di tubuh para korban lalu menyuruh mereka pergi menjauh.

"Terima kasih Tuan pendekar!" ucap para penduduk.

Tentu saja hal itu membuat marah para pendekar di sana. Dengan susah payah menangkap penduduk untuk dikorbankan, pemuda itu malah melepasnya begitu saja.

"Apa-apaan kau ini? Beraninya ikut campur urusan kami! Kau mau mati, heh?!" ancam Gu.

Temannya segera mendorong pemuda tersebut dengan keras. "Hei, bocah dungu. Sebaiknya kau pergi dari sini, sebelum kami melemparkan mu untuk menjadi santapan Monster martial!" timpalnya ikut mengancam.

Namun, pemuda itu bergeming dari tempatnya. Dia hanya tersenyum mengejek menanggapi ancaman Gu dan temannya.

Melihat ejekan pemuda tersebut, tentu saja Gu dan teman-temannya tak terima. Mereka merasa diremehkan oleh seorang pemuda asing yang dinilai tak memiliki bakat apapun di dunia kultivator ini.

Gu maju mencengkram baju pemuda tersebut dengan tatapan intimidasi. "Beraninya kau memperolok diriku! Kau tidak tahu siapa aku, heh?!"

Para penduduk ketar-ketir melihat amarah Gu saat ini. Terlebih, pemuda yang sedang dicengkeramnya itu bukan warga setempat, melainkan orang lewat saja.

Mereka khawatir pemuda itu malah menjadi korban kekejaman Gu dan teman-temannya.

"Celakalah pemuda itu!" bisik para penduduk ketakutan.

Mong Gu adalah orang yang cukup ditakuti di kota Ziushan ini. Dia seorang kesatria yang memiliki tubuh sangat tinggi serta berotot. Pria itu menguasai kekuatan jiwa martial tingkat lima dan memiliki monster martial berupa badak bercula.

Pemuda tersebut menepis keras tangan Gu lalu merapihkan kembali pakaiannya yang dicengkeram barusan lalu tersenyum menyeringai.

"Heh, untuk apa aku mengenal orang bodoh sepertimu dan teman-temanmu itu!" ejeknya seketika memancing emosi Gu dan teman-temannya.

"Brengsek, bocah sialan. Matilah kau!"

Gu melayangkan tinju ke arah pemuda tersebut dengan sangat keras. Sebuah bayangan muncul ketika tinju Gu melayang ke arah depan.

Semua orang menatap ngeri ketika menyaksikan tinju Mong Gu yang melesat cepat seperti seekor badak. Aura hitam menyelimuti kepalan tangan Gu dan ia yakin itu bisa membunuh pemuda di hadapannya itu.

"Rasakan ini, tinju seribu badak!"

Buuuuuummmmmm

Sebuah pohon besar yang jaraknya jauh dari mereka pun tumbang dengan kondisi batang yang hancur akibat serangan Mong Gu.

Pria itu menyeringai melihat pemuda di hadapannya sudah tak terlihat lagi. Gu mengira jika pemuda itu mati akibat serangannya.

Namun tak disangka, pemuda tersebut baik-baik saja dan kini berdiri tegak di belakang Gu.

Sedetik kemudian, jeritan Gu melengking karena mendapati tangannya sudah terpisah dari tubuh dengan darah mengalir deras.

"Arrrrrgggghhhhhh!"

Semua orang sontak terkejut dibuatnya. Mereka menatap takut pada pemuda bertopeng itu, terutama teman-temannya Mong Gu.

"S-Siapa kau?!"

Pemuda bertopeng tersebut menyeringai sebelum menyebutkan namanya. "Panggil aku, Fangxuan!"

...Bersambung ......

Terpopuler

Comments

Reza Aditiya

Reza Aditiya

apa tidak ada penjelasan tentang tingkat kultivasi nya?

2024-11-01

0

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Wow mantaaaaap ternyata Fangxuan..hayoooo sikaaat...lanjuuuutkan Thor....👍👍😍😍🔥🔥

2025-03-01

1

Aru Lauje

Aru Lauje

Feng suan

2025-03-24

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 Chapter 167
168 Chapter 168
169 Chapter 169
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Cuap-cuap Othor
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
Chapter 167
168
Chapter 168
169
Chapter 169
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Cuap-cuap Othor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!