Chapter 3

Bab 3~Petapa Tua

Dong Fangxuan menggiring netra melirik lemah, kemudian menatap kakek yang kini berdiri tepat di hadapannya. "Si-siapa Anda?" Suaranya masih bergetar lirih.

Sang kakek tua tersenyum menanggapi. "Aku hanya seorang petapa tua yang tinggal di goa ini. Panggil saja Kakek Yaoshan," ucapnya kemudian.

"Apa Kakek yang menyelamatkan nyawaku?!" Kakek Yaoshan hanya tersenyum sambil mengangguk. Fangxuan lekas bangkit untuk berterima kasih namun tubuhnya sulit digerakkan sehingga pemuda itu berdesis kesakitan. "Ugh,"

Kakek Yaoshan menunduk membantu Fangxuan untuk duduk. "Jangan memaksakan diri, anak muda! Tubuhmu belum pulih sepenuhnya." ujarnya seraya duduk di samping Fangxuan. "Siapa namamu dan berasal dari mana?" tanya kakek.

"Namaku Fangxuan, Kek. Dong Fangxuan. Dan aku berasal dari kota Donghae," sahut Fangxuan lemah.

Kakek Yaoshan mengerutkan keningnya mendengar pernyataan pemuda tersebut. "Keluarga Dong dari kota Donghae? Bukankah itu di wilayah timur? Mengapa kau bisa berakhir di lembah kematian ini? Beruntung aku menemukanmu dan segera mengobati lukamu. Jika tidak, nyawamu tak kan selamat."

Mendengar sebrondong pertanyaan kakek petapa tua itu Fangxuan malah menangis tersedu. Rasa sakit akibat penghinaan dan siksaan yang dialaminya sebelum terjatuh ke lembah Jianmeng masih teringat jelas di pikirannya.

Fangxuan sakit hati.

Tanpa ragu, pemuda malang itu menceritakan kejadian menyedihkan yang dialaminya semasa hidup di kota Donghae dan di perguruan Tombak Api, juga perlakuan orang-orang itu terhadapnya. Keluarganya pun memperlakukannya dengan sangat buruk setelah mengetahui bahwa dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tubuhnya sangat lemah, tidak memiliki jiwa martial ataupun kekuatan tubuh. Dirinya selalu dianggap pecundang dan beban keluarga. Hanya satu orang yang memperlakukannya dengan baik, yaitu ibunya, Nyonya Liu Xiyue.

Sebetulnya Dong Fangxuan mengetahui semuanya dengan jelas, tapi karena dirinya mempunyai hati yang tulus maka ia tidak mempermasalahkan apapun selama dirinya diterima di dalam keluarga maupun perguruan.

Tapi, kenyataan hari itu menyadarkannya akan satu hal bahwa dirinya terlalu naif.

Kakek Yaoshan menepuk bahu Fangxuan. Ia merasakan apa yang dirasakan pemuda malang itu saat ini. Dulu, kakek Yaoshan pun mengalaminya, ketidakadilan di dalam perguruan hingga menyebabkan dirinya pergi dari tempat menimba ilmu juga tempat tinggalnya dan berakhir di hutan larangan sebagai petapa.

"Jadi, nasib Kakek juga sepertiku?!"

Kakek Yaoshan mengangguk sambil tersenyum. "Bedanya, aku memiliki bakat khusus dan kau tak memiliki apapun selama belajar di perguruan tersebut!" ejeknya kemudian.

Fangxuan menunduk sedih. "Kakek benar, aku tidak memiliki apapun ketika diusir dari tempat itu. Ingin sekali aku membuktikan bahwa aku bukanlah pecundang seperti yang mereka katakan."

Terdiam sejenak mengamati raut wajah pemuda itu, lalu kakek Yaoshan pun berkata. "Fangxuan, maukah kau menjadi murid pertamaku?!"

Fangxuan terperangah mendengar pertanyaan tiba-tiba kakek penyelamatnya itu.

"Aku berjanji, kau adalah murid satu-satunya yang akan mewarisi seluruh ilmu kanuragan yang aku miliki." sambung kakek Yaoshan lagi.

"Ta-tapi, Kek. Aku ... Umm, tubuhku tidak seperti pendekar pada umumnya. Kakek 'kan sudah mendengar cerita keseluruhannya bahwa tubuhku tidak bisa menerima ilmu apapun yang akan diajarkan." ungkapnya sedih.

Kakek Yaoshan malah tertawa renyah membuat Fangxuan mendelik kesal. Pemuda itu merasa kakek petapa mengejeknya. Tapi, ia tidak menampik bahwa dirinya memanglah pecundang.

"Haish, anak muda ... anak muda. Apa kau percaya tentang keajaiban?" Fangxuan menggeleng. "Hemh, sejak pertamakali melihatmu, aku sudah bisa menebak bahwa kau memiliki keistimewaan. Makanya aku memintamu untuk menjadi murid."

Dong Fangxuan mengerutkan keningnya bingung, tak mengerti maksud perkataan kakek petapa tersebut. "Maksud Kakek apa? Aku tidak memahaminya,"

Senyum kakek tersungging sebelum berkata lagi. "Kau akan tahu nanti."

Setelah berkata demikian, kakek Yaoshan menggerakkan kedua tangan di depan dada lalu mengulurkan secara perlahan seperti sedang menarik sesuatu dari dalam tubuhnya.

"Hiyaaaaaaa!"

Blaaaarrr

Cahaya berwarna keemasan muncul diikuti sesuatu yang keluar dari dadanya. Sebuah gulungan kuno melayang di udara setelah tangan kakek Yaoshan terulur sepenuhnya.

Gulungan tersebut berputar sebelum akhirnya mendarat di tangan kanan kakek Yaoshan. Ketika gulungan itu dibuka, Fangxuan bisa melihat kertas panjang usang keluar dari dalamnya.

"Ini adalah buku rahasia tujuh bintang. Di dalamnya berisikan jurus-jurus rahasia perguruan Naga Suci, tempatku dulu." Kakek Yaoshan menjelaskan tanpa menatap.

Setelah berkata, kakek menggerakkan tangan dan kaki ke depan lalu ke belakang kemudian ke samping, terlihat sedang mempraktikkan sebuah jurus padanya. Tangan dan kakinya bergerak lincah, melompat lalu menerjang kemudian melayang di udara sebelum melepaskan pukulan ke arah batu besar sehingga batu tersebut hancur berkeping.

Duaaaaarrrrr

Setelah itu, kakinya mendarat kembali di tanah. Kakek mendekati Fangxuan lalu mengatakan sesuatu padanya. "Itu adalah jurus ledakan api."

Netra Dong Fangxuan tak berkedip, menatap kagum apa yang tengah dilihatnya tadi. Untuk pertama kalinya ia menyaksikan sesuatu yang menakjubkan.

"Tutup mulutmu agar tidak dimasuki serangga!" ejek kakek Yaoshan.

Spontan Fangxuan menutup mulutnya rapat hingga mengundang gelak tawa si kakek petapa. "Hahaha, kau ini benar-benar anak yang polos."

"Aku belum pernah melihat jurus hebat seperti itu, Kek. Setiap hari hanya disuruh mengambil air dari sungai dan membawanya melewati seribu tangga, tapi tak sekalipun para guru mengajari sebuah jurus seperti murid-murid lainnya." aku Fangxuan sedih.

Kakek Yaoshan tercenung mendengar pernyataan pemuda tersebut. Rasa simpati muncul ketika pertama kali melihat Fangxuan dan kini semakin berkembang setelah mendengar kisah memilukan pemuda itu.

"Kau jangan khawatir, Fangxuan. Mulai hari ini, aku akan mengajarimu seluruh ilmu yang ku miliki dan membuatmu menjadi pendekar tak tertandingi."

Netra Fangxuan berbinar mendengar janji yang diucapkan kakek Yaoshan padanya. "Benarkah itu, Kek, maksudku ... Guru?!" tanyanya antusias.

Kakek Yaoshan mengangguk pasti. "Tapi sebelum itu, aku akan membantumu memulihkan tubuh terlebih dahulu!"

Setelah itu, kakek Yaoshan duduk bersila di hadapan Fangxuan, lalu ia memejamkan mata sembari menggerakkan tangannya.

Cahaya putih menyilaukan keluar dari telapak tangan sehingga Fangxuan menutup mata karenanya. Selepas itu, cahaya tersebut didorong perlahan ke arah wajah Fangxuan hingga menyelimuti luka sepenuhnya.

Yang dirasakan Fangxuan pertama kali ketika cahaya tersebut menyentuh kulit wajahnya adalah rasa dingin seperti air es, lalu berganti panas seperti dibakar api hingga ia menjerit kesakitan.

"Aaaaaarrrggghhhh!"

"Tahan sebentar lagi, Fangxuan!" ujar kakek lalu kembali mengeluarkan cahaya kemerahan dari telapak tangan yang kemudian dilepaskan kembali menyelimuti wajah serta tubuh Fangxuan.

Pemuda itu kembali memekik kesakitan ketika merasakan rasa panas yang menjalar di sekujur tubuh.

"Aaaaaaarrrrrrrrrrggggjhhhhh!"

Tubuh Fangxuan jatuh terlentang karena tak dapat menahan rasa sakit seperti terbakar api. Matanya terpejam seiring detak jantung yang perlahan berhenti berdetak.

"Apa aku akhirnya mati?!"

...Bersambung .......

Terpopuler

Comments

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Mantaaap...hayoooo Semangaaat Fangxuan....lanjjuuutkan Thor...👍👍😍😍🔥🔥💪💪

2025-03-01

2

Aru Lauje

Aru Lauje

hutan .l as tanah larangan

2025-03-24

0

George Lovink

George Lovink

Thor...kalau Kanuragan itu bahasanya untuk cerita silat Indonesia...anda menulis cerita berlatar belakang Tiongkok Kuno kok pake Kanuragan...jauh Tiongkok dgn Indonesia...bisa di bedakan...

2025-02-08

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 Chapter 167
168 Chapter 168
169 Chapter 169
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Cuap-cuap Othor
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
Chapter 167
168
Chapter 168
169
Chapter 169
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Cuap-cuap Othor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!