Chapter 11

Bab 11~Rencana Fu Lao

"AAAAAARRRGGGHHHH. Tolong aku ... tolong aku!"

Semua orang serempak menoleh ke arah sumber suara dan melihat langsung kejadian mengerikan yang membuat mereka bergidik ketakutan.

"Cepat, kita harus pergi dari sini!"

Ternyata, orang-orang yang mengambil benda-benda itu tiba-tiba sedang menggelepar kesakitan di tanah. Lehernya dililit sesuatu seperti lidah namun sangat panjang. Entah hewan apa yang mempunyai lidah panjang seperti itu, karena mereka tak bisa menemukan hewan apapun di sekitarnya.

Hanya sebuah lidah yang berukuran panjang dan juga besar. Setelah lidah itu melilit di leher mereka, di susul datangnya sesuatu yang langsung menempel di wajah mereka dengan sangat lengket.

Tak hanya berhenti di situ saja, sesuatu yang panjang dengan bentuk yang sama pun seketika terjulur ke arah perut dan langsung menembus punggung mereka, menimbulkan lubang besar di sana.

Wuuuuussshhh

Jleb

Kraaaakkkkk

"Whoooaaaa!" Seketika mereka berhamburan melarikan diri.

Semua peserta yang tidak terkena benda-benda aneh itu pun langsung pergi tanpa menoleh lagi. Mereka tidak mau sampai makhluk mengerikan menangkap dan mengambil jiwanya untuk dijadikan penghuni hutan terkutuk ini.

Sungguh, suasana bertambah mencekam setelah mereka memasuki lebih dalam hutan penyerap jiwa ini. Semakin dalam, keadaan hutan semakin gelap. Bahkan, matahari tak bisa menembus ke celah pohon sedikitpun.

Obor yang mereka bawa telah terjatuh karena berlari sangat kencang tadi. Sehingga kini, mereka hanya bisa mengandalkan insting saja untuk bisa menemukan gerbang keluar dari hutan terkutuk ini.

Wush ... Wuuussshhh

Langkah kaki berlarian secepat mungkin agar segera sampai di ujung gerbang. Namun, nampaknya gerbang portal hutan penyerap jiwa masih jauh dari posisi mereka.

"Bagaimana ini?!" Mereka semakin ketakutan dibuatnya kala mendengar suara-suara aneh di telinga.

Suara-suara tersebut tak terdengar jelas namun sangat berisik, mengganggu indra pendengaran. Bahkan, suara tersebut bisa membuat mereka gila karena tak bisa memfokuskan pikiran.

"Aaaaaarrrggghhh!" jeritan histeris kembali terdengar. Mereka yang berteriak seperti orang tidak waras sambil menutup telinga. Setelah itu, mereka tertawa lalu menangis.

Hal itu membuat peserta yang lain segera melangkahkan kaki untuk pergi dari tempat itu, meninggalkan mereka yang sedang mengalami kehilangan akal.

"Cepat ... cepat! Kita harus keluar dari tempat ini sebelum pasirnya habis!" seru mereka sambil berlari diikuti yang lainnya.

Begitupun dengan Fangxuan, Ling-ling dan Lee. Ketiganya berlari mengikuti yang lain agar bisa keluar dari hutan penyerap jiwa ini.

Setelah cukup jauh berlari, mereka berhenti di persimpangan jalan. Ada dua jalur berbeda di depan, kiri dan kanan. Mereka terdiam sejenak sebelum memutuskan untuk melangkah ke depan. Namun, ada juga yang langsung berlari tanpa berpikir harus berjalan menuju arah mana.

Itu semua karena rasa takut yang berlebih ketika mereka melihat kejadian yang mengerikan tadi sampai tak bisa memusatkan pikiran.

"Ke mana kita harus melangkah? Ke kiri atau ke kanan?!"

Sebelum kompetisi diadakan.

Kota Ziushan.

Beberapa pria tua sedang duduk mengelilingi seorang pria muda dengan kehilangan satu tangan akibat pertarungannya. Pria muda itu duduk bersimpuh sembari menceritakan kejadian yang menimpanya seminggu yang lalu.

Seorang pria berumur tiga puluh lima tahun segera menggebrak meja ketika mendengar keseluruhan ceria Mong Gu.

Brak

"Apa? Jadi Yi'er-ku mati di tangan seorang bocah tengik yang tak jelas asal-usulnya! Kau pikir aku akan percaya, heh?!" Fu Lao berkacak pinggang. Wajahnya terlihat merah menahan amarah karena sang istri tewas di tangan seorang pemuda yang bahkan tak memiliki jiwa martial.

Mong Gu menunduk takut. "Aku bersumpah demi nyawaku, Tetua ke tujuh. Semua orang menyaksikan hal itu dan para penduduk justru mengelu-elukan namanya." jelasnya kemudian.

Tetua Mong Hu berdiri menepuk pundak Fu Lao untuk meredam emosinya. "Putraku tidak mungkin berbohong, Adik ke tujuh. Jika kita ingin mengetahuinya dengan jelas, maka kita harus melihat langsung bocah tersebut. Seberapa hebatnya dia sampai bisa melenyapkan Adik Hao."

Fu Lao dan beberapa tetua lainnya terdiam mendengar perkataan Mong Hu.

Benar kata Mong Hu, jika ingin menilai kemampuan seseorang, maka kita harus mengujinya secara langsung. Dengan begitu, kita akan tahu seberapa hebatnya ilmu orang tersebut sampai bisa mengalahkan Hao Yi yang berada di level tujuh.

"Katakan padaku, bagaimana ciri-ciri bocah tersebut?!"

Secara detail, Mong Gu menyebutkan ciri-ciri Fangxuan mulai dari usia hingga penampilannya. Wajah Fangxuan pasti langsung dikenali orang sebab ia memakai topeng yang menutupi sebelah wajahnya. Mereka yakin jika pemuda tersebut memiliki luka sehingga ia menutupi wajahnya, padahal jika dilihat secara langsung, bocah itu memiliki paras tampan rupawan.

"Baiklah. Dengan ciri-ciri yang kau sebutkan itu, aku akan mencari bocah tengik tersebut dan membalaskan dendam Adik Yi'er agar jiwanya tenang di alam sana." pungkas Fu Lao.

Selama beberapa hari mencari, Fu Lao tak dapat menemukan bocah yang dimaksud Mong Gu. Tapi, pria tersebut tak menyerah begitu saja dan menyebarkan beberapa muridnya untuk mencari keberadaan Fangxuan hingga suatu hari ada undangan dari tetua perguruan tengkorak iblis di kota sebelah.

Dengan alasan menjadi juri dalam kompetisi tahunan yang diadakan di kota Zhengwu, Fu Lao berharap bisa menemukan pemuda yang telah membunuh kekasihnya dan merebut kekuatan Hao Yi.

Para pendekar berkumpul untuk mengikuti kompetisi, namun bocah yang melenyapkan Hao Yi justru berdiri di antara kerumunan warga.

Melihat itu, Fu Lao menyeringai penuh arti. Dirinya memiliki rencana untuk melenyapkan Fangxuan dengan alasan kompetisi.

Pria itu memiliki rencana tersendiri untuk menyingkirkan Fangxuan di dalam tahapan ujian kompetisi.

Tahap ujian kompetisi dibagi beberapa tahap dan rintangan tersendiri. Para peserta harus melewati tahapan tersebut agar bisa keluar jadi pemenang.

Tahap pertama: Para peserta harus memasuki Ruang Dimensi bersama tim masing-masing, melewati sebuah labirin, kemudian hutan penyerap jiwa. Jika mereka lolos dari dua tempat itu, maka bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Tahap kedua: Setelah para peserta lolos dari tempat sebelumnya, mereka harus melewati terowongan kegelapan yang berada tepat dibawah Gunung Lun, lalu menyebrangi sungai Iblis untuk bisa sampai di tahap ketiga.

Tahap ketiga: Jika sudah menyelesaikan tahap sebelumnya, para peserta harus melewati hutan Gin yang dipenuhi monster martial untuk sampai di gerbang terakhir.

Tahap keempat: Para tetua akan menunggu semua peserta di gerbang terakhir dan memberikan lencana sesuai nomor urutan mereka yang bisa keluar dari ruang dimensi.

Tahap kelima: Beradu kekuatan di hadapan para penonton untuk menentukan apakah mereka cocok untuk menjadi prajurit khusus atau tidak. Tak perduli kekuatan apa yang mereka keluarkan untuk membuat lawannya tumbang atau bahkan mati sekalipun.

Siapa pun yang menang, selain menjadi prajurit khusus, mereka pun berhak atas hadiah yang dijanjikan. Yaitu, Batu Keabadian dan lima puluh batu spirit, atau lima ratus ribu koin perak.

"Hahaha, aku yakin bocah ingusan itu akan mati sebelum sampai ke gerbang terakhir. Dengan begitu, dendam Yi'er-ku terbalaskan." Fu Lao tertawa membayangkan kematian Fangxuan yang mengenaskan di dalam tahapan kompetisi.

Pria itu yakin jika Fangxuan akan gagal dan tewas di dalam sana.

...Bersambung ......

Terpopuler

Comments

Aru Lauje

Aru Lauje

jebakan

2025-03-24

0

Iwan Sukendra

Iwan Sukendra

msh blm jelas

2025-03-23

1

Fuad Sutanto

Fuad Sutanto

alurnya maju mundur bikin pusing

2025-01-17

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 Chapter 167
168 Chapter 168
169 Chapter 169
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Cuap-cuap Othor
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
Chapter 167
168
Chapter 168
169
Chapter 169
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Cuap-cuap Othor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!