............
"Kenapa? kamu tidak suka dengan Lucia?" tanya Dania mengerut kan kening.
Siena mengepalkan tangan nya dan berusaha untuk tetap tenang. "Dia kan pelayan terbaik Ibu. Bukankah lebih baik dia terus menjadi pelayan Ibu seumur hidup nya?" ucap Siena dengan suara tegas membuat Lucia terlihat sedikit ketakutan.
"Ya benar juga, sulit mendapatkan pelayan seperti Lucia. Tapi jika kalian mau tentu saya tidak keberatan," balas Dania.
"Terima kasih Bu."
Setelah pembicaraan yang cukup panjang akhirnya Dania pun pulang bersama pelayan nya, jujur saja Siena sangat sulit menahan diri nya, betapa buruk nya hari ini Lucia sudah muncul di hadapan nya.
"Cukup aku saja yang melihat nya, aku tidak akan membiarkan Damian bertemu dengan dia."
Siena menatap kereta kuda Dania yang melangkah pergi keluar gerbang mansion dengan tatapan sinis, Fina yang menyadari suasana hati Siena yang berubah pun Menghampiri Siena.
"Nyonya baik-baik saja?" tanya Fina khawatir.
"Entahlah."
"Duchess Dania tidak marah pada Nyonya kan? saya lihat suasana hati Duchess Dania cukup baik tadi," ucap Fina penasaran.
"Kau tau pelayan bernama Lucia?" tanya Siena tegas membuat Fina cukup kaget.
"Saya pernah dengar dari beberapa pelayan jika Lucia itu adalah pelayan baru Duchess Dania tiga bulan lalu. Lucia di beli oleh Duchess Dania dari perdagangan budak di kota willow. Hingga saat ini Lucia mengabdikan diri nya sebagai pelayan setia Duchess Dania. Hanya itu saja yang saya tahu," beritahu Fina.
Siena melangkah pergi dari sana setelah mendengar tentang Lucia dari Fina. Rasa nya ada yang berbeda dengan kehidupan Lucia saat ini, ini semua tidak seperti kisah Lucia di novel.
"Di novel Lucia di kisahkan adalah anak yatim piatu yang di besarkan oleh paman nya bernama Wili. Paman Wili cukup kejam pada Lucia karena Lucia hanya di anggap tidak berguna sehingga dia di perlakuan layak nya pelayan, suatu hari Damian pergi ke rumah paman Wili untuk urusan pekerjaan, namun pada akhirnya Damian terpikat dengan kecantikan dan kelembutan sifat Lucia kepadanya. Damian meminta paman Wili untuk menjodohkan mereka berdua."
Siena tidak menyangka dengan hidup nya dia hingga saat ini ikut merubah nasib kehidupan Lucia. Lucia yang seharus nya akan bahagia dengan Damian justru menderita sebagai pelayan Dania.
"Untuk apa aku pikirkan dia? mau dia jadi pelayan atau jadi budak bukan urusan ku. Damian milik ku dan tetap akan bersama ku selamanya," tegas Siena tidak suka apa yang sudah jadi milik nya di rebut.
"Lucia dan Damian tidak akan pernah bersama selagi aku masih hidup."
...........
Damian baru saja kembali dari pekerjaan nya, Damian sengaja pulang malam karena dia memang tidak ingin bertemu dengan Dania yang hanya membuat nya merasa sesak, namun sepanjang hari dia terus kepikiran dengan Siena, apakah Siena akan baik baik saja tanpa diri nya? entahlah tidak ada jawaban nya sampai dia pastikan sendiri.
"Siena!" panggil Damian yang baru saja masuk ke kamar.
Siena banyak diam saja berdiri di balkon tanpa berbalik badan saat Damian memanggilnya. Damian yang merasa ada masalah langsung menghampiri Siena di balkon.
"Siena. Maaf aku meninggal kan mu sendiri menghadapi Ibu," ucap Damian merasa bersalah.
"Damian."
"Iya."
"Tadi Ibu menawarkan pelayan nya untuk bekerja disini. Kamu setuju atau tidak?" tanya Siena tegas tanpa mau melihat wajah Damian.
"Terserah kamu saja. Apapun pilihan mu aku setuju," jawab Damian.
"Aku tidak menginginkan pelayan itu disini," tegas Siena langsung mengutarakan jawaban nya.
"Aku juga," timpal Damian karena jujur dia juga tidak suka terlalu banyak pelayan di mansion.
"Mengapa kamu terlihat seperti marah? ada masalah? Ibu marah padamu?" tanya Damian khawatir.
"Tidak. Ibu Baik padaku. Hanya saja aku sangat tidak suka dengan pelayan itu, dia terlihat buruk di mata ku. Aku berharap tidak pernah melihat nya seumur hidup ku," ucap Siena kemudian menatap mata Damian yang kebingungan.
"Pelayan itu bersikap buruk padamu?" tanya Damian gugup karena baru kali ini dia melihat tatapan mata Siena yang penuh dengan kebencian.
"Ya. Anggap saja begitu, kamu baru pulang kan? lebih baik kamu mandi lalu istirahat, aku akan menyiapkan baju mu," ucap Siena lalu melangkah pergi dari sana.
"Ada apa dengan nya?"
..............
Siena sama sekali tidak bisa tidur karena terus kepikiran dengan Lucia. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana suatu hari nanti Damian bertemu dengan Lucia, apakah kisah cinta mereka akan bangkit walau Siena masih hidup.
Semakin aku berusaha menutup mata semakin aku tidak ingin tidur.
Siena yang tidur membelakangi Damian berbalik badan menghadap wajah Damian, terlihat Damian yang tertidur lelap, membuat suasana hati Siena sedikit lebih tenang.
Damian. Aku sudah mulai mencintai mu, aku tidak ingin hubungan kita berakhir hanya karena dia. Jika kamu tetap memiliki Lucia, aku akan berakhir saja di dunia ini dan pergi ke surga.
Siena menyentuh bibir Damian yang sangat menarik perhatian nya, Siena ingat pertama kali Damian merebut ciuman pertama nya, di hari itulah sejujurnya Siena sudah memiliki perasaan cinta namun dia terus menentang perasaan nya karena takut sakit hati.
"Damian."
Damian yang mendengar suara panggilan Siena perlahan membuka kedua matanya. Dia cukup terkejut karena wajah Siena tepat berada di hadapan nya.
"Siena."
"Aku tidak bisa tidur," ujar Siena dengan tatapan sedih.
Damian menghela nafas kemudian dia menarik Siena kedalam dekapan nya.
"Tidurlah Siena. Jangan menganggu ku lagi," bisik Damian.
Siena mengangguk dengan senyuman tipis, perlahan suasana hati nya semakin tenang saat ini.
"Aku mencintai mu Damian."
"Apa yang barusan kamu katakan?" tanya Damian tidak begitu dengar karena dia masih sangat mengantuk.
"Aku sangat membenci mu Damian."
"Heem..Aku tidak ingin mendengar nya."
.................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Armyati
haduh Damian dibilang cinta itu hrsx makin melek eh malah gak dengar😂🤭
2024-12-26
4
Diah Al Khalifi
giliran bilang benci baru dengar
pura pura GK dengar Damian 🤭
2024-12-25
0