...........
Damian dan Siena tiba di kediaman Alios dan Varela kedua nya adalah sepasang suami-istri yang memiliki status bangsawan, kedua nya bukan teman dekat Damian hanya teman bisnis saja namun Alios selalu menggoda Damian yang tidak pernah membawa istri nya saat bepergian kerja, sementara Alios selalu saja memamerkan istri nya membuat Damian sedikit kedal.
"Selamat datang Damian dan Siena," sapa Alios dengan ramah.
"Terima kasih atas sambutan nya," balas Damian dengan bangga sambil memegang erat tangan Siena.
Alios yang melihat itu hanya berusaha menahan senyuman nya, sementara Siena sangat malu dia baru saja muntah di tengah jalan karena mabuk kereta kuda, Siena bersumpah dia akan memuaskan kereta kuda suatu hari nanti.
"Mari kita ke ruang tamu."
Mereka pun pergi ke ruang tamu dimana disana Varela istri Alios sedang menunggu mereka berdua.
"Selamat datang, mari duduk."
Siena masih merasa canggung namun dia berusaha tenang agar tidak terlihat norak saja di depan teman bisnis Damian.
"Kamu tidak perkenalkan siapa yang kamu bawa kesini Damian?" tanya Alios dengan nada menggoda.
"Siena, istri ku." ucap Damian langsung membuat suasana terasa canggung.
Kenapa jantung ku tiba-tiba berdetak kencang? bukan kah tadi seperti ingin berhenti berdetak?
"Siena nama yang indah. Senang bertemu dengan mu," ucap Varela dengan senyuman hangat nya.
"Senang bertemu dengan mu juga Varela," balas Siena berusaha bersikap santai walau dia sebenarnya sangat gugup.
"Damian seperti nya kita harus membahas pekerjaan di ruang kerja ku," ajak Alios yang seperti nya ingin memberikan waktu berdua Varela dan Siena.
"Baiklah. Siena aku pergi dulu," ujar Damian yang ikut pergi bersama dengan Alios.
Siena yang sebenar nya tidak ingin di tinggal pun hanya bisa pasrah saja dari pada dia malah membuat situasi terasa tidak enak.
"Siena mau minum teh bersama dengan ku?" tawar Varela dengan antusias.
"Tentu saja."
Varela memanggil beberapa pelayan untuk menyajikan teh untuk mereka berdua. "Kamu tidak perlu setegang itu, santai saja berbicara dengan ku," ujar Varela yang sadar.
Siena hanya bisa tersenyum tipis dia ketahuan. "Apakah hubungan mu dengan Damian baik baik saja?" tanya Varela langsung membuat Siena hampir saja tersedak.
"Ya semua baik baik saja," balas Siena.
"Baguslah. Walau Damian itu seperti bongkahan batu dia sebenarnya sangat baik, hanya saja terkadang dia sulit mengekspresikan diri nya sendiri. dia tidak tahu bagaimana cara nya berkata lembut atau berusaha tersenyum," ucap Varela dengan lembut seolah dia harap Siena memahami bagaimana sifat Damian.
"Sejujur nya aku juga mengalami hal yang sama dengan mu. Aku di paksa menikah dengan seorang pria yang bahkan tidak aku kenal. Namun aku berusaha mencari sisi dimana aku bisa merasakan cinta itu dari dia dan begitupun sebalik nya. Walau terasa sulit tapi pasti ada dimana rasa itu tumbuh dan menjadi akar yang menetap," ujar Varela dengan senyuman hangat nya.
Siena mengerti banyak pasangan di dunia bangsawan sering kali menikah tanpa cinta, mereka hanya di jodohkan untuk hubungan bisnis saja. terkadang mereka harus membangun rumah tangga tanpa rasa cinta yang mengakibatkan perlahan rumah itu runtuh dengan seiring nya waktu.
"Bagaimana jika suatu hari dia justru berpaling dengan wanita lain? apakah aku harus tetap mengerti perasaan nya?" tanya Siena membuat Varela mengerutkan kening.
"Singkirkan saja apapun yang menghalangi jalan mu. Dunia ini sangat kejam, lakukan apa saja selagi kamu masih menginginkan nya ada di samping mu," balas Varela dengan bangga.
Tentu saja itu adalah ide yang buruk namun tidak salah untuk di lakukan, Siena yang di butakan cinta bisa saja melakukan nya saat hari itu datang.
"Tapi untuk pria seperti Damian sungguh aneh jika dia bisa tertarik dengan wanita lain?" gumam Varela yang tahu sendiri sifat Damian seperti apa.
Siena sendiri tahu Damian bahkan sangat sulit mencintai nya apalagi sampai jatuh cinta dengan wanita lain semudah itu tapi Siena tidak bisa mengabaikan takdir novel jika Damian hanya milik Lucia.
"Tidak ada yang tahu. bisa saja itu terjadi," saut Siena sinis.
"Apa yang kamu lakukan jika itu terjadi?" tanya Varela penasaran.
Siena memikirkan sejenak merelakan mereka bahagia sama dengan membuat hidup nya menderita.
"Aku akan membuat nya sadar bagaimana posisi nya saat ini," tegas Siena dengan rasa merah yang memuncak.
"Kamu sudah mencintai Damian rupanya," seru Varela dengan tawa kecil, Siena langsung menggeleng cepat.
"Tidak. Hanya saja aku tidak ingin rumah tangga ku berakhir," balas Siena mengelak.
"Bukankan itu yang kamu inginkan jika kamu tidak mencinta nya?"
Siena terjebak dengan jawaban nya sekarang, mau bagaimana pun dia mengelak dia sudah ketahuan sekarang.
"Tidak perlu malu mengakui nya. Jika kamu ragu kamu akan kehilangan apa yang sudah kamu pertahankan," ucap Varela dengan bangga.
............
Siena merasa sangat puas sudah mengobrol dengan Varela, dia merasa sedikit beban nya sudah terangkat. Kini di perjalanan pulang terlihat Damian masih sibuk membaca beberapa dokumen yang dia dapatkan dari Alios.
"Apa yang terjadi? kamu terlihat senang sekali," ujar Damian penasaran namun dia masih tidak berpaling dari pekerjaan nya.
"Hanya berbicara masalah seorang istri saja."
"Masalah?" tanya Damian mengerutkan kening nya.
"Iya."
"Masalah dengan ku?" tanya Damian sedikit peka.
"Iya. Bagaimana cara nya seorang istri membuat suami nya jatuh cinta."
"Bagaimana cara nya?"
"Menjauhi nya atau pergi ke tempat terpencil sampai dia gila mencari keberadaan ku," jawab Siena dengan bangga padahal dia hanya mengarang saja.
"Ide yang buruk. Lain kali aku tidak akan mengajak mu lagi," ketua Damian kesal.
"Aku hanya bercanda Damian!"
..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Diah Al Khalifi
grazy up dong Thor🙏🙏
2024-12-18
0