..............
"Siena!" panggil Damian mengantuk pintu kamar Siena namun Siena tidak kunjungan membuka pintu kamar nya.
"Pergilah aku sedang tidak ingin melihat wajah mu!" teriak Siena dari dalam kamar.
Damian yang sudah kehabisan kesabaran dia langsung menendang pintu dengan keras hingga membuat pintu itu terbuka lebar, Siena tentu saja sangat terkejut sampai jantung nya ingin berhenti.
"Sudah ku katakan aku tidak ingin melihat mu. Kamu tidak dengar?" tanya Siena kesal.
"Kemarin kamu bilang sudah memaafkan ku lalu mengapa sikap mu berubah seperti ini? katakan apa salah ku lagi?" tanya Damian kesal.
"Aku tidak tahu."
"Siena!" bentak Damian tidak sengaja karena dia terbawa emosi.
Siena tentu saja sangat marah namun dia berusaha memasang wajah datar nya dan menahan diri nya agar tidak ikut terbawa emosi.
"Aku baru saja sadar. Untuk apa aku berusaha mencintai mu juga."
Siena hendak melangkah pergi dari sana setelah mengatakan dengan tegas namun Damian langsung menarik tubuh nya ke atas kasur.
"Apa yang barusan kamu katakan?" tanya Damian tegas.
"Itu yang kamu ingin dengar kan? Aku tidak mencintai mu Duke Damian."
Damian kini menahan Siena di dalam dekapan nya membuat Siena tidak bisa bergerak sama sekali.
"Benar. Aku sangat ingin mendengar nya tapi itu dulu bukan sekarang."
Siena mengerutkan kening nya kebingungan, seharus nya Damian tidak berkata seperti ini karena Siena dengan jujur mengakui diri nya juga belum ada cinta kepada Damian.
Tidak sia-sia aku membaca buku benci jadi cinta. Apakah jarak yang ku buat berhasil membuat Damian suka dengan ku? tapi aku masih belum mencintai nya juga. Astaga apa yang harus ku lakukan sekarang?
Siena tenggelam dalam pikiran nya sendiri memikirkan bagaimana dia menghadapi situasi yang sudah berbalik ini.
"Siena."
"Aku selalu berusaha menahan diri ku untuk tidak mencintai mu. Tapi itu selalu gagal karena diri mu selalu saja membuat ku memikirkan mu," ucap Damian menurunkan nada suara nya membuat Siena terbangun dari lamunan nya.
"Lalu?"
"Aku minta maaf sudah membentak mu. Aku senang mendengar kamu juga tidak mencintai ku."
Damian melepaskan Siena dari dekapan lalu hendak melangkah pergi dari sana namun Siena bergegas bangun dan menghadang jalan Damian.
"Aku selalu berusaha membuka hati ku untuk mu. Jika kamu ingin aku jatuh cinta dengan mu maka kamu harus mencintai ku terlebih dahulu," ucap Siena tegas.
"Lebih baik tidak ada cinta di antara kita. Hubungan kita hanyalah kepalsuan," balas Damian langsung melangkah pergi dari sana.
Siena menepuk jidat nya merasa sangat pusing memikirkan nasib nya sekarang.
"Harus nya aku tidak berkata jujur kan. Jika dia mau bercerai dengan ku secepatnya, maka habislah riwayat ku menjadi Nyonya Duchess kaya raya."
"Haduh!! apasih yang harus ku lakukan agar dia jatuh cinta dengan ku? Kalau aku pakai cara Lucia itu sama saja aku harus menderita dulu? Aku tidak mau seperti itu!"
Siena menenangkan diri nya dulu agar dia bisa berpikir dengan tenang.
"Di buku mengatakan jika suami membuat jarak maka istri juga harus membuat jarak cinta bisa tumbuh. Walau aku tidak percaya tapi aku harus tetap dengan ide buku itu, tidak ada salah di coba."
...........
Akibat pertengkaran kedua nya selama beberapa hari Siena tidur seorang diri dan Damian juga, Damian bahkan lebih sering keluar mansion dengan segala urusan yang sangat merepotkan, Siena menikmati hari nya di rumah selama lima hari tanpa di usik Damian.
"Sudah lima hari dia sama sekali memunculkan batang hidung nya di depan ku. Dia sangat membenci sekarang? jika aku yang mendekati nya lagi sama saja aku malah menganggu nya," gumam Siena merasa sakit kepala.
"Sampai kapan Nyonya Duchess akan menahan diri?" tanya Fina penasaran.
"Aku sudah tidak tahan sebenarnya tapi jika aku yang mendatangi nya duluan dia pasti akan selalu menghindari ku lagi. Lebih baik dia saja yang datang duluan untuk memulai segala nya dengan baik," ujar Siena dengan nada malas.
"Tidak terlalu buruk tapi jika Tuan tiba-tiba mencari wanita lain bagaimana?" tanya Fina takut Siena di buang.
"Satu wanita saja tidak dia urus dengan baik bagaimana bisa dia mencari wanita lain lagi? Dia mau aku membunuh nya?" seru Siena marah.
"Ya itu benar."
Di sisi lain terlihat Damian yang baru saja pulang, dia memilih duduk di sofa ruang kerja nya untuk beristirahat sejenak sebelum kembali ke kamar nya.
"Hazen bagaimana dengan Siena selama saya pergi?" tanya Damian.
"Tidak terjadi apapun. Nyonya Duchess juga sama sekali tidak bertanya Tuan pergi kemana," jawab Hazen dengan jujur melihat situasi sekarang yang terlihat biasa saja.
Biasa nya Siena selalu mencari Damian walau Damian selalu pergi saat Siena datang, namun selama beberapa hari ini dia tidak datang dan bahkan tidak bertanya Damian dimana.
"Kamu tidak salah?" tanya Damian kebingungan.
"Tidak. Nyonya Duchess seperti nya sudah mulai terbiasa hidup tanpa Tuan sekarang," jawab Hazen dengan bangga.
"Apa?" kaget Damian.
"Bukan nya itu yang Tuan Inginkan?" tanya Hazen terkejut.
"Siena memiliki laki-laki lain sekarang? dia membuang suami nya?" tanya Damian kesal.
"Saya tidak tahu. Tapi sejauh ini belum pernah ada laki-laki lain yang berani muncul di sini mendekati Nyonya."
Damian menghela nafas panjang merasa sangat frustasi dengan diri nya sendiri yang seolah marah karena Siena melupakan nya, padahal itulah yang dia inginkan tapi kenapa ras nya dia sangat marah dan kecewa.
"Lebih baik Tuan lah yang datang menemui Nyonya untuk berbicara bedua. Tidak baik membuat jarak di hubungan rumah tangga terlalu lama. Semakin jarak itu jauh semakin rasa itu tidak akan pernah datang lagi," ujar Hazen dengan bangga karena dia sudah sangat berpengalaman tentang cinta.
Damian langsung melangkah pergi dari sana setelah selesai mendengar ucapan Hazen yang sangat membuat hati nya semakin tidak tenang.
"Rumah tangga seperti ini pasti bertahan lama." Hazen menghela nafas panjang lalu balik badan dan kembali berkerja dengan segunung dokumen menumpuk.
...........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments