Bab 17

Siena terus berusaha mengingat masalah yang sedang dia alami saat ini, namun banyak hal yang tiba-tiba saja Siena lupakan. Siena terdiam sesaat kemudian dia segera kembali membaca buku diary nya.

"Harus nya aku mencatat sesuatu yang penting disini, tapi kenapa isi nya cuma keluhan ku saja," gerutunya kesal.

Semua catatan itu hanya berisi keluhannya saja tentang Damian yang selalu mengabaikan nya, Siena yang terlalu malu curhat dengan orang lain memilih menuangkan semua kekesalan nya kedalam buku itu.

"Aku tidak ingat. Ini pasti si dewa di atas Menghapus ingatan ku agar aku tidak mudah memecahkan masalah karena sudah ingat seluruh alur cerita," gerutu Siena kesal.

"Aku akan coba ingat perlahan saja, aku tidak boleh asal menuduh juga karena tidak punya bukti sama sekali."

"Siena."

Damian masuk kedalam kamar Siena membuat Siena spontan langsung Menyembunyikan buku sakti nya.

"Kamu ini Duke tapi mines sopan santun ya?" kesal Siena.

"Memang nya kenapa?"

"Ini kamar ku setidaknya ketuk pintu dulu jika ingin masuk."

"Kamar mu adalah kamar ku, dan kamar ku adalah kamar mu juga. Lalu apa masalah nya? mengapa aku harus mengetuk pintu?" tanya Damian ikut kesal membuat Siena juga semakin kesal.

"Baiklah lakukan sesuka mu. Kenapa kamu kesini?" cetus Siena.

"Nanti sore kita pergi ke kediaman teman ku. Aku ingin mengajak mu kesana, kamu mau?" tawar Damian dengan nada malas.

"Harus aku ikut dengan mu?" tanya Siena balik.

"Ya. Jika kamu tidak mau juga tidak masalah, aku akan pergi sendiri."

"Baiklah aku mau. Sekarang pergilah dari disni, aku sedang sakit kepala," tegas Siena mengusir.

"Apa yang membuat mu sakit kepala? uang dan emas yang ku berikan masih kurang? kamu bisa menguras gudang harta sesuka mu, akan ku berikan kunci nya," ucap Damian yang ingat jika cara untuk membuat seorang istri bahagia saat sedang marah hanya uang dan emas.

Siena tentu saja suka dengan emas dan uang namun saat ini dia tidak mood untuk mengambil semua harta Damian. "Aku tidak mau. Aku hanya mau kamu pergi," balas Siena ketus.

Damian menatap Siena dengan dingin kemudian dia menarik Siena kedalam hadapan nya membuat Siena terdiam.

"Lepaskan," tegas Siena tidak suka di sentuh tiba-tiba.

"Aku berusaha lembut padamu. Tapi ternyata kamu lebih suka dengan sikap kasar ku," ucap Damian tegas sambil menatap tajam mata indah Siena yang ketakutan.

Sialan.

"Aku tidak mengerti ucapan mu." Siena berusaha melepaskan dekapan tangan Damian namun Damian semakin memperkuat dekapan nya membuat Siena kesakitan.

"Damian Sakit!" rintih Siena.

"Katakan padaku apa yang kamu inginkan?" tanya Siena kesal.

"Cobalah berhenti mengabaikan ku," tegas Damian sudah muak dengan perubahan Siena yang suka mendadak.

"Hanya itu?" tanya Siena kesal.

"Dan cobalah perlakuan aku sebagai suami mu. Jika sikap mu suka berubah seperti ini, aku semakin ragu untuk mencintai mu," bisik Damian dengan nada dingin nya.

Siena terdiam sesaat. "Ragu? Jika memang kamu ragu lebih baik lupakan saja perasaan mu pa--"

Ucapan Siena terhenti saat bibir manis Siena langsung di tutup oleh bibir Damian membuat Siena hampir saja kehabisan nafas karena Damian tidak berhenti melepaskan ciuman itu dalam waktu lama.

"Hentikan Damian! Kau mau membunuh ku?" marah Siena kesal.

"Aku hanya ingin kamu tidak terus mengabaikan ku tanpa alasan yang jelas, aku hanya ingin kita saling berusaha membangun rumah tangga bersama. Jika kamu tidak suka cara lembut akan aku gunakan cara ku sendiri untuk mendidik mu sebagai istri ku," ucap Damian dengan santai kemudian dia mengusap bibir Siena dengan jari nya lalu melangkah pergi dari sana.

Siena langsung terduduk lemas, barusan dia seperti melihat seseorang yang berbeda.

"Damian di novel tidak seperti ini. Dia seperti orang gila tadi," seru Siena ketakutan.

Siena kembali teringat alur cerita di akhir cerita yang baru saja dia ingat lagi tiba-tiba.

"Astaga! Aku lupa jika Damian sangat obsesi dengan wanita yang dia cintai yaitu Lucia. Jangan bilang sifat itu sekarang dia berikan padaku?" kaget Siena langsung mengelus dada sambil berdoa dia di berikan keselamatan hidup hingga akhir bahagia nya.

..............

Sore itu Damian dan Siena berangkat ke kota tempat teman Damian tinggal, sangat jarang dan mustahil sekali Damian mengajak nya pergi bersama menaiki kereta kuda, karena biasa nya Damian selalu pergi seorang diri atau bersama dengan ajudan pribadi nya saja.

Kepala ku semakin sakit karena aku mabuk naik kereta kuda. Biasa nya aku dan Fina saat keluar bersama memilih jalan kaki karena tujuan juga dekat dari mansion. Waktu ke pidato kota agar tidak mencolok juga kami hanya naik kuda biasa.

Siena yang berusaha menahan mual karena mabuk perjalanan memilih untuk diam saja dan berusaha menenangkan diri nya agar tidak muntah disana.

"Kamu kenapa?" tanya Damian menatap Siena yang terlihat pucat.

Siena hanya diam saja karena jika dia berbicara dengan Damian seperti nya dia akan segera muntah saat itu juga. Damian yang tidak tahu jika Siena mabuk kendaraan berpikir jika Siena masih marah atas perlakuan nya tadi pagi.

"Aku minta maaf." Siena yang mendengar itu langsung melebarkan bola matanya karena bukan suara permintaan maaf Damian namun Damian menundukkan kepala sedih seperti anak kecil yang ingin menangis.

Astaga apa yang harus aku lakukan? aku mual sekarang.

Siena terusan berusaha diam saja agar rasa mual nya bisa mereda namun seperti Damian malah salah mengartikan posisi nya sekarang.

"Kamu sungguh akan mengabaikan ku lagi? jika terus diam aku benar-benar akan melakukan hal yang kamu inginkan," ucap Damian membuat Siena semakin merinding.

Siena menggeleng cepat. "A-aku diam karena huwek!" Siena langsung mual.

"Aku mabuk kendaraan! aku sangat benci kereta kuda!" tegas Siena dengan nada agar keras langsung kemudian menutup mulut nya.

Damian yang mendengar itu langsung terdiam dengan wajah memerah karena malu sementara Siena mati matian menahan rasa mual nya.

.............

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!