Bab 2

.....

Damian Wilder duduk di sofa sambil mengamati botol racun yang dia ambil dari ata meja, Damian juga tengah menunggu wanita yang menjadi pemilik botol racun itu segera bangun.

"Dia berpikir untuk bunuh diri setelah kita menikah."

Siena terbangun dari tidur nya karena dia merasakan keberadaan seseorang yang sangat tajam membuat perasaan nya tidak nyaman, Siena dengan perlahan bangun membuka mata dan mengumpulkan nyawa nya yang masih berenang di alam mimpi.

"Sudah bangun?" tanya Damian dingin.

"Damian?" Siena tidak menyangka dia akan melihat wajahnya Damian yang sangat tampan dengan kedua mata nya saat ini, padahal sebelum semua ini terlihat seperti mimpi.

"Bisa jelaskan botol racun ini untuk apa?" tanya Damian kesal.

Siena teringat dia lupa menyingkirkan botol racun.

"Aku ingin bunuh diri tadi malam dengan meminum racun tapi setelah ku pikirkan lagi kematian itu menakutkan, jadi aku tidak akan mati dan bertahan disini sebagai istri mu," jawab Siena dengan sangat jujur.

Damian tersenyum tipis seperti meremehkan ucapan Siena barusan. "Lebih baik kamu mati saja, aku tidak akan menganggap mu sebagai istri ku," ketua Damian.

"Ucapan mu seperti mimpi buruk saja Damian, aku akan pura-pura tidak mendengarkan nya," saut Siena sedikit kesal.

Dia sama menyebalkan nya seperti karakter nya yang dingin dan kejam. aku harus sabar menghadapi manusia tampan ini, jika tidak aku akan menjadi gelandang di dunia ini.

Siena bangun hendak melangkah ke kamar mandi namun Damian langsung menghentikan langkah nya, Damian berdiri di depan Siena dengan tatapan dingin membuat Siena gugup.

"Ada apa? Kamu akan memaksa ku minum racun? aku tidak mau," tegas Siena menolak.

"Jangan pernah pakai baju tidur ini lagi," tegas Damian.

Siena yang baru saja ingat baju tidur nya sangat terbuka langsung memerah, Siena yang panik langsung pergi ke kamar mandi. Tanpa Siena sadari baru saja Damian tersenyum melihat sikap konyol Siena.

"Sialan! Aku lupa tentang baju ini! memalukan sekali Siena!!" heboh Siena melihat diri nya di dekan cermin kamar mandi.

"Tapi kalau di perhatikan tubuh Siena sangat bagus sekali, tentu saja ini sangat menggoda siapapun yang melihat nya tapi seperti nya tidak mempan pada Damian. Damian pasti tidak normal!" gerutu Siena sambil berpose seksi di depan cermin.

Maaf Lucia, Damian sangat tampan jadi aku akan mengambil nya sebagai milik ku.

...****************...

Siena dengan santai sarapan seorang diri di meja makan yang luas nya seperti lapangan keluarga, Siena sedari tadi sudah menunggu kedatangan Damian namun mahluk yang dia tunggu ini sama sekali tidak muncul, karena sudah terlalu lapar akhirnya Siena makan saja seorang diri dari pada dia kelaparan.

"Apa aku akan menjadi janda dalam waktu dekat Fina?" tanya Siena pada Fina pelayan pribadi nya.

"Sa-saya tidak tahu Duchess!" balas Fina panik.

Siena menghela nafas kesal karena dia sebenarnya sangat ingin makan bersama Damian yang sudah menjadi bagian dari keluarga nya tapi seperti nya itu mustahil, Siena mau menjadi Karin pun dia tidak pernah merasakan makan malam bersama keluarga.

"Menyebalkan sekali," gerutu Siena kesal.

Kalau di novel transmigrasi yang pernah ku baca aku harus sakit hati dahulu sekarat kemudian tapi malas banget aku harus ngerasain hal begitu, aku akan bergerak santai saja.

Mendapatkan perhatian dengan cara itu sangat buruk, aku tidak mau ikut drama menyedihkan seperti Lucia yang harus menaklukkan Damian dengan cara mengejar nya terus sampai dapat, lebih baik aku yang di kejar kan sampai hilang?

Saat sedang melamun itu Damian datang dengan wajah datar nya ke meja makan, Siena yang menyadari nya langsung memasang muka asam dengan tatapan sinis.

"Ternyata Duke masih butuh sarapan ya, aku kira makan angin saja sudah cukup," gerutu Siena kesal.

"Kamu tidak suka sarapan dengan ku? tanya Damian datar.

"Iya. Saya benci orang yang tidak menghargai waktu," balas Siena jujur karena sekarang dia benar-benar sangat kesal.

"Kenapa kamu tidak sarapan sendiri saja di kamar mu?"

"Jika ada ruang makan untuk apa sarapan di kamar sepeda putri dalam kandang?" tanya balik Siena dengan wajah datar.

Damian menghela nafas namun kemudian dia tersenyum tipis seperti meremehkan kemarahan Siena.

Wah rupanya dia sengaja mau membuat ku kesal lalu aku mengajukan cerai! oh tidak semudah itu suami ku yang tampan walau sifat kayak setan. Kesabaran ku ini setebal buku revisi jadi jangan harap aku langsung mengajukan cerai hanya karena masalah sepele.

Siena tersenyum tipis memikirkan cara bagaimana agar membuat Damian yang kejam dan dingin ini menjadi milik nya hingga mati bersama.

"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Damian curiga karena ekspresi Siena tiba-tiba saja berubah aneh seperti penjahat sesungguhnya.

"Memikirkan cara untuk membuat mu jatuh cinta pada ku sampai mati," jawab Siena dengan bangga namun terlihat Damian hanya menganggap nya orang gila.

"Aku hanya bercanda," seru Siena yang sudah malu brutal karena gagal menggoda Damian.

Siena yang sudah terlanjur malu memilih menyelesaikan sarapan nya lalu pergi ke kamar nya untuk merenungkan kesalahan nya yang baru saja dia lakukan dengan pede nya.

Aku ini sudah gila.

Siena menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur sambil melihat cincin pernikahan yang terpasang di jari manis nya.

"Cincin ini hanya hiasan saja saat ini," gumam Siena dengan wajah datar.

"Duchess!" panggil Fina dengan panik.

"Ada apa?" tanya Siena dengan malas.

"Kenapa anda kabur duluan saat sarapan? seharusnya Nyonya Duchess menunggu Tuan Duke selesai makan dulu," tegur Fina sambil membela ingat Siena.

Siena adalah wanita bangsawan kelas rendah yang memiliki sifat sangat licik dan jahat, semua orang yang bertemu nya sangat memberi nya karena sifat buruk nya itu, akibat nya banyak juga yang takut padanya.

"Jika sedang berbicara dengan ku jangan membelakangi ku begitu," tegur Siena kesal.

"Maaf saya takut Nyonya Duchess marah pada saya!" balas Fina panik.

"Saya memang salah kok jadi tidak masalah, lagi pula untuk apa saya menunggu Damian selesai sarapan, dia saja sengaja datang terlambat bukan?" gerutu Siena kesal.

"Tapi Nyonya Duchess harus menjaga sopan santun sebagai istri Duke," balas Fina tidak ingin Siena di cap sebagai istri terburuk Duke Damian Wilder.

"Dia memang nya menganggap ku sebagai istri nya?" tanya Siena dengan nada jahil.

Fina terlihat panik tidak tahu harus menjawab apa, tentu saja Damian tidak menganggap Siena sebagai istri nya tapi aneh nya di novel Damian jadi trauma jatuh cinta karena kematian Siena yang bunuh diri tidak mau menjadi istri nya.

Aku bukan antagonis di sini tapi citra ku memang sudah buruk sejak lahir, jadi tidak masalah tidak sopan pada Damian, toh dia juga tidak sopan pada ku.

.......

Terpopuler

Comments

Ari Peny

Ari Peny

byk typo

2025-01-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!