Bab 4

........

Siena yang tidak memiliki pekerjaan di hari itu akhirnya dengan berat hati dia menyelesaikan pekerjaan sebagai Duchess untuk memeriksa keuangan Mansion dan data pengeluaran bulanan, tentu saja Siena yang malas bergelut dengan perhitungan terpaksa harus menggunakan otak nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya ini.

"Otak ku terbakar," gerutu Siena yang sudah lemas seperti hampir kehilangan nyawa nya.

"Siena!" panggil seseorang masuk dengan suara tegas.

"Apa sayang?" saut Siena dengan wajah lemas.

"Sayang? kamu tidak salah?"

"Ah maaf aku salah," balas Siena dengan nada malas.

"Kamu mengajukan dokumen untuk menyelesaikan kasus wanita tanpa kepala?" tanya Damian terkejut.

"Iya. Aku sebagai wanita merasa tidak bisa mengabaikan kasus ini," jawab Siena dengan bangga padahal tadi dia sangat malas menjawab Damian.

"Tidak aku izinkan. Kasus ini berbahaya," tegas Damian menolak dokumen permohonan dari Siena.

"Jahat sekali menolak langsung di hadapan orang nya, kasus ini memang berbahaya tapi aku akan baik-baik saja jadi tolong percaya pada ku," mohon Siena dengan mata memelas.

"Kamu ingin mencari perhatian ku dengan manfaatkan kasus ini?" tanya Damian dengan nada merendahkan.

Siena memutar malas kedua bola mata nya, untuk apa mencari perhatian dengan membahayakan nyawa sendiri yang harus dia lindungi karena dia takut kematian. Siena melakukan nya karena dia yang tahu kasus ini tidak bisa diam saja membiarkan para korban lain berjatuhan.

"Aku sangat takut kematian Damian. Aku tidak mengharapkan perhatian dari mu, aku tahu siapa dalang di balik kasus ini, itu sebab nya aku ingin menyelesaikan nya sebelum ada korban lagi," beritahu Siena dengan nada tegas.

Damian tentu saja sangat terkejut karena Damian sendiri masih belum bisa menemukan pelaku nya selain itu di tambah masalah lain membuat Damian sering kali mengabaikan kasus seperti ini.

"Bagaimana kamu bis membuktikan nya?" tanya Damian meragukan ucapan Siena.

"Kamu mau membantu ku? kita selesaikan bersama dan aku akan memperlihatkan langsung bukti nya pada mu," tawar Siena dengan bangga.

Damian terdiam sesaat dia masih meragukan ucapan Siena, namun dari tatapan Siena sepeda menyakinkan nya jika saat Ini Siena sama sekali tidak sedang berbohong kepada nya.

"Kapan kamu akan menunjukkan nya?"

"Malam ini. Dia akan melakukan aksi nya di danau Athena," beritahu Siena.

"Kita akan pergi berdua malam ini, jika kamu berbohong aku akan memasukan mu kedalam penjara," ancam Damian dengan tegas.

"Hukuman mu sangat mengerikan sekali suami ku, jika aku tidak berbohong kamu harus tidur bersama dengan ku," ucap Siena mengancam balik dengan seringai menggoda nya.

Damian melangkah pergi dari sana dengan wajah kesal, sementara Siena langsung duduk lemas berusaha tegas sekuat tenaga di depan Damian.

"Damian sialan, dia menggunakan aura kegelapan nya kepada ku, kaki ku sekarang tidak bisa bergerak!" gerutu Siena kesal.

Siena berusaha mati-matian menahan rasa takut nya di hadapan Damian yang marah, Damian saat marah sangat menakutkan seperti singa yang memperebutkan tahta nya, Damian menggunakan aura kegelapan yang berasal dari kekuatan kejam nya untuk membuat siapapun takut kepada nya, semua yang merasakan nya akan tunduk ketakutan bahkan pingsan jika tidak tahan.

Aku harus lebih hati-hati saat berbicara dengan Damian. menghadapi nya saat marah menguras tenaga ku dan kesabaran ku.

...**********...

Sesuai ucapan Siena, malam itu Siena dan Damian diam-diam datang ke danau, kedua nya saat ini sedang mengintip dari balik pohon, suasana malam itu sangat sepi di danau, bahkan tidak ada satupun orang yang datang ke danau, akibat kasus pembunuhan itulah yang membuat danau menjadi tempat terkutuk.

"Kita sudah satu jam disini tapi tidak ada apapun yang muncul, kamu berbohong?" tanya Damian kesal.

"Tunggu sebentar dia pasti akan segera datang," balas Siena kesal.

Si bajingan ini kapan muncul sih? kalau gini terus bisa di cap pembohongan aku! harus nya sekarang dia akan melakukan aksi nya di danau.

Siena hanya bisa menunggu bersama dengan Damian yang terlihat sudah mulai meragukan ucapan nya, namun di saat itu munculah seseorang anak muda membawa seorang wanita bersama nya, terlihat anak remaja itu menyeret sangat wanita seperti binatang.

"Cepat jalan! lama sekali," gerutu nya kesal sambil menarik paksa wanita tersebut.

"Danau yang indah malam ini akan menjadi rumah mu setelah mati, biarkan aku mengirim mu untuk menjadi teman nya," ucap nya kemudian dia mengeluarkan pedang nya.

Wanita itu hanya berdiri pasrah tanpa melakukan apapun, sementara ujung pedang sudah di arahkan tepat di leher nya.

"Permisi! kalian sedang berkencan?"

"Siena!" kaget Damian tidak menyadari jika Siena sudah tidak bersama nya lagi, wanita itu malah menghampiri mereka.

"Be-benar kami sedang berkencan," balas laki-laki itu sambil menurunkan pedang nya.

"Wah kalian berdua pasangan yang romantis sekali, aku sedang tersesat di danau ini, apakah kalian berdua bisa membantu ku?" tanya Siena dengan wajah memelas.

"Tentu saja kami berdua akan membantu mu," balas laki-laki itu dengan senyuman hangat.

"Sayang tidak masalah kan kencan kita terganggu sebentar?" tanya laki-laki itu yang langsung di balas anggukan.

Siena berjalan mendekati laki-laki yang mau membantu nya itu.

"Memang nya aku bodoh akan percaya ucapan mu? mana ada berkencan seperti ini, dasar bajingan!" tegas Siena kesal sambil menendang masa depan milik laki-laki itu, membuat laki-laki itu langsung lemas.

"Sialan!"

Wanita yang hampir di bunuh itu langsung bersembunyi di belakang Siena dengan wajah ketakutan, laki-laki itu mengambil pedang nya kembali lalu mengarahkan nya ke arah Siena.

Wah bisa wafat aku kalau pedang itu menebas leher ku.

"Serahkan wanita itu atau ku bunuh kamu juga disini!" ancam nya dengan nada marah.

"Dasar psikopat!" ledek Siena tidak takut.

brugh!

Tubuh laki-laki itu langsung terjatuh tidak sadarkan diri di tanah.

"Kau ini ceroboh sekali!" marah Damian pada Siena.

Siena tidak mungkin membiarkan wanita itu di bunuh dulu baru dia bertindak, Beberapa pengawal yang bersembunyi di pohon segera keluar dan menangkap laki-laki itu.

"Maaf aku tidak bisa membiarkan dia mati, masih banyak korban yang mereka sembunyikan," ujar Siena kemudian menatap dingin wanita itu.

Wanita itu mengangkat belati yang hendak dia tancapkan ke perut Siena namun segera Siena menendang wanita itu, membuat wanita itu langsung terjatuh ke tanah, dengan cepat pengawal langsung mengamankan nya.

"Gunakan wanita ini untuk memberitahu kalian di mana semua korban yang mereka sembunyikan," ucap Siena dengan tegas.

"Dia bukan korban?"

"Laki-laki itu dan wanita ini berpacaran, kedua nya orang gila yang suka mengoleksi kepala wanita cantik di kota," beritahu Siena.

"Lain kali kepala mu akan menjadi milik kami!" teriak wanita itu kesal.

"Oh ya?"

......

Terpopuler

Comments

Armyati

Armyati

semakin seru kak 😍🙏 semangat teruussss 💪💪💪 up up up

2024-07-26

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!